Allard Junior Anderson adalah satu-satunya pewaris perusahaan properti raksasa di Indonesia dan Amerika. Baginya Milly Lynelle Harrison, wanita cantik yang lahir tepat di hari ulang tahunnya adalah kado terindah dari Tuhan.
Milly hanya untuk Allard dan Allard hanya untuk Milly.
Namun yang terjadi, Milly harus merelakan hatinya hancur berkeping-keping melihat Allard tunangannya sedang bermesraan dengan wanita lain.
Bagaimana kelanjutan kisah cinta Allard dan Milly?
Akankan janji untuk saling menjaga di sepanjang usia akan berakhir hanya karena sebuah pengkhianatan yang tak berdasarkan cinta?
"Kuizinkan kau untuk hancurkan hatiku. Hancurkan saja berkali-kali, hingga tak tersisa sedikitpun cinta untukmu. Cintaku terlalu berharga untuk pengkhianatanmu yang murahan!" gumam Milly.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 9 . Bad News
( Yang hangat hangat mau lewat dulu kk)
( othor cuma mau mengingatkan aja kalau cerita ini bukan berlatar di Indonesia ya )
( mohon maklum )
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
New York , Amerika Serikat .
1 Januari 2016
( Milly L Harrison )
" Sudah cukupkah rasa syukur ku hari ini ? " pertanyaan dalam batin Milly .
Duduk berdua bersama pria yang Ia cintai sejak Ia belum tahu sebutan untuk perasaannya itu , membuat Milly mengucapkan syukur berkali - kali untuk malam ini .
Bahkan jika dirinya diberi pilihan berkali- kali , Milly akan tetap memilih Al . Memilih Al lagi , lagi , tetap memilihnya lagi .
Bahkan bagi Milly , untuk memilih Al sangatlah mudah . Ia akan memilih Al tanpa ragu , dalam sekejap , dan akan terus berulang .
Setiap hari rasa cinta Milly pada Al akan selalu lebih dari hari kemarin . Akan selalu bertambah setiap harinya . Hingga Milly tak bisa membayangkan bagaimana banyaknya , karena sejak awal Milly memulainya dengan selamanya.
( Allard Junior Anderson )
" Bukankah aku begitu beruntung karena diberi hati dan kesempatan untuk mencintai wanita sehebat My Lily ? " Batin Allard saat menatap netra indah sang kekasih .
Kekasih .
Yah, akhirnya setelah 17 tahun menunggu kini Al dan Milly telah resmi menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih .
Rasanya sungguh tak bisa Al ungkapkan saat Ia akhirnya bisa bebas mengatakan, " I Love you . "
Bagi Al tiga kata itu tidak hanya Ia katakan sebagai kebiasaan . Tetapi lewat tiga kata itu Al ingin Milly tahu jika dirinya adalah hal terbaik yang akan selalu ada dalam hidup Allard .
Lewat tiga kata itu Al ingin Milly tahu bahwa memilikinya adalah salah satu anugerah terindah yang Ia miliki .
Milly terus menatap cincin berlian yang kini melingkar indah pada jari manis di tangan kirinya .
" Apa kamu sangat menyukainya , Baby ? " tanya Al .
" Iya , aku sangat suka . Dari semua yang terjadi hari ini , aku sangat menyukai yang terjadi di penutup hari ini , " ucap Milly .
Kini mereka berada di dalam mobil lamborghini merah muda milik Milly .
Al membelai pucuk kepala Milly dengan penuh kasih sayang .
Ia melirik jam rolex yang melingkar di pergelangan tangannya , sebuah senyum terbit di wajahnya ketika sebuah ide muncul seketika .
Mobil merah muda itu memecah jalanan kota New York yang seakan tidak pernah mengenal tidur .
" Beb, kita mau kemana ? Ini bukan jalan ke mansion , " tanya Milly .
" Iya , aku ingin mengajakmu ke suatu tempat . Aku ingin kamu juga menyukai bagaimana kita mengawali hari ini . " Jawab Al .
Tak berselang lama Al mengurangi kecepatan laju mobilnya saat akan memasuki parkiran sebuah gedung apartement.
Milly sudah tak asing dengan tempat itu .
Apartemen Al yang berada tak jauh dari kampusnya .
" Ayo turun baby , " ajak Al . Tak lupa mendaratkan sebuah kecupan singkat di bibir Milly membuat gadis itu lagi lagi merona .
Al merangkul pinggang Milly posesif , memasuki lift yang hanya digunakan oleh penghuni penthouse . Salah satunya Al .
Al melirik pada Milly yang tingginya hanya sebatas bahunya . Al baru bisa melihat dengan jelas bagaimana menggemaskannya wajah kekasihnya yang merona .
