NovelToon NovelToon
Ojek Cantik

Ojek Cantik

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:319.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Vanda Anastasia Adam

"Kenapa aku harus malu? Selama aku nggak nyuri dan ngemis, aku nggak peduli omongan nyinyir orang lain!."



Namaku Cantika Hidayat, anak pertama dari dua orang bersaudara.
Aku lahir dan besar di Kota Manado.
Ayahku anak perantauan dari Jakarta menikah dengan Ibu ku yang asli Manado.
Setahun setelah aku lulus SMA, ayahku meninggal karena serangan jantung yang membuat hidup keluarga kami terguncang baik dalam segi psikis dan finansial.
Ayahku yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek, meninggalkan satu buah motor keluaran tahun 2000 dan rumah sederhana untuk kamu berteduh.
Dari sinilah cerita hidupku di mulai..




Namaku Leonardo Samuel Wijaya, ibuku biasa memanggilku Dodo.
Aku sempat protes padanya, kenapa tidak panggil Leon atau Sam saja. Tapi ibuku mengomel kalau dia tidak suka anaknya menjadi kebarat-baratan.
Aku heran, kalau tidak mau begitu lalu kenapa tidak memberi nama Santoso atau Endanu saja?
Tapi menurut eyang ku, nama itu diberikan oleh seorang peramal yang sempat dia datangi sebelum aku lahir kedunia.
Mereka mengatakan kalau nama itu akan mendatangkan keberuntungan untuk ku, dan aku malah berpikir sebaliknya.
Alih-alih beruntung aku selalu gagal dalam urusan percintaan. Kalau bukan diselingkuhi ya dipeloroti oleh kaum betina.
Entah karena memang aku yang bodoh atau aku yang memang selalu sial bertemu dengan kaum mereka.
Namun suatu hari saat aku tidak sengaja bertemu dengan nya, pemikiran ku tentang mereka berubah..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanda Anastasia Adam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nomor Asing

Like biar author sayang 🤭

*********

Sudah tiga hari sejak kejadian tabrakan yang tidak disengaja itu, membuat Dodo galau karena Cantik tidak juga menghubungi dirinya.

Kemarin setelah Tampan pergi dari warung Om Beng, tidak lama setelahnya Dodo tiba disana.

"Yah.. Lu dateng terlambat Sam. Adik Cantik baru aja pergi bawa motornya. Tapi lu tenang aja, gue udah kasih kartu nama yang lu titipin kemarin sama dia", begitu kata Om Beng kemarin pagi.

Dodo mengetuk-ngetuk kan jari telunjuknya ke meja kantor, dia sedang berada di dealer mobil miliknya yang ada di Kelurahan Teling Manado.

"Kenapa Cantik belum juga hubungin gue yahh? Apa adiknya nggak ngasih tu kartu nama sama dia? Ya ampun.. gini amat mau nebus kesalahan sama orang!", gerutu Dodo.

Tiba-tiba nomor asing panggilan masuk di layar ponsel mahal Dodo. Lelaki itu tersenyum dan berdehem untuk mengatur suaranya agar terdengar berwibawa.

"Halo.."

"Halo.. Selamat siang Pak, kami dari provider nomor ponsel Bapak ingin menawarkan apakah Bapak bersedia mengikuti undian dalam rangka hari ulang tahun provider pilihan Bapak ini?."

Dodo mengernyit, ternyata hanya panggilan orang yang kurang kerjaan pikirnya.

"Bapak.. Kalo nggak punya pekerjaan jangan jadi penipu Pak! Kasihan bini sama anak Lo yang Lo kasi makan uang haram dari hasil Lo nipu!. Udah yah Pak, gue lagi nunggu orang penting ini. Jangan ganggu gue lagi ato gue lacak nomor Lo!."

Tuut.. tuut.. tuut..

Panggilan itu diputuskan secara sepihak dari nomor asing tadi.

"Baru digertak gitu aja udah dimatiin ponselnya! Payah..", ujar Dodo meletakkan ponsel ke meja kantor.

Dia kembali galau menunggu panggilan telepon dari Cantik, yang dia harap mau menghubunginya hari ini.

Entah kenapa dia ingin sekali bisa bertemu dengan wanita yang memilih bekerja sebagai tukang ojek. Baru sekarang dia bertemu dengan wanita tipe seperti Cantik yang nggak malu dengan profesinya.

Selama ini biasanya perempuan akan lebih senang kerja toko atau pelayan restoran dibanding ngojek, yang harus kena panas dan hujan setiap hari.

Belum lagi jika dapat pelanggan yang nggak tau diri, ih.. membayangkan itu saja sontak membuat Dodo kesel sendiri, karena pasti ada pelanggan yang ingin coba-coba dengan driver ojol perempuan.

Tapi.. kok gue kesel sih? emang dia siapa dan gue siapa? Hadeh.. ini pasti karena gue kebanyakan liatin ponsel ni hari, gumam Dodo dalam hati menepuk jidatnya.

