NovelToon NovelToon
Sahabatku Istri Muda Papaku

Sahabatku Istri Muda Papaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: dheandra

Moren memiliki wajah yang cantik dan postur tubuh yang tinggi sempurna.

Moren bersahabat dengan Elsa dan juga Moza dan itu sebelum Moren mengetahui kebusukan Elsa, dan Elsa yang telah berhianat dengan Moren dengan iya menjalin hubungan dengan Papaku.


SAHABATKU ISTRIMUDA PAPAKU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dheandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode.9

Suatu ketika Sandi datang ke sebuah Boutique milik Susi, untuk mengajaknya makan malam, namun disitu Susi menolak dengan alasan banyak pesanan yang harus di kerjakan. Tapi Sandi pun tidak permasalahkan alasan Susi, Sandi pun tak ada berniat untuk makan malam berdua saja tapi bersama Morena juga. Walpun Susi menolak tapi tak sedikit pun Sandi kecewa. Sandi terlihat sangat akrab dengan Morena, layaknya ayah dan anak.

"Maaf sandi sepertinya saya tidak bisa ikut makan malam masih banyak yang harus aku kerjakan tapi kita bisa makan malam di rumah kalau mau"

Di situ hati Sandi menyimpulkan nya dengan kebahagian, karena rasa kecewanya di ganti dengan kebahagian.

"Tidak masalah saya mengerti kamu pasti sibuk sekali secara kamu merancangnya sendiri. Apa kamu tidak ingin memiliki pegawai untuk membantu kamu?"

Bukan itu Sandi, saya memiliki alasan lain Saya takut Mas Hendrik melihat kita dan salah paham lalu kamu di apa-apa in sama mas Hendrik. dalam hati Susi

"Bagaimana jika aku masakin untuk kita makan malam?."

"Ide bagus tuh mah"kata Morena.

"Apa tidak merepotkan mu? sebaiknya kita pesan saja." jawab nya Sandi.

Sesekali Susi mencuri pandanganya melirik ke arah Sandi. melihat sandi begitu akrab dengan Morena, membayangkan Hendrik yang berada bersama Morena.

Morena dan sandi beradu main game ludo, keduanya bermain dengan begitu seru suasana, Butik berubah menjadi hangat dan ramai dengan kehadiran Sandi.

"Mah.., Om sandi curang nih." teriak Morena.

Susi menoleh dan tersenyum, kemudian Susi melanjutkan masaknya untuk makan malam.

Di luar sana Hendrik sedang menikmati masakan Restoran mewah bersama wanita muda.

"Mas kamu jangan makan ini dan ini, nanti kamu sakit lagi kakinya. semua makanan yang tak bisa Hendrik makan Elsa pisahkan di piring lain.

Elsa begitu terlihat perhatian di mata Hendrik. Dan semua perlakuan Elsa buat Hendrik semakin menyayangi Elsa. dan Elsa pun tanpa Hendrik entah menjadi apa hidup nya sekarang ini.

"Habis makan kita pulang ya Mas, waktunya kamu istirahat kita tidak kemana-mana lagi ok. simpan tenaga untuk nanti malam kita liburan ke puncak.

"Ia sayang.., panggil pelayan nya masa mau bayar dulu.

Elsa melambai tangan memanggil pelayan.

'Mas tolong minta Bielnya ya"

"Baik mbak, tunggu saya segera siapkan"

"Sini ponsel kamu mas.., taruh di tas ku saja." katanya si Elsa.

Pelayan datang bawa secarik kertas bayaran makan."

"Mbak ini bielnya."

Hendrik menerima kertas itu ia sekilas melihat lalu merogoh kantong belakang nya mengambil dompet panjang pria.

"Kembalinya kamu ambil saja.

Ada berapa sisa kembalian si pelayan itu begitu senang menerimanya. untuk Hendrik mungkin kecil tapi bagi pelayan itu sangat lah besar.

Hendrik dan Elsa bergegas dari tempat duduk lalu, berlalu pergi meninggalkan tempat itu

lengan Elsa di pegang dengan erat.

"Benar kamu tidak ingin kemana mana lagi?." tanyanya lagi Hendrik.

"Tidak mas, saya hanya ingin istirahat bersama kamu, malam ini Mas tidak pulang kan?.

