NovelToon NovelToon
Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zahira Aulia Utami menikah dengan Galang Putra Hadian. Mereke sudah menikah selama delapan tahun dan di karuniai seorang putri cantik bernama Cantika Alya Putri Hadian, berusia enam tahun. Namun putri mereka memiliki hal yang berbeda dengan putri orang lain pada umumnya. Dia memiliki sesuatu yang spesial.

Rumah tangga mereka sebeanrnya baik-baik saja. Hanya memang satu tahun terakhir Aulia dan Galang sering bertengkar. Dan inti dari masalahnya adalah Cantika, Galang merasa malu memiliki anak yang dia pikir ga-gu. Dan itu semua karena Aulia. Dia menyalahkan Aulia sehingga membuatnya malu saat membawa mereka dalam pertemuan keluarga atau saat acara di kantor.

Semenjak itu, hubungan mereka terasa hambar, Galang seing pulang telat ke rumah.

pertengkaran terus berlanjut, apalagi keluarga Galang juga ikut campur hingga akhirnya Aulia dan Cantika melihat Galang bersama dengan seorang wanita bergandengan mesra. Hati Aulia rasanya semakin membeku. Tak ada lagi alasan untuk bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aulia 19

Aulia meletakkan cangkir tehnya ke atas meja dengan ketukan perlahan yang entah mengapa terdengar begitu menekan di keheningan malam. Dia mendongak, menatap Galang dengan tatapan yang sangat dingin membuat Galang bahkan merinding merlihat tatapan istrinya.

"Oh, jadi Ibu sudah mengadu?" Aulia tersenyum sinis.

"Lalu, bagian mana dari ucapan saya sore tadi yang berupa fitnah, Mas?"

"Semuanya!" Galang bersedekap, mencoba tampak berwibawa meski lututnya sedikit gemetar.

"Parfum itu wangi rekan kerjaku yang tadi satu mobil! Dan soal uang... uang itu memang habis untuk keperluan rumah tangga dan tabungan masa depan kita yang belum sempat aku ceritakan! Kamu jangan sok tahu dan malah menantang mau ke bank segala. Nggak usah cari gara-gara, Aulia. Batalkan niat konyolmu besok, dan minta maaf ke Ibu sekarang juga lewat telepon!"

Aulia tidak langsung menjawab. Dia hanya menyandarkan punggungnya ke sofa, melipat kedua tangannya di dada, lalu membiarkan keheningan malam menyiksa Galang selama beberapa detik yang terasa begitu lama. Senyum tipis yang dingin kembali terukir di sudut bibir Aulia yang masih sedikit bengkak.

"Pak Ghani?" Aulia terkekeh pelan, sebuah tawa sarkas yang membuat Galang refleks menelan ludah.

"Luar biasa, Mas. Benar-benar taktik klasik. Ketika posisimu terpojok, serang balik dengan tuduhan tak berdasar agar fokusnya beralih, hanya untuk membuat dirimu terlihat seperti korban?"

Aulia berdiri perlahan. Langkah kakinya yang anggun namun tegas mendekati Galang, membuat suaminya itu secara tidak sadar mundur satu langkah.

"Kamu bilang kamu bekerja keras sampai malam demi memenuhi kebutuhan rumah tangga? Jangan membuatku tertawa, Mas," desis Aulia, suaranya rendah namun tajam seperti sembilu.

"Kebutuhan rumah tangga yang mana? Susu Cantika yang bulan lalu harus aku beli memakai sisa uang tabungan dulu saat masih bekerja? Atau tagihan listrik yang menunggak dua bulan sampai petugas PLN datang ke rumah ini dan membuatku menanggung malu di depan tetangga?"

