NovelToon NovelToon
The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Misteri
Popularitas:321
Nilai: 5
Nama Author: Bagas Hirmawan

Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.

Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.

Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.

**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 — Orang yang Menandatangani Kekosongan

Dua hari setelah pertemuannya dengan Gu Hengyuan, Gu Chenxiao menerima kabar bahwa catatan pemeriksaan susulan untuk pengiriman tiga peti telah ditemukan.

Dokumen itu tidak berada di penyimpanan pusat.

Ia terselip dalam kumpulan laporan bulanan bagian pengangkutan, terjepit di antara catatan kerusakan roda kereta dan penggantian perlengkapan gudang. Tidak ada nomor registrasi individual pada sampulnya. Hanya sebuah kode kelompok dan tanggal pemeriksaan.

Paman Fu meletakkannya di atas meja.

“Petugas arsip menemukannya ketika membandingkan laporan pengangkutan dengan daftar penerimaan. Dokumen ini belum pernah disebut dalam indeks utama.”

Gu Chenxiao tidak langsung membukanya.

“Apakah mereka membuat salinan?”

“Sudah. Saya meminta salinan disahkan oleh petugas yang menemukannya dan petugas yang bertanggung jawab atas penyimpanan.”

“Bagus. Bagaimana mereka menjelaskan mengapa dokumen ini berada di sana?”

“Mereka belum memberikan penjelasan. Menurut petugas arsip, laporan bulanan dahulu sering dikumpulkan berdasarkan jenis pekerjaan. Dokumen pendukung terkadang disimpan bersama laporan yang dianggap paling relevan.”

“Apakah prosedur itu diizinkan?”

“Untuk dokumen pendukung yang tidak memerlukan registrasi tersendiri, ada praktik semacam itu. Namun, hubungan dokumen dengan laporan induk tetap harus dapat ditelusuri.”

Gu Chenxiao membuka dokumen tersebut.

Halaman pertamanya berisi laporan singkat bahwa pengiriman arsip dari gedung lama ke penyimpanan pusat telah selesai. Pada halaman kedua terdapat catatan mengenai dua peti yang diterima, disertai tanda pengesahan petugas penyimpanan.

Halaman ketiga berbeda.

Di sana tercantum sebuah kalimat:

Selisih jumlah pada daftar pengangkutan telah disampaikan kepada petugas pengawas untuk diperiksa.

Tidak ada penjelasan mengenai hasil pemeriksaan.

Tidak ada nomor laporan lanjutan.

Hanya sebuah tanda tangan kecil di sudut kanan bawah.

Gu Chenxiao memiringkan dokumen agar cahaya lampu menerangi tinta yang mulai memudar.

Nama di bawah tanda tangan itu adalah Wei Cheng.

Petugas penerimaan yang namanya telah ditemukan sebelumnya.

“Paman Fu, cari catatan tugas Wei Cheng pada hari itu dan tiga hari setelahnya. Kita perlu mengetahui apakah ia masih menangani penerimaan arsip atau dipindahkan ke tugas lain.”

Paman Fu mengangguk.

“Apakah kita akhirnya akan menemui orang itu?”

“Mungkin. Tetapi bukan sebelum kita mengetahui apa yang sebenarnya ia periksa.”

Gu Chenxiao membaca kalimat tersebut sekali lagi.

Selisih jumlah telah disampaikan kepada petugas pengawas.

Itu berarti setidaknya seseorang menyadari bahwa angka dalam dua dokumen tidak cocok. Namun, kalimat tersebut tidak menjelaskan apakah petugas pengawas menerima laporan, melakukan pemeriksaan, atau hanya diberi tahu secara lisan.

Bisa jadi masalah itu diselesaikan melalui prosedur yang tidak tercatat pada dokumen ini.

Bisa jadi laporan lanjutannya disimpan di tempat lain.

Dan bisa jadi tidak pernah ada pemeriksaan lebih lanjut.

Tiga kemungkinan itu masih terbuka.

Tetapi satu hal telah berubah.

Sebelumnya, Gu Chenxiao hanya mengetahui bahwa tiga peti tercatat dikirim sementara dua peti tercatat diterima.

Sekarang ia mengetahui bahwa ketidaksesuaian tersebut pernah disadari oleh seseorang yang bertanggung jawab atas penerimaan.

Artinya, selisih itu tidak sepenuhnya tersembunyi di balik kekacauan arsip.

Seseorang telah melihatnya.

Pertanyaannya adalah apa yang terjadi sesudahnya.

