NovelToon NovelToon
Incaran Sang Dokter Bedah

Incaran Sang Dokter Bedah

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:155.5k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Satu bulan menikah, IPTU Milka harus menelan kenyataan pahit. Kesetiaannya dibalas pengkhianatan keji oleh sang suami, Vando, yang diam-diam bermain gila dengan sahabatnya sendiri.

Hancur dan menangis di trotoar dengan seragam dinasnya, Milka tak tahu bahwa air matanya disaksikan oleh Theo, pria dari masa lalu yang kini menjadi Dokter Bedah genius sekaligus penguasa sindikat bawah tanah.

Pria yang dulu mundur demi kebahagiaan Milka, kini murka melihat wanita impiannya disia-siakan. Lewat jaringan gelapnya, Theo bergerak cepat menguliti kebusukan Vando dan Irana.

Bagi Theo, menyerahkan suami pengkhianat ke jalur hukum saja tidak cukup. Pria yang telah membuat Milka menangis ... harus merasakan kekejaman pisau bedahnya!

"Biar hukum bekerja lewat tanganmu, Milka. Tapi untuk pria yang menyakitimu ... izinkan aku yang membereskannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Kenangan Masa Lalu

Malam telah turun ketika Milka akhirnya menghentikan mobilnya di sebuah taman kota.

Ia tidak langsung turun. Tatapannya justru tertuju pada bangunan di balik pepohonan melalui kaca depan.

SMA Nusa Bangsa.

Setelah mengembuskan napas panjang, Milka mengambil map dari jok penumpang, tetapi urung membawanya. Semua berkas itu ia tinggalkan begitu saja di dalam mobil.

Malam ini, ia hanya ingin melepas mumet usai pertengkaran dengan Vando tadi. Bahkan, dia nekat ingin pergi dari rumah mereka.

Milka memilih bangku yang menghadap tepat ke gerbang sekolah. Pagar dua meter itu masih sama. Begitu pula gapura dengan nama sekolah yang pernah menjadi saksi masa remajanya.

Tempat di mana ia mengenal persahabatan, begitu juga pengkhianatan.

Dan tempat ia pertama kali mengenal seorang pria yang namanya baru saja menjadi sumber pertengkaran dengan suaminya, hari ini.

Theodore. Milka mendengkus pelan.

Entah mengapa, nama itu justru menyeret ingatannya kembali ke masa kelas sepuluh.

Saat itu, Milka baru saja mendaftar sebagai anggota ekskul taekwondo. Dengan sabuk putih yang terikat berantakan, ia memasuki ruang latihan.

“Anak baru!”

Milka menoleh.

Theo berdiri di tengah ruangan dengan seragam latihan yang basah oleh keringat.

“Kamu terlambat.”

“Maaf, Kak. Aku tadi ganti seragam.”

Theo melirik sabuknya. “Itu juga salah.”

“Hah?”

Belum sempat Milka membela diri, Theo sudah mendekat. Tangannya membongkar ikatan sabuk Milka yang berantakan, kemudian mengikatnya kembali dengan gerakan cekatan.

Milka membeku. Jarak mereka terlalu dekat.

“Kalau ikatannya longgar, gerakanmu akan berantakan.”

Setelah selesai, Theo menepuk ujung sabuk itu.

“Nama?”

“Milka. Milka Tera Wijaya.”

“Milka.”

Cara Theo menyebut namanya terdengar aneh. Terlalu lembut. Sebelum Milka sempat bertanya, telunjuk Theo sudah mencolek dagunya.

“Jangan terlambat lagi, bocah pendek.”

Theo pergi begitu saja. Milka mengusap dagunya. “Apaan, sih?”

Sejak hari itu, Theo seolah memiliki pekerjaan baru: mengganggunya.

Di kantin, bakwan Milka tiba-tiba berpindah ke tangan Theo.

“Kak Theo! Itu punyaku!”

“Sekarang punyaku.”

“Balikin!”

Theo malah menggigitnya. Milka hanya mendengus kesal.

Di perpustakaan, buku yang hendak diambilnya dari rak paling atas juga lebih dulu direbut Theo.

“Ini yang kamu cari?”

“Iya. Kasih aku!”

Theo mengangkat buku itu tinggi-tinggi. “Pendek banget.”

“Aku nggak pendek!”

“Terus kenapa nggak sampai?”

Milka melompat sekali. Tidak sampai. Melompat lagi. Tetap tidak sampai. Tawa Theo akhirnya pecah.

“Nyebelin!”

Milka merebut bukunya begitu Theo menurunkan tangan, lalu pergi dengan wajah merah.

Namun, tanpa pernah Milka sadari, tatapan Theo selalu mengikuti kepergiannya.

Kantin. Perpustakaan. Lapangan basket. Bahkan mushola.

Di mana pun Milka berada, pria itu selalu muncul dengan alasan yang entah masuk akal atau tidak.

Milka dulu mengira semua itu kebetulan. Sekarang, setelah bertahun-tahun berlalu, ia mulai menyadari sesuatu.

“Jangan-jangan ... memang sengaja.”

Senyum tipis muncul di bibirnya. Namun kenangan yang paling melekat justru terjadi pada hari kelulusan Theo.

Tidak ada lagi ejekan. Tidak ada perebutan makanan. Tidak ada tangan yang mencolek dagunya. Theo hanya menyerahkan sebuah gantungan kunci berbentuk panda.