"Tidak, di rumah pun sunyi, Mas pun sudah membawa beberapa pakaian di koper.

"Bagus! kalau gitu mas..,"

Elsa terlihat jelas begitu senang dengan kehadirannya, di Apartemen pemberian dari Hendrik.

Hendrik membuka pintu mobil mempersilahkan Elsa masuk, Elsa pun masuk dia menutup kembali pintu mobilnya Hendrik memutari mobil masuk sebelah kanan.

Mobil Hendrik melesat meninggalkan Restoran yang ia kunjungi, dengan kecepatan sedang Hendrik tidak memakan waktu banyak 20 menit sampai lobby utama apartemen. Elsa turun dari mobil Hendrik memberikan kunci mobil nya kepada salah satu scurity untuk memindah kan mobil nya ke tempat di mana seharusnya ya.

Canda dan tawa di ke diaman Susi sangat menyejukkan kan hati bagi seorang ibu beranak satu ini.

"Selama saya menikah dengan Hendrik belum pernah melihat suasana seperti ini" gumam batin Susi.

Selama perkawinan nya sampai memiliki buah hati dengan Hendrik duda tanpa anak Hendrik tak pernah menyentuh Morena hanya Alasan Hendrik ingin kehadiran seorang anak laki-laki.

Kehadiran Sandi, mengingatkan Hendrik.

"Seperti nya tak pernah dan Takan pernah bisa Hendrik menjadi Ayah seperti yang lainya."Batin Susi.

5.bulan yang lalu.

Morena sedang berjalan mengendarai sepeda Motor menuju supermarket, yang tak jauh dari rumah nya, Morena, di simpang jalan Morena sekilas melihat bayangan Elsa."bukan kah itu Elsa"batin Morena

Seketika Morena menahan rem mendadak.

Ci....t! rem mendadak.

Apa itu Elsa sepertinya tidak mungkin kalau itu Elsa, sedangkan wanita yang baru saja masuk ke dalam mobil mewah, wanita cantik itu seperti sedang hamil." gerutu Morena.

Setelah pernikahan sirih dengan Hendrik Elsa sekarang mengandung anak dari Hendrik kandungannya sekarang telah memasuki 5.bulan, pernikahannya dengan Hendrik penuh dengan kebahagiaan. namun Hendrik berharap Ia mendapatkan anak laki-laki dari Elsa dan

Elsa, penuh keyakinan jika anak yang di kandung nya adalah anak laki-laki. sampai saat ini Susi maupun Morena tidak pernah tau sama siapa Papanya menjalin hubungan. setelah Hendrik melayangkan gugatan perceraian dengan Susi dan Hendrik telah menjual rumahnya yang pernah ia tinggali selama pernikahan dengan Susi.

Begitu pun Susi, setelah bercerai dengan Hendrik Susi tak pernah mau tau kabar mantan Suaminya lagi.

Back.

Setelah belanja, Morena kembali kerumahnya baru nya hasil penjualannya Susi meraih ke untungnya yang sangat besar, dan kini Susi berhasil membeli rumah impian yang selama ini ia idam-idam kan, tapi ini beda Susi merasa bangga karena hasil kerja sendiri.

Setiap pulang kantor Sandi selalu singgah di kediamannya Susi bahkan hampir rutin bolak-balik menengok Susi dan Morena,biar pun pernah di tolak namun sandi tak pernah menyerah dan selalu bersilahturahmi.

"Mah..., mama." Moren sedikit teriak.

"Mam, sedang di kamar non" kata mbok setelah dari desa mbok kembali dengan Susi.

"Mbok bikin kan Morena agar dong." Rengek Moren minta di buatkan agar.

"Baik non, nanti mbok bikinkan ya nanti mbok buatkan untuk non yang paling enak?"kata mbok sambil menunjukkan jempol nya.

"Ok! mbok kalau itu sih Morena yakin apa pun yang mbok bikin pasti enak." Ucap Morena semangat.

"Mbok Morena ke kamar dulu ya"

"Sip..., non nanti mbok kasih tau kalau sudah jadi agar-agar nya.

Morena, tinggalkan mbok di dapur, dan berlalu pergi menaiki tangga rumah nya dua langkah naik tangga bel berbunyi.

