NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Xie Yufei (17 tahun), remaja Gen-Z yang hobi julid, tewas tersedak boba dan bertransmigrasi ke zaman kuno menjadi Nona Muda yang lemah lembut.

Demi bertahan hidup, Yufei berakting super anggun dan polos. Namun, dia tidak tahu kalau suara hatinya yang sangat berisik dan penuh istilah modern bisa terdengar jelas oleh Pangeran Mo Cheng yang kejam, kakak kandungnya, dan pelayan setianya!

Kekacauan dimulai saat Yufei membungkuk takzim, sementara isi kepalanya sibuk mengomel: (Buset, ini Pangeran mukanya ditekuk mulu kayak belum bayar kontrakan. Ganteng sih spek drakor, tapi auranya psikopat banget!)

Mendengar itu, sang Pangeran dingin seketika tersedak teh. Di saat Yufei merasa akting polosnya sempurna, orang-orang di sekitarnya justru sedang berjuang setengah mati menahan tawa mendengar isi kepalanya yang super kocak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10: Hasil uji klinis dan lahirnya budak korporat istana

Cairan kental berwarna cokelat pekat itu mengalir turun ke tenggorokan Pangeran Mo Cheng. Untuk beberapa detik, sang pangeran memejamkan matanya rapat-rapat. Lidahnya yang terbiasa mengecap makanan royal berharga selangit mendadak dikejutkan oleh kombinasi rasa asam yang menusuk, manis yang pekat, dan sedikit rasa asin yang aneh.

Xie Jian yang berdiri di dekat pintu sudah menahan napas, siap bersujud memohon ampun jika pangeran junjungannya tiba-tiba muntah atau keracunan.

Namun, keajaiban terjadi. Rasa gatal dan panas yang menyiksa tenggorokan Pangeran Mo Cheng sejak perjamuan teh tadi mendadak mereda. Efek hangat dari ramuan konyol itu seperti melapisi tenggorokannya, membuatnya merasa jauh lebih lega. Sang pangeran membuka matanya, menatap cangkir giok kosong di tangannya dengan pandangan tidak percaya.

Di hadapannya, Xie Yufei langsung memasang wajah penuh harap yang dibuat-buat polos, sementara di dalam kepalanya, suara sorak-sorai kembali bergaung:

(Tuh kan, apa gue bilang! Resep turun-temurun dari emak emang gak pernah gagal! Lihat tuh muka Mas Jenderal, kayaknya dia lagi terpesona sama ledakan rasa nano-nano ramuan gue. Tenggorokan lu langsung plong kan, Mas? Gak usah gengsi, akui saja kalau alumni anak IPA angkatan gue emang jenius!)

Pangeran Mo Cheng berdehem pelan. Dan benar saja, suaranya kini terdengar jauh lebih bersih, bulat, dan tidak serak lagi. "Ramuan yang... unik. Namun, harus kuakui khasiatnya nyata. Terima kasih, Nona Xie."

"Merupakan kehormatan bagi hamba bisa meringankan beban Yang Mulia," jawab Yufei sambil membungkuk anggun, meski di dalam hatinya dia sudah berkacak pinggang dengan bangga.

Melihat Pangeran Mo Cheng baik-baik saja dan bahkan memuji ramuan tersebut, Xie Jian akhirnya bisa bernapas lega. Dia segera melangkah maju dan berlutut dengan satu kaki untuk menyampaikan laporan pentingnya.

"Melapor Yang Mulia! Pasukan rahasia telah berhasil mengepung rumah di pinggiran kota sektor barat. Kami berhasil menyelamatkan seluruh keluarga pelayan tersebut dari sekapan sekelompok pembunuh bayaran," ujar Xie Jian dengan nada tegas. "Kami juga menemukan surat perintah berstempel rahasia. Tebakan Anda... maksud hamba, petunjuk yang Anda berikan sangat akurat. Dalang di balik semua ini memang fiks faksi Perdana Menteri Lin!"

Xie Jian hampir saja keceplosan mengucapkan kata "fiks" yang dia tiru dari isi kepala adiknya.

Mendengar laporan itu, Pangeran Mo Cheng langsung menatap Yufei dengan tatapan yang sangat mendalam. Benar-benar akurat. Gadis ini tidak hanya menebak taktik adu domba, tetapi juga lokasi penyanderaan keluarga pelayan dengan ketepatan yang menakutkan. Jiwa aneh di dalam tubuh Xie Yufei ini bukan lagi sekadar hiburan, melainkan aset tak ternilai yang harus dia ikat erat-erat di sisinya.

"Kerja bagus, Xie Jian. Bawa bukti-bukti itu ke ruang kerja rahasia," perintah Pangeran Mo Cheng. Dia kemudian berdiri dari kursinya, berjalan mendekati Yufei, lalu menatapnya lekat-lekat. "Nona Xie, kemampuan analisismu dan pengetahuan 'kitab kuno rahasia' milikmu hari ini telah menyelamatkan istana dari kekacauan besar."

Yufei mengerjapkan matanya, mendadak punya firasat buruk.

"Mulai hari ini," lanjut Pangeran Mo Cheng dengan senyum tipis yang jarang sekali dia perlihatkan, "aku secara resmi mengangkatmu sebagai Penasihat Rahasia Pribadi di bawah komandoku langsung. Kau akan menemaniku di setiap perjamuan penting dan proses interogasi."

DEGGGG!

Senyum porselen di wajah Yufei langsung membeku. Di luar dia hanya bisa terpaku, sementara di dalam kepalanya, jeritan histeris seorang budak korporat modern langsung meledak berantakan:

(LAHHH?! KOK JADI GINI?! Gue cuma mau pamer ilmu kimia sama ramuan obat batuk, kenapa malah dikasih beban kerja tambahan?! Mana gak ada pembicaraan soal kontrak kerja, slip gaji, atau uang lembur lagi! Ini mah namanya eksploitasi tenaga kerja terselubung! Gue baru aja terbebas dari dunia kerja modern yang toxic, sekarang malah jadi budak korporat di zaman kuno?! Mas Jenderal, lu ganteng-ganteng ternyata hobi ghosting hak-hak buruh ya!)

Pangeran Mo Cheng yang mendengar keluhan seputar "slip gaji", "uang lembur", dan "hak buruh" langsung menahan tawanya sekuat tenaga. Pelipisnya berkedut geli melihat wajah luar Yufei yang tampak begitu terhormat, padahal batinnya sedang mendemo dirinya habis-habisan.

1
paijo londo
🤣🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦🤦kocak....kocak
paijo londo
🤭🤭🤭yeee pangeran mo Cheng salah tingkah tuh
Siskasuryaningsih
bagus thor, tapi jangan terlalu lebay iya thor, mcam novel mu yg lalu
heldahell: novelku yg mana ya kak? apa udah ku hapus ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!