Sibuk dengan kegalauannya sendiri, ponsel berlambang buah yang digigit itu kembali berdering nyaring. Nomor asing tanpa nama kembali terlihat di layar ponsel Dodo.

Dodo kembali berdehem untuk mengatur suaranya, sebelum mengangkat panggilan telepon tersebut.

"Halo.."

"Woi bro.. Lo dimana?."

Dodo mengernyit, menatap lagi nomor asing yang masih terhubung itu.

"Lo siapa sok nanya-nanya gue!", bentak Dodo.

"Eh buset.. Galak bener Lo. Mentang-mentang lagi liburan nggak bisa di ganggu!."

"Lah trus Lo siapa pe'ang! Bikin kesel beneran nih orang!."

"Ya ampun.. Gue sahabat terdebes elo ******! Roman.. R O M A N", jawab pria diseberang mengeja namanya.

"Anjritt.. Gue kira siape! Lagian ngapain juga Lo nelpon gue pake nomor baru. Dah kayak selingkuhan gue aja Lo t*i!."

"Eh.. emang gue pake nomor apaan emang?."

Dodo melengos, sumpah demi apapun sahabatnya ini minta di gampar kayaknya.

"Lo kok balik nanya ke gue sih.. Udah, Lo mau ngapain nelpon gue? Gue lagi nunggu telpon penting ini!."

"Nggak nape-nape sih Sam.. Gue cuma pengen tahu kabar Lo aja, abis Lo pulang kampung nggak ngajak-ngajak sih. Gue juga kan pengen kesana, sekalian nyari cewek Manado yang katanya bening-bening.." Roman terkekeh.

"Lo pikir gue kemari mau nyari jodoh apa! Udah gue lagi sibuk ini, besok besok aja baru Lo nelpon gue lagi. Bye.."

Dodo langsung mematikan sambungan teleponnya, sebelum Roman sahabat baiknya itu kembali ngerocos di ujung sana.

Baru saja panggilan telepon itu berakhir, bunyi ponsel Dodo kembali berbunyi membuat lelaki dengan rambut sedikit plontos itu meradang.

"Ngapain lagi sih Lo telpon gue t*i..! Gue udah nomong kalo gue lagi nunggu telpon penting ini! Anjriitt.. emang dasar ****** Lo yaa minta gue gampar!", ucap Dodo kasar.

"Eh.. Maaf, apa ini bener dengan Pak Leonardo Samuel Wijaya?", tanya orang di seberang memastikan.

Dodo mengernyit, bukan suara Roman gumamnya dan memastikan nomor asing yang lagi-lagi menghubungi ponselnya.

Apa gue segitu terkenalnya yahh sampe banyak nomor gak dikenal yang menghubungi nomor ponsel gue?.

"Iya bener.. Elo siapa lagi ha? Dari CS provider lagi? Ato dari finance yang pengen nawarin pinjaman?!", sarkas Dodo.

"Bukan Pak.. Saya Tampan adiknya Cantik yang Bapak tabrak kemarin!."

Dodo tersentak hingga menjatuhkan ponselnya ke lantai ruangan kantor. Buru-buru dia mengambil ponsel tersebut dan berdehem berbicara selembut mungkin.

"Ohh.. Maaf yahh. Tadi saya pikir kamu dari orang iseng lagi yang daritadi gangguin saya melulu. Mm.. siapa tadi namanya?."

Dodo langsung berbicara formal karena merasa tidak enak pada adik tukang ojek yang dia tabrak.

"Tampan Pak!."

"Oh iya, Tampan jadi gini.. saya ingin bertemu dengan kakak kamu Cantik boleh? Saya ingin meminta maaf padanya karena sudah meninggalkan dia waktu itu di rumah sakit", ucap Dodo to the point.

"Kemarin saya menunggu kakak kamu di warung Om Beng, tapi nggak dateng. Trus besoknya saya datang kata Om Beng kamu baru aja pulang bawa motornya", sambung Dodo lagi.

"Ohh iya.. memang baiknya Bapak minta maaf langsung sama kakak saya, karena gara-gara Bapak nggak hati-hati bawa mobil.. Kakak saya harus di gips tangannya selama dua bulan. Dia gak bisa beraktifitas dengan leluasanya seperti biasa!", sindir Tampan.

Sengaja.. Karena baginya orang yang mengaku sebagai pemilik dealer besar di kota ini, sama sekali tidak bisa di lembutin. Jadi Tampan tidak mau terlalu banyak berbasa basi dengan orang 'berada' macam Dodo.

Lagi, Dodo tersentak. Dia memang tidak sempat menanyakan keadaan Cantik waktu dirumah sakit, karena terlanjur kesal pada perawat yang dia tanyai saat itu.

Rasa bersalah semakin besar berkecamuk dihatinya, memang benar apa kata adik wanita yang dia tabrak ini. Dia yang memang tidak hati-hati membawa mobil hingga membuat orang lain celaka.

