NovelToon NovelToon
Sistem Penakluk Takdir

Sistem Penakluk Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Sembilan Provinsi, kekuatan adalah satu-satunya hukum yang diakui. Lin Xuan, pewaris muda Klan Lin yang lahir dengan Tulang Kaisar Kuno, dikhianati pada malam upacara kedewasaannya. Tetua Agung klan bekerja sama dengan sepupunya, Lin Haotian, dan tunangannya dari Sekte Pedang Bulan, Su Qingxue, untuk merobek Tulang Kaisar dari tubuhnya secara hidup-hidup. Dengan meridian yang hancur dan tubuh yang dibuang ke Jurang Tulang Iblis, Lin Xuan seharusnya mati menjadi santapan binatang buas.

Namun, darah pantang menyerah dan kebencian yang membakar jiwanya memicu bangkitnya artefak misterius dari era sebelum penciptaan langit: Sistem Penakluk Takdir (Fate Conqueror System). Sistem ini memiliki satu hukum mutlak: rampas takdir musuh untuk membangun tahta sendiri. Setiap musuh yang dibunuh dan setiap faksi yang dihancurkan oleh Lin Xuan akan diekstrak menjadi Esensi Kultivasi Murni, Bakat Spiritual, dan Fragmen Hukum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Menuju Pegunungan Kabut Hitam & Pengepungan Murid Sekte

Tiga hari kemudian, di perbatasan selatan Kota Awan Merah, membentang deretan pegunungan raksasa yang selalu diselimuti kabut kelabu sepanjang tahun—Pegunungan Kabut Hitam.

Sebelum berangkat, Lin Xuan telah menggunakan fitur Penempaan Takdir dari sistem untuk memurnikan lima puluh butir Pil Fondasi Darah dengan kemurnian 100% dan menyerahkannya kepada Mo Wuji. Dengan sumber daya melimpah tersebut, Mo Wuji berhasil menembus Ranah Fondasi Roh Tingkat 4 dan menjaga Kota Awan Merah dengan formasi pertahanan berlapis.

Lin Xuan memilih bergerak seorang diri menuju Pegunungan Kabut Hitam agar dapat bergerak cepat dan membantai musuh tanpa perlu mengkhawatirkan keselamatan anak buahnya.

Saat Lin Xuan melintasi lembah berbatu yang berjarak lima mil dari titik koordinat Makam Raja Asura, indra pendengarannya yang tajam menangkap suara dentingan senjata dan teriakan minta ampun dari balik hutan pinus di depannya.

[Radar Karma Aktif: Mendeteksi 12 kultivator di arah depan (8 Murid Dalam Sekte Pedang Bulan dan Sekte Api Merah, sedang membantai 4 kultivator bebas).] [Pemimpin Kelompok Musuh: Chen Feng (Murid Dalam Peringkat ke-5 Sekte Pedang Bulan — Ranah Fondasi Roh Tingkat 3) & Huo Lie (Murid Inti Sekte Api Merah — Ranah Fondasi Roh Tingkat 3).]

Di sebuah tanah lapang di tengah hutan pinus, empat kultivator bebas yang tidak sengaja menemukan jejak formasi Makam Raja Asura tampak sudah bersimbah darah. Tiga di antaranya telah tewas mengenaskan, menyisakan seorang gadis muda berpakaian pemburu yang kakinya terluka oleh tebasan pedang.

Di hadapan gadis itu, berdiri delapan pemuda dan pemudi berjubah mewah dari dua sekte besar: Sekte Pedang Bulan dan Sekte Api Merah.

"Kakak Senior Chen, semua kultivator liar yang melihat pintu masuk lembah makam sudah kita habisi, tinggal gadis kecil ini," lapor salah satu murid Sekte Pedang Bulan sambil menjilat darah di bilah pedangnya dengan kejam.

Pemuda berwajah tampan namun berwatak dingin di tengah kelompok itu—Chen Feng, murid dalam peringkat kelima Sekte Pedang Bulan—mengangguk acuh tak acuh.

"Bunuh dia juga. Lokasi Makam Raja Asura tidak boleh bocor ke faksi lain sebelum kelompok utama kita masuk," perintah Chen Feng dingin. Ia kemudian menoleh ke arah rekannya dari Sekte Api Merah, Huo Lie, sambil mendengus kesal. "Sungguh sial! Seharusnya Adik Seperguruan Su Qingxue dan Tetua Luo Feng ikut bergabung dengan kita hari ini, tapi tiga hari lalu mereka tiba-tiba kembali ke sekte dalam keadaan terluka parah oleh seorang bocah bernama Lin Xuan dari Kota Awan Merah!"

Huo Lie yang berambut merah menyala tertawa terbahak-bahak. "Haha! Aku juga sudah mendengar kabar memalukan itu! Kudengar Tetua Inti sekte kalian sangat murka dan telah memerintahkan Kakak Senior Pertama kalian, Jian Wushuang (Fondasi Roh Tingkat 8), untuk memenggal kepala bocah Lin Xuan itu setelah ekspedisi Makam Raja Asura ini selesai!"

"Hmph! Tidak perlu menunggu Kakak Senior Jian Wushuang turun tangan," cibir Chen Feng angkuh. "Setelah aku mendapatkan warisan di dalam Makam Raja Asura ini dan menembus Fondasi Roh Tingkat 5, aku sendiri yang akan pergi ke Kota Awan Merah untuk menguliti bocah bernama Lin Xuan itu hidup-hidup!"

"Jika kau begitu ingin bertemu denganku, kenapa harus menunggu sampai keluar dari makam?"

