Cherry adalah seorang gadis yang beruntung, ia memiliki keluarga yang hangat dan sangat menyayanginya, hidupnya seperti impian banyak gadis seusianya terlebih ia memiliki Kakak Laki laki yang selalu melindunginya Kevin, di sekolah berpacaran dengan pria paling populer sekaligus ketua OSIS Dion Prince, namun setelah kehadiran dua Pria bernama Bumi dan Langit hidupnya berubah, masa lalu yang selama ini ia cari kebenarannya perlahan mulai terungkap. Akankah Cherry berhasil mengetahui masa lalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cantika
"Meong Meong"
Terdengar suara seekor kucing dibalik pintu kamar, diiringi dengan suara ketukan kecil di pintu.
Langit terbangun dengan kepala berat, namun dengan penuh kesabaran ia berdiri langsung membuka pintu kamarnya.
Seekor Kucing berbulu putih menyembul dari balik pintu tanpa aba aba meloncat kepelukan pria berambut cokelat itu.
"Cantika, Cantika gak sabar banget ya kamu pengen ketemu aku"
Kucing itu mengibaskan ekornya dan mengelus elus kepalanya ke punggung tangan Langit.
"Manjanya, gimana aku mau punya cewek kalau kamu posesif gini, bisa bisa aku jomblo seumur hidup"
"Hahaha ampun adegan memuakan ini lagi" Terdengar suara tawa dan ejekan dari sebrang kamar Langit, membuyarkan adegan mesra Langit dengan kucing kesayangannya.
Langit mengarahkan pandangannya lalu melotot pada Bumi yang baru saja keluar dari kamarnya.
Pria menawan itu mengenakan stelan seragam sekolah rapi. Bumi tampak sangat fresh dan siap untuk bersekolah hari itu.
Seakan telah melupakan obrolan cukup tegang semalam Langit berkata "Ayo Cantika, gausah peduliin dia"
Kucing itu mengeong seakan mengerti kata kata pemiliknya.
"Cantika, bisa bisanya kamu lupain Oppa cuma gara gara dia udah dateng" Bumi berusaha merebut kucing Putih itu dari pangkuan Langit.
Langit berkelit "Eits jangan pegang cewek gue, Lo kan tau gue posesif"
"Huh dasar kampret" Kata Bumi kesal, padahal beberapa bulan ini Dia yang merawat kucing putih itu dengan penuh perhatian, tapi setelah pawangnya datang Bumi jadi cuma dianggap Babu.
"Mandi sana lu Lang, sebelum Miss Gloria telpon dan mencak mencak"
Miss Gloria adalah guru khusus home schoolingnya Langit.
"Gak akan lagi" Jawab Langit singkat.
Bumi keheranan "Maksudnya?"
"Gue udah berhenti Home Schooling"
Sontak Bumi makin kaget "Gak usah ngadi ngadi Lo Langit, gak mungkin kan Lo putus sekolah"
Langit terkekeh menanggapi pemikiran jauh Kakaknya "Udah kayak sinetron aja alur cerita di fikiran Lo"
"Ya terus, maksud Lo apa berhenti Home Schooling?"
"Ya gue sekolah"
"Sekolah?" Bumi menggaruk kepalanya mulai pusing dengan jawaban random adiknya, lalu otaknya seperti tercerahkan, ia kemudian berkata "Jangan bilang fikiran gue ini bener"
Senyum manis tersungging dari bibir lelaki berlesung pipi itu "Gue mau mencoba jadi anak yang normal kayak yang lain"
Bumi terdiam "Terus Kakek dan Papi tau?"
Langit mengangguk penuh kemenangan "Taulah"
"Mereka gak tantrum?" Selidik Bumi lagi.
"Lo gak liat gue babak belur kayak gini, Lo buta?" Langit menunjuk luka luka dan lebam di pipi juga badannya.
Seakan mengerti Bumi mengangguk angguk tanpa berkata apa apa lagi, ia berjalan gontai menuju meja makan, meninggalkan adik randomnya, yg semakin mengalay bersama kucingnya.
Suapan demi suapan nasi goreng buatan Bi Ripa terasa tidak berbumbu dilidahnya, Bumi terlalu syok dengan gebrakan baru adiknya yang baru dia ketahui di pagi itu.
Setiap hari selalu ada saja gebrakan dari anak nakal itu, tapi Bumi tidak menyangka kalau anak itu akan membangkang sebegitunya.
Dulu Langit memang bersekolah di sekolah umum seperti anak anak lain, namun bersekolah seperti itu sangat kurang memenuhi ekspektasi Kakek dan Ayah mereka, Langit dituntut untuk memenuhi kriteria pewaris dimasa depan, jadi untuk soal pendidikan, pastinya dia harus mendapat pengajaran dari guru yang khusus dan privat, maka dari itu sejak SMP ia berhenti sekolah di sekolah umum seperti anak anak yang lainnya.
Mengingat Kakek dan Ayah mereka yang sangat keras dan batu, Bumi tak menyangka bahwa Langit bisa mendobrak pintu besi yang menghadang keinginannya.
"Lang" Teriak Bumi selepas sarapan, ia berdiri tegak di depan pintu kamar adiknya.
"Apaan?"
"Pulang sekolah gue anter Lo ke Rumah Sakit ya" Tawarnya.
"Kagak usah" Sahut Langit menolak
Bumi membuka pintu tanpa permisi lagi.
"Terserah kalau lo gak mau nurut sama Papi, sama Kakek, tapi sama gue Lo harus nurut berandal" Bumi memelotot kearah adik badungnya itu.
Langit menarik nafas panjang seakan mengatur emosinya "Yaudah"
Bumi tersenyum lega "Gitu dong, kalau gak nurut sama gue Lo mau nurut sama siapa?"
"Iya iya, bawel amat sih lu kayak Cantika aja, sana berangkat sekolah" Usirnya.
* * *
Ini Cantika
Itu tiap satu bulan, gonta-ganti terus dong?!
Ya Salaam... 🗿🗿🗿