Cintaku terbelenggu keadaan.
Setiap orang memiliki cinta.. entah manis pahit, susah senang, cinta tetaplah cinta tak akan pernah berubah sampai kapanpun.
Ryana adalah anak tomboy, cuek, tegas, tapi dia bisa jadi teman yang sejati.
Persaudaraan, persahabatan, percintaan dan penghianatan, mewarnai kisah hidupnya.
Garis nasib yang membelengguhnya membuat dia kuat menghadapi tantangan...
Kisah cinta menjadi bumbuh dalam perjalanan mencari kebahagiaan sejati.
Tapi mungkinlah itu dia dapatkan?
Permainan rasa dalam hati akan membuat segalanya indah dan pahit manis hidup membawa kesuksesan.
Kata pepatah, akankah itu mampir dalam hidupnya?
cinta.. cinta.. dan cinta...
Kisah manis Ryana
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kailandar Eka Rahma
"Pagi cantik"
"Pagi Ga, weh ceria banget hari ini. Habis menang lotre ya."
"Tau aja kamu Yan, cenayang ya." Aku hanya tersenyum menanggapi gurauannya
"Coba tebak, hari ini hari apa?."
Lanjutny sambil duduk dipojok mejaku, gak sopan kali dia kan.
"Hari kamis lah, pertanyaan apa itu. Anak SD juga tau kalau hari ini hari kamis."
"Eh dodol, aku juga tau kalau hari ini hari kamis."
"Lalu napa masih nanya kalau tau."
"Masa gak ada yang inget hari ini hari special apa." Ku hardikkan bahu menanggapinya.
Kulirik Raga yang berjalan lesuh kemejanya. Pengen ketawa rasanya aku.
Hari ini, ultah dia kami sengaja berpura-pura lupa. Lagi pula lucu kan liat dia merajuk, seperti anak kecil yang kehilangan mainannya .
Raga itu cerdas, sejak SMK dia mandiri. Ditinggal ayah sejak duduk di bangku SD membuat dia tegar. Dia bekerja paruh waktu saat masih sekolah dulu. Hidup bertiga dengan Ibu dan adek laki Eko namanya .
Ayahnya semasa hidup bekerja jadi karyawan PT KAI.
Ibunya mendapat tunjangan dari hasil kerja keras almarhum bapaknya
Padahal kalau mau Raga bisa melanjutkan jejak ayahny tapi dia menolak. Alasan dia ingin mencoba pengalaman baru, dan posisi yang dijanjikan itu akhirnya di teruskan adiknya
Sebemarnya aku tau alasan dia menolak sebenarnya, Raga ingin membuat adik kesayangannya muda mendapat pekerjaan setelah lulus sekolah. Jadi dia memberi kesempatan itu.
Kulirik Suci dibelakang, dia hanya tersenyum. Pertanda semua persiapan kejutan sudah siap.
Tidak ada party, hanya kue yang kami siapkan untuk perayaan kecil kami.
"Ga, boleh minta tolong gak?.
"Apa?."
"Beliin camilan dong Ga, aku belum sempat sarapan tadi." Rengekku sambil berpura-pura memegang perut
"Astaga kebiasaan sekali kamu, udah tau punya penyakit mag. Masih juga bandel kalau disuruh makan." Omel Raga, tak urung dia pergi juga ke kantin .
Dengan sigap Suci mengeluarkan kue ultah yang kami siapkan. Kue berbentuk hati mewakili kami sebagai ungkapan bahwa kami menyayangi Raga setulus hati.
"Sedang apa ini?."
"Eh, anu pak." Gugup Suci
"Anu apaan sih ,yang jelas kalau ngomong."
"Ini tuh hadiah ulang tahun kejutan dari kami buat Raga, Kalau bertanya itu biasa aja napa, gak perlu pakai bentak-bentak segala." Kesel juga lama-lama
Suci menyenggol lenganku, mungkin maksud dia mengingatkan aku sedang bicara sama siapa.
"Eh, salah ya aku tanya? bukannya ini jam kerja ya."
"Ini tuh gak akan makan waktu sampai 1 jam tau, cm tiup lilin aja kok. Napa diribetin sih, biasanya juga gitu."
"Ya ya ya, asal kamu yang minta iyain ajalah dari pada ngambek." Rio berlalu sambil tersenyum menang .
"Yan, kok kamu gak ada takut-takutnya sih ama boss?." Aku menoleh kaget, eh busyet aku lupa ini kan di kantor ya. Napa aku nyolot tadi, aduh celaka aku ini.
Kepalang tanggung sudah, jadi aku dan Suci meneruskan kembali party kecil kami.
