Cinta yang begitu besar hingga membuat seorang wanita bernama Maria, rela berpindah keyakinan hanya untuk memperjuangkan cintanya.
Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah karena terlalu Mencintaimu,
dan kekecewaan terbesar dalam hidupku adalah karena perjuangan dan pengorbananku ternyata hanya sia sia, saat lelaki yang kuperjuangkan memutuskan menikahi wanita lain.
Ditengah luka dan kecewa yang dirasakannya. Muncul seorang pria tampan yang menerobos masuk kedalam kehidupannya dan selalu mengklaim bahwa Maria adalah miliknya.
Apakah Maria akan bersama dengan pria itu? Atau malah kembali bersama pria yang sudah mengecewakannya?
IG: NonaFi0609
Tekan ❤️ dan rate ⭐ ya, agar selalu bisa mengikuti alur ceritanya.
Mohon dukungannya, Terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
L.A.T.M 09
Tatapan Maria Kosong. Perempuan yang saat ini sudah berdiri di tepi danau itu, terdiam membeku seolah menatap keindahan danau dimalam Hari. Padahal keadaan yang sesungguhnya tatapan itu kosong, Hanya air mata yang sedari tadi berusaha ditahannya yang terus menerus meluncur dari kedua sudut matanya. Jatuh membasahi wajah Cantik Maria.
Maria yang sedari tadi hanya bisa menangis dalam hati, sekarang benar benar melepaskan tangisnya. Tangis kekecewaan yang begitu memilukan dan menyakitkan.
Kenapa harus seperti ini Tuhan?? Maria berteriak merutuki Nasibnya.
Pada kesunyian dan angin malam, Maria mulai mengeluarkan isi hatinya. Mengeluarkan semua tangis dan kesedihannya.
"Kenapa Rey? Kenapa kamu menghancurkan hatiku semudah ini? Apa aku sebegitu tidak berharganya untukmu Rey? Kenapa...??"
"Kamu tidak tahu Rey? Apa saja yang sudah aku lalui dalam memperjuangkan Cintaku.
Aku bahkan dengan bodohnya sudah menyakiti dan mengecewakan orang yang telah melahirkan, membesarkan, serta memperjuangkan dan selalu mengutamakan apapun itu demi kebahagianku. Tapi demi Kamu aku malah menyakiti mereka, Memberikan kekecewaan yang begitu besar untuk mereka."
"Apa kamu tidak bisa merasakan betapa besarnya rasa Cintaku padamu Rey? Saking besarnya rasa Cintaku, hingga sakit yang kau berikan benar benar menggerogoti hatiku.
Sakit... Rey.. Sakit begitu sakit..!!
Bahkan aku tidak yakin apakah rasa sakit ini bisa pergi atau tidak dari hatiku. Andai rasa sakit ini bisa pergi semudah dirimu meninggalkanku."
Ayah.... Ibu...!! Sakit.... Sungguh sakit....
Apalagi yang bisa aku harapkan dalam hidup ini? Satu satunya orang yang kuharapkan serta perjuangkan sudah pergi meninggalkanku Yah, Bu....
Apa lagi yang dapat aku lakukan?? Maafkan aku Yah... Bu...!!
Tes.. tes.. tes..
kembali, Kembali langit seperti ikut merasakan kesedihan Maria. Langit seolah turut menangis atas apa yang sudah menimpa Maria.
"Bahkan Langitpun Mengasihaniku Rey....." Ucap Maria lagi menengadahkan wajahnya menatap langit. Membiarkan Air hujan membasahi seluruh tubuhnya.
"Aku sangat memben......... Ahh..........!!
Bahkan setelah begitu besar sakit yang kau berikan. Aku tetap tidak bisa mengatakan aku membencimu Rey.... Aku begitu sangat mencintaimu..."
Hiks... hikss... hiks....
Maria menepuk nepuk dadanya yang benar benar merasakan sesak dan begitu sakit.
"Kenapa Rey?? Kenapa harus seperti ini??" Rutuk Maria jatuh terduduk lemas di rerumputan Pinggir Danau.
"Andai kamu menjelaskan semua ini sebelum kamu memutuskam untuk menerima perjodohan ini Rey. Aku pasti akan dengan senang hati dan sekuat tenaga berjuang bersamamu. Berjuang untuk cinta kita. Tapi kenapa Rey? Kenapa kamu tidak ingin berjuang bersamaku? Kamu benar benar menghancurkan harapanku dengan mengatakan sudah menerima perjodohan ini. Kamu benar benar tidak memberikan kesempatan terakhir untuk kita berjuang bersama, saat kamu mengatakan sudah bertunangan dengan wanita lain.
