NovelToon NovelToon
Anak Genius: CEO Tampan Ayah Si Kembar

Anak Genius: CEO Tampan Ayah Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri / Badboy / Pembunuhan
Popularitas:525k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nani Anny

Tujuh tahun lalu, Alessia Karina mengalami malam tak terlupakan bersama Leon Arsenio, seorang CEO muda pewaris kerajaan bisnis Arsenio Group. Keesokan harinya, Leon pergi tanpa meninggalkan jejak, membuat Alessia patah hati. Tanpa sepengetahuannya, Alessia hamil dan memutuskan membesarkan sepasang anak kembarnya, Keenan dan Kierra, seorang diri.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Leon menemukan fakta mengejutkan: Alessia adalah ibu dari anak-anaknya. Di tengah kebingungan dan kemarahan Leon, Alessia terpaksa menerima tawaran menikah kontrak dengannya demi masa depan si kembar. Namun, pernikahan ini bukanlah akhir dari perjuangan. Konflik masa lalu, rahasia besar yang melibatkan keluarga Leon, serta godaan dari pihak ketiga menguji cinta mereka.

Sanggupkah Leon membuktikan dirinya sebagai ayah dan suami yang pantas? Dan apakah Alessia bisa kembali mempercayakan hatinya kepada pria yang pernah meninggalkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nani Anny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Triple Twins Diculik?

"Kaila Kirania adalah wanita yang akan berusia tiga puluh tiga tahun, esok hari. Dia yatim piatu, ayahnya meninggal karena hukuman mati yang menjeratnya sebagai seorang bandar narkoba saat wanita itu masih berada dalam kandungan ibunya dan ibunya meninggal sehari setelah kelulusannya di bangku sekolah menengah atas karena penyakit kanker serviks. Setelah itu dia pun tinggal bersama paman dan bibi nya di Jakarta. Wanita itu bekerja di hotel Anda sebagai petugas housekeeping selama tiga tahun setelah dia lulus kuliah, lalu mengundurkan diri dengan alasan kesehatan."

Ben menyudahi penelitian singkat yang dia dapatkan dari anak buahnya yang baru. Setelah Noah murka dengan anak buah Ben yang lama, tidak mungkin mereka masih bertahan kan?

"Hanya itu?"

Noah bertanya tanpa menoleh pada Ben yang duduk di sampingnya. Netra abu-abu Noah hanya berpusat pada bangunan sederhana yang bercat putih dengan spanduk tergantung di atasnya bertuliskan "TRIPLE TWINS CAKE & BAKERY".

Yah saat ini mobil Noah sedang terparkir tepat di depan ruko milik Kaila dan suasana disana sangat sepi karena waktu sudah malam, hanya kupu-kupu malam yang terbang di bawah sinar lampu tempel di depan bangunan itu.

"Setelah mengundurkan diri dari hotel Anda waktu itu, dia pindah ke Bali. Sudah tujuh tahun lebih dia menetap disini, membuka usaha kecil-kecilan. Memproduksi kue dan roti lalu memasarkannya di dalam ruko yang disewanya. Dia juga memasarkannya di pasar dan pedagang kaki lima, selain itu dia juga menyuplai produksi kuenya ke berbagai acara...

Wajah Ben terlihat ragu untuk melanjutkan penelitiannya.

"Lanjutkan saja. Kenapa berhenti?" Noah masih terus menatap ruko Kaila.

"Dia tidak tinggal seorang diri di ruko itu...." Ben menatap ruko Kaila. "Disana dia tinggal ber empat dengan tiga anak kembarnya."

Mata Noah berkedut lalu mengerjap cepat. Pria itu menelan salivahnya susah payah. Apa yang baru saja di dengarnya tidak mungkin benar kan? Astaga, saat ini rasanya jantung Noah akan terlepas dari cengkeraman tulang rusuknya, dia sangat terkejut mendengar bahwa Kaila ternyata memiliki anak, tiga pula. Sejak kapan?

Wajah yang tadinya berubah pucat kini kembali seperti semula, tenang dan datar, seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal di dalam kepalanya otaknya sudah sangat mendidih. Sistem sarafnya bergerak cepat seolah meminta Noah untuk menghantam sesuatu dengan keras sekarang.

"Dia sudah menikah?" Tatapan Noah nyalang ke depan.

"Tidak Tuan."

Noah memalingkan wajahnya pada Ben, "apa maksudmu, jelaskan secara rinci!"

Ben menghela napas sebelum kembali melanjutkan, "tidak ada yang tahu latar belakang wanita itu Tuan. Tapi menurut tetangga sekitar, wanita itu sudah hamil sejak pertama kali dia pindah kesini."

Jantung Noah kembali berdetak cepat. Memori ingatan masa lalunya kembali berputar di dalam otaknya. Wanita itu pindah kesini sejak tujuh tahun yang lalu dalam keadaan sudah hamil, dan tujuh tahun yang lalu juga dia melepaskan benihnya di rahim gadis itu tanpa pengaman. Ahh, itu sangat nikmat.