Menjelang tengah hari, Paman Fu kembali dengan catatan tugas Wei Cheng.

Pada hari pengiriman, Wei Cheng bertugas menerima barang dari tiga kelompok pengangkutan. Dua pengiriman lainnya memiliki daftar yang lengkap. Tidak ditemukan perbedaan jumlah pada kedua pengiriman itu.

Tiga hari kemudian, ia dipindahkan sementara ke bagian pemeriksaan perlengkapan penyimpanan karena seorang petugas lain jatuh sakit.

Pemindahan itu berlangsung selama sebelas hari.

Setelah kembali, Wei Cheng tidak lagi bertanggung jawab atas penerimaan arsip secara langsung. Ia ditugaskan memeriksa kondisi fisik dokumen dan perlengkapan penyimpanan.

Tidak ada catatan hukuman.

Tidak ada laporan pelanggaran.

Tidak ada keterangan bahwa pemindahannya berkaitan dengan selisih tiga peti.

Gu Chenxiao membaca catatan tersebut.

“Apakah perpindahan tugas itu merupakan hal biasa?”

“Ya. Pada masa itu, petugas administrasi sering dipindahkan sementara jika ada kekurangan tenaga.”

“Apakah ada permintaan khusus yang mendahului pemindahan Wei Cheng?”

“Belum ditemukan.”

“Kalau begitu, jangan menganggap pemindahan tugasnya berkaitan dengan perkara ini.”

Paman Fu mengangguk.

“Namun, laporan pemeriksaannya tetap tidak memiliki tindak lanjut.”

“Benar. Kita akan mencari laporan itu.”

Gu Chenxiao mengambil selembar kertas dan menulis nama tiga pejabat yang bertanggung jawab atas pengangkutan serta penerimaan pada hari tersebut. Ia tidak menuliskan nama Gu Hengyuan di daftar itu. Tetua tersebut mengesahkan instruksi penataan arsip, tetapi belum ada bukti bahwa ia mengawasi pengiriman secara langsung.

Setelah selesai, ia menatap Paman Fu.

“Cari catatan tugas petugas pengawas pengangkutan, petugas pengawas penerimaan, dan pejabat yang menerima laporan selisih. Jangan menganggap mereka satu orang hanya karena gelar jabatannya terdengar mirip.”

“Bagaimana jika laporan itu tidak pernah didaftarkan?”

“Periksa buku surat masuk, laporan harian, dan catatan pergantian tugas. Jika ketiganya tidak menunjukkan apa pun, kita akan tahu bahwa jalur administrasi yang biasa tidak meninggalkan jejak yang dapat ditemukan.”

“Apakah itu cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran?”

“Tidak.”

Gu Chenxiao tersenyum tipis.

“Namun, itu cukup untuk menentukan pertanyaan berikutnya.”

Sore harinya, sebuah surat resmi datang dari bagian administrasi pusat.

Surat tersebut menjawab permintaan Gu Chenxiao mengenai daftar kelompok penerimaan. Menurut catatan mereka, daftar kelompok untuk pengiriman tiga peti tidak ditemukan dalam kumpulan arsip yang tersedia.

Akan tetapi, surat itu juga menyertakan satu informasi tambahan.

Pada hari yang sama, bagian penyimpanan menerima sebuah peti dokumen dari kelompok administrasi wilayah barat. Peti tersebut tidak tercantum dalam daftar pengangkutan tiga peti, tetapi dicatat sebagai pengiriman terpisah.

Jumlah peti yang diterima tetap satu.

Nomor registrasinya berbeda.

Deskripsinya hanya berbunyi: Dokumen pendukung wilayah barat.

Gu Chenxiao membaca surat itu perlahan.

Paman Fu yang berdiri di sampingnya ikut melihat.

“Apakah mungkin itu peti ketiga?”

“Mungkin.”

“Jika demikian, berarti peti itu tidak hilang.”

“Belum tentu.”

Gu Chenxiao meletakkan surat tersebut di samping catatan penerimaan.

“Peti yang diterima pada hari yang sama tidak otomatis merupakan peti yang sama dengan peti yang tercatat hilang. Kita perlu membandingkan waktu kedatangan, petugas pengangkut, dan identitas kelompok pengirim.”

Ia menunjuk nomor registrasi yang berbeda.

“Selain itu, deskripsi ‘dokumen pendukung wilayah barat’ terlalu umum untuk mengidentifikasi isinya. Peti itu bisa berisi lampiran pemeriksaan aset, tetapi bisa juga berisi dokumen lain.”

