NovelToon NovelToon
CEO Arogan Jatuh Cinta

CEO Arogan Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: B.E.P

Dave merupakan CEO di perusahaan properti. ia dikenal sabagai bos yang arogan. Setiap penjualan yang tidak mencapai target, ia tidak ragu untuk memecatnya. Sudah banyak karyawan yang menjadi korbannya.

Disisi lain, ada seorang wanita pekerja keras, lembut dan baik hati. Namanya Emma. Ia seorang kurir pengantar pizza.

Emma tinggal bersama dua adiknya yang masih sekolah di SD. Ibunya sudah lama meninggal. Tepatnya saat melahirkan adiknya yang terakhir. Ayahnya adalah seorang penjudi yang selalu kalah. Hutangnya sangat banyak.

Emma memilih tinggal di sebuah apartemen dengan harga sewa yang terjangkau. Ia akan bekerja kerasa untuk memenuhi kebutuhan hidup dan ia tak peduli pada ayahnya.

Perusahaan properti, perkembangannya selalu menurun. Ayahnya Dave, langsung ambil alih pimpinan. Ia menegur keras kearoganan Dave.

Sebagai pembelajaran hidup, ayahnya membuat Dave bekerja ditempat pamannya dan disitulah ia mendapat pelajaran hidup dari Emma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bab 4

Pak Hudson

Pagi ini, taksi membawa Dave ke toko pizza milik pamannya, Pak Hudson. Jaraknya sangat jauh dari rumahnya. Bisa dikatakan toko itu berada di kota yang berbeda.

Tadi malam, ayah Dave melakukan pembicaraan dengan Pak Hudson. Obrolan berlangsung cukup lama. Setelah, pamannya itu pulang, Dave dipanggil ayahnya ke ruang tamu.

"Ada apa ayah ?" kata Dave saat sampai diruang tamu.

"Duduk dulu. Ada yang ingin ayah bicarakan," jawab Pak Thomas. Dave pun duduk di sofa dan mengambil jarak dari ayahnya.

"Apa yang ingin ayah bicarakan ?"

"Ayah ada satu posisi pekerjaan yang cocok untukmu. Tidak boleh menolak. Kamu harus laksanakan dengan baik. Mulai besok kamu akan bekerja di toko pizza milik Paman Hudson," jelas Pak Thomas.

"kerja di toko pizza ? posisi pekerjaanku apa disana ?"

"Ayah tidak tahu, intinya posisi kamu disana ditentukan olah Paman Hudson. Laksanakan pekerjaanmu dengan baik. Jika kamu berhasil, ayah akan kembalikan posisi CEO kepadamu lagi."

Dave sebenarnya ingin menolak. Tapi ia langsung berubah pikiran saat tahu posisi CEO jadi hadiahnya.

"Ayah yakin kamu tidak akan bisa menolak. Besok bangun pagi, kenakan pakaian yang rapi," ucap Pak Thomas.

"Baik, ayah," jawab singkat Dave.

...----------------...

"Kalau bukan karena aku ingin jabatan CEO ku kembali. Aku tidak akan pernah mau pergi ke toko pizza Paman Hudson," gumamnya didalam taksi sambil menatap layar ponsel untuk melihat rute perjalanan.

"Jaraknya sangat jauh, ini sudah hampir satu jam tapi baru setengah perjalanan," lanjutnya.

Taksi terus melaju di jalanan kota yang sangat ramai. Banyak sekali persimpangan berlampu merah yang harus dilewati. Secara estimasi sekitar satu jam pasti sudah sampai tujuan, tapi baru tercapai setengah perjalanan dan menghabiskan waktu empat puluh lima menit. Sudah pasti sampai tujuan nanti lebih dari satu jam.

Dave meminta taksi untuk berhenti sejenak di minimarket. Ia ingin membeli minuman dingin dan mengambil beberapa uang cash di ATM.

Masalah datang saat ia baru memasukkan PIN kartu debitnya. Dilayar muncul keterangan kartu diblokir.

