NovelToon NovelToon
Asrama Hati

Asrama Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Sinopsis

Zain Arvendra Atmaja, seorang remaja yang seakan tak pernah lelah terlibat masalah di sekolahnya. Setelah berbagai kejadian yang menumpuk, ayahnya akhirnya mengambil keputusan Zain harus pindah ke sebuah SMA berbasis asrama yang dikenal mampu membimbing anak-anak yang sedang kehilangan arah.

Awalnya Zain menolak keras. Namun seiring berjalannya waktu, ia perlahan mulai menerima kenyataan itu. Di asrama inilah ia bertemu dengan Vanya, seorang gadis ceroboh yang dengan polosnya kerap menyeret Zain ke dalam berbagai situasi baru yang tak terduga.

Cerita terasa semakin rumit ketika Keira Cattleya Wiratama, kekasihnya yang selama ini jauh dari sana, tiba-tiba memutuskan untuk pindah ke asrama yang sama pula.

Tiga orang, satu atap, dan hati-hati yang mulai saling bersilang. Bagaimana kelanjutan cerita mereka ? Baca selengkapnya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 KITA SEMUA PUNYA LUKA

Hujan turun rintik-rintik membasahi halaman asrama, membuat kegiatan luar dibatalkan. Di dalam Kamar 203, keempat penghuninya duduk dalam keheningan yang hangat. Zain menatap satu per satu wajah teman-temannya, Rian yang biasanya paling ceria, Bima yang selalu tenang, dan Dimas yang senyumnya selalu tulus. Tiba-tiba rasa ingin tahu yang dalam muncul di hatinya, selama ini hanya ceritanya yang sering dibahas, padahal mereka ada di sini juga karena suatu alasan.

"Maaf kalau aku lancang" Ucap Zain memecah keheningan pelan.

"Tapi aku penasaran, kenapa kalian dikirim ke sini ?" Tanya Zain

Rian tersenyum tipis, lalu menyandarkan punggungnya ke dinding. Tatapannya menerawang ke arah jendela yang berkabut.

"Ayahku seorang pebisnis yang sangat sukses, Zain. Di mata orang-orang, keluargaku adalah contoh keluarga yang sempurna, kaya, terpandang, dan dihormati. Tapi di dalam rumah kami sendiri, suasananya jauh berbeda. Ayah dan ibu jarang sekali berbicara kecuali soal urusan bisnis, mereka tidur di kamar yang berbeda, makan di waktu yang berbeda, dan bahkan saat aku sakit berat, hanya satu orang dari mereka yang bisa hadir” Jawab Rian

“Suatu hari di sekolah, ada teman yang mengejek keluargaku yang hancur. Aku marah, lalu terjadilah perkelahian. Ayah tidak memarahiku saat itu, dia hanya berkata dengan suara yang datar 'Lebih baik kamu tinggal di asrama saja, di sana terjamin pendidikannya'. Sejak itu, aku pulang ke rumah hanya saat libur panjang. Dan anehnya, justru di sini, di kamar kecil ini, untuk pertama kalinya aku merasa punya keluarga. Rumah bukan soal seberapa megah bangunannya, kan ?" Lanjut Rian

Suasana hening sejenak, tak lama kemudian Bima menarik napas dalam, lalu berbicara dengan suara yang lembut namun bergetar.

"Aku dikirim ke sini karena... aku pernah menyakiti diriku sendiri" Ucap Bima pelan, menunduk menatap telapak tangannya.

"Orang tuaku orang yang sangat baik, mereka bekerja keras agar aku tidak kekurangan apa pun. Tapi kesibukan mereka membuatku sering sendirian di rumah yang besar dan sepi, lama-kelamaan aku merasa tidak berharga. Aku ingin diperhatikan, ingin ditanya apakah aku baik-baik saja. Karena itu aku melakukan hal-hal bodoh dan aku tahu itu salah, tapi itu satu-satunya cara yang aku tahu agar mereka menyadari keberadaanku” Tambah Bima

“Saat mereka menemukanku, aku melihat air mata yang belum pernah kulihat sebelumnya di wajah mereka. Mereka mengirimku ke sini bukan untuk membuangku, tapi karena mereka takut kehilangan aku. Setiap akhir pekan mereka selalu datang menjemput, dan perlahan kami belajar untuk kembali dekat. Asrama ini adalah tempat istirahatku, tempat aku belajar mencintai diriku sendiri sebelum pulang ke rumah yang sedang kami perbaiki bersama-sama" Lanjut Bima

Mata Zain terasa panas, ia tidak pernah menyangka di balik ketenangan Bima ada pertempuran yang begitu berat yang ia jalani sendirian. Terakhir, Dimas menyentuh foto kecil yang selalu ia simpan di dalam dompetnya, senyum tipis terukir di bibirnya yang penuh rindu namun juga penuh syukur.