"Kalau saja ibu dan kakakmu tak terus menghubungiku dari kemarin, dan memaki juga memarahiku karena kamu memberikan jatah hanya setengah kepada mereka, sama seperti yang kamu berikan padaku. Maka selamanya aku akan mengira kalau kamu memangkas jatah bulanan rumah tangga karena membantu keuangan kelaurga dan juga kakakmu. Terutama kebutuhan keponakan-keponakan kamu yang katanya pintar, hebat dan normal, serta tak membuat malu dan aib seperti cantika,"

"Ingat Mas, yang namanya bangkai tak akan pernah bisa kamu sembunyikan selamanya. Karena aroma busuknya akan tercium dengan jelas, sama seperti bau parfum wanita yang hampir setiap malam menempel di kemejamu akhir-akhir ini!" Galang terdiam, lidahnya kelu tak sanggup membalas ucapan Aulia seperti tadi.

"Kamu mau aku minta maaf, Mas?" tanya Aulia dengan nada suara yang sangat tenang, bahkan terdengar lembut, namun ada kilat dingin di matanya.

"Dan kamu mau aku melupakan niatku untuk pergi ke bank besok pagi?"

"Iya! Itu cuma bikin malu keluarga!" sahut Galang, merasa di atas angin karena mengira gertakannya berhasil membuat Aulia gentar.

"Lagipula, uang di rekening itu hak aku sebagai suami. Kamu nggak punya hak untuk usik-usik atau bawa-bawa hukum!"

Aulia tersenyum manis, sebuah senyuman misterius yang membuat bulu kuduk Galang tiba-tiba meremang. Aulia tidak mendebat, tidak juga menunjukkan emosi yang meluap-luap. Dia justru berbalik dan melangkah perlahan menuju kamar Cantika. Sebelum menutup pintu kamar, Aulia membalikkan badannya dan menatap Galang yang masih berdiri tegang di ruang tamu.

"Baik kalau itu maumu, Mas. Anggap saja malam ini kamu menang," ucap Aulia tenang.

"Tidur dan istirahatlah yang nyenyak malam ini. Karena setelahnya kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dengan rumah tangga kita yang seprtinya sudah tidak lagi satu tujuan, karena nahkodanya sudah membawa penumpang gelap ke dalam kapal kita."

Klik.

Pintu kamar tertutup rapat dan terkunci dari dalam.

Galang terpaku di tempatnya berdiri, menelan ludah dengan susah payah. Ketenangan Aulia yang tidak tertebak dan penolakannya untuk berdebat malam ini justru membuat dada Galang terasa semakin sesak. Ada ketakutan luar biasa yang merayap di benaknya, sebuah bom waktu yang sengaja disimpan Aulia, dan Galang tidak tahu kapan bom itu akan meledak menghancurkan hidupnya.

Dua minggu berlalu seperti neraka yang berjalan lambat bagi Galang. Perang dingin di rumah itu benar-benar mengikis kewarasannya. Aulia tidak lagi menegurnya, tidak menyiapkan makannya, bahkan tidak meliriknya sama sekali jika mereka berpapasan. Wanita itu bersikap seolah Galang hanyalah hantu tak kasatmata yang menumpang lewat di rumah mereka. Ketenangan Aulia yang sedingin es itu justru membuat Galang selalu dilingkupi rasa waswas setiap hari.

Namun, dasar kepala batu. Begitu hari Minggu tiba, rasa waswas itu menguap, berganti dengan ego dan kerinduan pada Belinda, selingkuhannya yang manja dan selalu memuja dirinya. Siang itu, Galang sudah rapi dengan kemeja kasual mahal yang baru. Saat dia sedang memakai jam tangan di ruang tengah dan bersiap melangkah ke pintu luar, sebuah tarikan lembut di ujung celananya membuat langkahnya terhenti.

Cantika, putri kecilnya yang berusia enam tahun, berdiri di sana. Matanya yang bulat menatap sang ayah penuh harap. Tangan mungilnya memegang sebuah buku gambar.

"Pa... pa... di... hu... mah... An.. " ucap Cantika terbata-bata, berjuang keras melawan keterbatasan wicara yang dideritanya. ( Papa di rumah kan?)

"Ma...in... a... ma... Tika..." ( Main sama Cantika )

Galang berdecak pelan, buru-buru menarik ujung celananya dari genggaman anaknya dengan kasar. Wajahnya menampakkan guratan tidak sabar.