Apa anak itu adalah anaknya?

"Dia punya riwayat berkencan dengan pria?" Tanya Noah.

"Tidak. Dia wanita yang melajang sampai detik ini Tuan."

Tangan Noah terkepal kuat di atas pahanya, "dia pernah di perkosa."

"Tuan mengetahui hal itu?"

Noah menoleh bingung, "saya sedang bertanya, bodoh!" geram Noah menatap tajam asistennya itu.

UHUK

Ben tersedak salivahnya sendiri saat mendengar ucapan bosnya yang dia kira pernyataan, namun ternyata itu adalah sebuah pertanyaan.

Ben kembali berdehem singkat untuk menetralkan kerongkongan dan suasana hatinya yang amat sangat kesal karena dikatai bodoh oleh Noah sambil dia melonggarkan dasinya yang sangat mencekik di lehernya.

"Tidak ada data tentang pemerkosaan Tuan," kata Ben. "Namun, saat melihat kondisinya yang sekarang, memiliki anak tanpa suami, itu mungkin saja terjadi."

"Selidiki lebih dalam lagi tentang hal itu. Aku ingin semuanya jelas. Siapa ayah dari anak-anaknya. Karena bisa saja mereka benar adalah benihku yang berkembang di rahimnya." Lanjut Noah dalam hati lalu menyeringai tipis.

Ben kembali terkesiap mendengar perintah bosnya itu. Dia sangat heran, kenapa Noah sangat tertarik dengan wanita itu? Bahkan sekarang dia pun peduli dengan latar belakang anak-anaknya. Apa yang akan dia lakukan jika gadis itu memang di perkosa? Apa dia akan membunuh pria yang memperkosa wanita itu? Astaga, Ada apa dengan bosnya itu? Kenapa gadis miskin itu sangat menarik perhatian seorang Noah Gracio Rayan? Apa benar wanita itu memelet Noah? Ya ampun, memikirkan pelet membuat kepala Ben berdenyut sangat sakit, dia butuh oskadon saat ini juga, demi untuk meredakan sakit kepalanya, karena oskadon panten oh yeah .

"Kenapa malah diam?" Noah menginterupsi lagi.

"Baik Tuan, aku akan menyelidikinya agar informasi tentang wanita itu tidak kurang sedikitpun termasuk anak-anaknya juga."

"Bagus," kata Noah lalu tersenyum puas.

"Kita pergi sekarang!" Noah berucap dengan nada yang terdengar memerintah.

Tidak lama, supir di depan kemudi pun melajukan BMW hitam itu menjauh dari ruko Kaila.

Tatapan pria itu semakin tajam menatap ruko Kaila pada kaca spion yang semakin mengecil. Dia sudah tidak sabar mengetahui identitas dari anak-anak wanita itu. Sial! Apa sedang dia pikirkan saat ini? Lalu apa yang terjadi setelah dia mengetahui identitas anak-anak Kaila? Apakah dia akan menikahi wanita itu, jika benar anak-anak itu adalah benihnya?

Hei. Apakah sekarang pria itu akan menjilati ludahnya sendiri setelah dia mengatakan tidak ingin terikat dengan satu wanita?

Oh sial sekali, pesona wanita itu terlalu kuat menghipnotis Noah dan dia ingin memperalat keadaan agar bisa memiliki gadis itu. Jangan pernah lupa, kalau perlu dicatat bahwa pria itu adalah pria yang sangat ambisius, menghalalkan segala cara agar segala keinginannya terpenuhi. Keparat! sungguh keparat memang.

Setelah kepergian Noah, tampak dari dalam rumah toko itu Kaila terus berjalan mondar-mandir di ruang tengah sambil menggigiti ujung kukunya. Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam dan ke tiga anaknya belum kembali juga. Triple twinsnya keluar selepas maghrib tadi bersama Pak Mukhlis dan Bu Desi dengan alasan mereka ingin jalan-jalan malam dan mereka berjanji tidak akan pulang larut malam, namun sampai sekarang mereka belum kembali juga. Kaila sangat khawatir, terlebih lagi saat semua ponsel yang Kaila panggil sedang di luar jangkauan, semakin menambah rasa khawatir Kaila menjadi sebuah ketakutan yang luar biasa. Pikiran negatif pun mulai menyerang kepalanya. Bagaimana jika mereka mengalami kecelakaan di luar sana? Pakdenya sudah sangat tua untuk menyetir terlebih lagi pandangannya sudah mulai buram.

Astaga tubuh Kaila gemetar. Ingatannya tiba-tiba saja kembali teringat tentang pria itu lagi. Jangan sampai anak-anaknya di culik oleh pria itu. Harusnya Kaila ikut saja tadi, saat mereka memintanya untuk ikut. Tapi dia tidak bisa, karena alasan pekerjaan yang sangat mendesak.

