Refan tega mecampakkan Maira yang sudah lama bersamanya demi orang baru yang bernama Reya. Akhirnya Maira menikah dengan Hendra yaitu temannya Refan sendiri. Akhirnya Maira bahagia bersama Hendra. Refan yang begitu terpuruk dan menyesali keputusannya akhirnya Refan bersimpuh di kaki mantan istrinya untuk mengajaknya kembali rujuk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weta anjelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 9 Membiarkannya pergi Pov Refan
Maria yang dari tadi curiga padaku segera kualihkan pembicaraannya. Aku mencoba meyakinkan Maira kalau di dalam tidak Ada siapa-siapa kecuali aku Dan suara TV yang sedang kutonton.
Pembicaraanku terhenti ketika melihat Rey menghambur keluar sambil teriak-teriak.
"Mas ada kecoak mas. Mas tolong bantu Rey mas" Aku sangat panik. Kulihat Maira matanya sudah mulai berapi-rapi.
Kepercayaan Maira kepada ku selama ini kini telah pupus sudah. Tak habis pikir kenapa bisa-bisanya Rey berteriak sebelum Maira keluar. Aku sangat panik tingkahku semakin tidak bisa di kendalikan.
Aku ingin menjelaskan semuanya kepada Maira namun terlambat sudah Maira terlanjur kecewa. Aku tidak bisa berbuat banyak Maira terus menangis membuatku semakin frustasi. Kulihat Rey diam saja tertekun Dan membisu seperti patung yang baru saja di cetak.
"Rey pulang dulu ya Mas." di dalam suasana yang semakin memanas tiba-tiba saja Rey bicara itu kepadaku. Aku hanya bisa mengangguk aku tidak tau entah apa yang akan terjadi setelah ini.
"Tunggu" Tiba-tiba Maira menghentikan langkah Rey. Keliatannya Rey sangat gugup sekali. Aku harus mencari akal supaya Rey tidak di jadikan bulan-bulanan si Maira. Aku tau kalau Maira sampai mengamuk emosinya sulit untuk di kendalikan.
"Tolong kamu kawab dengan jujur, kamu siapanya Mas Refan?" Maira meninggikan suaranya kepada Rey. Aku gak mau Rey kenapa-napa, karna akulah yang salah dalam hal ini mencintai dua wanita dalam satu hati.
"Aku" pembicaraan Rey langsung ku potong. Takutnya Rey salah bicara Dan membuat keadaan semakin runyam.
"Dia Rey sekretarisku, kebetulan dia mengatarkan berkas kesini tadi" aku tetap berusaha mentakinkan Maira.
"Jika dia memang bukan siapa-siapanya Mas Refan kenapa harus sembunyi di bawah tempat tidur?" Maira tidak percaya apa yang kuyakinkan padanya barusan. Dia terus saja membuatku pusing,maira membuatku jenuh dan memilih meninggalkannya sendirian, ku raih tangan Rey beranjak dari kamar menuju ruang tamu,ku tinggalkan Maira sendirian.
Mungkin ini yang harus kulakukan untuk menjauhkan pertengkaran ini. Akhirnya Maira pergi juga dari rumahku ini,entahlah mungkin Maira pulang kekampung untuk menenangkan pikirannya aku juga tidak mau ambil pusing,yang penting untuk sementara ini aku bisa menjauh dari Maira dan bersenang-senang dengan pacar baruku Rey
Aku berencana meninggalkan Maira dan menjatuhkan talak nantinya. Setelah itu baru aku menikah dengan Rey wanita yang sangat aku cintai ini.
Aku juga udah jenuh dengan sifat Maira yang semakin lama emosinya tidak terkontrol. Dulu Maira yang aku kenal tidak seperti ini dia wanita yang sangat sabar dan patuh pada suaminya,sekarang dia sudah berani menantang Dan meninggikan suara di depan ku dan juga Rey.
Aku semakin tidak menyukai sikap istri sah ku itu. Andaikan aku bisa menjatuhkan talaknya sekarang akan kulakukan secepatnya.
Aku benar-benar sudah muak dengan sifatnya, selain tidak pandai mengontrol emosi, Maira juga tidak pernah berdandan seperti Rey yang selalu modis di depanku.
Dia tidak pandai merawat dirinya sendiri, sedangkan Raihan sudah besar dan masuk di pasantren jauh dari Maira, tentu saja Maira punya banyak waktu untuk merawat dirinya. Tetapi Rey memilih berdandan seadanya itu yang membuatku tidak berselera lagi kepadanya.
Tanpa memikirkan keadaan Maira aku sibuk bercumbu dengan Rey, keliatannya Rey sangat bahagia saat aku lebih memilih dia di bandingkan maira.
Sesekali Rey menatapku dengan penuh kekaguman. Aku merasa seperti pahlawan di depan gadisku itu.
"Aku mencintaimu Mas sayang" Rey berbisik lembut di telingaku membuatku semakin mencintainya. Rey memang pintar kalau soal merayu,membuatku selalu luluh dalam dengkapan cintanya.