Tidak ada lagi kesempatan untuk kita Rey, Bahkan sekalipun aku mengatakan pengorbananku padamu semua itupun percuma. Tidak ada lagi yang bisa diperjuangkan disini..."
Isak tangis Maria semakin memilukan. Tangis kehancuran, kekecawaan yang benar benar sangat menyakitkan.
*Kenapa Wanita ini sangat suka mengundang penyakit? Gumam Seorang pria yang sedari tadi memperhatikan Maria.
Apa Tuan mengenal wanita itu? Jika ia kenapa tuan tidak turun langsung menemuinya. Tapi jika tidak, kenapa juga tuan memintaku untuk mengikuti wanita itu dan sedari tadi terus memperhatikamnya. Batin Pria lainnya yang juga berada didalam mobil yang sama*.
"Rey.... Jika aku tahu mencintaimu akan sesakit ini. Maka aku lebih memilih tidak bertemu apalagi jatuh cinta padamu.
Jika sedari awal sedikit saja kamu memperlakukan buruk atau memberiku bayangan atas rencanamu, yang pada akhirnya akan meninggalkan ku. Maka sedari awal juga aku akan berusaha membentengi, dan menguatkan diri untuk segala kemungkinan ini.
Jika selama ini kamu tidak memberikan perhatian serta cinta palsu yang terlihat begitu sempurna ini, maka aku tidak akan merasakan sakit yang sesakit ini. Jika sa.. ja..... Ka.."
Brukk....
Maria ambruk tak sadarkan diri dipinggir danau tersebut.
SHIT....!!
"Yang ku takutkan terjadi." Ucap seorang Pria yang tak lain adalah Faizan Rajesh. Faizan membuka pintu mobil dan menerobos hujan, menghampiri Maria yang sudah tergeletak tak sadarkan diri.
"Hahh?? Jadi tuan mengkhawatirkan wanita ini. Sejarah. Sepertinya sejarah Cinta Pria yang selama ini tak tersentuh wanita akan segera dimulai." Gumam Ridwan sekretaris sekaligus asisten pribadi Faizan, Namun dengan cepat juga keluar dari mobil dan dengan sigap membukakan Pintu mobil untuk Faizan yang sudah menggendong Maria.
.
.
.
"Keluar.....!!" Bentak Reyhan mengusir mama dan Dinda tunangannya.
"Rey...!!" Protes Lusi mama Reyhan yang tidak terima dan merasa tidak enak hati pada Dinda tunangan Reyhan.
"Tante... Aku pulang dulu. Mungkin Reyhan butuh waktu." Ucap Dinda terdengar lembut pada Lusi.
"Baiklah, Maafkan Rey yang sayang." Jawab Lusi membelai rambut Dinda sembari melangkah keluar dari kamar Reyhan.
"Ahh.........!!"
Brank.....
Barang barang berserakan dan pecah akibat ulah Reyhan.
Duak....
Reyhan mengepalkan tanganya meninju tembok dengan sangat kencang hingga tangannya terluka dan mengeluarkan darah.
"Rey!!" Teriak Lusi yang sudah kembali masuk dalam kamar Reyhan.
"Hehh....." Reyhan terkekeh menatap senduh pada Lusi.
"Mama senang? Mama bahagia melihatku hancur seperti ini? Kami sudah berpisah mah,. dan aku.. aku sudah sangat menyakitinya..
Mama Puas??" Serkas Reyhan bertanya.
"Rey...!!" Ucap Lusi memelas.
Tak mungkin ada orang tua yang tidak merasa sedih melihat keterpurukan anaknya. Begitupun Lusi. Meskipun senang, Lusi juga merasa sedih akan keputusan yang sudah diambilnya. Tapi kembali lagi Lusi berfikir ini adalah keputusan terbaik untuk semuanya.
Brukk....
Reyhan jatuh terduduk lemas dilantai dihadapan Lusi.
"Sakit Mah... apa mama tidak bisa merasakan betapa sakit yang kurasakan saat ini. Sangat sakit mah..." Suara Reyhan terdengar memilukan dengan air mata yang mulai menetes dari sudut matanya.
"Maafkan Mama Rey..." Ucap Lusi yang juga sudah menangis.
"Aku sudah melakukan dan menuruti apa yang mama inginkan. Hanya ini yang dapat aku lakukan, Untuk selanjutnya jangan pernah berharap aku dapat mencintai Dinda ataupun wanita lainnya. Karena sampai Matipun, Hanya Maria dan selalu Maria satu satunya Wanita yang aku inginkan dan aku Cintai. " Imbuh Reyhan perlahan Bangkit berdiri.
"Keluarlah.. Aku ingin sendiri." Ucap Reyhan lagi yang sudah berdiri membuka lebar pintu Kamarnya.