Paman Fu mengangguk.

“Jadi, kita perlu mencari catatan pengiriman terpisah.”

“Benar. Dan periksa apakah peti tersebut memiliki daftar isi.”

Gu Chenxiao berhenti sebentar.

“Jika daftar isinya ada, jangan langsung meminta petinya dibuka. Kita belum tahu apakah dokumen di dalamnya masih tersimpan di tempat yang sama.”

“Jika peti itu telah dibongkar?”

“Kita telusuri catatan pembongkarannya.”

Ia mengembalikan surat tersebut kepada Paman Fu.

“Jangan mencari benda berdasarkan harapan kita. Cari identitas benda itu terlebih dahulu.”

Paman Fu membungkuk dan pergi.

Gu Chenxiao kembali menatap kedua dokumen yang kini terletak berdampingan.

Tiga peti dikirim melalui satu pengangkutan.

Dua peti diterima melalui jalur itu.

Sebuah peti lain diterima secara terpisah pada hari yang sama.

Kesamaan tanggal membuat peti terpisah itu menarik, tetapi belum cukup untuk menghubungkannya dengan selisih sebelumnya.

Jika kedua pengiriman tersebut berkaitan, maka mungkin peti ketiga dipisahkan dari kelompok awal.

Jika tidak, keduanya hanya kebetulan terjadi pada hari yang sama.

Gu Chenxiao tidak menyukai kebetulan yang belum diperiksa.

Namun, ia juga tidak menganggap semua kebetulan sebagai bukti adanya rencana.

Ia menyukai perbedaan antara kedua sikap itu.

Yang pertama membuka kemungkinan.

Yang kedua menciptakan khayalan.

Keesokan paginya, hasil pencarian terhadap pengiriman terpisah tiba.

Peti tersebut dikirim menggunakan kereta administrasi yang berbeda dari pengangkutan tiga peti. Pengirimnya tercatat sebagai kelompok penataan arsip wilayah barat, sementara penerimanya adalah petugas penyimpanan pusat yang berbeda dari Wei Cheng.

Pengiriman berlangsung pada sore hari, beberapa jam setelah dua peti pertama diterima.

Tidak ada catatan tentang keterlambatan.

Tidak ada laporan kerusakan.

Daftar isinya tidak ditemukan.

Namun, buku registrasi penyimpanan mencatat bahwa peti itu dibongkar empat hari kemudian.

Barang-barang di dalamnya dipindahkan ke beberapa rak arsip berdasarkan kategori baru.

Tidak ada nomor rak yang tercantum pada salinan daftar pembongkaran.

Hanya terdapat tiga tanda pengesahan.

Satu dari petugas pembongkaran.

Satu dari petugas pencatatan.

Satu dari pengawas penyimpanan.

Gu Chenxiao memeriksa nama-nama tersebut.

Petugas pembongkaran masih bekerja di keluarga Gu, tetapi kini bertugas di gudang perlengkapan.

Petugas pencatatan telah meninggal lima tahun lalu.

Pengawas penyimpanan masih aktif dan bertugas di bagian administrasi pusat.

Namanya Zhou Shiming.

“Paman Fu, periksa catatan pekerjaan Zhou Shiming selama masa pembaruan sistem. Cari tahu apakah ia terlibat dalam pembongkaran peti lain pada hari yang sama.”

“Apakah kita perlu meminta daftar isi dari peti tersebut?”

“Ya. Tetapi ajukan permintaan sebagai bagian dari pencocokan inventaris, bukan sebagai pemeriksaan khusus terhadap gudang nomor tujuh.”

“Apakah itu tidak akan membuat bagian administrasi curiga?”

“Permintaan pencocokan inventaris merupakan hal biasa. Jika mereka menganggapnya mencurigakan, kita perlu mengetahui alasannya. Namun, kita tidak akan mengubah permintaan resmi hanya untuk menguji reaksi mereka.”

Paman Fu mengangguk.

Gu Chenxiao tidak bermaksud menjadikan setiap pegawai sebagai bidak dalam permainan psikologis.

Permainan semacam itu hanya berguna jika ia memiliki sesuatu yang konkret untuk diuji. Tanpa dasar, ia akan menghabiskan waktu memaknai tatapan, jeda bicara, dan keputusan administratif yang mungkin tidak memiliki arti apa pun.

Ia lebih menyukai pertanyaan yang memiliki jawaban terukur.

