Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.
Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.
Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.
Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seseorang yang Meredakan Situasi
Begitu pertanyaan itu terdengar, sejumlah tamu langsung mengalihkan perhatian mereka kepada Juan Ha.
Pria tersebut tidak berhenti sampai di situ.
"Dari sudut pandang ilmu pengobatan, dantian bukanlah organ tubuh biasa yang dapat dipulihkan hanya dengan memperbaiki jaringan tubuh atau menyalurkan energi ke bagian yang rusak. Dantian berkaitan erat dengan kemampuan seseorang mengumpulkan dan mengendalikan tenaga dalam."
Nada bicaranya tetap halus. Ia bahkan tidak menunjukkan sikap meremehkan secara terang-terangan. Namun, isi perkataannya cukup tajam.
"Jika kerusakannya terlalu parah, jalur energi di sekitarnya mungkin telah berubah atau kehilangan kemampuannya untuk menyalurkan tenaga dalam dengan benar. Memaksakan energi baru masuk ke dalam dantian yang belum stabil justru berisiko memperburuk kondisi pasien."
Juan Ha menatap Yi Min dengan serius.
"Aku tidak bermaksud meragukan kemampuanmu, Tabib Yi Min. Namun, berdasarkan pengetahuan yang kita miliki saat ini, memulihkan dantian yang rusak hingga seratus persen merupakan sesuatu yang sangat sulit dibuktikan. Bahkan, aku berani mengatakan bahwa hal itu hampir mustahil dilakukan dengan metode pengobatan yang umum kita kenal."
Suasana aula perlahan berubah. Awalnya, para tamu hanya mendengarkan. Namun, penjelasan Juan Ha begitu mudah dipahami sehingga banyak orang mulai mengangguk.
"Ada benarnya juga."
"Jika energi yang disalurkan tidak dapat dikendalikan dengan tepat, bukankah pasien justru bisa mengalami kerusakan yang lebih parah?"
"Selama ini, bukankah kebanyakan tabib hanya mampu menstabilkan kondisi dantian yang rusak?"
Perbincangan kecil mulai muncul di antara para tamu.
Juan Ha sendiri tetap berdiri dengan tenang. Ia tidak berteriak, tidak pula melontarkan hinaan. Ia menyampaikan pendapatnya melalui analisis yang tersusun rapi, membuat orang-orang yang mendengarnya sulit mengabaikan pertanyaan tersebut.
Namun, Yi Min yang memperhatikan pria itu mulai mengernyitkan kening. Ia jelas mengenal Juan Ha.
Di Kekaisaran Qin, nama pria tersebut cukup terkenal dalam dunia pengobatan. Banyak orang bahkan menempatkannya dalam sepuluh besar tabib terbaik di kekaisaran ini. Kemampuan dan pengetahuannya memang tidak bisa dianggap remeh.
Meski demikian, Yi Min juga mengetahui bahwa sejak dahulu Juan Ha tidak pernah benar-benar menyukainya. Mereka pernah bertemu dalam beberapa kesempatan sebelumnya. Setiap kali itu pula, pria tersebut selalu memiliki pendapat berbeda mengenai metode pengobatan yang digunakan Yi Min. Kali ini, ia kembali mengajukan keraguan di hadapan banyak orang.
Yi Min tidak langsung menjawab. Ia menatap Juan Ha dengan serius, mencoba memahami apakah pria itu benar-benar ingin memperoleh penjelasan atau sekadar ingin menunjukkan bahwa rencana pengobatannya tidak masuk akal.
Di sisi lain, Wang Zhou mulai merasa gelisah. Ia tahu betapa besar pengaruh seorang tabib terkenal seperti Juan Ha. Jika keraguan yang disampaikannya membuat para tamu kehilangan kepercayaan, tujuan pertemuan hari ini bisa berakhir sebelum pengobatan benar-benar dimulai.
Namun, Wang Zhou juga tidak bisa begitu saja menyela. Juan Ha tidak melontarkan hinaan atau melanggar aturan pertemuan. Ia hanya menyampaikan analisis yang berdasarkan pengetahuan umum dunia pengobatan, memang terdengar masuk akal.
Li Quong yang berdiri di samping neneknya tampak semakin kesal. Ia mengepalkan tangannya, berusaha menahan diri agar tidak langsung membantah pria tersebut.
Li Quong sangat mengenal kemampuan neneknya. Selama bertahun-tahun, Yi Min telah membantu banyak orang dengan keahlian pengobatannya. Sebelum menjadi tetua sekte, ia bahkan dikenal sebagai salah satu tabib terbaik di dunia persilatan.
Lebih dari itu, Li Quong sendiri pernah mengalami kerusakan dantian. Ia masih mengingat betapa putus asanya dirinya ketika mengetahui bahwa masa depannya sebagai seorang pendekar mungkin telah berakhir.
Namun, Boqin Changing berhasil memulihkan dantiannya. Pengalaman itu menjadi bukti nyata baginya bahwa dantian yang rusak bukanlah sesuatu yang mutlak tidak dapat disembuhkan.
Li Quong ingin sekali berdiri dan mengatakan semua itu kepada Juan Ha. Ia ingin menjelaskan bahwa metode pemulihan dantian memang mungkin dilakukan, bahkan jika orang-orang yang menguasai ilmu pengobatan belum memahami caranya.
