Setelah 8 tahun, Dara bertemu lagi dengan Luth, mantan pacarnya saat SMA yang dulu koma karenanya. Bukan hanya fisik sang mantan yang berubah jadi tampan, tapi ternyata, Luth juga tak mengenalinya.
"Kamu benar-benar tidak mengenaliku?" Dara menatap tak percaya.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Luth terlihat bingung.
Dara semakin merasa bersalah, karena kemungkinan Luth hilang ingatan karena benturan keras yang sampai membuat dia koma 8 tahun lalu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
Hening.
Dara menunduk sambil meremat celana. Pertanyaan itu sebenarnya gampang sekali ia jawab, tinggal bilang iya, tapi masalahnya...ia terlalu gengsi untuk mengakui.
"Iya kan, Ra?" Luth terus mendesak. "Kamu masih mencintaiku?"
Dara menarik nafas dalam lalu membuangnya kasar. Ia mengangkat wajah. Dan dengan tenang berkata,
"Iya."
Bibirnya Luth seketika menyunggingkan senyuman. Ada sesuatu di dalam dada yang tak bisa ia sanggah, ia bahagia mendengar itu.
"Jadi..."
"Tapi bukan berarti aku mau balikan."
Senyum yang baru mengembang itu seketika lenyap. Kening Luth mengernyit. Ia seolah baru saja kena prank.
"Kamu masih baru banget putus, dan aku bukan tempat untuk dijadikan pelarian."
Luth menggeleng cepat. "Gak seperti itu, Ra. Gak ada yang jadiin kamu pelarian. Aku cinta sama kamu."
Dara tersenyum simpul mendengar itu. "Baru beberapa hari kamu putus dengan Valerie, dan sekarang, kamu bilang cinta sama aku? Apa kamu emang semudah itu move on? Dan lagi...soal diary yang kamu bicarakan tadi. Kamu yakin, gak ada rasa marah sama aku? Yakin, kamu masih mau dengan orang yang telah berkali-kali nyakitin kamu?"
Sialan! Dia cukup pintar juga, Luth bicara dalam hati. Ah, tapi ia tak boleh kalah pintar. Dara mencintainya, itu kuncinya.
"Kamu benar, aku baru putus. Tapi...sejak aku ketemu kamu, aku jatuh cinta lagi sama kamu. Aku mencoba untuk mengingatkan diriku sendiri jika aku punya Valerie, tapi rasa itu tetap tumbuh untuk kamu. Aku juga berusaha untuk membenci kamu, tapi aku aku gak bisa." Luth menggeleng pelan. "Rasa cintaku, mengalahkan rasa benciku. Aku gak bisa benci kamu, meski tahu kamu sudah berkali-kali menyakitiku." Ia tersenyum getir. "Mungkin benar kata kamu, aku masih sama seperti yang dulu. Aku bodoh, aku bucin kalau jatuh cinta."
Dara mulai goyah, hatinya yang tadi kekeh tak ingin balikan, sekarang malah merasa Luth terlalu baik padanya. Haruskah ia melewatkan laki-laki sebaik Luth, yang meski sudah ia sakiti, masih saja mencintainya.
"Sekali lagi, kamu bukan pelarian, Ra. Aku sadar, cintaku padamu jauh lebih besar dari cintaku pada Valerie. Aku memang sakit hati saat tahu Valerie selingkuh, tapi rasa sakit itu, tak seberapa besar, masih jauh lebih besar rasa sakit dan marahku saat tahu kamu dilecehkan. Selain itu, aku juga merindukanmu setelah kamu pergi. Sangat merindukanmu."
Dara hanya diam, mendengarkan semua yang Luth katakan.
"Tapi, aku gak bakal maksa kalau kamu gak mau. Ah, sepertinya ini ke 6 kalinya aku ditolak." Luth tertawa getir. Ia menarik nafas dalam lalu menghembuskan dengan cepat. "Kukira setelah aku gak gendut lagi, kamu bakalan terima aku, tapi ternyata..."
"Ini bukan masalah gendut atau tidak. Tapi kamu baru saja putus dari Valerie. Sedikit aneh aja, seseorang yang baru putus, tiba-tiba ngajak wanita lain jadian."
Luth merutuki dirinya sendiri dalam hati. Sepertinya ia salah langkah.
"Ini bukan masalah baru putus atau enggak. Tapi aku jadian dengan Valerie saat amnesia. Dan saat ingat kamu, wanita yang dulu pernah sangat aku cintai, rasa itu kembali, Ra. Aku kembali jatuh cinta padamu."
Dara juga mencintai Luth, tapi ia masih ragu untuk balikan.
"Oh iya. Kamu masih ingat gak, kalau seharusnya, minggu depan kita ada jadwal kerja ke Surabaya. Aku belum ada sekretaris baru, bisa gak, kamu nemenin aku ke Surabaya? Jika kamu mau, aku anggap kamu sudah menyelesaikan 1 bulan masa kerja terakhir, jadi tak perlu bayar penalti."
"Benarkah?" Dara merasa itu adalah penawaran yang bagus, matanya berbinar. Ia memperkirakan penaltynya sekitar 20 juta. Kalau memang iya tak perlu bayar, lumayan juga.
Luth mengangguk. "Aku butuh kamu, Ra. Aku harap, kamu bersedia kali ini."
...----------------...
Keluarga Dara terkejut saat gadis itu meminta izin untuk pergi ke Surabaya selama beberapa hari demi urusan pekerjaan.
"Bukannya kamu udah resign?" tanya Mami Nisa, mengerutkan kening.
"E... ini terakhir kalinya, Mi. Soalnya, Dara masih punya tanggungan pekerjaan yang belum selesai. Dara juga nggak enak kalau harus melepas tanggung jawab begitu aja, apalagi Luth belum mendapatkan sekretaris baru."
Mami Nisa dan Papi saling bertatapan. Ada keraguan yang sama di mata keduanya.
tapi ya gitu memastikan apa Dara cinta sama Luth saat ini ketika penampilan nya berbeda di banding ketika SMA ternya Anya gayung bersambut,,,maka. dari itu
Luth mengejar Mu. dan ya sedikit bikin ulah 🤣peran pembantu nya Valeri Bia,,makanya Luth percaya kalau ada Diego karena Luth sudah melihat sebelumnya,,,kayanya satpam dan pegawai hotel yang. membantu. Diego keluar sedangkan Luth sibuk meredakan ketakutan Dara,,,,ya sudah Luth ngaku saja
kalau Luth sudah ingat. sudah. keceplosan
🤭🤭 up lupa Luth bilang Diego 🤣🤣🤣🤣