NovelToon NovelToon
Suami Instanku Ternyata CEO Yang Ku Benci

Suami Instanku Ternyata CEO Yang Ku Benci

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: fikafiky

Pernikahan impian yang dibayangkan Naya berubah menjadi takdir nekad saat ia terpaksa naik ke pelaminan, menggantikan sang kakak yang kabur tepat sehari sebelum akad. demi menyelamatkan kehormatan keluarganya, Naya pasrah mengikat janji suci dengan pria asing yang bahkan tak pernah ia bayangkan.

Namun, kejutan sebenarnya baru dimulai saat tirai malam pertama tersingkap. Pria yang kini sah menjadi suaminya adalah Raka Mahendra—CEO dingin dan arogan yang pernah memanjatkan penderitaan di hidup Naya dengan memecatnya secara sesepihak di depan umum. Pernikahan atas dasar kesepakatan enam bulan pun dimulai dengan kebencian yang masih membakar dada.

Di tengah perang dingin satu atap, benteng pertahanan Raka perlahan runtuh. Sikap ketusnya berganti perhatian samar yang membuat hati Naya berdesir.
Bagaimana keseruan rumah tangga instan yang mereka jalani ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fikafiky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akad yang Tak Diinginkan

Suara derit pintu kayu tua di kamar belakang ruang rias gedung serbaguna itu terdengar bagai dentang lonceng kematian bagi Naya.

"Naya, kamu sudah siap ?" suara seseorang begitu pintu terbuka

Ia masih terduduk kaku di depan cermin berdebu, menatap pantulan dirinya sendiri yang terbalut gaun pengantin berbahan brokat putih mewah, gaun yang jelas-jelas bukan ukuran tubuhnya. Baju itu sedikit kebesaran di bagian bahu, menuntut jarum pentul di sana-sini agar tidak melorot.

"Naya! Berdiri! Jangan cuma melamun seperti patung!"

Teriakan melengking itu datang dari Bu Maya, ibu tirinya, yang sejak satu jam lalu berkeringat dingin dengan wajah sepucat kapas. Napas wanita setengah baya itu tersengah-sengah, kedua tangannya bergetar hebat saat mencoba memasangkan riasan kain penutup kepala (veil) ke atas sanggul Naya secara terburu-buru.

"Bu ... Naya tidak mau," bisik Naya. Suaranya serak, tertahan di tenggorokan yang terasa sangat kering. "Ini gila, Bu. Ini gaun Mbak Kania. Pernikahan ini punya Mbak Kania! Kenapa harus Naya yang naik ke pelaminan?"

"Kamu pikir Ibu mau kamu yang menikah?!" bentak Bu Maya sambil mencengkeram kedua bahu Naya secara kasar, memaksa gadis itu untuk menatap matanya melalui cermin. "Mbakmu itu tolol! Dia kabur jam lima subuh tadi sama mantan pacarnya yang tidak punya masa depan itu! Dia meninggalkan surat konyol dan mematikan semua ponselnya!"

"Kalau Mbak Kania kabur, ya batalkan pernikahannya, Bu! Jelaskan baik-baik pada keluarga pria!" balas Naya, mencoba membela diri. Air mata mulai menggenang di sudut matanya, mengancam akan merusak riasan tipis yang dipoles asal-asalan oleh perias gedung.

"Batalkan kamu bilang?!" Bu Maya tertawa sumbang, sebuah tawa histeris yang penuh kepanikan. "Kamu tahu siapa yang punya hajatan ini? Keluarga Mahendra! Pria yang mau menikahi Kania itu sudah melunasi biaya rumah sakit ayahmu bulan lalu, Naya! Ratusan juta! Mereka juga yang menanggung seluruh biaya gedung mewah ini. Kalau pernikahan ini batal karena pengantin wanitanya kabur, kita bakal dilaporkan atas tuduhan penipuan!"

Mendengar nama ayahnya disebut, dada Naya mendadak sesak. Ayahnya, satu-satunya orang yang paling mencintainya di dunia ini, saat ini sedang terbaring lemah di ruang perawatan pasca-stroke. Naya tahu persis betapa beratnya beban finansial yang menghimpit keluarga mereka.

Terlebih lagi, Naya baru saja dipecat secara tidak hormat dari pekerjaannya seminggu yang lalu. Ia tidak memiliki tabungan, tidak memiliki pekerjaan, dan tidak memiliki kekuasaan apa pun untuk membela dirinya sendiri saat ini.

"Kalau ayahmu tahu Kania kabur dan kita diseret ke kantor polisi hari ini, ayahmu bisa kena serangan jantung lagi dan mati, Naya! Kamu mau melihat ayahmu mati?!" ancam Bu Maya, menggunakan kartu As terakhirnya untuk menghancurkan pertahanan Naya.

