NovelToon NovelToon
LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

Status: tamat
Genre:Anak Genius / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:170.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Lula, bocah 5 tahun yang hidup luntang-lantung di kerasnya jalanan Jakarta, mendadak jadi putri bungsu kesayangan keluarga konglomerat Ayodhya setelah kekuatan supernya menyelamatkan nyawa sang istri CEO. Kini, dengan kemampuannya berbicara dengan hewan dan melihat kabut nasib buruk, Lula bukan cuma jadi jimat penyelamat Grup Lentera, tapi juga pusat dunia bagi empat kakak laki-lakinya yang kelewat protektif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Angin siang bertiup pelan membawa aroma bunga melati dari halaman belakang keluarga Ayodhya.

Lula sedang duduk di tepi kolam ikan koi yang sangat jernih.

Plop! Plop!

Beberapa ikan koi besar berwarna jingga muncul ke permukaan air.

"Anak kecil, kau siapa? Kau bau susu."

Lula tertawa pelan mendengar ucapan seekor ikan koi yang paling besar.

"Namaku Lula, aku baru selesai minum susu tiga gelas besar," jawab Lula di dalam hati.

"Lula sekarang tinggal di sini."

"Oh, pantas saja nyonya besar menyuruh pelayan memotong rumput lebih rapi."

Ikan koi itu mengibaskan ekornya dan menyelam kembali.

Lula merasa sangat bahagia karena semua hewan dan tumbuhan di rumah ini sangat ramah.

Dia tidak perlu lagi mencari makanan di tempat sampah atau tidur kedinginan.

Tap tap tap.

Suara langkah kaki terdengar mendekat dari arah pintu kaca yang menghubungkan taman dengan ruang tengah.

Lula menoleh dan melihat seorang pemuda tampan memakai kacamata berbingkai tipis.

Pemuda itu memakai kemeja biru muda yang rapi dan menenteng beberapa buku tebal.

Dia adalah Bastian Ayodhya, putra kedua keluarga ini yang sedang menempuh pendidikan dokter.

Bastian menghentikan langkahnya dan memicingkan mata melihat anak kecil di pinggir kolam.

"Sedang apa kau di dekat kolam sendirian?" tanya Bastian dengan nada datar.

"Awas jatuh, airnya cukup dalam untuk menenggelamkan anak balita sepertimu."

Lula segera berdiri dan merapikan gaun piyamanya.

"Lula cuma sedang mengobrol dengan ikan besar, Paman kacamata."

Alis Bastian berkerut mendengar panggilan itu.

Dia meletakkan buku-bukunya di atas meja taman dan berjalan mendekati Lula.

"Paman kacamata? Umurku baru dua puluh satu tahun, jangan panggil aku paman."

Bastian berjongkok untuk menyamakan tinggi badannya dengan Lula.

Mata Bastian yang tajam langsung memindai tubuh Lula dari atas ke bawah.

Naluri medisnya bekerja dengan sangat cepat.

"Berat badanmu berada di bawah batas normal, lingkar lenganmu terlalu kecil."

"Rambutmu juga sedikit kusam, kau pasti kekurangan gizi parah."

Lula hanya mengerjap bingung mendengar kata-kata panjang yang tidak dia mengerti.

"Gizi itu apa? Makanan yang enak ya?" tanya Lula polos.

Bastian menghela nafas panjang.

Dia merogoh saku kemejanya dan mengeluarkan sebuah stetoskop kecil.

"Kemarilah, biar kuperiksa detak jantungmu," perintah Bastian.

Lula maju selangkah tanpa rasa takut karena pria ini mengingatkannya pada dokter baik hati di panti asuhan dulu.

Bastian menempelkan ujung stetoskop ke dada Lula.

Matanya membesar saat mendengar detak jantung anak ini berdetak sangat teratur dan kuat.

"Aneh sekali, secara fisik kau terlihat kurang gizi parah."

"Tapi organ dalammu berfungsi seolah kau adalah atlet yang sangat sehat."

Bastian menatap wajah Lula dengan penuh rasa penasaran.

"Sebenarnya kau ini anak siapa? Kenapa bisa ada di rumahku?"

"Lula ini anak Mama Arini dan Papa Baskoro," jawab Lula dengan senyum bangga.

Bastian hampir menjatuhkan stetoskopnya mendengar jawaban itu.

"Apa kau bilang? Anak Mama dan Papa?" Bastian berdiri dengan cepat dan mengusap wajahnya.

"Ini pasti ulah Papa lagi, sudah kubilang jangan bawa pulang anak anjing liar, sekarang malah bawa anak orang."

