NovelToon NovelToon
DILUAR DIPUJA DIDALAM DIHINA Istri Pengganti Ceo Brayen

DILUAR DIPUJA DIDALAM DIHINA Istri Pengganti Ceo Brayen

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:999
Nilai: 5
Nama Author: Aurelia Sadewa

Mengisahkan seorang gadis cantik yang berprofesi menjadi model, namun memiliki kita kelam semenjak ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita licik dan memiliki seorang anak yang bernama Lalita. Isyana selalu di bully di hina dan di perlakuan seperti anak pelayan. Hingga pada suatu hari Isyana di jodohkan oleh ibu tirinya dengan seorang CEO dingin dan kejam bernama Brayen Lucian Alkantara...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelia Sadewa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruang Tamu Hangat

Ciuman Halal 16+

Lift penthouse terbuka. _Ting!_

Aku dan Brayen masuk masih basah kuyup. Lantai marmer putih langsung berbekas air dari dress ku dan dari kemeja putihnya.

Lampu temaram menyala otomatis. Di luar jendela raksasa, Jakarta masih hujan deras sekali. Suaranya keras menghantam kaca.

Aku berdiri mematung di tengah ruang tamu, memeluk tubuhku sendiri. Kaos hitam kebesaran milik Brayen yang tadi ia berikan di toko kosong itu masih aku pakai di luar dress ku untuk menutupi bagian depan yang menerawang. Kaosnya panjang sampai paha ku. Wanginya... wangi dia banget.

Brayen berdiri di depanku, jaraknya hanya satu langkah. Kemeja putihnya basah total, menempel di badannya. Rambut hitamnya basah meneteskan air ke lantai. Nafasnya masih berat habis menggendongku lari dari parkiran basement.

Kami saling menatap. Tidak ada yang bicara.

"Kamu... menggigil terus," bisiknya akhirnya, suaranya serak berat.

Aku menggeleng, padahal bibirku pucat dan tanganku dingin.

Brayen menghela napas. Ia berjalan ke sofa besar, mengambil selimut bulu yang tebal dan hangat. Ia kembali ke depanku.

"Boleh?" tanyanya pelan, meminta izin sebelum menyelimutiku.

Aku mengangguk.

Ia menyelimutkan selimut itu ke bahuku dengan sangat hati-hati. Tangannya yang besar dan hangat tanpa sengaja menyentuh leherku yang dingin. Aku tersentak pelan.

Sentuhan itu... bukan sentuhan menolong jatuh seperti tadi siang di taman bunga. Ini sentuhan yang disengaja.

Tangannya tertahan di bahuku. Tidak lepas.

Aku mendongak. Wajahnya begitu dekat. Aku bisa melihat tetesan air hujan di bulu matanya yang lentik. Aku bisa melihat jakunnya yang naik turun.

"Isyana..." bisiknya, matanya menatap bibirku sekilas, lalu kembali ke mataku. "Dari akad kemarin aku janji, aku tidak akan menyentuhmu tanpa seizinmu. Aku masih pegang janji itu."

_Deg!_

"Tapi hari ini... seharian..."

Suaranya tertahan. Ia terlihat menahan diri sekuat tenaga.

"Seharian gendong kamu, pegang tangan kamu di roller coaster, lihat kamu ketawa, lihat kamu hampir jatuh di pelukan ku... aku sudah tidak kuat nahan, Isyana."

Jantungku berdegup seperti mau keluar dari dada. Kakiku lemas.

"Aku mau jadi suami mu beneran malam ini. Bukan suami kontrak. Boleh? Kalau kamu bilang tidak, aku akan berhenti sekarang juga dan aku antar kamu ke kamar. Aku tidak akan marah sama sekali."

Itu yang membuatku jatuh cinta. Ia selalu minta izin.

Aku adalah istrinya. Halal. Sah di mata agama dan negara. Ini ruang tamu kami sendiri. Tidak ada yang salah.

Dengan air mata yang tiba-tiba menggenang karena haru dan debar, aku mengangguk pelan. Sangat pelan.

"Boleh Mas... aku... aku mau..."

Hanya itu yang perlu ia dengar.

Perlahan, dengan kedua tangannya, ia mengangkat wajahku. Ibu jarinya mengusap air hujan dan air mataku di pipiku.

Lalu ia menunduk.

Ciuman pertama kami yang benar-benar terjadi di ruang tamu itu.

Bibirnya yang hangat dan lembut menempel di bibirku yang dingin dan gemetar. Pelan sekali di awal. Hanya menempel. Merasakan.

Aku memejamkan mata. Tanganku yang tadinya memeluk selimut, kini tanpa sadar mencengkeram kemeja basahnya yang ada di dadanya.

"Mas..." lirihku di sela ciuman.

Ia melepas pelan, menempelkan keningnya di keningku. Nafasnya memburu.

"Kamu nyaman?" bisiknya, memastikan lagi. Selalu memastikan.

"Nyaman..." jawabku dengan suara hampir menangis, tapi tersenyum. "Jangan berhenti Mas..."

Mendengar itu, Brayen kembali menciumku. Kali ini lebih dalam, lebih hangat, lebih lama. Bukan ciuman sekilas lagi. Ia memiringkan wajahnya, memperdalam ciuman itu dengan lembut. Tangan kirinya masih menahan tengkukku, tangan kanannya memeluk pinggangku erat dari luar selimut, menarik tubuhku yang kecil merapat ke tubuhnya yang besar dan hangat.

Dingin ku hilang seketika. Digantikan panas yang menjalar dari bibir sampai ke ujung kaki.

Kami jatuh duduk pelan di sofa besar yang empuk. Aku di pangkuannya. Selimut masih menyelimuti kami berdua. Posisi kami begitu dekat. Aku bisa merasakan detak jantungnya yang kencang sekali, sama kencangnya dengan detak jantungku.

Ciumannya sesekali berhenti, hanya untuk menciumi keningku yang basah, pipiku, ujung hidungku. Setiap ciuman kecil itu membuatku menggelinjang menahan geli dan malu.

"Isyana ku..." bisiknya di telinga ku, suaranya berat menahan sesuatu. "Cantik banget kamu malam ini... bahkan basah kuyup begini..."

Aku menunduk, menyembunyikan wajahku yang merah padam di dada bidangnya. Dari balik kemeja putih basahnya, aku bisa mendengar jantungnya.

"Mas juga..." balasku lirih.

Kami berpelukan lama di sofa itu. Berciuman lembut bergantian. Tidak ada nafsu yang kasar. Hanya cinta yang pelan-pelan tumbuh, hangat, dan lembut.

Sampai akhirnya lelah dan hangat, aku tertidur di pelukannya, di sofa ruang tamu itu, masih memakai kaos hitam kebesarannya, masih dalam selimut yang sama, dengan keningku ditempel di dadanya.

Malam pertama kami sebagai suami istri yang sah. Tidak vulgar. Tidak seperti di novel-novel dewasa. Tapi malam pertama yang paling lembut, paling halal, dan paling tidak akan pernah aku lupakan.

Karena malam itu, untuk pertama kalinya, aku tidur bukan sebagai Isyana yang dikontrak, tapi sebagai Isyana istrinya Brayen Lucian Alkantara yang dicintai.

---Bersambung---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!