Ting...tong.. ting tong.

Morena menghentikan langkah nya di tangga ke 2. berbalik badan kembali menuruni tangga membuka pintu.

Cklak .

Morena menarik handel ke dalam.

"Moza!...hai.. Morena memeluk tubuh ramping Moza.

"Hai.. Moor, aku rindu dengan mu." kata Moza."

"Hayo mari masuk, Morena menggandeng tangan Moza. duduk di sofa.

"Apa kabar Moza, bagaimana kuliah mu?." Seru Moren bertanya dengan Moza. hampir Moza tak bisa menjawab semua pertanyaannya.

"Satu-satu dong Moor, aku nggak bisa jawab.

Kabar ku baik, kuliah ku juga lancar, selama aku kuliah di London, aku selalu rindu dengan mu." jawab nya Moza

"Kita kali Moza?"kata Morena.

"Kita!?" tanya Moza bingung.

"Iya kita." Morena menganggukkan kepalanya.

"Entah lah Moren, masih kita atau tidak, aku paham yang kamu maksud Elsa?" Moren langsung tahu apa yang di maksud Moza.

Setelah aku jumpa dia di London dengan seorang pria, ya itu papa kamu, aku benar-benar kecewa Papa kamu telah mengancam ku, aku takut akan menceritakan semua sama kamu. gumamnya dalam hati Moza.

"Hai.. Moza ko bengong sih..?, apa kabar Elsa

"Aku tidak tau More Wisuda pun dia tidak datang kan?"

"Sebaiknya kita lupain dia.mungkin dia pun sudah melupakan kita." ujar Moza.

"Biar bagaimana pun, dia sahabat kita Moza, kita perlu tau kabar dia?.

"Mungkin kalau kamu tau Morena dan melihat kenyataanya apa kah Morena masih menganggap Elsa sahabat dan yang kita anggap sahabat sekarang telah mengandung adik kamu, andaikan tau sahabat kita itu adalah istri muda papa mu." dalam hati Moza.

Susi keluar dari kamar menuruni tangga.

"Moza..., apa kabar, sayang?" sapa Susi sambil menuruni tangga rumahnya.

"Alhamdulillah Moza baik Tante, Moza bangun dari duduk nya lalu mencium tangan Susi."

Susi duduk di sofa agak jauh dari Morena dan Moza. Tante, dengar kamu kuliah di London?.

"Iya tante" jawab Moza

Kasihan sekali,Tante Susi. batin Moza.

"Tante tinggal dulu ya mau ke butik, kalian lanjutkan saja ngobrol nya Tante.

"Wati..." Susi sedikit teriak manggil Wati.

"Iya nyonya..,"

"Kamu sudah siap?."

"Sudah Nyonya"

"Hati-hati Tante." saut Moza.

Susi dan Wati, berangkat ke butik, Morena dan Moza pindah ke dalam kamar melanjutkan cerita-cerita sampai jam 12. siang Morena dan Moza keluar kamar untuk makan siang.

Lalu duduk di meja makan, mbok menyajikan makanan di meja, sekilas mbok melirik menatap Moza. "

Ini gadis yang ada di rumah tuan bukanya ya mbok mikir, karena mbok sudah tua jadi sedikit pelupa kalau yang di lihatnya itu Elsa.

Moza pun penasaran kenapa mbok menatapnya seperti itu.

"Kenapa mbok? kok melihat saya seperti ada yang ingin di pertanyakan." kata Moza

"Tidak ada Non mbok ke dapur lagi" jawab nya mbok buru-buru ke dapur.

"Moor kamu ingat Mala tidak?.

"Mala, anak IPS?."

"More ijin ke dapur boleh?"

"Boleh.., masuk saja" kata Moren.

Moza izin ke Morena pergi ke dapur mengambil sesuatu" bohong Moza.

Moza menyentuh tangan Mbok, mbok kaget dan latah segala sesuatu di ucapkan

Moza pun tertawa mendengar mbok latah.

"Mbok, ada apa menatap ku seperti itu? tadi apa ada yang ingin mbok tanyakan?" kata Moza.

"Tidak ada, non. mbok membalikan badannya.

"Apa mbok tau sesuatu?." tanyanya lagi Moza.

