NovelToon NovelToon
CANDU

CANDU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

***

Bagi Raka, Naya adalah candunya ...

Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04

Seorang bocah perempuan kecil berumur 3tahun tengah bernyanyi disebuah taman belakang rumahnya sambil sesekali menari genit membuat siapa saja yang melihat pasti akan gemas.

Tak terkecuali pada pria yang baru saja datang dan melihat tingkah lucu anak perempuan nya itu.

"Raisa.." panggil Raka pada Bocah yang langsung menatapnya senang itu.

"Daddy.." teriak Raisa senang langsung berlari kearah Raka dan meminta Raka mengendongnya.

"Ya ampun, anak Daddy lagi ngapain?" tanya Raka pada Putrinya itu.

"Daddy lihat deh, bunga bunga udah mekar semua, bagus nggak Daddy?" tanya Raisa menunjuk bunga yang memang sudah bermekaran.

"Bagus banget sayang, ohh ya Mommy kemana?" tanya Daddy.

"Nyonya sedang arisan Tuan," kata Rena pengasuh Raisa.

"Lagi?" tanya Raka terlihat kesal.

"Iya Tuan." jawab Rena sedikit takut.

"Oke bawa Raisa dulu, saya mau mandi." kata Raka memberikan Raisa pada Rena membuat Raisa cemberut.

"Daddy mandi dulu ya sayang, kan Daddy baru pulang masih bau, habis mandi nanti main sama Daddy lagi, oke." kata Raka melihat wajah cemberut Raisa.

"Nanti Daddy lama kayak Mommy." protes Raisa.

"Enggak sayang," kata Raka yang langsung diangguki oleh Raisa.

Raka segera kembali kedalam untuk membersihkan diri. Sudah bukan hal yang mengejutkan untuk Raka saat Ia pulang dan tak mendapati Clara dirumah, ya Clara adalah wanita yang Raka nikahi 5 tahun yang lalu karena perjodohan orangtua nya.

Clara bukan ibu yang baik menurut Raka karena Clara tak bisa menjaga Raisa dengan baik, Clara selalu sibuk bermain dengan teman arisan nya hingga sering kali meninggalkan Raisa bersama pengasuhnya.

Clara hanya menjadikan Raisa sebagai tameng agar Raka tak meninggalkannya karena sejak awal hanya Clara yang mencintai Raka sedangkan Raka tidak pernah bisa mencintai wanita pilihan orangtuanya itu.

Dulu setahun menikah, Raka sama sekali tidak menyentuh Clara karena dia terlalu sibuk mencari Naya.

Hingga akhirnya Clara menjebak Raka agar Raka menidurinya, satu yang membuat Raka kembali kecewa adalah nyatanya Clara sudah tak perawan lagi, membuat Raka mempunyai alasan untuk menceraikan Clara namun sayangnya Clara sudah terlanjur hamil membuat Raka terpaksa bertahan demi putrinya.

Namun kemarin, saat Raka sudah berhasil menemukan Naya, sepertinya Raka sudah tak peduli lagi dengan Clara, sekalipun Clara mengancam akan mengambil hak asuh Raisa, Posisi Raka lebih kuat karena semua aset milik Clara sudah atas nama Raka.

Raka mengguyurkan tubuhnya dibawah shower, Ia membayangkan wajah Naya, wanita yang selalu mengusik pikiran nya, membayangkan Naya akan kembali bertekuk lutut padanya seperti dulu, ya Naya yang dulu yang wajahnya sama sekali berubah, malah Raka merasa Naya semakin cantik.

Entah bagaimana caranya Raka harus memiliki Naya lagi, ya Naya satu satunya wanita yang telah memberikan segalanya untuk Raka.

Selesai mandi, Raka segera menghampiri Raisa yang sudah menunggunya didepan Televisi.

Raisa tampak asik menonton kartun masha and the bear sambil sesekali menirukan gaya bicara Masha.

"Uhh princes nya Daddy." kata Raka menciumi pipi gembul Raisa.

"Daddy udah wangi." kata Raisa.

"Iya dong kan Daddy udah mandi," kata Raka.

"Daddy nggak kerja nginep lagi kan? Raisa sedih, Daddy kerja nginep, Mommy juga nginep." kata Raisa dengan raut wajah sedih.

"Mommy kemarin nggak pulang?" tanya Raka.

"Iya, Mommy nggak pulang."