Al menelan salivanya , " aku sudah tidak bisa menahannya , " batin Al .
Dengan lift yang masih bergerak naik , Al meraih tengkuk Milly dan mendaratkan kembali bibirnya di bibir kekasihnya yang kini sudah menjadi candunya .
Tubuh Milly menegang , Al bisa merasakannya tapi Ia tidak berniat untuk berhenti .
Setelah merasa cukup mencecapi bagian atas dan bawah bibir Milly secara bergantian , ia masih ingin merasakan yang lebih .
" Buka mulutmu , Baby " pintanya dengan suara serak dan lirih .
Milly patuh , Ia melakukan apa yang dikatakan Al .
Sebuah perasaan baru bagi Milly saat lidah Al bergerak lincah di rongga mulutnya . Dan entah bagaimana bisa , Milly secara naluriah kini membalas semua yang dilakukan Al .
Tidak bisa bohong , jika kini Al merasa sesuatu dalam dirinya yang selama ini Ia penjarakan kini memaksa untuk keluar .
Al semakin menghimpit Milly bersandar di salah satu satu dinding lift .
Satu tangannya masih di tengkuk Milly . Sedang yang satunya melingkar di pinggang ramping kekasihnya , menahan agar wanitanya itu tidak terjatuh .
Kegiatan mereka harus berhenti saat terdengar bunyi lift yang begitu nyaring , dan sedetik kemudian disusul dengan pintunya yang membuka otomatis .
Keduanya keluar dari lift , Al berjalan lebih cepat dari biasanya membuat Milly sedikit kesulitan untuk mengikutinya .
Al segera menekan angka yang menjadi kata sandi pintu apartemennya .
Begitu berhasil dan pintu terbuka , Al segera menggendong Milly seperti koala menuju kamarnya .
Dengan perlahan dan hati- hati , Ia baringkan Milly di tempat tidurnya .
Segera Al lepaskan jaket dan kaos yang Ia kenakan , hingga kini Milly bisa melihat dada bidang Al .
" Wajahmu merona, baby . " Ucap Al .
" Apa aku kini nampak sangat menggoda bagimu ? " lanjutnya terus merayu Milly .
Milly ikut bangun , dirinya kini duduk di tempat tidur .
Al mengambil 4 kaleng b*r dari mini cooler yang ada di kamarnya , membuka salah satunya dan meletakkan sisanya di atas nakas samping tempat tidur .
Al ikut duduk di tempat tidur tapi Ia bersandar di kepala tempat tidur sambil sesekali meneguk minumannya .
" Baby , ku pikir kau tak akan tergoda karena sudah sering melihat tubuhku . " Ucap Al .
Milly merasa kesal , sepertinya Al menantangnya . Mungkin Al lupa jika dirinya yang sekarang adalah gadis berusia 17 tahun .
Bagi kehidupan di negara dengan budaya barat , berhubungan bahkan sebelum menikah sudah tak asing lagi .
Kebanyakan , gadis melakukannya pertama kali saat berusai 15 hingga 16 tahun atau saat mereka sudah mulai memasuki senior high school .
Milly berbalik menatap Al , berdiri dengan lututnya sebagai tumpuan . Ia melepaskan coat berwarna abu-abu dengan gerakan yang sukses memprovokasi Al .
Al baru menyadari jika gaun mini berwarna silver yang dikenakan Milly sejak awal pesta di club sungguh terbuka .
Gaun dengan panjang hanya sebatas setengah dari paha mulus nya . Tanpa lengan hingga pundak dan lengan putihnya tentu bisa dinikmati oleh setiap mata yang memandang .
Al sudah beberapa kali menelan salivanya . Ia juga sudah berkali kali mencegah kewarasannya yang ingin kabur saja .
Namun Milly sepertinya tidak berhenti sampai disitu saja .
Dengan gerakan cepat Milly berpindah tempat duduk ke atas pangkuan Al .
Senyumnya tidak biasa Ia cegah saat merasa sesuatu yg keras mengganjal di tempat yang sedang Ia duduki .
" Kenapa tersenyum huh ? " tanya Al . Suaranya memberat berburu dengan hembusan napasnya .
" Sepertinya aku membangunkan sesuatu baby , " balas Milly manja .
Al merapikan rambut Milly , menyampirkannya ke belakang telinga agar leher jenjang gadisnya bisa terlihat jelas olehnya .
" Sejak kapan kamu tau hal seperti itu Ly ? " tanya Al diiringi kekehannya .
" Aku tau sudah sejak lama , sejak teman- teman wanitaku bahkan sudah merasakannya , saat aku bahkan masih menunggu waktu hanya untuk melihatnya . Apakah mungkin hari ini adalah hari itu ? " Jawab Milly jujur .
