Alicia Harold hanya ingin menikmati malam terakhirnya sebelum menjadi mahasiswa.
Namun karena terlalu bosan di acara keluarga, gadis barbar itu diam-diam mabuk dan berakhir jatuh ke dalam pelukan seorang pria dingin yang paling ingin ia hindari.
Bryan Bright, calon kakak iparnya dan dosen di Imperial College University.
Sejak malam itu, kehidupan Alicia berubah menjadi mimpi buruk. Dosen killer itu seperti bayangan yang tak pernah bisa lepas darinya. Alicia terus berontak, menghindar, dan menjaga batas.
Namun bagaimana jika tanpa sadar batas itu perlahan berubah menjadi perasaan?
"Amit amit, aku tidak mungkin suka si Bryan mulut harimau itu!" kesal Alicia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JDPDK Bab 9 - Ikut Ke Apartemen Ku
Bryan menarik nafasnya pelan agar bisa kembali tenang. Ia pun meninggalkan jendela dan kembali duduk di kursinya. Selama ini Bryan selalu mampu menangani semuanya dengan baik, entah untuk pekerjaannya sebagai dosen ataupun urusannya di perusahaan keluarga sebagai sang Presdir.
Bahkan di rumah pun ia menjadi seseorang yang selalu diandalkan.
Dan baru kali inilah ia bertemu dengan seorang wanita seperti Alicia. Gadis bar-bar yang tidak tahu aturan, pembohong dan hidup begitu liar. Di usianya yang masih kecil, Alicia sudah begitu banyak meminum alkohol.
Bryan geleng-geleng kepala sendiri, ia paling tak bisa melihat sesuatu yang bermasalah. Rasanya ingin memperbaiki semuanya.
Bryan kemudian mengambil ponselnya dan mengirim sebuah pesan untuk Alicia.
'Setelah kuliahmu selesai, datang kembali ke ruangan ku.'
Dan Alicia yang tengah memegang ponsel langsung membaca pesan tersebut.
Deg! Jantungnya sontak berdenyut nyeri. Rasanya tiap kali mendapatkan pesan dari Bryan, Alicia kehilangan satu nyawanya.
"Sialan," maki Alicia keceplosan.
Prilly yang sedang menulis sontak mengangkat wajah dan menatap Alicia. "Ada apa Al? Siapa yang sialan?" tanya Prilly, ia tahu betul umpatan itu bukan untuknya.
"Veronica," balas Alicia asal, karena tak mungkin ia menjawab jujur. Bagaimana pun caranya, Prilly tak boleh tau permasalahannya dengan Bryan.
"Iya, Veronica, Sania dan Geby itu tiga serangkai sialan."
"Pril, jangan bicara kasar. Cukup aku saja yang mengumpat mereka."
Prilly tersenyum dan mengangguk. Kata Alicia memang cukup dia saja yang nakal, dan Alicia janji akan selalu melindungi Prilly.
"Al, bagian yang aku garis bawahi ini adalah bagian yang penting ya. Kemungkinan besok akan jadi kuis pak Bryan. Jadi kamu harus baca," jelas Prilly.
Alicia melihatnya sekilas, lalu kembali teringat tentang pesan singkat pria tersebut. 'Kenapa memintaku datang? Ada apalagi sih!'
"Al, malah melamun!" tegur Prilly.
"Iya iya, nanti aku akan baca dan ingat," balas Alicia.
Selesai Prilly menulis, mereka pun menuju ke gedung perkuliahan. Hari ini mereka pulang cukup larut, kuliah selesai tepat saat pukul tujuh malam.
Alicia masih ingat betul bahwa siluman harimau itu memintanya untuk datang ke gedung fakultas. Tapi sungguh, Alicia malas sekali.
"Pril, hati-hati bawa mobilnya," ucap Alicia pada sang sahabat.
"Siap Aliciaku sayang, kamu juga langsung pulang ya. Jangan kemana-mana. Malam Sabtu baru kita ke klub."
Alicia terkekeh, padahal tiap kali pergi ke tempat itu Prilly hanya minum jus buah.
