NovelToon NovelToon
AKULAH SANG PENGUASA JIWA

AKULAH SANG PENGUASA JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Xiao Yi pernah menjadi pembunuh yang ditakuti dunia. Namun sebuah konspirasi merenggut nyawanya.

Ketika membuka mata kembali, ia justru terbangun di Benua Yanlong, dalam tubuh seorang tuan muda lemah yang baru saja dikhianati tunangannya dan dibunuh sepupunya sendiri.

Semua orang menganggapnya sampah.
Mereka tidak tahu bahwa Xiao Yi yang dahulu telah mati.

Kini, di tubuh itu hidup seorang petarung yang terbiasa berjalan di antara darah dan kematian. Lebih mengejutkan lagi, Pedang Bingluan yang ikut menyebabkan kematiannya muncul kembali sebagai Jiwa Bela Diri misterius.

Dengan kehidupan kedua dan kekuatan yang seharusnya tidak dimilikinya, Xiao Yi hanya memiliki satu jawaban bagi mereka yang ingin menginjaknya lagi:

Jika dunia ini menghormati yang kuat, maka ia akan berdiri di puncaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Kekuatan Xiao Yi Terungkap

Taruhan antara Xiao Yi dan Xiao Ruohan sebenarnya sangat sederhana.

Xiao Yi harus membuktikan bahwa dirinya mampu merebut tempat di Gua Ziyun dengan kekuatannya sendiri.

Karena itu, setelah naik ke arena, lawan sebenarnya adalah para peserta Alam Penempaan Tubuh Tingkat Enam yang telah memperoleh kuota.

Namun sebelum menghadapi mereka, sebuah suara dingin tiba-tiba terdengar.

"Xiao Yi, kau belum memenuhi syarat untuk menantang mereka."

Sesosok pemuda melompat ke atas arena.

Tap!

Kakinya mendarat tepat beberapa langkah di depan Xiao Yi.

Orang itu adalah Xiao Xingyang.

Juara terkuat di antara peserta Alam Penempaan Tubuh Tingkat Lima.

Xiao Xingyang mengangkat dagunya.

"Kalau ingin menantang peserta Tingkat Enam, kalahkan aku terlebih dahulu."

Xiao Yi mengerutkan kening.

Namun beberapa saat kemudian, pandangannya bergerak menuju tempat para tetua berada.

Tetua Kesembilan ternyata berdiri tidak jauh dari Tetua Kelima.

Keduanya bahkan sempat bertukar pandang.

Seketika Xiao Yi memahami semuanya.

Jadi begitu.

Selain para peserta Tingkat Enam, sebenarnya ada dua tempat khusus untuk memasuki Gua Ziyun.

Satu milik Xiao Ruohan.

Satu lagi milik Xiao Yi sebagai Patriark Muda.

Dengan bakat dan kekuatannya, tempat Xiao Ruohan hampir mustahil dipersoalkan.

Namun tempat Xiao Yi berbeda.

Jika hari ini ia kalah dalam taruhan, tempat tersebut akan kosong.

Dan siapa yang paling mungkin mendapatkannya?

Tentu saja juara Tingkat Lima.

Xiao Xingyang.

Tak heran Tetua Kesembilan tiba-tiba berdiri di pihak Tetua Kelima.

Rupanya ada kepentingan di baliknya.

Mata Xiao Yi menyipit.

Rubah-rubah tua ini benar-benar tidak pernah berhenti membuat perhitungan.

Jika setengah bulan lalu ia memilih melepaskan posisi Patriark Muda, Tetua Kelima akan semakin mudah mengikis kedudukannya.

Jika ia menyerahkan tempat Gua Ziyun, Tetua Kesembilan akan mendapat keuntungan melalui Xiao Xingyang.

Dengan begitu, Tetua Kelima dapat memperoleh sekutu baru.

Apa pun pilihan Xiao Yi saat itu...

Semua telah diperhitungkan.

Sayangnya mereka salah memperhitungkan satu hal.

Xiao Yi sekarang bukan lagi Xiao Yi yang dulu.

"Kenapa?"

Suara Xiao Xingyang membuyarkan pikirannya.

"Kau takut?"

