NovelToon NovelToon
Kepincut Cinta Mas Duda

Kepincut Cinta Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: AzZura02

Kehidupan kampus Sheyra selalu berjalan lancar dan tenang sebelum ia bertemu pria menyebalkan bernama Alvaro. Alvaro adalah seorang duda anak 1 yang tinggal berdua dengan anaknya. Di mata Sheyra, Alvaro merupakan pria berhati dingin, egois, dan jahat. Namun pandangan itu seketika runtuh ketika Sheyra melihat sisi lain Alvaro ketika bersama anaknya.

Takdir seolah membawa mereka untuk terus bertemu dan bertemu. Hingga akhirnya membuat cinta tumbuh di antara keduanya. Namun jatuh cinta tidaklah mudah. Masalah demi masalah selalu datang untuk menguji kekuatan cinta mereka.

Mulai dari Alvaro yang minder dengan statusnya, Sheyra sang pencemburu buta, seseorang dari masa lalu, restu keluarga hingga trauma berat Alvaro atas kematian istrinya.

Akankah keduanya bisa mengatasi permasalahan tersebut demi mempertahankan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzZura02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9 - Lebih Berani

Alvaro keluar dari minimarket sambil menenteng tas belanjaan di tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya sibuk merapikan rambut yang dirasa berantakan. Ia menyisir rambutnya ke belakang dengan jari-jarinya. Ia tidak menyadari bahwa dari kejauhan ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya.

Sheyra tiba-tiba merasa berdebar. Untuk kesekian kalinya, ia terpesona dengan ketampanan Alvaro. Sheyra menghela nafas, di dalam kepalanya timbul banyak pertanyaan. Mengapa ia merasa berdebar saat melihat Alvaro? Dan sebenarnya perasaan apa ini? Apa ia telah jatuh cinta? Sheyra bingung dan tidak bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaannya.

Sheyra ingat beberapa hari yang lalu saat Alvaro memblokir WhatsAppnya. Hari ini ia mengeceknya lagi. Ternyata masih diblokir. Sungguh kejam.

Lamunan Sheyra buyar ketika seseorang memanggilnya. Sheyra menoleh dan mendapati Bapak ojek online yang ada di depannya. Dengan segera Sheyra naik ke motor lalu menghilang meninggalkan keramaian di depan kampus.

***

“Kak Shey!” seru anak-anak riang ketika melihat Sheyra datang memasuki ruang kelasnya. Beberapa dari mereka berlari mendekati Sheyra dengan antusias. Sheyra mengelus rambut mereka satu persatu dengan lembut.

“Kakak! Aku gambar ini. Lihat deh bagus kan?” tanya seorang anak perempuan yang bernama Queensha sambil mengangkat kertas gambarnya. Ia menggambar dua buah gunung lengkap dengan matahari di tengahnya. Gambar yang sangat umum di gambar oleh sebagian besar anak kecil. Mata gadis itu penuh harap menunggu pujian terlontar dari bibir Sheyra.

“Wah bagusss sekaliii! Keren!” ucap Sheyra sambil memperhatikan gambar itu dengan seksama. Ia merasa takjub.

Mata Queensha berbinar. Senyum manis langsung tersungging di bibirnya. Matanya menyipit sambil berkata, “Terima kasih Kak Shey!”

Tak jauh dari sana, seorang anak laki-laki memperhatikan interaksi Sheyra dan Queensha. Anak itu terlihat sedikit merengut. “Aku juga bisa gambar lebih bagus dari itu.” ucapnya meremehkan.

Mendengar perkataan Kenzie membuat Queensha kesal. Ia langsung membalas, “Mana? Buktikan! Bahkan kamu saja kesusahan buat gambar lingkaran dengan bagus.” ejeknya kemudian ia menjulurkan lidah meledek Kenzie.

“Gambarmu jelek.” Kenzie merengut. Ia merasa kesal ketika ada anak lain yang bisa mengambil hati Sheyra, Kakak kesayangannya.

Sheyra memperhatikan pertengkaran mereka berdua dengan geleng-geleng kepala. “Stop adik-adik. Gak boleh gitu ya. Di sini kita semua adalah teman. Coba ulang lagi kita adalah apa?” tanya Sheyra penuh penekanan.

Kenzie dan Queensha terlihat murung ketika Sheyra menegurnya. “Teman…” kata mereka berdua pelan.

Sheyra mengelus kepala Kenzie dan Queensha lembut. Ia memberikan pengertian kepada keduanya dengan sabar. “Kenzie, gak boleh ya mengejek teman. Gak boleh kayak gitu lagi. Okay?” kata Sheyra kepada Kenzie yang segera dibalas anggukan.

Setelah itu Sheyra berganti menoleh ke arah Queensha. “Queen juga, katanya mau jadi princess. Princess juga engga boleh menghina teman ya.” terang Sheyra yang dibalas anggukan oleh Queensha.

“Yuk kalian berdua salaman. Janji gak boleh bertengkar lagi. Habis ini Kenzie bisa gambar dan tunjukkan ke Kak Shey. Queen juga boleh gambar lagi.”

Kedua anak kecil itu patuh terhadap Sheyra. Mereka segera bersalaman dan saling meminta maaf. Lalu lima menit kemudian mereka sudah terlihat akur dan main bersama. Sheyra menghela nafas lega. Kenzie memang agak pencemburu. Mungkin karena dia yang paling lama di sini sehingga ia takut jika Sheyra dekat dengan anak lain maka ia akan terlupakan. Sheyra memahaminya. Namun ia tidak ingin membedakan-bedakan semua anak. Ia ingin memberikan perlakuan yang sama. Sepertinya ia harus lebih mengontrol Kenzie agar tidak berulah ke anak-anak yang lain.