Apalagi dengan profesi Cantik sebagai tukang ojek, membuat keluarga nya pasti kesusahan untuk mencari nafkah. Dodo merasa kalau Cantik ini pasti adalah tulang punggung di keluarganya.

"Iya.. Kamu memang benar. Saya yang salah, makanya saya ingin bertanggung jawab penuh dengan kakak mu sampai dia sembuh nanti. Jadi tolong izinkan saya bertemu dengan Cantik, untuk meminta maaf sekaligus membantu kakak mu dalam pengobatannya. Karena pengobatan kakak mu itu, pasti membutuhkan banyak biaya."

Tampan terdiam, merasa benar dengan ucapan pria disambungan teleponnya. Biaya pengobatan tangan kakak perempuannya pasti membutuhkan biaya, sedangkan mereka tidak ikut program pengobatan gratis dari pemerintah.

Jadi nanti saat kakaknya akan kembali ke rumah sakit memeriksakan tangannya, pasti akan dimintai biaya yang tidak sedikit untuk ukuran mereka yang serba berkecukupan setiap harinya.

Padahal tadi Tampan bermaksud menghubungi Dodo hanya untuk sekedar mengeluarkan unek-unek nya karena kesal dengan sikap Dodo yang terkesan angkuh karena tidak punya etikat baik untuk meminta maaf pada Cantik dan juga keluarga nya.

"Baiklah Pak.. Tapi saya tanyakan dulu pada kakak saya, apa dia mau bertemu dengan Bapak atau tidak. Nanti saya akan menghubungi Bapak kembali, selamat siang.."

Tampan mematikan panggilan teleponnya secara sepihak, karena harus segera berangkat menuju restoran tempat dia bekerja paruh waktu.

...∆∆∆∆∆∆∆∆...

Mampus sih Dodo,,

Untung gak ditabok sama Tampan karena udah ngatain dia di telepon hahaha 😂

Eh..

Udah ninggalin jejak belum nih 🤭

Coment

Coment

Coment

Rate

Rate

Rate

Vote

Vote

Vote

Terima kasih 🌹🌹🌹🌹🌹

1
Alan Nur
asyik nikah, biar bebas y do
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Elli Okta
maaf kak.klu bisa pakai bahasa Indonesia aj enggak usah lagi bahasa Manado.🙏🙏🥰🥰🥰
Author Vanda: ada artinya di sana kok, Ka
total 1 replies
Mimin Rukmiami
karyanya bagus ga ngebosenin,semangat terus berkarya,semoga tambah sukses 👍👍👍
Author Vanda: wuahh
makasih, Ka 🥰
total 1 replies
𝖓𝕯o🕷
sedikit terganggu dengan bahasa nya kdg GUE kdg aku
@RR@
uenak nan thor......🤤🤤🤤🤤🤤🤤
bunaa_naura
mampir dimari..
auto masuk favorit
ketagihan sm smua ceritamu thor ❤
Author Vanda: makasih, Ka 🥰
total 1 replies
Stelly O. Ponamon
adoh.... blm msk zarang tu burung so mabo
Author Vanda: hahaha 🤣
total 1 replies
Stelly O. Ponamon
adoh.... setang garida.... pdhl reader pe mau2 klo ada setang garida🤣🤣
ciri khas cwe manado malo2 mau😅😅
Stelly O. Ponamon
yah.... bahasa manado ilang
pdhl seru ja baca
Stelly O. Ponamon
mantap thor..... org mdc unjuk gigi sadiki ley 👍👍
Author Vanda: hehehe
asik deh 🤭
total 1 replies
Mom Lovely
Mantap skali ni cerita ada depe bahasa Manado biasa ja baca paling banya cuma bahasa jawa, makaseh banya ne thor so perkenalkan torang pe bahasa Manado 😍😍
Author Vanda: hehehe asik, deh
makase ka 🥰
Jang lupa favorit ne 🤭🤗
total 1 replies
Mom Lovely
Huuuu mantap skali ni cerita no, ada depe bahasa² Manado, memang kalu cerita manado nya da lawang 😍😍
Hatsyie
othor lupa kalau tampan pernah masuk rs karena ditusuk sama glen mantan viona...🤭🤭🤭🤭
Hatsyie
Ternyata keinginan othor yang terpendam untuk ke salon.... bukan keinginan dodo 🤭🤭🤭🤭🤭
Hatsyie
kalau ada yang minta visual, kasih foto othor aja.... 🤭🤭🤭🤭🤭
Yulie_82
aku baru Nemu karyamu Thor....
Author Vanda: asik, deh
semoga suka yah Ka 🥰
total 1 replies
Fitri Agustina
baru mampir neeehh..dah like..ringan critanya..ky krupuk..kriuk kriuk..suka thor😁💕
Author Vanda: asik, deh
makasih, Ka 🥰
total 1 replies
rusmiati
iya sih bnr smbil memperkenalkan bhsa daerahmu Thor
🙏saya bingung bacanya
Evi Nuryani
cemburu membawa bahagiaaa.... aaahaaaa...haa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!