Bastian bergumam sendiri dengan raut wajah frustrasi.

"Lula bukan anak anjing liar, Lula anak manusia," protes Lula sambil menggembungkan pipinya.

Bastian menatap Lula dan membetulkan letak kacamatanya.

Brak!

Suara pintu depan yang dibuka dengan sangat kasar menggelegar sampai ke taman belakang.

"Mama! Cakra pulang! Hari ini Cakra mau makan ayam goreng!"

Suara teriakan yang sangat melengking dan berisik terdengar dari dalam rumah.

"Dewa juga mau ayam goreng, tapi jangan ayam murahan yang ada di kantin sekolah!"

Suara anak laki-laki lain yang sedikit lebih berat ikut menimpali.

Bastian memijat pangkal hidungnya yang tiba-tiba berdenyut nyeri.

"Dua monyet kecil itu sudah pulang rupanya," gumam Bastian kesal.

Dari balik pintu kaca, muncul dua orang remaja laki-laki yang masih memakai seragam sekolah.

Yang satu terlihat sangat ceria dengan rambut sedikit berantakan, itu adalah Cakra putra ketiga keluarga ini.

Sedangkan yang berjalan di belakangnya memiliki wajah yang sangat mirip namun dengan ekspresi ditekuk.

Itu adalah Dewa, si bungsu yang kini berstatus sebagai putra keempat.

Cakra yang sedang melompat-lompat riang tiba-tiba berhenti mendadak saat melihat ke arah taman.

Matanya membelalak lebar melihat seorang anak kecil perempuan sedang berdiri di dekat kolam bersama Bastian.

"Wah! Kak Bastian diam-diam sudah punya anak?!" teriak Cakra dengan heboh.

"Sejak kapan Kakak menikah? Kenapa Cakra tidak diundang?"

Plak!

Dewa memukul bagian belakang kepala Cakra dengan keras.

"Bodoh, Kak Bastian itu mahasiswa kedokteran yang sibuk belajar terus."

"Mana mungkin dia punya waktu membuat anak," omel Dewa dengan wajah garang.

Cakra mengusap kepalanya yang sakit dan meringis kesal.

"Lalu itu anak siapa, Dewa? Jangan-jangan itu anak hantu kolam koi?"

Bastian memutar bola matanya malas melihat kelakuan kedua adiknya.

"Kalian berdua bisakah diam sebentar? Kepalaku pusing mendengar teriakan kalian setiap hari."

Cakra berlari kecil mendekati Lula dan berjongkok di depannya.

Mata Cakra berbinar-binar melihat pipi Lula yang tembem dan matanya yang bulat hitam.

"Hei anak manis, kamu tersesat ya? Siapa namamu?" tanya Cakra dengan nada suara yang dibuat-buat seperti anak kecil.

Lula menatap pemuda berambut berantakan ini dengan bingung.

"Namaku Lula, Kakak berisik sekali seperti burung beo di taman panti asuhan," jawab Lula jujur.

Cakra tertawa terbahak-bahak mendengar ejekan polos itu.

"Wah, anak ini berani sekali mengejekku."

"Dewa, sini lihat, pipinya empuk sekali seperti mochi!" teriak Cakra sambil mencubit sebelah pipi Lula.

Lula meringis pelan karena cubitan itu sedikit sakit.

"Lepaskan, Kakak bau keringat," ucap Lula sambil mendorong tangan Cakra.

Dewa berjalan mendekat dengan tangan dimasukkan ke dalam saku celana abu-abunya.

Dia menatap Lula dari atas ke bawah dengan tatapan tidak suka.

"Dari pakaiannya, dia terlihat seperti anak jalanan yang dimandikan."

"Pasti Mama lagi-lagi sembarangan membawa orang asing masuk ke rumah," tebak Dewa dengan tepat.

Cakra tidak peduli dengan ucapan Dewa, dia malah mengangkat tubuh Lula tinggi-tinggi.

"Wuuu! Pesawat terbang tinggi!" seru Cakra sambil berputar-putar.

Lula menjerit kaget, tapi kemudian dia tertawa keras karena merasa seperti sedang terbang.

"Lagi Kak, terbang yang tinggi!" tawa Lula girang.

"Turunkan dia Cakra, tanganmu kotor habis memegang bola basket tadi!" bentak Dewa panik.

"Nanti bajunya yang bersih itu jadi kotor lagi!"

Cakra menurunkan Lula perlahan dan mencibir ke arah adiknya.

"Halah bilang saja kamu juga mau menggendongnya kan?" goda Cakra.

Wajah Dewa langsung memerah hingga ke telinga.