Sayangnya, ia tidak bisa sembarangan mengungkapkan pengalaman tersebut. Pemulihan dantiannya dahulu merupakan urusan yang tidak diketahui banyak orang. Li Quong juga belum mendapat izin dari Boqin Changing untuk menceritakannya kepada pihak lain. Oleh karena itulah, ia hanya bisa menahan kekesalannya sambil menatap Juan Ha.
Sementara itu, perbincangan di dalam aula semakin ramai. Beberapa orang mulai mempertanyakan apakah pengobatan tersebut memiliki dasar yang cukup kuat. Ada pula yang berpendapat bahwa Yi Min seharusnya melakukan percobaan secara tertutup terlebih dahulu sebelum mengundang begitu banyak pihak. Tidak ada yang berani menyampaikan pendapat mereka terlalu keras, tetapi keraguan mulai menyebar di antara para tamu.
Yi Min tetap berdiri di depan meja. Wajahnya terlihat serius ketika mendengarkan berbagai komentar tersebut. Ia memahami bahwa keberhasilan pengobatan ini akan memengaruhi reputasinya. Namun, ia tidak pernah berniat mempertaruhkan nyawa pasien hanya demi membuktikan kemampuannya.
Metode yang akan digunakannya telah dipelajari dan dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Ia hanya perlu menjelaskan dasar yang bisa ia ungkapkan kepada orang-orang di hadapannya.
Akan tetapi, sebelum Yi Min sempat memberikan jawaban, sesuatu yang aneh tiba-tiba terjadi. Suasana aula yang ramai mendadak berubah.
Satu demi satu orang menghentikan percakapan mereka. Beberapa orang bahkan tanpa sadar menegakkan tubuh, sementara yang lain merasakan bulu kuduk mereka berdiri.
Perasaan yang sulit dijelaskan menyelimuti seluruh ruangan. Seolah-olah ada sesuatu yang sangat berbahaya sedang mendekat.
Tekanan itu tidak terlihat, tetapi setiap orang dapat merasakannya. Napas beberapa tamu tertahan. Bahkan para pendekar yang memiliki kultivasi cukup tinggi merasakan tubuh mereka menegang tanpa bisa mengendalikan reaksi tersebut.
Seseorang berbisik pelan.
"Apa... apa yang terjadi?"
Tidak ada yang menjawab.
Bahkan Juan Ha yang sebelumnya berbicara dengan tenang kini menutup mulutnya. Ia merasakan tekanan yang sama dan segera menyadari bahwa sumbernya bukanlah sesuatu yang bisa ia hadapi dengan mudah.
Saat itulah, suara pintu aula yang terbuka terdengar.
Kreeek...
Semua mata langsung tertuju ke arah pintu masuk.
Seorang pemuda melangkah masuk dengan santai. Penampilannya tidak terlihat mencolok. Ia mengenakan jubah sederhana, rambutnya tertata rapi, dan wajahnya tampak tenang seolah-olah sedang berjalan-jalan di halaman sekte.
Tidak ada senjata yang ia acungkan. Ia juga tidak menunjukkan sikap mengancam. Namun, kehadirannya saja sudah cukup untuk membuat puluhan tamu di dalam aula tidak berani mengucapkan sepatah kata pun.
Pemuda itu berjalan melewati barisan bangku. Langkahnya tidak terburu-buru, sementara pandangannya menyapu ruangan dengan santai. Tak seorang pun berani menghalangi jalannya. Beberapa orang yang mengetahui identitasnya langsung menundukkan kepala. Sementara itu, mereka yang belum mengenalnya hanya bisa menatap dengan perasaan tegang.
Pemuda tersebut terus berjalan hingga tiba di bagian paling depan aula. Ia berhenti di dekat meja panjang, lalu menarik sebuah kursi dan duduk dengan santai. Barulah setelah itu, ia mengangkat pandangan untuk menatap seluruh tamu yang diundang oleh Sekte Dua Pedang Petir.
Senyum tipis muncul di wajahnya.
"Tadi kudengar dari luar situasi di dalam aula sangat ramai. Karena itu, aku memutuskan untuk datang dan melihat sendiri apa yang sedang terjadi."
Tidak ada seorang pun yang menjawab.
Suasana aula benar-benar hening. Bahkan suara pergeseran kursi pun tidak terdengar.
Pemuda itu melirik Juan Ha sekilas, kemudian kembali memandang para tamu. Senyumnya sedikit melebar.
"Tenang saja. Aku datang bukan untuk mengganggu pertemuan kalian."
Ia menyandarkan punggungnya ke kursi, lalu melanjutkan dengan nada santai.
"Aku datang dalam kapasitas sebagai Tetua Keempat Sekte Dua Pedang Petir."
Pemuda yang baru datang itu tidak lain adalah Boqin Changing.
Bagi sebagian besar tamu yang hadir, kehadiran orang itu saja sudah cukup membuat jantung mereka berdebar. Tetua Keempat Sekte Dua Pedang Petir, sosok yang juga dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia.
Kini, orang yang memiliki reputasi sedemikian besar itu duduk tepat di hadapan mereka, dengan senyum tenang yang membuat tidak seorang pun berani berbicara sembarangan.