Suara tenang yang mengandung hawa dingin menusuk tulang tiba-tiba bergema dari balik pepohonan pinus!

Kedelapan murid dari dua sekte besar itu langsung membalikkan badan secara serentak!

Dari balik kabut tipis hutan, Lin Xuan melangkah keluar dengan jubah hitam yang tidak terkena setitik debu pun. Tatapan matanya menyapu delapan murid sekte tersebut layaknya seorang pemburu yang sedang menghitung jumlah mangsanya.

"Siapa kau?! Berani-beraninya menguping pembicaraan Sekte Pedang Bulan dan Sekte Api Merah!" bentak salah satu murid Sekte Api Merah sambil maju selangkah.

"Aku adalah orang yang baru saja ingin dikuliti hidup-hidup oleh Kakak Senior kalian," jawab Lin Xuan sambil menarik Pedang Pemutus Karma perlahan dari sarungnya di punggung. "Lin Xuan dari Kota Awan Merah."

DEG!

Mendengar nama itu, wajah Chen Feng dan Huo Lie berubah terkejut, namun sedetik kemudian berganti menjadi tawa gembira yang buas!

"Hahaha! Surga benar-benar memiliki jalan namun kau tidak mau melewatinya, neraka tidak memiliki pintu namun kau menerobos masuk sendiri!" Chen Feng tertawa keras sambil mencabut pedang peraknya. "Tetua Inti Sekte Pedang Bulan menawarkan hadiah 50.000 Batu Spiritual dan satu Senjata Roh Tingkat Bumi bagi siapa saja yang membawa kepala Lin Xuan! Aku tidak menyangka kau berani keluar dari kandang kura-kuramu di Kota Awan Merah dan datang sendirian ke hadapan kami!"

"Fondasi Roh Tingkat 2 berani berkeliaran sendirian di depan dua praktisi Fondasi Roh Tingkat 3 dan enam praktisi Pembukaan Meridian Puncak?" Huo Lie menyeringai kejam sambil menyalakan api merah di kedua telapak tangannya. "Kakak Chen, kita bagi dua hadiah kepalanya! Serang bersama-sama dan jangan biarkan dia kabur!"

Kedelapan murid elit dari dua sekte besar itu langsung melompat mengepung Lin Xuan dari delapan arah mata angin, melepaskan badai tebasan pedang bulan dan bola api yang membakar pepohonan di sekeliling tanah lapang!

Gadis pemburu yang terluka di tanah menutup matanya, mengira pemuda berjubah hitam itu akan langsung hancur menjadi abu.

Namun di tengah kepungan api dan cahaya pedang itu, mata Lin Xuan justru menyala dengan cahaya merah keemasan yang mengerikan.

"Hadiah lima puluh ribu Batu Spiritual untuk kepalaku?"

BOOM!

Aura Tubuh Kaisar Darah Asura meledak keluar dari tubuh Lin Xuan! Lautan roh di Dantian-nya bergemuruh, dan satu langkah kakinya langsung meremukkan tanah batu di bawahnya!

"Hari ini, kalian berdelapan akan menjadi pupuk pertama bagi pedangku sebelum aku masuk ke Makam Raja Asura!"

Tebasan Bulan Darah Pemutus Takdir!

SRAAAAK!! DUAAAR!!

Cahaya bulan sabit merah darah yang jauh lebih pekat dan mematikan dibandingkan saat di Aula Klan Lin menyapu melintasi tanah lapang!

Enam murid tingkat Pembukaan Meridian Puncak yang berada di barisan depan bahkan tidak sempat mengeluarkan jeritan. Pedang di tangan mereka patah seketika, dan tubuh mereka langsung terbelah menjadi dua di udara!

"Apa?! Kekuatan tebasan macam apa ini?!"

Senyum arogan di wajah Chen Feng dan Huo Lie lenyap seketika, berganti dengan teror mutlak saat melihat Lin Xuan sudah melesat menembus hujan darah dan muncul tepat di hadapan wajah mereka berdua!

Panel Status Lin Xuan.

Nama: Lin Xuan

Gelar: Tuan Paviliun Darah Hitam / Penguasa Kota Awan Merah

Ranah Kultivasi: Fondasi Roh Tingkat 2 (Daya Tempur Aktual: Setara Fondasi Roh Tingkat 6–7)

Konstitusi: Tubuh Kaisar Darah Asura (Tahap Menengah — Hasil peleburan Tulang Kaisar Kuno & Tubuh Raja Darah Asura)

Teknik Kultivasi Induk: Kitab Kaisar Penelan Langit (Tingkat Ilahi)

Seni Bela Diri:

Tebasan Bulan Darah Pemutus Takdir (Seni Pedang Tingkat Bumi Awal — Sempurna)

Langkah Bayangan Darah (Sempurna)

Tinju Penghancur Bintang (Sempurna)

Senjata Utama: Pedang Pemutus Karma (Senjata Roh Tingkat Hitam Puncak — 70% menuju evolusi Tingkat Bumi)

Faksi & Bawahan: Paviliun Darah Hitam — Mo Wuji (Fondasi Roh Tingkat 4), 300 Prajurit Pasukan Bayangan Darah

Poin Takdir: 4.440 Poin

Batu Spiritual di Ruang Sistem: 95.000 Batu Spiritual Tingkat Rendah

1
sibaweh abduh
bagus sekali ceritanya
Sansalina
Josss, bantaiiii
Sansalina
Lanjuttt 👍👍👍
Sansalina
Lanjuttt👍👍👍
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Kekaisaran itu bantai juga kaisarnya
Fajar Fathur rizky
cepat hancurkan sekte itu
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua sekte Sekutu sekte itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!