"Papa sibuk, Cantika. Ada urusan kerjaan di luar," dusta Galang dengan nada ketus.

"Kamu main sendiri aja di kamar. Sana, jangan ganggu Papa."

Cantika menunduk, matanya berkaca-kaca menahan tangis karena penolakan mentah-mentah dari ayahnya sendiri. Dari arah dapur, Aulia keluar. Dia menyaksikan seluruh interaksi itu. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun untuk melarang atau memarahi Galang, Aulia langsung berjalan mendekati Cantika, berlutut, dan memeluk putrinya erat sambil mengusap punggungnya.

Sorot mata Aulia yang terarah pada Galang tidak lagi menyiratkan luka, hanya ada tatapan kosong penuh kehampaan dan rasa muak yang teramat dalam.

"Aku pergi. Jangan cari-cari aku," ketus Galang.

Dia mencoba mengukuhkan posisinya sebagai kepala rumah tangga sebelum melangkah keluar dengan angkuh. Dia menutup pintu depan dengan keras, merasa menang karena Aulia lagi-lagi tidak bisa mencegahnya.

1
Sari Supriyanti
up...up...uuuuupppppp.....semangat ....semngaaaaattttt...💪💪💪😍😍😍😍
ryuka
baguusss aulia... kamu kereenn.. kereeenn bangwt malaaaahh.. cantika ga butuh keluarga bapak nya sama zekali toxic banget 🔥🔥🔥🔥
Ambu Rinddiany Thea
galon mana galooon 🤣
Mundri Astuti
libas sekalian Aulia ...jangan kasih muka tu si Galang banci....tampol sekalian keluarga benalunya
Ambu Rinddiany Thea
kmh lamn posisi s aulia aya d anak2 cewe manehna ratna .. mikir ath sagenah na we .. lila lila d sleding gera tah
Heni Setiyaningsih
gimana Galang?? panik kaaannn,,,, panik dong ,masa gak panik🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yam_zhie: jangan keras-keras kak kasihan 🙈
total 1 replies
nely_48
keberuntungan berpihak pd mu aulia,,, sok kumpul semua para benalu n pelakor vs istri sah yg terzholimi , jd tontonan tetangga n ada yg mem viralkan, tamat s galang family s pelakor
Yam_zhie: haha bener teh 🙈
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
lanjut makin seruuuiu 💪
Yam_zhie: maksih kak 🤗
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahaha seru ini 🤣🤣😂😂 mampus kamu Galang, gimana Bu Ratna, pelacur murahan kesayangan Galang sudah muncul tuh 🤣🤣😂😂
Yam_zhie: pening Bu Ratna 🙈
total 1 replies
ryuka
terlambat kamu galang.. aulia zudah ga akan mundur.. makan itu semua kelakuan bodoh mu itu 🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍
Mundri Astuti
ohoooo tenang Galang, pelan" otw tuh yg kamu takutin di otak kamu, ga ngotak si jadi org...klo dah dtg tu karma ga kaleng" ntar
Yam_zhie: betul. apalagi yang dia dzalimi juga anaknya sendiri 😭😭
total 1 replies
Muft Smoker
jgn2 pak ghani niih yg punya perusahaan tempat si galang kerja ,🤭🤭🤭🤭🤭
nely_48
d kerutug kan sm keluarga toxic
Ilham
aku penasaran pertemuan pertama Aulia sama yang punya perusahan
Ilham
lanjut
Ambu Rinddiany Thea
ya Allah genahna d kumahakeun nya eta indung na s galang plus anak2na .. 🤔🤔
gemar baca
syuka sama ceritanya,keren Mengen banget
arniya
makin seru and gereget.....
Thewie
Pakah pak Ghani ci i o yg menyamar🤭
Muft Smoker: kyakny dy bos ny galang ,,, amsyoong deeh si galang 😂😂😂😂
total 2 replies
ryuka
jangan2 yang punya itu Pak ghani, perusahaan tempat kerja nya si galang ubur2.. duhhh jadi penasaran thoorrr 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!