Al merutuki pertanyaannya , jawaban Milly barusan sungguh membuatnya tak kuasa untuk menahannya lagi .
Apalagi Milly mengatakan hal itu sembari tangannya menggulung rambutnya menjadi model bun hair .
Segera Ia rengkuh Milly . Pertarungan bibir keduanya sudah tak terelakkan lagi .
Cukup lama dan lebih liar dari yang terjadi di lift.
Sampai keduanya merasa kehabisan oksigen barulah mereka berhenti .
Al berpindah ke ceruk leher kekasihnya . Kesadarannya masih ada untuk tidak meninggalkan jejaknya disana .
Tangannya bergerak lincah menurunkan resleting gaun Milly di punggungnya .
Sedang Milly menutup matanya menikmati Al menelusuri setiap inci bagian lehernya .
Kecupan demi kecupan Al berikan mulai dari pundaknya dan turun ke bagian yang menjadi dambaan setiap pria .
" Aaakkhhhhh ..... , "
Hanya itu suara Milly yang terus mengalun di telinga Al . Namun lucunya , Al malah makin bersemangat setiap kali mendengarnya .
Entah bagaimana kini Milly sudah dalam posisi kembali berbaring dengan gaun yang entah menghilang kemana . Tubuh Al mengungkungnya dari atas .
Jika Al sejak tadi menahan diri saat di bagian leher , tapi tidak untuk di bagian bukit yang kini terlihat menantangnya . Beberapa jejak Al menghiasi keindahan bukit itu .
Alunan suara indah Milly , terdengar semakin intens . Kewarasan Al sebentar lagi akan benar- benar pergi dari dirinya .
Tapi tiba-tiba Al tersadar , dan secepatnya menahan dirinya .
Ia menghentikan aksinya , berusaha menormalkan napasnya dan meredakan gejolaknya .
Kening Milly mengernyit , " Baby , ada apa ? "
Al menggeleng . " Maaf Baby . Sepertinya kita harus berhenti sampai disini saja , belum saatnya . "
" Apa ? Belum saatnya ? Semua teman-temanku bahkan sudah melakukannya . " keluh Milly .
" Tapi kamu bukan mereka Beb . " Balas Al .
Mata Milly berkaca-kaca , " ternyata gejolak ini parah juga , bahkan bisa membuatku menangis. " ucap Milly dengan tawa untuk menyembunyikan kekecewaannya .
Al segera memeluk Milly , " maafkan aku baby . Tunggu sampai kamu selesai senior high scholl , aku akan segera melamarmu . Kita bertunangan dan merencanakan pernikahan . Saat itu aku janji akan menebus semuanya . "
Walaupun kecewa , Milly tetap mengangguk .
Al merasa tak tega dengan kekasihnya . Sebuah ide terlintas di benaknya .
" Baby , bolehkah aku menyelesaikan permainan kita ? " tanya Al .
" Caranya ? "
Al tersenyum , lalu membimbing tangannya menyapa lembah kehangatan milik Milly .
Milly sontak memejamkan matanya kembali dan mulai mengalunkan melodi indah lagi .
Hingga akhirnya tubuhnya bergetar , dan tiba-tiba Ia meras sangat lemas.
Al tersenyum . Menutup tubuh Milly dengan selimut lalu mengecup kening Milly , " Tidurlah Beb , aku masih harus menenangkan sesuatu . "
" Haruskah aku membantumu ? " tawar Milly .
Al menggeleng ." Istirahatlah , aku akan menanganinya sendiri . "
**Kediaman keluarga Harrison** .
" Jadi apa kalian kini sudah resmi menjadi sepasang kekasih ? " tanya Mommy Carol .
Milly kembali merona , sedang Al dengan santainya terus menikmati makan siangnya .
Milly menyikut lengan Al , " Iya Mommy . Jangan bertanya lagi , Lily jadi malu . Nanti wajahnya bisa menjadi semerah tomat . "
Candaan Al mengundang tawa dari dua keluarga yang sedang berbahagia .
" Jadi apa Milly sudah siap dengan hubungan LDR kalian nanti ? " tanya Daddy Sean .
Al menghentikan tangannya yang akan menyuapkan makanan kedalam mulutnya , bersamaan dengan tatapan penuh tanda tanya dari kekasihnya .
Kabar buruk yang baru diketahui Milly , rasanya seperti sedang menodai warna warni pelangi yang baru saja menghiasi hatinya .
.
.
.
.
.
"*I love you more than any word can say. I love you more than every action I take. I’ll be right here loving you till the end*."
.
.
.
.
To be continue