NovelToon NovelToon
NATIONAL PROTECTION

NATIONAL PROTECTION

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Perperangan
Popularitas:411
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

seorang protagonis yang bereinkarnasi ketubuh anak muda bernama Andre, memiliki kekuatan ganda yang berbeda dari masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NEGOSIASI SANG MONSTER

​Kendaraan udara anti-gravitasi berlogo Keluarga Valerius membelah langit malam Sektor Pusat dengan kecepatan tinggi. Di luar kaca jendela anti-peluru, lampu-lampu neon kota berbaur menjadi garis-garis cahaya yang buram. Di dalam kabin yang kedap suara dan berlapis kulit mewah itu, Bastian duduk bersilang kaki sambil terus mengetukkan jarinya ke sandaran tangan. Sang Tanker yang tak pernah gentar menghadapi ratusan iblis itu kini justru terlihat sedikit gelisah.

​"Kau tahu siapa Marcus, kan?" Bastian memecah keheningan, melirik Andre yang duduk tenang dengan mata terpejam di kursi seberang. "Dia bukan sekadar birokrat yang duduk di balik meja. Dia adalah veteran perang dari era awal invasi. Levelnya dirumorkan telah menyentuh batas puncak Third Job, sekitar level 89 atau 90. Orang-orang memanggilnya 'Sang Hakim'. Jika dia memutuskan bahwa eksistensi kita terlalu berbahaya bagi keseimbangan kota, dia bisa mengerahkan seluruh divisi khusus Asosiasi malam ini juga."

​Andre membuka sebelah matanya perlahan. "Jika dia berniat membunuh kita, dia tidak akan mengirim undangan resmi. Dia akan langsung mengirim pasukan elitnya ke penthouse ayahmu. Fakta bahwa dia mengundang kita ke markasnya menunjukkan bahwa dia sedang kebingungan."

​"Kebingungan?"

​"Dia tidak tahu di mana harus menempatkan kita dalam papan caturnya," jawab Andre datar. Ia kembali memejamkan mata. Bagi seorang mantan National Protection yang terbiasa berhadapan langsung dengan para pemimpin dari berbagai benua, seorang Direktur Eksekutif Asosiasi Sektor Pusat bukanlah ancaman. Di kehidupan lamanya, pria seperti Marcus mungkin hanya berada di jajaran komandan garis pertahanan kedua yang menerima perintah langsung darinya.

​Kendaraan mereka perlahan melambat, lalu mendarat dengan mulus di landasan pendaratan VIP yang berada di atap Menara Pusat Asosiasi. Angin malam di ketinggian lantai 120 terasa sangat dingin. Dua orang petugas Asosiasi berseragam hitam pekat telah menunggu mereka, membungkuk hormat tanpa berani menatap langsung ke mata Andre.

​"Direktur Eksekutif sedang menunggu Anda di ruangannya, Tuan-tuan," ucap salah satu petugas itu, menunjuk ke arah pintu ganda berlapis baja titanium.

​Bastian berjalan lebih dulu, mengambil peran sebagai pelindung di garis depan, sementara Andre menyusul di belakangnya dengan langkah tanpa suara. Pintu baja itu bergeser terbuka, memperlihatkan sebuah ruangan melingkar yang sangat luas. Dindingnya terbuat dari kaca transparan yang memberikan pemandangan 360 derajat ke seluruh penjuru kota Sektor Pusat.

​Di tengah ruangan, di balik meja kayu hitam yang sangat besar, duduklah Marcus. Pria paruh baya berambut perak itu tidak dikawal oleh siapa pun. Jas seragamnya rapi, tiga lencana emas berkilau di dadanya. Ia sedang menyesap kopi hitam dari cangkir porselen, matanya menatap tajam ke arah kedua pemuda yang baru saja memasuki wilayah kekuasaannya.

​"Duduklah, Tuan Valerius. Dan... Tuan Andre," suara Marcus berat dan menggema di ruangan yang sunyi itu.

​Bastian menarik kursi dan duduk dengan santai, mempertahankan wibawa bangsawannya. Namun, Andre tidak duduk. Pemuda berbaju hitam itu memilih untuk berdiri di dekat jendela kaca raksasa, menatap lampu-lampu kota di bawah sana dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku. Sebuah sikap tidak sopan yang disengaja.

​Marcus meletakkan cangkir kopinya. Matanya menyipit melihat ketidaksopanan Andre.

​"Kau menumbangkan seekor Intermediate Demon Level 75 dalam satu tebasan," Marcus memulai percakapan tanpa basa-basi. "Data sistem Asosiasi kami, yang diperbarui setiap minggu, mencatat statusmu sebagai First Job level belasan. Bahkan dengan asumsi kau mengalami anomali kelas ganda atau menyembunyikan kecepatan leveling-mu, tidak ada matematika di dunia ini yang mengizinkan seorang pemula untuk membelah zirah Jenderal Iblis. Hukum mana menolaknya."