"Untung camilan kesukaan kalian masih ada sisa, kalau gak kan repot aku nyarinya. Mana pilih-pilih lagi kalian kalau mau nyemil ." Omel Raga saat masuk keruangan.
"Oh jadi gak ikhlas nih ceritanya." Celetukku
"Bukan gak ikhlas, cuma kesel aja. Kalian ini sudah kebiasaan sarapan, kenapa bisa lupa sih ."
"Iya lupa, bahkan kami lupa kalau hari ini tuh hari kamu menetas ."
"Enak aja menetas, dikira aku ayam apa?." Raga terdiam, memandangku dan Suci bergantian
"Selamat ulang tahun Ga ." Kupeluk dia sebagai ungkapan kebahagiaan ku
"Selamat ulang tahun ya, kamu hebat. Sukses terus buat segala urusan yang kamu kerjakan, Sukses juga untuk segala keinginan dan pencapaian ." Dia balas memelukku erat.
"Makasih banyak aku kira kalian semua lupa." Cengirnya setelah puas memeluk kami berdua
"Tiup lilin dong, biar berasa kaya anak SD kita ."
Godaku sambil menyodorkan kue cantik berhias buah itu.
"Aku sayang kalian ." Pekiknya setelah meniup lilin dua jari yang tertancap di kue
Dengan sendok kecil Raga menyuapi kami buah dan kue itu.
Senyum kebahagiaan tersungging di bibirnya.
"Semoga kamu selalu bahagia Ga." Doaku dalam hati
Tap Tap Tap Tap
"Wah lagi ada pesta ya ." Suara mbak Mei
"Sini mbak gabung, hari ini hari istimewa Raga mbk. Jadi kita rayain sebentar".
"Boleh tapi bentar aja ya." Mbak Mei mengambil sendok dan memotong kue ." Bahagia selalu ya Raga".
"Makasih banyak mbk untuk doanya".
"Oh ya, saya kesini mau kasih tau kalian. Bentar lagi anak pemilik perusahaan ini akan datang berkunjung, jadi bersiap ya untuk penyambutan nanti. Em, 10 menit lagi kira-kira, maaf ya pesta kalian harus ditunda." Senyum mbk Mei mengembang, senyum yang tidak pernah luntur dari bibirnya. Cantik
Anak pemilik perusahaan, selama aku bekerja disini. Terus terang aku tidak tau silsilah perusahaan. Yang aku tau setelah boss kemarin ya si Rio, sekarang ada lagi ?. Lalu Rio sebagai apa ?.
"Perasaan kantor ini kebanyakan boss ya." Celetuk Raga
"Tadi aku mau nanya gitu Ga, kirain kamu tau?".
"Kaga, mana aku urusin. Yang penting kerja di gaji udah aku mah."
"Dasar kamu ini".
...****************...
"Selamat siang."
Aku terlonjak kaget. Astafirullah. Sungguh tak ada lagi kata yang bisa keluar dari mulut ku.
Permainan apa lagi yang harus aku lalui sekarang.
Disana didepan kami berdiri, Rio, mbak Mei, Cantika, dan orang asing yang belum pernah aku lihat di kantor. Mungkin dialah anak pemilik perusahaan.
Tapi yang membuat aku kaget, adanya Cantika dan kak Andra juga berdiri disana. Ya kak Andra, berdiri tegak nyata didepanku.
"Siang semuanya, perkenalkan ini boss kita yang baru . Beliau yang akan menggantikan posisi Pak Surya." Mbak Mei memulai rapel singkat siang ini
"Hallo, selamat siang rekan-rekan. Perkenalkan nama saya KAILANDAR EKA RAHMA. Mulai hari ini, insyaAllah saya akan berada di kantor ini bersama rekan-rekan sekalian. Panggil saja saya AL, semoga kedepannya kita semua bisa bekerja sama. Terima kasih."
Al, bukan dia kan? pertanyaan itu berputar diotakku.
Kulirik Raga, dia hanya diam tak bergeming. Aku tidak tau apa yang ada dipikiranya, melihat Cantika berdiri disana bersebelahan dengan kak Andra dan Rio.
Banyak pertanyaan yang memenuhi otakku, kehadiran kak Andra yang tiba-tiba. Kedekatan Rio dan Cantika, permainan apa lagi ini. Kenapa otakku menjadi tumpul dan berhenti berfikir .
"Oh ya saya perkenalkan juga ya, yang berdiri disebelah kanan saya ini. Rio dia sepupu saya dan yang cantik sesuai namanya itu Cantika tunangannya."
What, kaget benar-benar aku kaget sejak kapan mereka dekat ??.
"Dan....
Next ya genk's.....
mohon dukungannya.like komen dan rate ya.love you all
apa mungkin masih org yg sama 😂😂