Senyumnya semakin mengejek.

"Tenang saja. Aku tidak akan membunuhmu."

Ia berhenti sebentar.

"Paling-paling membuatmu terbaring beberapa bulan."

Xiao Yi menatapnya datar.

"Kau banyak mulut."

"Apa katamu?"

"Kalau memang ingin bertarung, cepatlah."

Xiao Yi menggerakkan lehernya perlahan.

"Setelah mengalahkanmu, masih ada beberapa orang lagi yang harus kuurus."

Wajah Xiao Xingyang langsung menghitam.

Wasit segera melangkah maju.

"Karena Xiao Xingyang menantang dan Xiao Yi menerima, pertandingan dapat dimulai."

Tatapannya bergantian mengarah kepada keduanya.

"Ingat, ini turnamen sesama anggota klan."

"Dilarang membunuh."

Xiao Xingyang membungkuk.

"Dimengerti."

Namun saat menundukkan kepala, senyum dingin muncul di bibirnya.

Membunuh memang tidak boleh.

Tapi membuatmu cacat...

Itu berbeda.

Wasit mengangkat tangan.

"Mulai!"

Boom!

Xiao Xingyang langsung melepaskan Jiwa Bela Dirinya.

Bayangan Banteng Api Mengamuk muncul di belakang tubuhnya.

Api membungkus kedua lengannya.

Aura Alam Penempaan Tubuh Tingkat Lima meledak tanpa disembunyikan.

"Xiao Yi!"

"Terima pukulanku!"

Xiao Xingyang menerjang.

Tinju kanannya menghantam wajah Xiao Yi.

Beberapa anggota klan langsung berseru.

"Xiao Xingyang langsung menggunakan Jiwa Bela Diri!"

"Dia benar-benar tidak berniat memberi kesempatan!"

"Xiao Yi tamat!"

Tetua Kelima tersenyum tipis.

Xiao Ruohan juga menatap arena dengan dingin.

Namun—

Xiao Yi tidak bergerak.

Ia bahkan tidak mundur setengah langkah.

Saat tinju Xiao Xingyang hampir mengenai wajahnya, tangan kanan Xiao Yi terangkat.

Pak!

Tinju berhenti.

Seluruh arena seketika sunyi.

Mata Xiao Xingyang membesar.

Tangannya...

Ditahan.

Bukan dihindari.

Bukan dialihkan.

Melainkan dihentikan dari depan!

"Mustahil!"

Seseorang berteriak dari antara penonton.

"Xiao Xingyang berada di Tingkat Lima!"

"Bagaimana Xiao Yi bisa menahan pukulannya?"

Beberapa anggota klan yang memiliki kultivasi lebih tinggi segera menyadari sesuatu.

"Tunggu!"

"Aura Xiao Yi..."

"Dia juga Alam Penempaan Tubuh Tingkat Lima!"

Boom!

Kerumunan langsung gempar.

"Apa?!"

"Tingkat Lima?"

"Bukankah setengah bulan lalu dia masih berada di tingkat bawah?"

"Bagaimana mungkin?!"

Di tempat duduk para tetua, wajah Tetua Kelima berubah.

Xiao Ruohan bahkan berdiri tanpa sadar.

"Alam Penempaan Tubuh Tingkat Lima?"

Matanya menyipit.

"Mustahil."

Hanya dalam setengah bulan...

Bagaimana seseorang dapat meningkat secepat itu?

Di sisi lain, Xiao Zhong terpaku beberapa saat.

Kemudian wajahnya dipenuhi kegembiraan.

"Yi'er..."

Tangannya tanpa sadar mencengkeram sandaran kursi.

Krak!

Sudut batu pada sandaran itu langsung retak.

"Tingkat Lima!"

"Bagus!"

"Sangat bagus!"

Tidak ada seorang pun mengetahui betapa lega hatinya saat itu.

Selama bertahun-tahun, ia menyaksikan Xiao Yi dihina.

Disebut sampah.

Dipandang rendah.

Bahkan hampir seluruh Klan Xiao telah menyerah terhadapnya.

Namun sekarang...

Anak itu akhirnya berdiri di arena dengan kekuatannya sendiri.