“Shey, anak-anak dari tadi nyariin kamu loh. Nanya terus kapan Kak Shey datang.” kata Mawar yang duduk di sebelah Sheyra.

Sheyra terkekeh, “ Ya ampun lucunya.”

“Iya. Apalagi Lyra, lihat deh dia kelihatan lagi curi curi pandang ke kamu tuh dari kejauhan.” bisik Mawar di telinga Sheyra yang lantas membuat Sheyra langsung mencari keberadaan Lyra. Sheyra tersenyum ketika matanya menangkap sosok Lyra yang duduk paling belakang.

Beberapa menit Sheyra memperhatikan Lyra. Hari ini gadis itu memakai gaun berwarna pink dengan gambar princess di bagian dadanya. Rambutnya di kepang dua lengkap dengan jepitan rambut bunga di belakang telinganya. Sangat cantik.

Tak sengaja mata Sheyra dan Lyra bertemu. Sheyra terpaku saat tiba-tiba Lyra menyunggingkan senyuman ke arahnya. “Manisnya.” gumam Sheyra pelan.

Sheyra berjalan menghampiri tempat duduk Lyra kemudian menyapa gadis kecil itu dengan riang. Sheyra melihat Lyra yang sedang menggambar. Tangan mungil Lyra sibuk membuat coretan di atas kertas. Gambarnya belum terlihat sempurna mengingat usia Lyra baru 2 tahun. Namun untuk anak seumurannya, Lyra termasuk cerdas karena bisa membentuk coretan menyerupai gambar manusia. Matanya terlihat fokus menyelesaikan pekerjaannya sambil sesekali tersenyum ke arah Sheyra.

“Lyra suka menggambar?” tanya Sheyra sambil memperhatikan gambar buatan Lyra. Di sana ada gambar sebuah keluarga kecil lengkap yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak perempuan. Gambarnya tidak terlalu jelas namun Sheyra bisa langsung mengerti.

Lyra mengangguk dengan cepat, “Iya. Ira suka.”

Sheyra menunjuk gambar seorang anak perempuan dan langsung menebaknya. “Ini pasti Lyra ya?”

Lyra kembali mengangguk, “Iya!” serunya riang.

Sheyra tersenyum mendengar jawaban Lyra. “Gambarnya bagus.” pujinya yang sukses membuat Lyra tersenyum malu-malu.

Sheyra bisa membayangkan keluarga Lyra seperti apa. Pasti anak kecil itu tumbuh di keluarga yang cemara. Terlihat dari betapa senangnya ia menggambar anggota keluarganya. Anak yang berbakat.

Selain memperhatikan Lyra, tidak lupa Sheyra juga memperhatikan anak-anak yang lain di sekitar Lyra. Ia membuat anak-anak merasa nyaman dan aman saat bersamanya.

Lyra tiba-tiba menghentikan aktivitas menggambarnya. Ia memanggil nama Sheyra agar Sheyra memperhatikan ke arahnya. “Kak eii..”

Mendengar namanya dipanggil membuat Sheyra langsung menoleh ke sumber suara. “Iya? Kenapa cantik?”

“Lihat Kak.” pinta Lyra. Setelah mengucapkan kata itu, Lyra terlihat gugup. Ia mengatur nafasnya beberapa kali untuk menghilangkan kegugupannya.

Lyra berdiri dari tempat duduknya. Sheyra melihat tingkah Lyra dengan penasaran. Sebenarnya apa yang ingin Lyra tunjukkan kepadanya?

Lyra menghampiri dua anak yang ada di depannya lalu duduk didekat kedua anak tersebut. “Ha..lo.” sapa Lyra pelan. Ia terlihat malu-malu tapi bertekad untuk menahannya. Sesekali Lyra melihat ke arah Sheyra untuk memastikan bahwa Sheyra masih memperhatikannya.

Mendengar sapaan dari Lyra, dua anak itu langsung membalasnya. “Halo juga. Kenalin namaku Ara.” seorang anak yang usianya lebih tua dari Lyra menjulurkan tangannya ramah.

Lyra langsung menjabat tangan tersebut, “Ira.” Lyra menyebut nama panggilnya ketika di rumah.

“Namamu Ira?” tanya anak perempuan yang lainnya memastikan.

Lyra mengangguk. Entah mengapa gadis kecil itu merasa sangat senang. Mungkin karena ini adalah pertama kalinya ia mendapatkan teman dengan usahanya sendiri.

Sheyra yang sejak tadi memperhatikan Lyra merasa bangga. Ia sangat senang. Ternyata Lyra bisa mengatasi rasa malunya. Kini Lyra sudah menjadi lebih berani sesuai dengan keinginannya. Semoga kedepannya Lyra bisa mendapatkan banyak teman dan merasa nyaman ada di daycare ini.

Sheyra merasa heran ketika tiba-tiba Lyra berlari menghampirinya. Lyra memeluk Sheyra yang seketika membuat Sheyra terkejut. Sedetik kemudian bibir Sheyra terangkat membentuk sebuah senyuman manis. Ia langsung membalas pelukan Lyra. Benar-benar gadis kecil yang sangat manis dan menggemaskan.

Lyra meminta Sheyra untuk menunduk. Ia langsung mendekatkan bibirnya ke telinga Sheyra lalu berbisik, “Adiah.” (Hadiah)

Sheyra tertawa kecil mendengar ucapan Lyra. Ternyata hadiah adalah alasan mengapa Lyra menjadi berani.

^^^Bersambung…^^^

1
Cici Sri Yunita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!