​"Lalu?" Andre akhirnya menoleh, menatap Marcus dengan pandangan yang sangat meremehkan. "Kau mengundang kami kemari pada tengah malam hanya untuk membicarakan matematika?"

​Urat halus muncul di pelipis Marcus. Selama sepuluh tahun memimpin Asosiasi, tidak ada satu orang pun yang berani berbicara dengan nada seperti itu kepadanya. Bahkan para ketua guild raksasa akan menundukkan kepala di ruangan ini.

​"Aku mengundang kalian untuk mencari tahu apakah aku sedang berhadapan dengan sekutu umat manusia, atau bom waktu yang akan menghancurkan kota ini dari dalam," geram Marcus.

​Seketika, ruangan itu bergetar hebat. Marcus melepaskan skill pasif tingkat tingginya.

​Absolute Pressure.

​Aura berwarna biru pekat meledak dari tubuh Direktur Eksekutif itu, menekan gravitasi di dalam ruangan hingga lima kali lipat. Udara menjadi sangat tipis dan mencekik. Gelas porselen di atas meja retak.

​Bastian langsung mengertakkan gigi. Keringat dingin mengucur di pelipisnya. Ia memanggil energi emas perlindungannya, Iron Will, untuk menahan tekanan mematikan yang mencoba meremukkan tulang rusuknya dari dalam. Sang Tanker berhasil tetap duduk tegak, membuktikan kualitasnya sebagai pewaris Valerius, namun ia tidak bisa berbicara.

​Marcus menatap ke arah Andre, menunggu pemuda itu berlutut atau setidaknya tercekik.

​Namun, pemandangan di depannya membuat jantung Marcus seakan berhenti berdetak.

​Andre tidak bereaksi sedikit pun. Ia tidak mengeluarkan aura pertahanan. Ia tidak menggunakan skill sihir. Pemuda itu hanya berdiri tegak dengan satu tangan di dalam saku, sementara tangan kirinya perlahan merapikan kerah bajunya. Tekanan gravitasi yang menghancurkan ruangan itu seolah melewati tubuhnya begitu saja, seperti angin sepoi-sepoi yang tidak berarti.

​Lalu, Andre mengangkat pandangannya, menatap langsung ke dalam mata Marcus.

​Bukan aura yang dilepaskan oleh Andre. Itu adalah niat membunuh yang murni. Sejuta kali lebih pekat dan purba daripada sihir buatan Sistem. Udara di dalam ruangan itu tidak lagi terasa berat, melainkan membeku absolut. Kaca-kaca anti-peluru di sekeliling ruangan mulai mengeluarkan suara retakan panjang.

​Krak... krak...

​Marcus menahan napas. Paru-parunya seolah ditusuk oleh ribuan jarum es. Ia adalah veteran perang, ia pernah berdiri berhadapan dengan Pilar Iblis kasta bawah, namun teror yang memancar dari sepasang mata pemuda berusia sembilan belas tahun di depannya ini jauh melampaui semua itu. Ini adalah tatapan dari entitas yang telah mencabut nyawa tanpa batas, tatapan dari puncak rantai makanan yang sebenarnya.

​"Simpan mainan auramu, Direktur," suara Andre mengalun pelan, namun terdengar seperti guntur di telinga Marcus. "Jika aku adalah bom waktu, kau dan seluruh asistenmu di gedung ini sudah menjadi abu sejak detik pertama aku melangkah masuk. Tarik auramu sebelum aku benar-benar menganggapmu sebagai ancaman."

​Dengan tangan bergetar, Marcus menarik kembali aura biru pekatnya. Sedetik kemudian, Andre juga menekan niat membunuhnya hingga hilang tanpa jejak. Suhu ruangan perlahan kembali normal, menyisakan suara napas Marcus yang terengah-engah dan kaca jendela yang kini dipenuhi pola retakan laba-laba raksasa.

​Bastian menghela napas lega panjang, menyeka keringat di dahinya sambil menyeringai tipis ke arah Direktur Eksekutif yang kini tampak terguncang.

​"Maaf soal kaca jendelanya, Tuan Direktur. Nanti tagihannya kirim saja ke Keluarga Valerius," canda Bastian, berusaha mencairkan suasana.

​Marcus membenarkan letak dasinya dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Ia menatap Andre dengan pandangan yang kini murni dipenuhi rasa hormat bercampur ketakutan.