Naya memejamkan mata erat-erat. Air matanya menetes satu titik, menembus lapisan bedak di pipinya. Kata-kata ibunya bagaikan pisau bermata dua yang menusuk tepat di jantungnya. Ia merasa terjebak di dalam labirin tanpa jalan keluar.

"Tapi ... bagaimana kalau pria itu tahu kalau Naya bukan Mbak Kania?" tanyanya pasrah, suaranya kini nyaris tak terdengar.

"Tidak akan!" potong Bu Maya cepat.

"Pernikahan ini perjodohan kilat antar orang tua. Pria itu sibuk luar biasa dan belum pernah bertemu Kania secara langsung. Mereka cuma pernah bertukar foto sepintas, dan wajahmu dengan Kania mirip kalau dipakaikan veil tebal begini.

Asal kamu diam, menurut, dan jangan buka penutup wajahmu sampai akad selesai, semuanya akan aman. Setelah akad, kita cari alasan lain!"

Naya hanya bisa menunduk, meremas kain gaun pengantin yang terasa semakin berat di tubuhnya. Ia ingin berlari, menolak semua kegilaan ini, tetapi bayangan ayahnya yang terbaring lemah membuat langkahnya seolah terpaku.

“Dengar, Naya! Kamu hanya perlu menjalani akad ini. Jangan mempermalukan keluarga!” desis Bu Maya sambil merapikan veil yang menutupi wajahnya.

Dengan tangan gemetar, Naya akhirnya berdiri. Ia tidak punya pilihan selain menuruti permintaan ibu tirinya.

Dari luar ruangan, suara pembawa acara terdengar memanggil pengantin wanita.

Naya menarik napas panjang. Hari ini, ia akan menikahi pria asing yang bahkan belum pernah ditemuinya.

Dua orang perias pengantin masuk dengan terburu-buru, menarik Naya berdiri dan merapikan ekor gaunnya yang menjuntai. Kain veil putih tebal yang melingkupi kepala Naya benar-benar menutupi separuh wajah atas dan matanya, menyisakan pandangan samar-samar yang agak buram dari balik jalinan benang renda.

"Pengantin wanita, ayo jalan. Pihak pria dan penghulu sudah menunggu di meja akad," panggil seorang panitia acara dari balik pintu.

Langkah kaki Naya terasa sangat berat, seolah-olah kedua pergelangan kakinya diikat oleh rantai besi seberat ton-an. Setiap jengkal langkah menuju aula utama gedung itu terasa seperti perjalanan menuju tiang gantungan.

Di sepanjang koridor, Naya hanya bisa menunduk, mendengarkan bisik-bisik tamu undangan yang memuji keindahan dekorasi bunga mawar putih dan aroma kemewahan yang menguar di seluruh ruangan.

Ketika ia sampai di depan area akad nikah, seorang pria bertubuh jangkung sudah duduk tegap di hadapan meja kayu berukir. Pria itu mengenakan setelan jas hitam buatan penjahit kelas atas yang sangat pas di bahunya yang lebar.

Dari belakang, posturnya memancarkan aura dominasi yang teramat kuat, dingin, kaku, dan tidak tersentuh.

Naya didudukkan di kursi sebelah kiri pria itu. Saat tubuh mereka berdekatan, Naya bisa merasakan keheningan mencekam yang mendadak melingkupi meja akad.

Pria di sampingnya sama sekali tidak menoleh. Ia tidak menyapa, tidak memandang, bahkan tidak menggerakkan kepalanya sedikit pun untuk melihat siapa wanita yang duduk di sampingnya. Pria itu tampak sangat acuh tak acuh, seolah acara pernikahan ini hanyalah sebuah rapat bisnis membosankan yang terpaksa ia hadiri di tengah jadwal sibuknya

Penghulu membetulkan letak kacamata dan mikrofofonnya, lalu mulai membacakan khotbah nikah. Naya tidak bisa berkonsentrasi pada kata-kata sang ustaz. Jantungnya berdetak begitu kencang di dalam rongga dadanya, bergemuruh bagaikan suara gempa bumi.

Tangan Naya yang saling bertaut di atas pangkuan gemetar tanpa henti.

"Baiklah, kita melangkah ke acara inti. Penyerahan wali dan ijab kabul," ucap penghulu.

Ayah Naya tidak bisa hadir karena kondisi fisiknya, sehingga posisi wali diwakilkan oleh paman dari pihak keluarga. Paman Naya menjabat tangan pria berjas hitam itu di atas meja.

"Saudara Raka Mahendra bin Surya Mahendra ..." suara paman Naya bergema melalui pengeras suara.

Naya mendadak membeku di tempatnya.

Raka Mahendra?

Nama itu memukul kesadaran Naya bagaikan hantaman petir di siang bolong. Matanya melotot di balik kain penutup wajahnya. Nama itu ... tidak mungkin.

Sebenarnya siapa yang akan menikahinya ??

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!