Cinta adalah samudera kehidupan menuju puncak kebahagiaan. Mencintai dan di cintai adalah suatu kebutuhan hakiki setiap manusia begitu pun yang dirasakan oleh Bella dan Brian.
Berawal dari pertemuan tak sengajanya siapa sangka mereka jadi terbiasa bersama dan menjalin bahtera yang bahagia sebagai pasangan suami istri. Tapi siapa sangka suatu ketika kebahagiannya pupus karena suatu keadaan yang menguji Rumah tangganya yang telah terjalin beberapa tahun.
"Bella apa aku bisa untuk setia di saat keadaan memaksaku untuk berpaling, aku butuh perhatian dari seseorang tapi aku masih mencintai dan menyayangi mu maafkan aku sayang" ucap Brian di sela kesedihan melihat istri tercintanya yang lemah tak berdaya.
"Maafkan aku sayang, aku bukan selingkuh tapi hanya butuh" ucap nya lagi.
Bagaimana kelanjutan kisah cinta Brian dan Bella, akan kah mereka bisa bahagia setelah nanti sang istri kembali lagi?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafasya Alfindra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 9
"Apapun akan gue lakuin Bel, untuk mendapatkan cinta lu," ucap Brian lagi.
"Bri ...., beri gue waktu beberapa hari ya! ucap Bella.
Brian pun mengerti, akan kebimbangan yang dirasakan Bella saat ini. Brian hanya bisa pasrah dan menghela nafas dengan kasar, saat Bella tidak mau memberikan kepastian. Akan tetapi, Brian tidak akan memaksakan kehendaknya kepada Bella. Karena bagi Brian saat ini, berada di dekat seseorang wanita yang paling di cintainya sudah lebih dari cukup baginya. Meskipun nantinya, ia akan terluka lagi tapi Brian sudah bertekad untuk membuat Bella nyaman berada di dekatnya. Brian benar - benar ingin menjaga Bella dengan sepenuh hatinya, meskipun ribuan kali Bella akan menolak cintanya nanti. Brian tak akan pernah menyerah mendapatkan hati Bella nantinya.
****
Saat ini Brian sedang berada didepan rumah Bella, untuk mengantarkan Bella sampai rumah dengan selamat.
"Bri .... Masuk dulu yuk!" ujar Bella setelah sampai didepan rumahnya.
Brian pun masih terdiam tidak menanggapi permintaan Bella. Karena ia merasa belum siap untuk bertemu keluarga Bella saat ini. Bukan karena dia tidak sayang kepada Bella, tetapi ia benar - benar belum ada persiapan untuk menemui keluarga wanita yang paling di cintainya saat ini.
"Ayo!" ujar Bella lagi memegang tangan Brian dengan lembut sebagai permintaan Bella agar Brian menyanggupi keinginannya.
Brian pun menyanggupi permintaan Bella untuk keluar dari mobil nya dan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah Bella.
Jujur Brian begitu sangat gugup bertemu orang tua Bella, akan tetapi dia berusaha untuk tetap bersikap semaksimal mungkin, agar tidak melakukan kesalahan di depan orang tua Bella.
"Ayo..Bri masuk dulu." Ujar Bella yang sedang berdiri berhadapan dengan Brian.
"Disini saja Bell" Ucap Brian.
"Masuk nak, masa cuma di luar doang!" ujar Mama Bella dengan tersenyum ramah kepada Brian.
Mendengar suara Mama Bella yang sangat lembut menyapanya, sedikit menghilangkan rasa kegugupan dan ketakutannya.
"Ayo lah masuk, tidak enak mama sudah memintamu masuk Bri," ujar Bella membujuk Brian yang seakan malu - malu kucing.
"Tapi..Bel," Brian merasa sungkan karena ini adalah pertama kalinya ia bertamu ke rumah seorang wanita.
"Ayo lah Bri .... !" ujar Bella lagi yang tetap memaksa Brian.
Brian seolah masih betah dengan posisinya berdiri, tanpa ada pergerakan sama sekali. Bella akhirnya menarik tangan Brian, untuk masuk ke dalam rumahnya.
Saat Bella menarik tangan Brian, Bella dapat merasakan tangan Brian yang sangat dingin. Bella seakan ingin tertawa menatap Brian yang begitu sangat menggemaskan baginya saat ini.
"Duduk lah dulu, biar nanti di buat kan minuman, Bri!" ujar Bella.
"Tidak usah repot-repot Bell," jawab Brian.
"Awas nanti tenggorokannya kering," ucap Bella seakan mengejek Brian.
Brian tidak menanggapi ucapan Bella kepadanya. Dia seolah betah mengunci mulutnya untuk tidak berbicara.