“Buat kamu.”

Milka mengerutkan kening. “Kenapa?”

“Biar kamu ingat aku.”

Milka tertawa. “Memangnya Kak Theo mau ke mana?”

“Setelah aku lulus, aku akan kuliah ke luar negeri.”

“Oh.”

Hanya itu. Theo menatapnya cukup lama sampai akhirnya mengembuskan napas. “Sedih dikit, napa?"

“Kenapa aku harus sedih?”

Theo terdiam. Ada sesuatu di matanya yang tidak dipahami Milka saat itu.

“Karena aku sudah nggak bisa jagain kamu lagi.”

Milka malah mendengkus. “Siapa yang minta dijagain?”

Theo tertawa kecil. “Bandel.” Ia berbalik.

Namun baru beberapa langkah, Theo berhenti. “Milka.”

“Apa lagi?”

Theo menoleh. “Kalau suatu hari nanti kamu sudah cukup dewasa untuk memahami sesuatu yang sekarang belum kamu mengerti ...”

Milka mengerutkan kening. “Apa?”

Senyum Theo berubah tipis. “Aku harap aku jadi orang pertama yang kamu ingat.”

Milka melongo. “Kenapa harus Kak Theo?”

Theo hanya tertawa. “Sudah. Pulang sana, bocah pendek.”

“KAK THEO!”

Theo berlari, sementara Milka mengejarnya sambil melepas sandal.

Kenangan itu berhenti.

Milka kembali menatap gerbang SMA Nusa Bangsa. Sudut bibirnya terangkat sedikit.

“Dasar menyebalkan.”

Dulu ia benar-benar tidak mengerti. Sekarang, setelah dewasa, barulah ia mulai menyadari bahwa semua pertemuan itu mungkin bukan kebetulan.

Milka menunduk. Gantungan kunci panda itu sudah lama hilang.

Namun ucapan Theo masih tersimpan jelas dalam ingatannya.

Kalau suatu hari nanti kamu sudah cukup dewasa ... aku harap aku jadi orang pertama yang kamu ingat.

Milka tersenyum hambar. “Mana mungkin aku lupa?”

Setelah Theo lulus, Milka sempat merasa kehilangan sosok yang setiap hari selAlu mengusiknya. Namun, kesepian itu tak berlangsung lama. Saat naik kelas sebelas, seorang siswi pindahan bernama Irana masuk ke kelasnya.

Vando pun selalu menjemputnya, saat itu lah Irana mengenal Vando. Irana juga sering menumpang saat pulang.

Saat itu, ia tidak pernah menyangka bahwa gadis yang duduk di sampingnya akan menjadi perempuan yang suatu hari menghancurkan rumah tangganya.

Milka menggeleng cepat.

“Sudahlah.”

Ia bangkit dari bangku.

Namun baru selangkah, tubuhnya mendadak berhenti.

Seseorang telah duduk di bangku yang sama. Tepat di sampingnya.

*bersambung*

1
Esther
Vando dan Irana sebentar lagi hidupmu gak akan tenang
Lisa Halik
theo
Lisa Halik
siapa itu,
Lisa Halik
akhirnya
Lisa Halik
sapa lagi itu
Lisa Halik
theo kan kangen sama milka makanya dia mau delvando bawa pasangan yang halal bukan selinkuhannya
Lisa Halik
mampir thor
Lisa Halik: tidak apa2 thor...saya tetap baca juga....
total 2 replies
Evi Lusiana
mau dong d cinrai ugal²lan ky milka
SoVay: lanjut atuh kak, udah tamat ini
total 1 replies
Mul Yenti
kalau lelaki sudah terlalu sayang dan cinta ya... seperti Theo itu
Evi Lusiana
deg degan si milka
Nie
Milka kan msh perawan ya trus baru satu bulan jg,bisa ngajuin pembatalan nikah gak sih?
WHATEA SALA
Ceritanya bagus gak bertele tele atau menye2 peran ceweknya,klu bisa instingnya Milka lebih tajam lagi sebagai penyidik.
SoVay: makasi kakakku 😚❤️ iya kemarin tu kebanyakan konflik ya. mana konflik keluarga, konflik cinta, konflik pnjahat, jd dah pusying mau fokusin kmana 🤣
total 1 replies
WHATEA SALA
Penjahat besar gak tahu klu Milka istrinya vando
Safira Aurora
dapat promo dari cynara
Katherina Ajawaila
kasihan Theo, semoga Milka ngerti maksudnya ayo, cepat di gas pool, barang ori loh, dok
Katherina Ajawaila
kapok lo, pasti kebelet pipis, kebiri aja burung nya, malu ngk atau lupa kalau istri Inter, bhsa aja, di suruh komandan istri yg periksa suami. tangkap aja msk. kin prodeo sm jalang nya biar lahiran sekalian di Prodeo 🤬
Katherina Ajawaila
Intel, mau di lawan Vando, makanya di blng in main otak bukan main lendir bunting deh jalang nya 🤬
Katherina Ajawaila
Bando, otak selakangan jd jahat terus, utk yg baik mines tanggapannya
Katherina Ajawaila
jgn mau di jd in tempat cuci botol basinya, bekas jalang nya. jorok Milka 🤑
Katherina Ajawaila
mantap kita tunggu topeng valdo akan terkuak, hancur lo sm halang mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!