Di atas panggung, wajah Xiao Xingyang memerah.

Ia menarik tangannya dengan paksa.

"Tingkat Lima lalu kenapa?!"

"Di tingkat yang sama, aku tidak pernah kalah!"

Ia kembali menerjang.

Kali ini jauh lebih cepat.

Namun di mata Xiao Yi...

Lambat.

Terlalu lambat.

Bahu bergerak terlebih dahulu.

Pinggang berputar terlalu lebar.

Titik berat tubuh bergeser.

Bahkan sebelum tinju dilepaskan, Xiao Yi sudah mengetahui arah serangannya.

"Begitu banyak celah."

Xiao Yi menggeser tubuh setengah langkah.

Whoosh!

Tinju Xiao Xingyang melewati pipinya.

Pada saat bersamaan, tangan Xiao Yi bergerak.

Tangkap.

Tarik.

Putar.

Gerakannya sederhana.

Namun tepat.

Tubuh Xiao Xingyang kehilangan keseimbangan.

"Apa—"

Belum sempat menyelesaikan ucapannya—

Bam!

Tubuhnya menghantam arena.

Debu beterbangan.

Semua terjadi hanya dalam sekejap.

Xiao Yi tidak berhenti.

Kakinya menginjak dada Xiao Xingyang.

Tubuh sedikit merendah.

Kedua tangannya berubah menjadi cakar.

Xingyiquan—Bentuk Harimau!

Satu cakar berhenti di depan tenggorokan.

Satu lagi mengarah tepat ke pelipis.

Gerakannya membuat Xiao Xingyang membeku.

Naluri tubuhnya berteriak.

Bahaya!

Jika kedua cakar itu benar-benar menghantam...

Ia bisa mati.

Xiao Yi menatapnya tanpa emosi.

"Jangan bergerak."

Suaranya pelan.

Namun Xiao Xingyang merasakan bulu kuduknya berdiri.

"Kalau bergerak..."

Tatapan Xiao Yi berubah dingin.

"...aku mungkin tidak sempat menarik tanganku."

Xiao Xingyang menelan ludah.

Ia benar-benar tidak berani bergerak.

Kerumunan kembali gempar.

"Satu gerakan?"

"Xiao Xingyang kalah hanya dalam satu gerakan?!"

"Bagaimana dia melakukannya?"

"Tadi Xiao Xingyang jelas lebih dulu menyerang!"

Beberapa kultivator generasi tua justru menunjukkan ekspresi serius.

Mereka dapat melihat sesuatu yang tidak dipahami generasi muda.

Xiao Yi tidak menang karena kekuatan.

Ia menang karena...

pengalaman bertarung.

Setiap gerakannya dilakukan pada waktu yang sempurna.

Tidak terlalu cepat.

Tidak terlambat.

Seolah-olah ia sudah mengetahui serangan Xiao Xingyang sejak awal.

Tetua Keempat menyipitkan mata.

"Gerakan yang sangat bersih."

Tetua Keenam mengangguk perlahan.

"Tidak ada satu gerakan pun yang sia-sia."

"Itu bukan kemampuan yang bisa diperoleh hanya dengan berlatih."

Xiao Zhong tidak mengatakan apa pun.

Namun tatapannya terhadap Xiao Yi semakin aneh.

Yi'er...

Apa sebenarnya yang terjadi padamu selama ini?

Xiao Yi menatap Xiao Xingyang yang masih berada di bawah kakinya.

"Ingat ini."

"Orang yang suka mempermalukan orang lain..."

"...harus siap dipermalukan."

Setelah mengatakan itu, Xiao Yi menarik kedua tangannya.

Lalu—

Bang!

Kakinya menendang.

"Aaargh!"

Xiao Xingyang terlempar keluar arena.

Bruk!

Tubuhnya menghantam tanah dengan posisi sangat memalukan.

Beberapa orang hampir tertawa.

Namun mengingat Tetua Kesembilan berada tidak jauh dari sana, mereka buru-buru menahan diri.

Xiao Xingyang sendiri menggertakkan gigi.

Wajahnya merah padam.

Ia kalah.

Bukan hanya kalah.