Malam itu seluruh isi rumah sampai tukang kebun pun mengetahui siapa istri muda tuanya. tapi mereka takut untuk buka suara, karena Ancaman Hendrik buat bergidik mereka takut Hendrik akan melakukan yang mereka tidak di inginkan.

"Tau apa non..?."Mbok tidak tidak tau apa-apa non.

"Mbok jangan bohong?." Moza terus mendesak mbok.

Akhir nya mbok pun bercerita dengan Moza dan yang di ceritakan Mbok semuanya benar.

Dari arah sebrang seorang wanita hamil menyebrang jalan.

Susi mengerem mendadak.

Citttt!!."Astaga..!."

Susi langsung keluar dari mobil.

"Kamu tidak, apa-apa." tanya Susi.

Elsa mengangkat kepalanya.

"Elsa...! kamu nak?, sini Tante bantu Suai mengulurkan tangannya untuk membantu Elsa. Namun bantuan Susi di tolak oleh Elsa.

"Terima kasih saya bisa sendiri" katanya Elsa sedikit ketus.

"Tunggu Elsa tante mau bicara dengan mu.

Susi pun mengejar Elsa.

Elsa seperti nya kekutan tante hanya ingin menyampaikan jika Moza ada di rumah tante." Kata Susi sedikit teriak.

Elsa buru-buru masuk ke dalam mobil

Mobil Elsa sudah tak terlihat lagi Susi pun melanjutkan perjalanan nya ke butik.

...----------------...

Thank,s All

For sahabat Dheandra.

1
Rahmawaty❣️
Hrusnya klo ada kejadian atau apa nyebutnya astghfirullohaladzim thor bukan masyaAllah
Rahmawaty❣️
Jujur aja moza..nanti moren malah marah lho sma kamu krna km mlah sembunyiin berita ini
Rahmawaty❣️
Susi mending km ceraikn saja dlu tuh suami mu biar enak nnti klo deket sma laki² lain . Nnti yg ada dirimu yg disangka selingkuh
Rahmawaty❣️
Tulisannya tolong diperbaiki thor🙏🏻
Rahmawaty❣️
Iya tp ga sma bokapnya sahabatmu juga astaga😪
Rahmawaty❣️
Ah ank perempuannya cantiknya kebangetan gitu mlah ga di anggap . Istri dan anknya sma² cantik
Firgi Septia
heran dengan karakter moren boleh baik tapi jangan terlalu makanya dia dimanfaatkan sama eks padahal sdh jahat sekali, moren terlalu naif dan bodoh kalau karakter begini mungkin TDK ada di dunia nyata hanya di novel saja
Rosdiana Diana
lanjuttt thoorr
Dyah Shinta
Di part ini dan beberapa part sebelumnya aku kurang setuju.
Khusus episode paska penculikan.
Apakah tidak ada polisi dilibatkan?
Apakah tidak ada telpon? Kalau tidak ada, bisa kan Moren kirim surat untuk ibunya. Mengabarkan keadaannya dan dimana dan dengan siapa dia tinggal. Kasus penculikan harus diusut. Jangan pasrah
Hera Heriwati Siregar
si miza kpn dpt jodoh thor..,trus kpn penyesalan angga muncul.
Hera Heriwati Siregar
semua berganti suami,,jdi nambah trus tokoh2 baru.
F. A.
astagfirullah elsa kmu buta dengan keadaan yg sekrg,uang berlimpah,kebutuhan tercukupi,tapi itu semua menyakitkan dua hati wanita gak mikir ap,udh jdi pelakor,papa tmn sendri itu weeh...🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀
Dini Az
selalu ad pelakor.. kasihan morenanya..
Dini Az
satu kata thoor..
apik ceritane..
HIATUS: terimakasih kak🙏
total 1 replies
Dini Az
Bagus ceritanya g bertele tele..
lanjuut thoor
ARIS SUSAN
mudah"an cintanya Alfin tulus ke moren
ARIS SUSAN
karma mulai berdatangan satu persatu
ARIS SUSAN
kn ngga, baru kerasa kn kau, nyesel y ninggalin moren
ARIS SUSAN
hmmb
pelakor mulai muncul
ARIS SUSAN
wah...
bakal ad yg jadian nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!