Mereka pun berpisah di area parkir, mobil Prilly pergi lebih dulu menuju gebang keluar kampus. Sementara mobil Alicia melaju pelan-pelan menuju gedung fakultas manajemen. Meskipun malas, tapi Alicia sadar ia tak bisa menghindar.
"Aku akan datang, tapi terlambat," ucap Alicia pada dirinya sendiri, ia mengemudi mobilnya pelan-pelan sekali, ingin meniru bagaimana siput berjalan.
Meskipun waktu sudah malam tapi kampus ini masih tetap nampak ramai. Semua aktifitas baru terhenti saat waktu menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Pelan-pelan saja, nanti tiba di fakultas aku akan kempeskan ban mobilnya, haha," ucap Alicia lalu tertawa. Sungguh ia sedikit pun tidak merasa rugi jika harus merusak mobilnya sendiri, asalkan Alicia bisa menemukan alasan untuk membuat Bryan kesal.
Masalah pulang nanti bukan hal sulit bagi Alicia, ia bisa menghubungi taksi. Yang penting baginya sekarang adalah membuat Bryan kesal karena menunggunya terlalu lama. Atau akan lebih bagus jika pria itu sudah pergi lebih dulu dari ruang kerjanya.
Dan benar saja, Alicia sampai butuh waktu 20 menit untuk tiba di gedung fakultas. Padahal sebenarnya jarak itu bisa dia tempuh hanya dalam 5 menit.
Setelah memarkirkan mobilnya, Alicia pun benar-benar membuat ban belakang mobilnya kempes. "Sudah selesai, maaf Pak aku datang terlambat, ban mobilku kempes," ucap Alicia dengan nada meledek. "Hahaha, rasakan memangnya enak menungguku?" ucap Alicia lagi. Akhirnya ia merasa menang dari siluman harimau tersebut.
Demi melancarkan sandiwaranya Alicia pun berlari menuju ruangan sang dosen. Setibanya di depan pintu, Alicia mengetuk pintunya dengan cukup keras.
Tok! tok! Tok!
"Pak, ini saya Aliciah," ucap Alicia yang suaranya sengaja dibuat terengah-engah. Bryan harus tahu bahwa ia baru saja berlari.
Tak ada sahutan apapun dari dalam ruangan tersebut, sejenak Alicia berpikir mungkin Bryan sudah pulang dan dia senang sekali.
"Bapak, maaf saya datang terlambat hah," ucap Alicia lagi, tak lupa nafasnya yang tersengal-sengal. Di lorong itu memang hanya ada Alicia sendiri, tapi semua lampu menyala terang.
'Ye ye ye ye, sepertinya siluman itu benar-benar sudah pulang. Baguslah,' batin Alicia, dia hanya perlu beralasan mobil saat bertemu nanti. Asalkan ada alasan, Alicia yakin semuanya akan baik-baik saja.
Alicia akhirnya memutuskan untuk pergi saja, tapi baru satu langkah dia ambil tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka.
Ceklek!
Deg! Alicia tersentak kaget, dilihatnya Bryan berdiri di ambang pintu. 'Sialan, ternyata mahkluk ini masih ada di sini,' batin Alicia.
"Maaf Pak, ban mobilku kempes. Tadi sempat menunggu orang bengkel tapi malah tidak jadi datang. Terpaksa ku bawa mobilnya ke sini, kalau tidak percaya lihat saja ban mobilku sekarang," jelas Alicia panjang kali lebar, dia harus menjelaskan lebih dulu sebelum mulut kejam Bryan berucap.
'Kamu bodoh, pasti percaya sandiwara ku,' batin Alicia kemudian, di hadapan Bryan ia benar-benar banyak membatin. Dan sekarang Alicia sedang tertawa-tawa di dalam batinnya.
"Waktuku sudah habis, tapi urusan kita belum selesai," ucap Bryan akhirnya.
Alicia ingin menyela, tapi ternyata lebih cepat Bryan berucap...
"Ikut ke apartemen ku sekarang," titah Bryan.
❤️❤️❤️❤️❤️
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