Namaku sari, umur 19 tahun menikah dengan suami yang aku cintai. tapi baru 6 bulan menikah , tetangga janda kaya sebelah rumah terus menggoda suamiku dengan uang. apakah rumah tanggaku akan hancur? Kisah nyata dari mamuju yang bikin menangis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Una Lam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 mantan suamiku menyesal
Pagi itu aku terbangun di rumah kontrakan baru yang diberikan Arya. Untuk pertama kalinya setelah berhari-hari aku tidur nyenyak tanpa air mata.
Aku melihat jam, sudah jam tujuh pagi. Aku kaget, Arya janji akan menjemput jam delapan untuk urus surat cerai.
Aku langsung mandi dan berdandan. Aku memakai baju terbaik yang aku punya dari dalam koper. Aku ingin terlihat kuat di depan Rizal dan Bu Ratna nanti. Aku tidak mau mereka melihatku sebagai wanita lemah yang hancur.
Jam delapan tepat, mobil Arya sudah ada di depan rumah. Arya turun dengan jas pengacara yang sangat rapi. Dia terlihat sangat tampan dan berwibawa. Jauh berbeda dengan Rizal yang hanya pakai kaos oblong.
"Pagi Una, kamu cantik sekali hari ini. Sudah siap mental untuk melawan mantan suamimu?" kata Arya sambil tersenyum.
Aku mengangguk, "Siap kak Arya. Berkat kakak, aku jadi berani."
Kami berangkat ke kantor desa untuk mediasi perceraian. Di sana Rizal dan Bu Ratna sudah menunggu. Bu Ratna memakai baju merah menyala dan kacamata hitam mahal. Rizal duduk di sampingnya seperti anak kecil yang takut.
Saat aku masuk bersama Arya, semua mata melihat ke arahku. Rizal kaget melihat penampilanku yang sekarang lebih cantik dan segar.
"Una?" kata Rizal tidak percaya.
Aku tidak menjawabnya. Aku duduk dengan anggun di samping Arya.
Bu Ratna langsung marah, "Loh, ini siapa laki-laki ini? Una, kamu baru cerai sudah bawa laki-laki lain? Pantas saja kamu minta cerai cepat!"
Arya berdiri dengan tenang. Dia mengeluarkan kartu pengacaranya. "Perkenalkan, saya Arya Mahendra, S.H. Saya adalah kuasa hukum dari Ibu Una. Jadi semua urusan perceraian Ibu Una akan melalui saya. Tolong jaga bicara Anda Bu."
Bu Ratna terdiam. Wajahnya memerah karena malu. Dia tidak menyangka aku punya pengacara tampan dan mahal.
Rizal menatapku dengan tatapan menyesal, "Una, kamu pakai pengacara? Dari mana uangmu? Kamu kan tidak punya uang."
Aku tersenyum sinis untuk pertama kalinya, "Itu bukan urusanmu lagi Mas. Kamu kan sudah punya Bu Ratna yang kaya. Untuk apa kamu tanya uangku?"
Arya membuka berkas, "Baik, Pak Rizal. Klien saya tidak akan menandatangani surat cerai begitu saja. Karena selama pernikahan, klien saya telah dirugikan. Dia diusir tanpa hak. Dia tidak diberi nafkah. Dan yang paling penting, Pak Rizal berselingkuh dengan Bu Ratna saat masih berstatus suami sah. Itu bisa kami tuntut."
Rizal panik, "Apa? Tuntut? Jangan Una, jangan tuntut aku."
Bu Ratna langsung berdiri, "Berapa maumu? Mau uang? Saya punya banyak uang! Sebutkan saja berapa!"
Arya tertawa kecil, "Bu Ratna, ini bukan soal uang. Ini soal harga diri seorang wanita yang telah Anda injak-injak. Klien saya hanya minta satu, harta gono gini selama pernikahan harus dibagi adil, dan Pak Rizal harus memberikan uang pisah untuk klien saya."
Rizal menatapku dengan mata berkaca-kaca, "Una, maafkan aku. Aku menyesal. Bu Ratna ternyata galak sekali, dia atur hidupku. Aku kangen masakan kamu. Aku kangen rumah kita. Aku salah pilih Una."
Aku kaget mendengar penyesalan Rizal. Baru dua hari dia bersamaku, dia sudah menyesal memilih janda kaya itu.
Bu Ratna marah besar mendengar Rizal menyesal, "Rizal! Apa maksudmu? Kamu bilang kamu cinta sama saya karena saya kaya! Sekarang kamu menyesal?"
Aku berdiri, "Rizal, penyesalanmu sudah terlambat. Kamu sudah usir aku hujan-hujanan. Kamu sudah pilih dia. Sekarang rasakan. Aku tidak akan kembali padamu."
Aku dan Arya keluar dari kantor desa itu dengan kemenangan. Di luar, Rizal mengejarku.
"Una tunggu! Beri aku kesempatan kedua. Aku akan tinggalkan Bu Ratna. Aku janji," kata Rizal sambil memegang tanganku.
Arya langsung menepis tangan Rizal dengan tegas, "Jangan sentuh klien saya! Kalau Anda masih ganggu, saya akan laporkan Anda atas pelecehan."
Aku melihat Rizal yang dulu sombong sekarang memelas di kakiku. Rasanya puas sekali.
Di dalam mobil, Arya menatapku, "Kamu hebat Una. Kamu kuat sekali. Saya semakin kagum sama kamu."
Jantungku kembali berdebar. Apakah ini awal cinta baru untukku? Cinta dengan pengacara tampan yang selalu melindungiku?
Tapi di belakang, aku melihat Bu Ratna sedang menatap mobil kami dengan tatapan penuh dendam. Sepertinya dia tidak akan tinggal diam.
Apakah Bu Ratna akan balas dendam padaku?