"Bener Ren semalem Clara nggak pulang?" tanya Raka pada Rena yang sedari tadi menunduk, takut jika Raka tau dan marah pada Clara, dirinya yang akan jadi sasaran amuk Clara.

"Iy-iya Tuan." jawab Rena terlihat takut.

"Shittt... jalang itu bener bener." umpat Raka marah.

"Daddy jangan marah sama Mommy ya, nanti Raisa sedih." kata Raisa.

"Kalau Daddy nggak marahin Mommy nanti Raisa nggak ditemenin sama Mommy." kata Raka yang sangat sedih melihat putrinya yang kesepian itu.

"Raisa nggak apa apa kok Daddy kan ada mbak Rena trus Mommy kan juga kerja kayak Daddy." kata Raisa terlihat ceria.

"Cih, kerja apaaan." batin Raka kesal karena Clara sudah meracuni pikiran anaknya itu.

Setelah menemani Raisa bermain dan makan malam, kini Raisa sudah tidur bersama Rena. Raka kembali kekamarnya dan terkejut melihat Clara sudah pulang, Ia terlihat keluar dari kamar mandi dan masih mengenakan jubah mandinya.

"Sayang kamu sudah pulang?" tanya Clara mendekati Raka hendak memeluk Raka namun Raka menepisnya.

"Darimana kamu?" tanya Raka dingin.

"Ak-aku habis keluar jenguk temenku yang sakit." jawab Clara terlihat gugup.

"jangan bohong, aku tau semalem kamu nggak pulang." kata Raka membuat Clara semakin ketakutan.

"Ak- siapa yang bilang? apa Rena?" tanya Clara mencoba menutupi gugupnya.

"Aku udah pulang dari semalem." kata Raka membuat Rena semakin pucat ketakutan.

"Aku nggak peduli kamu kemana dan sama siapa, tapi kamu harus inget kamu punya Raisa, bisa bisanya kamu pergi disaat Raisa butuh kamu dirumah." kata Raka.

"Kenapa kamu selalu salahin aku? bagaimana sama kamu, kamu aja nggak pernah bisa mencintai aku sampai sekarang." protes Clara yang merasa sakit hati selalu disalahkan Raka.

"Kamu tau sejak awal aku nggak pernah bisa mencintai kamu, kenapa kamu malah menjebak aku malam itu hingga Raisa ada?" skak mat untuk Clara dan Clara bungkam tak bisa mengatakan apapun lagi.

"Aku nggak mau tau lagi, dan aku nggak mau ngasih kamu kesempatan lagi jika sampai ini semua keulang, siap siap buat ketemu dipengadilan, aku bakal ceraikan kamu dan hak asuh Raisa bakal jatuh ketangan aku." ancam Raka.

"Nggak, kamu nggak bisa nglakuin itu semua, kamu nggak boleh." kata Clara terlihat frustasi.

"Kenapa aku nggak bisa? kenapa aku nggak boleh, aku bisa melakukan apapun yang aku mau Clara, tanpa ancaman kamu lagi!" sentak Raka.

Clara terjatuh dilantai dan menangis, "Baiklah, aku akan menjadi ibu yang baik untuk Raisa, aku tak akan mengulangi kesalahanku lagi." kata Clara terbata "Maafkan aku, maafkan aku." kata Clara masih menangis.

"Tentu, memang itu yang harus kamu lakukan." kata Raka berjalan mendekati Almari dan mengambil beberapa baju untuk dimasukan ke koper.

"Kau akan pergi lagi?" tanya Clara melihat Raka mengemasi bajunya.

"Ya, aku baru saja membuka cabang dijogjakarta dan aku akan mengurus disana untuk beberapa saat jadi jagalah Raisa dengan baik agar aku bisa memaafkanmu." kata Raka.

"Apa aku dan Raisa boleh ikut?" tanya Clara.

"Tentu saja boleh, tapi tunggulah dulu sampai cabangku ini berjalan aku pasti akan mengajak kalian liburan." kata Raka.

"Benarkah? kau tidak bohong?" Clara terlihat senang.

"Tentu saja, tapi sebelum itu jadilah ibu yang baik untuk Raisa, jika kamu bisa aku akan menuruti semua keinginanmu." kata Raka dan Clara hanya mengangguk paham.

Aku yakin kamu tak akan bisa, sinis Raka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!