NovelToon NovelToon
DI BALIK SENYUM VARA

DI BALIK SENYUM VARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Nikahmuda
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Dirga mengira Vara adalah istri polos yang mudah dibohongi. Namun, Vara sudah mengetahui perselingkuhan dan rencana busuk suaminya.
Kini, hanya perlu berpura-pura menjadi wanita yang sama... sebelum semuanya kebalik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Restoran terancam

"Dari tadi Mama bicara apa, sih?"

Vara mondar-mandir di dalam kamarnya. Ucapan Diana masih terngiang-ngiang di kepalanya.

"Kau sudah menghancurkanku... Sekarang saatnya aku menghancurkanmu!"

Vara berhenti melangkah.

"Siapa yang ingin Mama hancurkan?"

Ia mencoba mengingat kembali ucapan Diana, tetapi semakin dipikirkan, semakin banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya.

"Memangnya siapa yang pernah menghancurkan Mama?"

Vara mengusap wajahnya dengan kasar. Ia tidak suka memikirkan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengannya.

"Argh, sudahlah."

Ia menghembuskan napas panjang, lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa.

"Aku nggak peduli."

Vara menyandarkan kepalanya dan menatap langit-langit kamar.

"Mau siapa yang Mama hancurkan, itu bukan urusanku."

Ia terdiam sejenak.

"Setidaknya, jangan sampai rencana mereka mengganggu rencanaku."

Vara kemudian bangkit dan kembali mengambil dokumen yang tadi diletakkan di atas meja.

"Aku masih punya banyak hal yang harus diselesaikan."

°°°°

Sementara itu, di dalam kamarnya, Diana duduk di tepi ranjang. Tatapannya tertuju pada sebuah foto yang sudah lama ia simpan.

Foto sepasang suami istri.

Diana menggenggam foto itu erat. Tatapannya dipenuhi kebencian yang seolah tidak pernah berkurang sedikit pun.

"Kalian nggak pantas mati secepat ini." Suaranya terdengar pelan, tetapi penuh dendam. "Kalian seharusnya menderita dulu. Merasakan penderitaan yang kalian berikan suamiku!"

Jari Diana mencengkeram sisi foto itu semakin kuat.

"Karena kalian aku kehilangan suamiku."

Napasnya terdengar berat. Semua luka dan kemarahan yang selama bertahun-tahun ia pendam kembali memenuhi pikirannya.

"Seandainya kalian masih hidup, aku pasti akan membuat kalian membayar semuanya."

Diana terdiam sejenak, lalu tertawa kecil. Namun, tawanya sama sekali tidak terdengar bahagia.

"Tapi nggak apa-apa."

Ia meletakkan foto pasangan itu di atas meja, kemudian mengambil foto lain.

Foto seorang wanita muda. Senyum tipis perlahan muncul di wajah Diana.

"Masih ada anak kalian."

Tatapannya berubah menjadi dingin.

"Kalau aku nggak bisa membuat kalian menderita, aku akan membuat anak kalian merasakan penderitaan yang sama."

Diana mengusap wajah wanita muda yang ada di dalam foto dengan ujung jarinya.

"Kau akan menebus semua penderitaan kedua orang tuamu."

Senyumnya semakin lebar.

"Dan kali ini, nggak ada yang bisa menyelamatkanmu!"

••••

Vara Anderson Restoran

Sebuah restoran yang sangat terkenal dengan hidangan mewah dan bahan-bahan berkualitas tinggi itu kini dipenuhi keributan.

Beberapa pelanggan terlihat kecewa setelah mencicipi makanan yang mereka pesan.

"Permisi!"

Seorang pelanggan mengangkat tangannya dengan wajah kesal. Seorang pramusaji segera menghampirinya.

"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"

"Ini makanan apa?" tanyanya sambil menunjuk hidangan di atas meja. "Kenapa rasanya berbeda sekali?"

Pramusaji itu terdiam sejenak.

"Maaf, Tuan. Apakah ada yang kurang dari hidangannya?"

"Bukan cuma kurang. Rasanya memang sudah nggak seperti biasanya."

Pelanggan lain yang duduk di meja sebelah ikut menyahut.

"Iya, saya juga merasakan hal yang sama. Dari kemarin rasanya sudah berubah."

"Betul. Dulu saya sering makan di sini karena kualitas makanannya bagus. Tapi sekarang rasanya biasa saja."

"Bukan cuma rasanya. Dagingnya juga berbeda."

"Benar. Biasanya daging yang digunakan di sini lembut dan kualitasnya bagus. Yang ini malah terasa keras."

Seorang pelanggan lainnya ikut mengeluh.

"Saya bahkan sudah beberapa kali datang ke sini. Tapi baru kali saya kecewa."

"Kalau kualitasnya seperti ini terus, saya rasa harga makanan di sini sudah nggak sebanding."

Suasana restoran semakin ramai oleh keluhan pelanggan.

Para pramusaji hanya bisa meminta maaf dan mencoba menenangkan mereka.

Di balik meja kasir, Azka dan Kania saling pandang. Mereka sama-sama terlihat bingung. Apa yang dikatakan para pelanggan memang benar. Kualitas makanan di restoran ini memang sudah berubah.

Azka menarik napas panjang. "Nia, bagaimana ini?"

Kania menatap dapur yang mulai sepi. "Aku juga bingung, Az."

"Chef memang nggak pakai bahan premium lagi?"

Kania segera menggeleng. "Bukan chef yang mau begitu."

Azka mengernyitkan kening. "Terus?"