​"Kau... monster macam apa sebenarnya?" bisik Marcus. "Kekuatan seperti itu... kendali mental seperti itu... kau mengingatkanku pada sosok dari masa lalu. Sosok yang seharusnya tidak boleh disebut lagi namanya."

​Andre tidak merespons pancingan itu. Ia melangkah mendekati meja Marcus, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan.

​"Apa yang kami inginkan sangat sederhana, Marcus," ucap Andre, langsung beralih menggunakan nama depan sang Direktur. "Rishing Guild baru saja dibentuk, dan aku tidak punya waktu untuk berurusan dengan birokrasi sampah Asosiasi, atau diganggu oleh guild-guild raksasa yang merasa berkuasa. Mulai besok, aku ingin hak akses Kelas S. Aku dan Bastian bebas memasuki dungeon tingkat Nightmare atau Impossible mana pun tanpa perlu verifikasi level atau antrean administrasi."

​Marcus mengerutkan kening. "Hak akses Kelas S hanya diberikan kepada militer elit Asosiasi dan petinggi Third Job. Jika aku memberikannya pada guild baru beranggotakan dua orang yang datanya masih First Job, guild besar lainnya akan memberontak."

​"Itu urusanmu untuk membungkam mereka," potong Andre dingin. "Sebagai gantinya, Rishing Guild akan bertindak sebagai eksekutor bayanganmu. Ketika peringatan Skala 2 atau Skala 1 berbunyi, dan pasukanmu terlalu lemah untuk menahan komandan musuh, aku yang akan memenggal kepala mereka. Aku membersihkan kekacauan yang tidak bisa kau tangani, dan kau memastikan tidak ada satu pun lalat birokrat yang mengganggu tidur adikku."

​Ruangan itu kembali hening. Marcus menimbang-nimbang tawaran tersebut. Ia tahu persis bahwa kekuatan militer Asosiasi sedang dalam kondisi kritis. Kemunculan Jenderal Iblis Level 75 secara acak hari ini adalah bukti bahwa segel antarplanet semakin melemah. Ia butuh pedang yang tajam, dan pemuda di depannya ini bukan sekadar pedang—ini adalah mesin pembantai absolut.

​"Setuju," Marcus akhirnya mengangguk tegas. "Aku akan memblokir semua informasi publik tentang level dan kelas aslimu. Valerius, aku akan mengesahkan Rishing Guild sebagai faksi khusus di bawah perlindungan mutlak Asosiasi Sektor Pusat. Siapa pun yang menyerang kalian di luar zona konflik, akan dianggap sebagai pengkhianat umat manusia."

​Bastian mengangguk puas. "Kesepakatan yang menguntungkan. Senang berbisnis denganmu, Direktur."

​Andre memutar badannya dan berjalan menuju pintu keluar. "Oh, satu hal lagi, Marcus."

​Pemuda berbaju hitam itu berhenti di ambang pintu, menoleh sedikit tanpa membalikkan badan sepenuhnya. "Aku butuh pedang. Senjata kelasku hancur menahan auraku sendiri. Carikan aku akses ke penempaan senjata tingkat tinggi. Aku yakin Asosiasi memiliki daftar pandai besi yang tidak memproduksi rongsokan."

​"Aku akan mengirimkan alamat bengkel terbaik di kota ini ke komunikator Valerius besok pagi," jawab Marcus.

​Pintu baja itu bergeser menutup, meninggalkan Marcus sendirian di ruangannya yang kini berantakan.

​Sang Direktur Eksekutif menjatuhkan tubuhnya ke sandaran kursi, menghembuskan napas panjang yang sedari tadi ia tahan. Tangannya merogoh laci rahasia di bawah mejanya, mengeluarkan sebuah fail fisik berwarna hitam yang sudah berdebu. Fail itu memiliki cap lambang sepuluh bintang emas. File Klasifikasi: The 10 National Protections.

​Marcus membuka halaman terakhir. Di sana terpampang sebuah foto buram dari seorang pria berjubah tempur yang sedang berdiri di tengah lautan petir. Julukannya tertulis dengan tinta merah menyala: Kaisar Kilat.

​"Tekanan niat membunuhnya barusan..." gumam Marcus pelan, menatap foto itu dengan mata yang basah oleh sisa-sisa teror. "Ratusan tahun umat manusia merangkak naik, dan hanya ada satu orang yang pernah membuatku merasa bahwa kematian sedang berdiri di sampingku... dan kini, bocah kuli panggul itu memiliki mata yang sama persis dengannya."

​Marcus menutup fail tersebut rapat-rapat. Apa pun rahasia yang disimpan oleh pemuda bernama Andre itu, Marcus berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan pernah berusaha menggali terlalu dalam. Dunia baru saja berubah, dan sang monster telah kembali dengan wajah baru.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!