Apakah daftar isi pernah dibuat?

Apakah dokumen tersebut masih dapat ditelusuri?

Apakah nomor registrasi lama memiliki padanan dalam sistem baru?

Jika jawabannya tidak, ia akan mencari tahu mengapa.

Jika jawabannya ya, ia akan mengikuti jejaknya.

Sederhana.

Tidak mudah, tetapi sederhana.

Pada sore hari, Gu Chenxiao mendapat kunjungan dari Gu Mingyuan.

Sepupunya itu datang tanpa pemberitahuan, ditemani dua anggota muda keluarga Gu. Sikapnya tetap angkuh seperti biasa, tetapi kali ini ia tidak langsung melontarkan ejekan mengenai kemampuan bertarung Gu Chenxiao.

Ia justru memandang tumpukan dokumen di atas meja.

“Kudengar kau sekarang sibuk mengurus gudang tua.”

Gu Chenxiao bahkan tidak mengangkat kepala.

“Kabar itu beredar cepat.”

“Orang-orang membicarakanmu. Pewaris keluarga Gu yang seharusnya berlatih demi ujian generasi muda malah menghabiskan waktu membaca arsip.”

“Dan kau datang untuk memastikan apakah kabar itu benar?”

Gu Mingyuan menyipitkan mata.

“Aku hanya ingin tahu apa yang sebenarnya kau cari.”

Gu Chenxiao akhirnya mengangkat wajah.

“Jika kau tahu apa yang kucari, apakah kau akan membantuku?”

“Belum tentu.”

“Kalau begitu, kita memiliki kepentingan yang sama. Aku juga belum tentu ingin memberitahumu.”

Salah satu anggota muda yang mendampingi Gu Mingyuan menahan senyum. Gu Mingyuan meliriknya, dan pemuda itu segera kembali memasang wajah serius.

“Aku dengar beberapa tetua tidak menyukai perubahan prosedur yang kau usulkan,” kata Gu Mingyuan.

“Perubahan apa?”

“Pencatatan tambahan untuk pemindahan arsip tanpa nomor individual.”

Gu Chenxiao mengamati sepupunya.

Aturan itu telah diumumkan melalui jalur resmi, tetapi ia tidak menyebarkan rincian mengenai penyelidikan gudang nomor tujuh. Gu Mingyuan mungkin mendengar keluhan dari bagian administrasi, atau sekadar mencoba memancing informasi.

“Apakah menurutmu prosedur itu tidak diperlukan?” tanya Gu Chenxiao.

“Aku tidak mengatakan demikian. Aku hanya berpikir kau mungkin sedang membuat beberapa orang merasa tidak nyaman.”

“Pekerjaan administrasi memang terkadang tidak nyaman.”

Gu Mingyuan tertawa pendek.

“Kau berubah, Chenxiao. Dahulu kau tidak tertarik pada hal-hal semacam ini.”

“Orang berubah ketika menemukan sesuatu yang layak diperhatikan.”

“Dan apa yang kau temukan?”

Gu Chenxiao menutup salah satu berkas.

“Bahwa banyak orang suka membicarakan dokumen yang belum pernah mereka baca.”

Kali ini, salah satu pendamping Gu Mingyuan benar-benar tersenyum. Gu Mingyuan sendiri tidak ikut tertawa.

Ia menatap Gu Chenxiao lebih lama, seolah mencoba menentukan apakah sepupunya sedang mengejeknya atau hanya tidak tertarik melanjutkan percakapan.

“Baiklah,” katanya akhirnya. “Semoga kau menemukan apa yang kau cari.”

Ia berbalik dan meninggalkan ruangan bersama kedua pendampingnya.

Gu Chenxiao tidak memanggilnya kembali.

Setelah mereka pergi, ia memandang pintu yang tertutup.

Gu Mingyuan mengetahui bahwa beberapa tetua tidak menyukai perubahan prosedur. Informasi itu belum tentu penting, tetapi sumbernya patut diperiksa jika muncul kembali dalam konteks yang lebih konkret.

Ia tidak akan menganggap sepupunya terlibat hanya karena datang bertanya.

Ambisius bukan berarti bodoh.

Dan orang yang bodoh tidak selalu bersalah.

Gu Chenxiao mengambil buku catatannya, lalu menambahkan satu kalimat:

Jika seseorang membawa kabar, cari tahu dari mana kabar itu berasal sebelum menilai mengapa ia menyampaikannya.