"Bahan-bahannya." Kania menurunkan suaranya. "Bahan yang biasanya kita pakai sudah diganti kembali."

"Diganti?"

"Iya, Az."

"Siapa yang menggantinya?"

Kania melirik ke sekitar sebelum menjawab. "Siapa lagi kalau bukan Nyonya Diana."

Azka menghela napas berat. "Pantas saja rasanya berubah."

"Chef sebenarnya sudah protes. Tapi mau bagaimana lagi? Kamu tahu kan watak Nyonya Diana, bagaimana."

"Kenapa nggak beli bahan sesuai dengan perintah Ibu Vara? Uangnya sudah ada di rekening kamu, kan?"

"Walaupun aku sudah membeli bahan premium sesuai perintah Ibu Vara, tetap saja Az. Nyonya Diana pasti tahu, kena omel aku lagi. Bahannya diganti lagi," jawab Kania.

Azka langsung terdiam, mengerti. "Jadi kita nggak bisa membeli bahan premium?"

Kania menggeleng.

Azka mengepalkan tangannya. "Pelanggan sudah mulai sadar. Kalau terus seperti ini, nama restoran ini bisa rusak." Ia menatap sekeliling. "Aku akan menelepon Ibu Vara, dia harus tahu."

Azka segera mengambil ponselnya, tetapi Kania buru-buru menahan tangannya.

"Az, jangan!"

Azka menatapnya. "Kenapa?"

"Nanti Nyonya Diana tahu."

"Bodo amat, Nia." Azka menggeleng keras. "Aku nggak peduli lagi sama ancaman Nyonya Diana. Kita harus melaporkan masalah ini kepada Bu Vara."

Azka menunjuk ke arah restoran yang semakin kacau. "Lihat sendiri. Restoran ini sudah semakin jauh dari kondisi sebelumnya. Kalau terus dibiarkan, pelanggan bisa pergi semua."

Kania terdiam.

"Aku nggak mau kehilangan pekerjaan cuma karena masalah ini," lanjut Azka. "Kita sudah berusaha bertahan, tapi kalau kualitas makanan terus seperti ini, kita juga yang kena dampaknya."

Kania akhirnya menghela napas. Ucapan rekannya memang benar. Ia pun tidak ingin kehilangan pekerjaannya hanya karena kesalahan orang lain.

"Ya sudah," Kania menyerah. "Telepon Bu Vara."

Azka mengangguk, lalu segera mencari nama Vara di kontak ponselnya.

Kania kembali menatap ke arah restoran. Beberapa pelanggan memilih meninggalkan meja mereka dalam keadaan kesal. Ada yang hanya membayar sebagian pesanan, bahkan ada yang pergi begitu saja tanpa membayar sepeser pun.

Kania menghela napas panjang. "Kalau begini terus, restoran ini benar-benar hancur."

Sementara itu, di tempat lain, Vara sedang duduk santai di depan meja rias sambil melakukan skincare.

Tiba-tiba, ponselnya tergeletak di atas meja berdering.

Vara melirik layar.

Nama Azka tertera di sana.

"Azka?"

Ia segera mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan tersebut.

"Iya, Azka?"

Namun, dari seberang telepon tidak langsung terdengar jawaban. Vara mengernyitkan dahi. "Azka?"

Beberapa detik kemudian, suara Azka akhirnya terdengar.

"Bu Vara..."

Nada suaranya terdengar begitu serius hingga Vara langsung menghentikan gerakannya.

"Ada apa?"

Azka menarik napas sebelum menceritakan apa yang terjadi di restoran.

Vara langsung berdiri dari kursinya.

"APA?!"

1
Ayudya
Dirga tidur mu terlalu nyenyak hingga lupa bangun🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Sabar, Vara ada kejutan🫰🫰😁😁
Meee
vara mending keluarga toxik begitu di lebas secepatnya😡😡
Ayudya
gimana sadar orang matanya Uda ketutup ma batu kerikil🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
siapa pun akan berubah ibu diana.apa lagi masalah yg menyangkut pekerja 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah Bu Diana menghancurkan Vara yg ada kamu akan hancur di buat ma Vara Bu diana🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
ok Dirga nikmati aja dulu masa senang mu kan ntar lagi kamu bakalan kembali kesetalan pabrik🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Karma Be Like: Tunggu aku Monica😁🫰
Ayudya
lah hasil ngerebut songong Lo monika.ntar yg ada kamu nyesel dan malu🤣🤣🤣🤣
Ayudya
saat rencana kamu berhasil yg ada dirga stres banget🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn
Kak Dirga, bukan Arga😭🤭😁😂
Ayudya
hadeh monica kamu bilang Arga ga tergoda ma Vara kamu salah Arga sudah tergoda habis oleh vara🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Bu Diana kalau mimpi jangan siang hari ntar yg ada sakit
Nona Jmn: Wkwkwhhh
total 1 replies
Ayudya
vara kamu jangan kelihatan lemah di depan Dirga dan monika.kamu harus lebih badas lagi biar tau tu si Dirga dan Monika kalau kamu ga gampang di tindas🤣🤣🤣🤣🤣
Nona Jmn: Kita lihat kejutan Vara, ya🤭
total 1 replies
Nona Jmn
/Sob/
Ayudya
mampir kak
Nona Jmn: Terima kasih🤭
total 1 replies
Ayudya
niat banget Bu Diana dan Dirga buat merebut harta vara
Ayudya
Daras Dirga mokondo tapi banyak tingkah🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!