"Mana ada! Aku tidak suka anak kecil, mereka itu berisik dan merepotkan!" bantah Dewa sambil membuang muka.

"Ada keributan apa ini sore-sore begini?" Suara lembut Arini tiba-tiba terdengar dari arah ruang tengah.

Arini berjalan menghampiri keempat anak-anaknya di taman.

1
Novita Sari
hadir thor
Sri Wulandari
mereka orang² yg berpendidikan tp cara berpikirnya terlalu dangkal karna yg ada d pikiran mereka hanya bgmn cara mempertahankan status sosial & harta mereka
Sri Wulandari
waktu masih berjaya sj mengajari anaknya utk bersikap sombong & membulli teman sekelasnya skrng jatuh miskin memohon ampun... ternyata sikapmu benar² buruk Hermawan
kiyoe: heheh penyesalan datangnya belakangan kak 🤭
total 1 replies
Ita Xiaomi
Sport jantung Kepala Sekolah ama Bu Risa. Apalah Adrian nih pakai adegan tendang pintu pula.
Ita Xiaomi
Ndak sempat serangga nak gigit. Malah asyik diajak ngobrol ama Lula😁
Sri Wulandari
skrng qm merasakan gmn jd Lula...Manda d jauhi & g punya teman & skrng hanya Lula yg mau bicara & dekat sm qm sedangkan yg lainnya takut dekat² sm qm
Ita Xiaomi
Alhamdulillah ada Lula jd anggrek hitam ndak kesakitan lg😁
Sri Wulandari
klu qm terus diam g mau bicara sm teman sebangku mu yg ada qm akan terus d bulli sm mereka... sekali² qm harus melawan & bersikap tegas Lula... patuh sm kakakmu bkn berarti qm diam sj klu teman² mu terus bersikap buruk pd mu qm harus bs menjaga diri qm sendiri karna g selamanya kakak² mu akan sllu ada utk mu walaupun mereka mengirim pengawal bayangan tp ada area tertentu yg mn pengawal bayangan itu g sllu terus d dekat mu
Ita Xiaomi
Belikan aja boneka kelinci yg imut😁
Sri Wulandari
harusnya kalian sprti dulu melindungi Lula tanpa harus menyakiti atau mengekangnya karna justru pertengkaran kalian memberikan celah sm orang² yg membenci klrg kalian terutama lawan bisnis klrg Ayodya...
bersikap bijaklah Andrian apalagi qm kakak yg paling tua harusnya qm yg lebih bs menjadi contoh yg baik utk adik² mu bkn mlh membuat permusuh dg mereka hanya gara² beda pendapat & cara pandang dlm menjaga Lula adik kecil kalian
Sri Wulandari
biasanya anak SD pertama kali msk sklh d antar orang tuanya tp Lula d antar sm kakak² protektif nya😃
Sri Wulandari
knp g pkai bros sj d sematkan d baju yg d kasih alat pelacak sprti pin dulu waktu TK lagian Lula jg sdh pkai jam tangan dr Dewa yg ada tombol darurat nya
Sri Wulandari
itu yg d namakan kasih sayang yg sesungguhnya harta & kekayaan terbesar sebuah klrg🤗😍😍😍
Sri Wulandari
Ternyata papa Baskoro yg menyimpan rapi barang² putranya....mngkin barang² itu sangat special utk k 4 putranya makanya d simpan baik² sm papa Baskoro
Sri Wulandari
kak Andrian mmng yg paling gercep klu soal Lula... dia sllu bs mencari celah k 3 saudaranya ketika berdebat soal adik kecil mereka 🤗
Sri Wulandari
tentu sj Lula adalah harta Karun paling berharga karna kehadirannya rumah klrg Ayodya yg biasanya dingin & cuek dg ego & urusan masing-masing skrng menjadi hangat sejak kehadiran adik kecil mereka dg perdebatan² kecil yg lucu tp penuh kasih sayang itu...

bahagia sllu smua 😍😍😍🥰🥰🥰🥰🥰💐🎆


😍😍😍😍
Sri Wulandari
adik kalian k tiduran d gudang karna bosan 🤗
Sri Wulandari
demi menjaga senyum Lula klrg Ayodya g perduli brp banyak uang yg hrs mereka keluarkan 😜
kiyoe: hehehe uang bukan hal yang sepele buat keluarga Ayodya kak
total 1 replies
Sri Wulandari
jd guru koq pkai riasan tebal saat mengajar memangnya mau kondangan 😜🤭
Sri Wulandari
eehm....tentu sj itu kue terenak d dunia karna kue itu d buat dg banyak cinta & kasih sayang oleh kakak²mu & mama Arini😍😍🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!