Ia menutup buku tersebut.

Malam itu, Paman Fu membawa hasil awal dari permintaan daftar isi peti terpisah.

Bagian administrasi pusat tidak menemukan daftar isi aslinya. Namun, mereka menemukan sebuah indeks pembongkaran yang mencatat bahwa peti tersebut berisi dokumen dari empat kategori: laporan pemeliharaan, catatan pengangkutan, dokumen penataan aset, dan lampiran administrasi.

Jumlah dokumen pada masing-masing kategori tidak dicantumkan.

Di bagian bawah indeks terdapat nomor rak penyimpanan sementara.

Nomor itu masih digunakan sampai sekarang.

Gu Chenxiao membaca nomor tersebut.

“Apakah raknya pernah dipindahkan?”

“Belum diketahui,” jawab Paman Fu. “Catatan pembaruan gedung menyebutkan bahwa beberapa rak dipindahkan ketika lantai diperbaiki sepuluh bulan lalu. Namun, daftar itu tidak mencantumkan nomor individual setiap dokumen.”

“Apakah nomor rak ini termasuk di dalamnya?”

“Kami sedang memeriksa.”

Gu Chenxiao mengangguk.

Mereka kembali berada di titik yang sama: sebuah catatan lama, sebuah pemindahan, dan identitas benda yang tidak sepenuhnya terjaga.

Namun, kali ini ada satu perbedaan.

Ia memiliki lokasi penyimpanan yang dapat diperiksa.

Bukan dugaan tentang siapa yang menyentuh dokumen tersebut, melainkan sebuah nomor rak yang dapat dicocokkan dengan inventaris sekarang.

“Besok, minta izin untuk memeriksa rak itu bersama petugas arsip,” katanya. “Jangan memindahkan apa pun sebelum inventarisnya dicatat.”

“Bagaimana jika dokumen yang kita cari tidak ada?”

“Kita catat apa yang ada, lalu bandingkan dengan indeks pembongkaran.”

“Dan jika ada dokumen yang tidak memiliki nomor?”

Gu Chenxiao tersenyum tipis.

“Jangan langsung menyebutnya dokumen yang hilang. Catat deskripsi, ukuran, kategori, dan posisi penyimpanannya. Kita akan menentukan hubungannya setelah melihat catatan lain.”

Paman Fu membungkuk.

Setelah ia pergi, Gu Chenxiao mematikan lampu di sisi meja.

Penyelidikan itu belum menghasilkan nama pelaku. Ia bahkan belum dapat memastikan bahwa peti ketiga berkaitan dengan lampiran pemeriksaan aset wilayah barat.

Namun, satu per satu, jalur yang sebelumnya terputus mulai memperoleh bentuk.

Sebuah instruksi penataan.

Sebuah pengangkutan.

Sebuah penerimaan yang tidak cocok.

Sebuah laporan selisih.

Sebuah peti terpisah.

Dan sekarang, sebuah nomor rak.

Gu Chenxiao tidak tahu apa yang akan ditemukan esok hari.

Mungkin hanya dokumen pemeliharaan yang sudah usang.

Mungkin sekumpulan catatan yang tidak berkaitan dengan gudang nomor tujuh.

Atau mungkin sebuah lampiran yang selama delapan tahun tidak pernah tercatat dengan identitasnya sendiri.

Apa pun hasilnya, ia tidak akan menyebutnya kemenangan sebelum dapat menjelaskan seluruh jalurnya.

Sebab tujuan Gu Chenxiao bukan sekadar menemukan benda yang hilang.

Ia ingin mengetahui bagaimana sebuah benda dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain, melewati begitu banyak tangan, sementara catatan resmi tetap menyatakan bahwa semuanya telah berjalan sesuai prosedur.

Dan jika pada akhirnya ia menemukan seseorang yang sengaja memanfaatkan celah tersebut, ia tidak akan terburu-buru menghukumnya.

Orang yang mengetahui cara memanfaatkan kelemahan sistem mungkin lebih berharga jika dibiarkan menunjukkan seluruh kemampuannya.

Tentu saja, hanya selama manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Gu Chenxiao menutup pintu ruang kerja.

Besok, ia akan memeriksa rak itu.

Dan untuk pertama kalinya, ia tidak hanya akan membaca apa yang tertulis dalam arsip.

Ia akan membandingkan tulisan tersebut dengan benda-benda yang masih benar-benar ada.

1
Nanik S
Hadir... dan awal yang berbeda
ARTHUR
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!