"Aku tidak pernah mengenal orang tuaku yang melahirkanku" Ucap Dimas jujur.

"Aku ditemukan di depan pintu sebuah rumah sakit saat masih bayi, keluarga angkatku merawatku dengan kasih sayang yang tulus sampai aku berusia sepuluh tahun. Namun saat mereka harus pindah ke luar negeri, aturan membuat aku tidak bisa ikut bersama mereka. Aku tinggal sementara di rumah kerabat jauh, dan di sana aku merasa seperti tamu yang keberatan. Aku merasa tidak punya tempat yang benar-benar milikku, jadi aku mulai tidak peduli pada apa pun termasuk sekolah” Ujar Dimas

“Setelah melewati masa di panti asuhan, aku akhirnya mendapat beasiswa di sini. Di sini aku belajar satu hal yang penting keluarga bukan selalu tentang darah, keluarga adalah orang-orang yang menanyakan kabarmu sebelum tidur, yang tertawa bersamamu saat kamu bahagia, dan yang tetap ada saat kamu merasa tak berharga. Dan siapa tahu, mungkin di masa depan, aku bisa membangun keluargaku sendiri yang utuh dan tidak terpisahkan." Lanjut Dimas

Air mata menetes di pipi Dimas, namun ia segera menyekanya sambil tersenyum malu.

"Maaf jadi sedih begini ya" Kata Dimas sambil terkawa pelan.

Zain menggeleng pelan, matanya berkaca-kaca.

"Terima kasih sudah percaya sama aku, selama ini aku merasa sendirian dengan masalahku. Ternyata kita semua sama punya luka, bukan ?" Ujar Zain

Rian menepuk bahunya pelan.

"Kita semua dikirim ke sini dengan alasan yang berbeda, Zain. Tapi mungkin tujuan kita sama untuk sembuh, dan untuk menyadari bahwa meski kita belum pulang ke rumah masing-masing, di sini kita sudah punya tempat untuk pulang" Ucap Rian

Malam itu hujan turun semakin deras di luar, namun di dalam kamar itu terasa lebih hangat dari biasanya. Mereka bukan lagi empat orang asing yang kebetulan menempati satu kamar, mereka adalah empat hati yang sedang berusaha sembuh bersama dan untuk saat ini, itu sudah lebih dari cukup.

1
Miu.Nuha
betul. keputusan apapun yg kamu ambil akan mempengaruhi hidupmu nanti.
😏 jdi jalanin seadanya aja, gk usah milih
hehe pis ya mas Zain...
Luneya
dua figura hadir dalam masa yang sama..yang mana satu Zain akan memilih..tapi Aku sama Vanya..🌹
Hamzah [Hiatus]
waduh.. akankah balikan sama mantan. gak mungkinlah gak mungkin😁
Hamzah [Hiatus]
loh kenapa ditutup🤔
Myz Pena
keira.. kamu harus sadar dan tahundiri sepertinya zain nggak nyaman dekat dengan mu sekaligus segala perhatian mu padanya.. jadi stop
Myz Pena
jadi bagaiaman zain ,, apa kaira sikapnya itu membuatmu sangat tidak nyaman kah ?
aefpe fp
ah kalau gini ceritanya jadi bestie sahabat aja ndak si...kayaknya lebih seru daripada pacaran pacaran🤣
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ya Allah akhirnya Zain bisa dapetin kawan yang pas sejauh ini... Ya Semoga semakin berubah juga Zain... 💪💪💪
Maya 摩耶
kenapa tidak keduanya saja? 👀 ahik ahik ahik kwkwkw
Siti Aisyah
Gimana nih membuat hati zain jadi bimbang antara memilih vanya atau keira😆
Maya 摩耶
naah she is just wanna impress you 🤭
Pencari Cerita
pikirin matang matang zain sebelum memilih ya
ginevra
pantas saja Zain merasa nyaman di dekat vanya. karna vanya tidak pernah memaksa dan menekan Zain.
aefpe fp
bakal banyak drama kehidupan yang akan menantimu bersiaplah dan itu tidak akan sesederhana yang kau kira💪
Hamzah [Hiatus]
kamu menemukan seseorang yang berharga di masa depan nanti Zain, jangan lupakan itu 🗿
Myz Pena
ia memang banyak suka dan dukanya.. intinya kamu akan belajar banyak hal lagi.. jadi kuatlah
Luneya
Mereka benar-benar sama geng. Mereka saling membantu. bagus sekali jika ada teman satu komplotan.☺️
Myz Pena
berarti zain sekarang kamu dah nyaman ya di asrma berkat vanya hari hari mu lebih ceria dan bwrwarna 😂👍
Maya 摩耶
emang matanya kenapa? ada saringgannya kah? 🤭
Maya 摩耶
mo balikan kah kamu? 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!