Tok! tok! tok!

Kaila langsung berjalan ke arah pintu untuk membukanya. Dia sudah mengetahui siapa yang datang, karenanya dia tidak ragu untuk membuka pintu rumahnya saat larut malam seperti ini.

"Nik!" Seru Kaila saat melihat sosok Niko berdiri di depannya. "Aku sangat takut." Matanya mulai berair.

"Kamu tenang, ok!" Niko mengelus lembut pundak Kaila, "Aku sudah melacak keberadaan mereka."

"Benarkah?" Kaila merasa melihat seberkas cahaya setelah mendengar ucapan Niko. "Dimana mereka?"

"Mmm...." Niko tampak ragu untuk mengatakannya, wajahnya berubah cemas. Kaila menyadari perubahan wajah Niko dan itu membuatnya semakin takut.

"Katakan Nik!" Kaila menarik kemeja Niko dengan keras hingga membuat tubuh kekar pria itu terguncang.

"Titik merah menunjukkan bahwa mereka sedang berada di dalam sebuah bangunan rumah yang sangat mewah dan tak berpenghuni...." Niko menggantung ucapannya, "sepertinya mereka diculik Lil."

"Apa!" Lutut Kaila pun lemas. Niko segera menangkap tubuh kecil gadis itu.

"Kamu harus tenang Lil! Kalau kamu seperti ini, kita tidak akan bisa menyelamatkan mereka."

"Kita lapor polisi sekarang, Nik."

"Jangan dulu Lil. Kita pastiin dulu... Kamu tau kan, polisi tidak akan memproses laporan kita sebelum dua kali dua puluh empat jam."

"Bagaimana cara kita untuk memastikannya Nik? Ponsel mereka semuanya tidak aktif." Air mata Kaila sudah mengalir deras dalam dekapan Niko kini.

"Aku akan kesana langsung, untuk memastikannya."

Kaila melepaskan diri dari dekapan Niko. "Aku ikut!" Kaila menyeka air matanya. "Tunggu disini!" Kaila pun kembali masuk ke dalam rumahnya, menuju kamarnya untuk mengambil jaket kulit, tas, dan ponselnya.

Beberapa jam yang lalu, Kaila memberitahu Niko tentang anak-anaknya yang belum kembali sejak tadi. Oleh karena itulah Niko langsung bergerak untuk mencari tahu keberadaan mereka dengan kemampuannya dalam bidang hacker. Pria itu sangat mirip dengan Ferdinan dan catat baik-baik bahwa Fer belajar dari pria itu.

"Ayo kita pergi sekarang!"

Kaila keluar dari rumah, lalu menutup dan mengunci pintunya rapat-rapat.

Mereka pun berjalan menuju mobil pinjaman Niko, yang parkir di depan rumah Kaila.

Pria itu dengan penuh perhatian membuka pintu mobil untuk Kaila, setelah wanita itu masuk, dia pun mengitari mobil lalu mengambil duduk di kursi kemudi. Detik berikutnya mobil mercy hitam itu pun melesat sangat cepat, membelah angin dan gelapnya malam.

...Happy Reading ❤...

Jangan lupa untuk tinggalkan dukungan kalian yah. Karya author sedang ikut lomba. Jadi auhtor harap kemurahan hati kalian untuk mendukung author. terima kasih.

1
Lai Lai
update please
Nur Yanah
Sampai lupa cerita nya
Lai Lai
semangat semangat update nya
Rafanda 2018
aturan end aja udah thorr
Rafanda 2018
bikin mls baca,,isinya penculikan mulu..sory thor ,end.
Rafanda 2018
katanya jenius ko ga tahu kalau widia jagat ck ck ck
Heri Herawati Siregar
lanjut ka
Dini Badar
lanjut thor
Glastor Roy
7p
Cinta Abadi
lanjut
yonahaku
ini author nya kemana lagi sakit 😷 ya cepat sembuh ya terus berkarya lagi
Diana Hayani
apa artinya triple twins ?
kl kembar dua disebut twins..
kembar tiga disebut triplet...
jangan di gabung jd rancu artinya..
Tha Ardiansyah
terusin dong ceritanya thorr
Zalva LP
Klo ngk di pake, ngapain bayar🤨🤨🤨
Sartika Arruan
udah 1 thn blom ada lanjutanx yh Thor😔
Bunga Kaktus
top markotop.. bagus bgt
Deisse Bunaen
next ka thor
Bilbina Shofie
ini lanjutannya kmn??
Fitri
😂😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣yakin gk kuat aku nahan ketawa
ngatain nyumpahin dia sendiri judulnya 😂
Fitri
astaga naga yakin bab ini gk liat nahan ketawa anak mu tuh nurun tingkah kamu 😂😂😂😂😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!