Ia dikalahkan dengan satu gerakan oleh orang yang selama bertahun-tahun disebut sampah Klan Xiao.

Di atas arena, Xiao Yi tidak lagi memandangnya.

Tatapannya beralih kepada peserta Tingkat Enam.

Kali ini...

Tidak seorang pun langsung mengejek.

Mereka bukan orang bodoh.

Meskipun Xiao Yi baru berada di Alam Penempaan Tubuh Tingkat Lima, kemampuan bertarung yang baru saja ditunjukkannya sudah jauh melampaui Tingkat Lima biasa.

Xiao Yi mengangkat tangan.

"Sudah kubuktikan."

"Sekarang..."

Tatapannya menyapu mereka satu demi satu.

"...siapa berikutnya?"

Tidak ada jawaban.

Wajah beberapa peserta berubah muram.

Mereka memang Tingkat Enam.

Satu tingkat lebih tinggi daripada Xiao Yi.

Namun entah mengapa, setelah melihat bagaimana Xiao Xingyang dikalahkan...

Tak seorang pun ingin menjadi orang pertama yang maju.

Di tempat duduk tetua, Xiao Ruohan menyipitkan mata.

Kemudian pandangannya diam-diam jatuh pada seorang pemuda.

Pemuda itu segera memahami maksudnya.

Ia berdiri.

Tap!

Sesosok tubuh melompat ke arena.

Tongkat panjang muncul di tangannya.

Api perlahan membungkus permukaannya.

Jiwa Bela Diri Tingkat Jingga—

Tongkat Api Berputar.

"Xiao Zimu!"

Kerumunan kembali bersemangat.

Berbeda dengan Xiao Xingyang.

Xiao Zimu adalah kultivator sejati Alam Penempaan Tubuh Tingkat Enam.

Bahkan di antara generasi muda Klan Xiao, kekuatannya mampu masuk lima besar.

Xiao Zimu memutar tongkatnya.

Whoosh! Whoosh!

Api membentuk lingkaran di udara.

Ujung tongkat kemudian menunjuk tepat ke dada Xiao Yi.

"Jangan kira mengalahkan Xiao Xingyang membuatmu hebat."

Xiao Zimu tersenyum dingin.

"Tingkat Lima tetaplah Tingkat Lima."

"Di hadapan Tingkat Enam..."

"Kau masih terlalu lemah."

Aura Tingkat Enam meledak dari tubuhnya.

Tekanan yang jauh lebih kuat dibandingkan Xiao Xingyang menyelimuti arena.

Xiao Yi merasakan tekanan tersebut.

Namun ekspresinya tidak berubah.

Sebaliknya...

Sudut bibirnya perlahan terangkat.

Akhirnya.

Seorang lawan yang sedikit lebih menarik.

Xiao Zimu mengangkat tiga jari.

"Tiga serangan."

"Dalam tiga serangan, aku akan membuatmu berlutut."

Xiao Yi melirik ketiga jarinya.

Lalu tersenyum.

"Tiga?"

Ia menggeleng perlahan.

"Terlalu banyak."

Ekspresi Xiao Zimu membeku.

Xiao Yi mengangkat satu jari.

"Satu."

"Untuk mengalahkanmu..."

"...satu serangan sudah cukup."

Wajah Xiao Zimu langsung berubah ganas.

"Kurang ajar!"

Boom!

Qi Sejati meledak.

Api pada Tongkat Api Berputar membesar.

Xiao Zimu menghentakkan kaki dan menerjang.

"Kalau begitu terima seranganku!"

Tongkat berapi menyapu udara.

Whoosh!

Gelombang panas menghantam wajah Xiao Yi.

Namun Xiao Yi tetap berdiri.

Matanya menyipit.

Tubuhnya perlahan merendah.

Untuk pertama kalinya sejak naik ke arena...

ia mengambil kuda-kuda serius.

......................

Bersambung…

1
Momu
👍👍👍
Momu
👍👍
Jojo Shua
🫡🤣
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
7
Jojo Shua
3🫡
Momu
👍👍
Ryyy
up trusthor🤭 semangat 💪💪💪💪
Ryyy
semangat thor💪
Adek Darmansyah
smngt trusss thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!