"Haha .... Tidak merepotkan kok Brian, hanya sekedar air minum," ujar Bella kemudian Bella melangkah kan kakinya ke dapur untuk membuat minuman. Sedangkan Brian yang duduk di depan orang tua Bella, seakan terasa di sidang oleh orang tua Bella dengan pertanyaan - pertanyaan, yg membuat Brian benar - benar gugup untuk menjawabnya.
Setelah selesai membuatkan minuman, Bella kembali dari dapur dengan membawa secangkir minuman dan sedikit cemilan, untuk di suguhkan kepada Brian.
"Wah sudah pintar ya Ma, anaknya Mama bikin minuman. Biasanya, mana mau dia bikin minuman buat kita," ujar Dimas dari arah belakang.
"Abang .... jangan bikin malu adeknya dong!" ujar Bella dengan sangat manja pada kakak laki - lakinya.
Brian yang melihat keakraban dari mereka, seakan mulai mengerti hubungan mereka berdua. Ternyata Brian sudah salah sangka tentang hubungan mereka tadi.
****
Sedangkan ditempat lain, Siska sedang merayakan hari kelulusannya bersama keluarga besarnya. Banyak dari keluarga Mama dan Papanya hadir di acara bahagianya saat ini. Untuk mengungkapkan rasa syukur atas kelulusannya, keluarga Siska membuat acara syukuran kecil - kecilan dirumahnya.
Bella sebenarnya telah diundang Siska untuk hadir ke acara tersebut. Tapi Bella membuat alasan tidak bisa hadir, karena ada keperluan mendadak.
Pada saat acara berlangsung tanpa Siska duga sebelumnya, itu juga merupakan acara pertunangannya bersama laki - laki pilihan dari orang tuanya.
Siska merasa kalut dengan keputusan orang tuanya yang secara tiba - tiba, tanpa menanyakan pendapatnya terlebih dahulu. Siska hanya bisa pasrah akan keputusan orang tuanya, untuk menolak pun seakan percuma karena Papanya adalah seorang yang tidak mau dibantah apapun keputusan darinya.
Siska seolah menampilkan wajah senyumnya, tapi tidak dengan hatinya yang sedikit kecewa.
Beberapa menit kemudian datang lah seorang pemuda dari arah pintu masuk yang tampak tergesa - gesa karena orang tuanya seakan memberikan nada mengancam, yang mengharuskannya untuk wajib hadir keacara tersebut. Siska pun seakan mengenali pemuda tersebut, tanpa mereka sadari keduanya. Kalau mereka bakal di jodohkan oleh orang tua masing - masing.
"Arka!" ujar Siska yang masih tidak percaya kalau seorang Arka akan hadir di acaranya.
****
Acara pertunangan berjalan dengan lancar, meskipun Arka sempat menolak untuk dijodohkan dengan Siska. Akan tetapi orang tuanya yang selalu tetap memaksa, dengan berat hati dan sangat terpaksa Arka menyetujuinya.
Namun sebelum mereka bertunangan, Arka meminta izin kepada orang tuanya untuk terlebih dulu berbicara dengan Siska. Orang tuanya pun menyetujui keinginan Arka untuk berbicara empat mata dengan Siska.
Arka membawa Siska keluar dari rumah, menuju taman samping rumah Siska. Karena mereka butuh waktu berdua untuk membicarakan perihal pribadi dengan Siska.
Siska sebenarnya tahu, apa yang akan Arka katakan padanya nanti. Karena siska yakin, Arka tidak mau bertunangan dengannya. Sebenarnya Siska merasa sedih kalau sempat Arka menolak pertunangan ini, karena Siska awal bertemu dengan Arka sudah menaruh hati kepada pemuda tersebut. Apalagi dengan secara diam - diam Siska selalu memperhatikan Arka bersama dengan temannya di kampus.
Sebelum Arka mengungkapkan isi hatinya kepada Siska, namun Siska dengan sigap langsung berbicara kepada Arka tentang pendapatnya mengenai pertunangannya nanti.
Siska pun memberikan usul kepada Arka untuk mereka saling mengenal sebelum hari pernikahan mereka. Arka sempat shock dengan apa yang diucapkan oleh Siska. Akan tetapi karena sikap Siska yang tidak pantang menyerah, akhirnya Arka bisa menerima usulan dari Siska, kalau mereka tidak akan menikah sebelum mereka saling mencintai.
Arka pun akhirnya setuju dengan pendapat Siska, tapi ada satu hal yang bikin ia kesal. Kalau ia bakal sering bertemu dengan Siska selama 3 bulan, untuk membuktikan apakah mereka nanti bisa saling mencintai atau tidak nantinya.
"Oke, gue setuju dengan pendapat lu. Tapi dengan syarat, lu gak boleh maksa gue untuk menikahi lu kalau selama 3 bulan itu, gue belum mencintai lu," ujar Arka mengakhiri percakapan mereka.
"Iya, gue janji bakal bisa membuat lu jatuh kepelukan gue!"
...............
Jangan lupa like dan komennya 🙏🙏