"Diblokir ?," ucap Dave bingung. Ia coba sekali lagi dan keterangan yang sama masih muncul. Akhirnya ia menuju kasir untuk membayar minuman dingin.

"Maaf pak, kartu anda sedang diblokir," ucap kasir saat melakukan transaksi menggunakan kartu debit Dave.

Dave pun berdecih. Ia terpaksa mengeluarkan selembar uang dari dompetnya untuk membayar. Tanpa ucapan terima kasih setelah menerima kembalian, Ia langsung melangkah kembali ke taksi.

Saat mobil kembali melaju, ponselnya berdering menandakan pesan masuk. Itu adalah pesan dari ayahnya. Dave pun segera membacanya.

Mulai hari ini. Kartu debit kamu ayah blokir. Sebagai gantinya ayah akan transfer uang ke Paman Hudson nanti sore. Pergunakan uang itu dengan baik.

"Hah, apa ?!" ucap Dave tercengang. "Kenapa ayah sampai berlebihan seperti ini ?" lanjutnya.

Ia tak membalas pesan ayahnya dengan tertulis, melainkan Dave ingin berbicara langsung dengannya lewat panggilan telepon. Bunyi dengungan tersambung terdengar beberapa kali di telinganya, tapi ayahnya tak juga menjawabnya. Ia semakin kesal saat melakukannya berulang kali, ayahnya masih saja tak menjawab panggilannya.

Sikapnya yang mulai kesal, memancing sopir taksi untuk melihatnya lewat spion dalam mobil.

"Haaah !" Dave sangat kesal. "Ayah sudah berlebihan," ucapnya. Tangan kirinya meremas kuat botol minuman dingin.

Seolah tidak melihat apa-apa, sopir taksi terus melajukan mobil menuju titik pengantaran yang di inginkan Dave.

...----------------...

Setelah perjalanan yang sangat panjang, akhir Dave sampai di toko pizza pamannya. Saat ia akan membayar, sopir taksi mengatakan kalau biayanya sudah dibayarkan oleh Pak Thomas.

Dave pun bersyukur. Beberapa uang yang dipegang, ia masukkan kembali ke dompet. Lalu taksi melaju pergi.

Dave berdiri tepat di trotoar dan menghadap ke toko pizza yang bernama Hudson's Pizza. Ia menatap seluruh tampilan depan toko.

Toko itu sangat besar. Dindingnya dominan bercat oranye. Beberapa kursi dan meja tertata di depan toko. Suasananya pun cukup ramai.

Dave merapikan jas dan dasinya. "Oke Dave, ini saatnya membuktikan ke ayah, kalau kamu pantas mendapatkan jabatan CEO mu," ucapnya percaya diri.

Sebelum melangkah maju, Dave menghabiskan minuman yang ia beli di minimarket. Setelah kosong, ia melemparkan botolnya ke tong sampah yang cukup jauh darinya. Sudah pasti botol itu tidak masuk.

Kelakuan Dave, disadari oleh Emma yang baru saja selesai menyapu depan toko. "Hei, buang sampah yang benar, dong" teriaknya.

Baru satu langkah, Dave berhenti. Ia tak menanggapi Emma. Ia hanya menatap sinis sejenak lalu melanjutkan langkahnya ke dalam toko dengan percaya diri.

Emma hanya bisa menahan napas geram melihat reaksi Dave itu. "Dasar pria sombong," ucapnya lirih.

Didalam toko, Dave langsung menemui pamannya, Pak Hudson. Pamannya itu sedang berada diruangan lantai dua.

"Masuk," ucap Pak Hudson saat pintu diketuk. Dave pun berjalan ke dalam.

"Selamat pagi paman," sapa Dave.

"Selamat pagi." Pak Hudson berdiri dan menyambut Dave dengan pelukan hangat. "Gimana perjalanan kesini ? Paman pikir kamu tidak datang," lanjutnya.

"Oke, paman. Langsung saja ke intinya. Dimana ruang kerjaku ?" ucap Dave.

"Ruang kerja apa ?" Pak Hudson tampak bingung. "Ayahmu tidak bilang apa-apa soal ruang kerja ke paman," ucapnya lagi.

