NovelToon NovelToon
Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Bagaimana jadinya jika seorang dokter bedah dan ahli toksikologi jenius dari abad ke-21 bertransmigrasi ke tubuh seorang Permaisuri yang lemah dan dibuang?

Anran, seorang dokter genius masa depan, tewas dalam insiden laboratorium dan terbangun di tubuh Permaisuri Kerajaan Great Yan. Tak hanya dibuang ke Istana Dingin karena fitnah kejam, tubuh Permaisuri ini juga diracuni secara perlahan oleh musuh-musuhnya di istana belakang.

Permaisuri lama yang penakut dan mudah menangis telah lenyap. Kini, Anran bangkit membawa kecerdasan medis modern, keahlian racun yang mematikan, dan keberanian tanpa batas!

Satu per satu racun dibongkar, fitnah selir licik dipatahkan, dan intrik politik kerajaan dihancurkan. Seluruh istana dibuat gempar oleh perubahan drastis sang Permaisuri yang kini anggun, cerdas, dan tidak bisa diintimidasi oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 33

... menjadikanmu seorang Pangeran Mahkota yang tak tertandingi dan siap memimpin Kerajaan Great Yan menuju era kejayaan yang baru."

Pangeran Yuan'er membungkuk lebih dalam, matanya berbinar penuh rasa terima kasih dan kerendahan hati. "Hamba tidak akan pernah sanggup berdiri di titik ini tanpa bimbingan dan kepercayaan dari Ayah Baginda dan Ibu Permaisuri. Ilmu pedang Ayah mengajari Hamba cara melindungi yang lemah, sementara keahlian medis dan ketegasan Ibu mengajari Hamba arti belas kasih yang tak tergoyahkan."

Anran melangkah mendekat, mengulurkan jemarinya yang halus untuk mengusap lembut bahu zirah perak putranya. Ada rasa haru yang hangat menyelinap di relung dadanya. Melihat pemuda di hadapannya—seorang calon penguasa yang cerdas, berwibawa, dan memiliki mata jernih penuh kedamaian—Anran merasa seluruh perjuangannya sejak terbangun di dalam tubuh permaisuri yang hampir tewas puluhan tahun lalu telah terbayar tuntas.

"Seorang penguasa sejati tidak diukur dari seberapa banyak musuh yang ia taklukkan di medan perang, Yuan'er," ujar Anran dengan suara lembut namun sarat akan wibawa yang mendalam. "Namun dari seberapa banyak nyawa rakyat yang sanggup ia selamatkan dari kemiskinan, wabah, dan ketidakadilan. Jaga selalu kejujuran hatimu, dan jangan pernah biarkan kesombongan mengaburkan keadilanmu."

"Hamba akan selalu mengingat nasihat Ibu Permaisuri di dalam setiap helas napas Hamba!" janji Pangeran Yuan'er dengan nada mantap, menunjukkan tekad baja yang ia warisi dari kedua orang tuanya.

Setelah Pangeran Yuan'er memohon diri untuk melanjutkan pengawasan perayaan di aula bawah, keheningan yang syahdu kembali melingkupi puncak Menara Bintang. Angin malam yang berembus pelan membawa serta wangi keharuman bunga krisan dan teratai dari kolam batu giok bawah paviliun, bercampur dengan kehangatan ribuan lampion keemasan yang melayang anggun di langit malam ibu kota.

Kaisar Tian merengkuh pinggang Anran dari samping, menarik tubuh anggun sang permaisuri lebih rapat ke dalam pelukannya. Pria yang dulu dikenal dingin, kejam, dan penuh kecurigaan itu kini menatap Anran dengan pendar mata yang hanya dipenuhi oleh kasih sayang mutlak dan kebanggaan tiada tara.

"Lihatlah negeri yang kita bangun bersama ini, Anran," bisik Kaisar Tian dengan suara baritonnya yang berat dan hangat di dekat telinga Anran. "Pasar-pasar di ibu kota makmur, wilayah perbatasan selatan dan utara hidup dalam kedamaian abadi, dan Balai Pengobatan bentukanmu telah mencetak ribuan tabib yang menyebarkan kebaikan ke seluruh penjuru benua."

Anran mengulas senyum tipis yang amat memikat, menyandarkan kepalanya pelan pada dada bidang Kaisar Tian seraya mendengarkan detak jantung pria itu yang berdegup tenang.

"Dulu, ketika jiwa Saya pertama kali terlempar ke dunia ini dari masa depan yang jauh," tutur Anran pelan, mengingat kembali perjalanan panjangnya dari seorang ahli toksikologi abad ke-21 hingga menjadi Ratu Agung Great Yan, "Saya pikir tugas Saya hanyalah membongkar racun Bunga Malam Biru milik Selir Mei dan bertahan hidup dari intrik kotor istana belakang."

"Namun Tuhan memberi kita jalan yang lebih besar dari sekadar bertahan hidup," potong Kaisar Tian lembut, mengecup pelan helai rambut permaisurinya. "Kau datang bukan hanya untuk menyelamatkan dirimu sendiri, tetapi juga untuk menyembuhkanku, membersihkan istana ini dari pengkhianat seperti Dowager Xian dan Pangeran Xiao, serta membawa cahaya kebenaran bagi seluruh rakyat Great Yan."

1
Murni Dewita
👣
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
nah kan, sekalian aja itu si kaisar meninggoy mendadak
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kaisar pikun yg kebanyakan selir sih ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!