Mutia Syakila
Seorang gadis desa yang berparas cantik dan di juluki kembang desa, ia berumur 20 tahun, mempunyai adik perempuan satu , namun orang tuanya bercerai saat ia masih SMA. sesuatu yang sangat mengharuskan jika anak perempuan pertama pasti menjadi tulang punggung keluarga, apalagi ayahnya memiliki sakit jantung.
Ia bekerja siang malam untuk menhidupi keluarga dan pengobatan ayahnya. Dan cobaannya tidak sampai disitu, karena ia bertemu dengan sorang lelaki Yaitu Rangga aditiya yang membawa cinta sekaligus luka bagi mutia
Bagaimanakah kelanjutannya, ???
#Tinggalkan jejak setelah membaca yaa para readers tercintah🤗❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perjodohan
Sesampainya di apertemen rangga sudah tidak menemukan mutia,
"Pasti ia sudah pulang" gumam rangga dalam hati sambil membuka jas dan kemejanya lalu ia segera membersihkan diri.
Malam ini rangga tidak bisa tidur entah kenapa bayangan mutia selalu ada di fikirannya.
"Akhhhh kenapa aku selalu memikirkannya" teriak rangga sambil memijat pelipisnya.
tiba-tiba ponselnya berdering dan menampilkan nama kakenya .
"iya halo kek"
" halo ngga . .. besok kamu pulang ke jakarta ya, ada yang kakek ingin bicarakan denganmu!"
"tentang apa kek?" tanya rangga.
"Sudahlah.. besok kamu pulang dulu saja ya!"
" Oh iya kek"
teleponpun terputus.
rangga merenung fikirannya mulai tak tenang,
"ah sudahlah lebih baik aku tidur"
tak butuh waktu lama rangga langsung terlelap dalam tidurnya.
keesokan hari nya seperti biasa, rangga bangun sudah ada mutia yang sedang berkutat di dapur.
rangga tersenyum melihat kelincahan mutia yang sedang memasak, menurutnya mutia sangat terlihat lebih cantik ketika sedang fokus seperti itu.
lalu rangga mendekat dan berdiri tepet di belakang mutia,
"Sedang masak apa?" tanya rangga dengan tiba-tiba
mutia sangat kaget dan refleks membalikan badan sampai tiba-tiba menabrak dada bidang rangga yang hanya memakai kaos saja.
manik bening rangga menatap wajah cantik mutia dengan insten, mutia juga sangat terpaku ketika berhadapan sedekat ini dengan rangga.
"ya tuhann.. dia tampan sekalii" gumam mutia dalam hati.
"ekhemmmm.. jangan menatapku seperti itu, aku tau aku tampan" sindir rangga dengan sikap dinginnya. dan ia sadar terlebih dahulu dan mencoba menyembunyikan kegugupannya.
"ihh dasar ... jelas-jelas dirimu juga menatapku" ucap mutia sambil cemberut.
rangga mengambil gelas dan meminum air putih, itu adalah kegiatan rutinnya saat baru bangun dari tidurnya.
"Cepat selesaikan sarapannya, beres mandi harus sudah selesai" ucap rangga sambil berlalu ke kamarnya untuk mandi.
"Dia itu aneh sekali, kadang cuek, kadang galak, kadang juga perhatian hihhh " omel mutia sambil memasak.
setelah semua selesai, rangga keluar dari kamarnya menuju meja makan.
"duduklah , temani aku sarapan"
"aku nanti saja makannya, tuan duluan saja.
"Cepat duduk dan makan" ucap rangga dengan nada penuh tekanan.
mutia pun mengalah dan langsung duduk.
"bagaimana keadaan ayahmu?" tanya rangga
"ayahku baik-baik saja"
"Syukurlah, nanti sore jangan masak makan malam, karena aku akan ke jakarta setelah pulang dari rumah sakit."
"iya" jawab mutia singkat
pagi itu, rangga langsung berangkat ke rumah sakit, niatnya pada saat siang nanti setelah ia memeriksa beberapa pasien ia akan langsung pulang ke jakarta.
Singkat cerita., sesampainya di rumah kakek nya.
"asalamualaikum"
"waalaikumsalam, . ehh den rangga silahkan masuk den" ucap bi minah yang bekerja di rumah kakenya
"terimakasih bi., kakeknya ada?"
"ada den, kakek sedang berada di ruang kerjanya"
"Oh iya"
kakek rangga adalah seorang pembisnis, tadinya rangga juga di suruh untuk meneruskan bisnisnya namun rangga lebih memilih menjadi dokter dan mengurua rumah sakit kakenya, daripada mengurusi bisnis kakenya .
rangga mengetuk pintu .
"kakek??".
"ehh ngga kamu sudah datang" ucap kekenya sambil memeluk cucu kesayangannya tersebut.
" duduklah dulu"
rangga langsung duduk di sofa panjang yang ada di ruangan kerja kakeknya.
"Sebenarnya ada apa kek?" tanya rangga to the point.
" jadi begini, besok malam kita akan makan malam bersama rekan bisnis kakek, dan ia berniat akan memperkenalkanmu dengan cucu nya, jadi menurutmu bagaimana?" tanya kakenya
"maksud kakek?" tanya rangga yang belum mengerti dengan ucapan kakenya
" kakek dan teman kakek berniat akan menikahkanmu dengan cucu nya"
"hahhhh menikah??" tanya rangga dengan terkejut
Visual rangga