"Kata ayah aku pagi ini kerja di tempat paman. Sudah pasti paman akan memintaku untuk memimpin toko ini," ucap Dave penuh percaya diri.

Entah apa yang lucu, tiba-tiba Pak Hudson tertawa. Reaksi itu membuat Dave bingung.

"Kenapa paman malah tertawa ? Apa yang lucu ?" kata Dave.

Pak Hudson kembali duduk di kursi belakang meja. "Paman suka rasa percaya dirimu. Itu bagus untuk dirimu. Tapi paman belum mau pensiun dan masih memimpin toko ini," ucapnya.

"Kalau bukan memimpin toko ini, terus apa posisiku disini ?" tanya Dave.

"Baik, paman akan jelaskan, silakan kamu duduk dulu," kata pak Hudson. Dave pun duduk di kursi depan meja.

"Pasti ayahmu tidak menjelaskan semuanya kepadamu. Pertemuan semalam ayahmu ingin mencari pekerjaan untukmu. Pekerjaan yang dipenuhi tantangan dan semangat juang. Paman pun menawarkan pekerjaan disini," jelas Pak Hudson.

"Pekerjaan apa itu paman ?" tanya Dave penasaran.

"Bekerja sebagai kurir pengantar pizza," jawab Pak Hudson.

"Apaaa ?" Dave terkejut. Ia tak menyangka akan dipekerjakan sebagai kurir. Sebuah pekerjaan yang ia anggap sebagai pekerjaan rendahan.

"Tidak, tidak, aku tidak mau paman." Dave menggeleng. "Lebih baik aku pulang, kalau dipekerjakan sebagai kurir," ancamnya.

Pak Hudson tersenyum. Ia sudah menyadari kalau Dave akan menolak. "Silakan kalau mau pulang. Paman tidak akan menahanmu. Tapi coba cek rekeningmu, pasti sudah tidak bisa digunakan. Satu hal lagi, karena kamu sudah terkenal sebagai CEO yang arogan, paman yakin tidak ada perusahaan yang mau menerimamu," jelasnya.

Dave pun hanya terdiam penuh kekecewaan. Ia datang sudah penuh percaya diri, namun seketika kepercayaannya hilang setelah mendengar penjelasan pamannya. Ia sangat tidak percaya akan dipekerjakan sebagai kurir. Terbayang dipikirannya, kalau ia sebagai kurir akan dituntut kerja keras, merasakan panasnya sinar matahari dan lelah bekerja fisik seharian.

"Paman tolong pikirkan kembali," Dave berusaha bernegosiasi. "Jangan jadikan aku sebagai kurir," lanjutnya.

"Itu semua keinginan ayahmu. Paman tidak bisa membantahnya," jawab Pak Hudson dengan tersenyum tipis.

Dave pun kembali terdiam. Sejak ayahnya pulang, hari-harinya semakin kacau. Seakan ia hidup penuh penderitaan.

1
Endah Lestary
ceritanya simpel ga ribet mikir dan ga kepanjangan pula.semoga semakin sukses 🥰
Putry Chan
jadi dia bos nya harus nungguin tanggapan orang ini dulu
@Semua orang
ya udh aku tinggal jejak di sini yah, semoga si author menepati yg di katakannya. semangat thor 💜💜💜
@Semua orang
ini pilihannya yg mana motor atau skuter
@Semua orang
hallow em.
@Semua orang
ala ebew
@Semua orang
PD banget om
@Semua orang
kayaknya ni org macam kayak aki mono itu ih.
@Semua orang
ho'oh
@Semua orang
hah cepet banget pak james, aneh. oh iya saran dari aku itu setelah tanda kutip hurufnya harus kapital udh itu aja.
@Semua orang
sekeras apapun cari duit org juga butuh rileksasi om
@Semua orang
dor
@Semua orang
di gw mah gerah bukan dingin, blm hujan lagi.
@Semua orang
hallow pak, salken pak.
Rumah Pena
lanjuuut
Rumah Pena
ceritanya seru dan menarik. lanjuttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!