NovelToon NovelToon
Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:72.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Azarin mengira, setelah ia melahirkan anak, Fajar akan bersyukur dan menganggapnya istri.

Namun semua harapan itu hancur setelah ia mendengar percakapan suami dan Ibunya.

Fajar, tidak pernah menganggapnya istri. Baginya hadirnya Mia dalam hidupnya adalah aib. Dan akan membuang Mia dengan dalih kecelakaan.

Mendengarnya Azarin langsung lemas. Ia pun memutuskan untuk kabur malam itu juga, dan tidak lagi mengharapkan belas kasih Fajar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My baby peony

Fajar berbalik lemah, menyandarkan punggungnya pada dinding, memikirkan sesuatu yang menghadirkan tanda tanya besar di benaknya.

"Wajahnya seperti tidak asing, apa dia benar-benar tunangan Azarin?"

Mau sampai berasap kepala, Fajar tetap tak menemukan jawaban pasti.

"Tapi mukanya familiar banget, dan sialnya, dia lebih tampan dariku." tanpa sadar tangannya mengepal.

Cemas?

Tentu.

Dulu dia tidak pernah berfikir Azarin akan berpaling darinya, namun melihat ada yang tertarik padanya melebihi dirinya, hati kecilnya menjerit.

Seperti.

Ia tidak punya muka lagi untuk menyebut dirinya yang paling Azarin inginkan.

"Ikut aku."

Fajar tersentak saat tiba-tiba Dean muncul dibalik pintu.

Sejak kapan pria itu tau keberadaannya?

Dan—dia terlihat sok kenal.

Langkah Dean terhenti, menoleh malas.

"Apa kau akan tetap berdiri disana seperti orang bodoh?"

Iris mata Fajar menyipit tajam, tangannya mengepal di samping tubuh, berjalan mendekat mendahului Dean.

"Jangan memerintahku!"

Pria itu tatap malas Fajar yang bisa-bisanya meninggalkan praktik. Menyusul dari belakang.

"Kekanak-kanakan sekali."

Fajar menoleh cepat, mendelik tajam ke arah Dean, "Berhenti menginterupsi, sialan."

Desisan Fajar bukannya membuat Dean kesal, dia justru menyeringai.

"Bodoh."

Lalu berjalan melewati Fajar begitu saja, menuju tangga darurat yang jarang dilewati orang.

Tatapan Fajar menyipit tajam.

Tangga darurat?

Buat apa dia mengajakku kesana? Apa dia ingin menantangku?

Dean langkahkan kakinya turun beberapa tapak sampai ke lantai rata. Fajar masih setia mengikuti dari belakang, bagaimana pun juga ia penasaran.

"Cepat katakan, apa maumu." sinis Fajar. Memalingkan wajah acuh.

Tidak menjawab, Dean lebih memilih mengambil rokok dalam saku, lalu memantiknya, menyesapnya santai.

Fajar melotot, ia tampik rokok di tangan Dean cepat.

"Kau merokok?! Apa kau tidak tau rokok akan sangat membahayakan nyawa penghirupnya?! Azarin akan sakit jika terpapar rokokmu!"

Dean tatap rokok miliknya yang menggelinding ke bawah, seringaian tipis terbit di bibirnya.

Ia tatap Fajar tajam, lalu menonjoknya kuat. Membuat Fajar terhuyung dan terduduk di tangga menuju atas.

Dean merunduk merangsek kerah baju Fajar, menatapnya penuh intimidasi.

"Kau fikir aku bodoh?"

"Aku tidak ingin kau mengotori Azarin!"

"Kotor?" Dean menyeringai, kembali memukul pipi Fajar telak.

"Kau yang telah membuatnya kotor sialan! Kau meninggalkannya! Aku rela melepaskannya demi dia bahagia denganmu dan apa ini?!" sentak Dean menggebu.

"Kau merusak mentalnya! Bagaimana bisa Azarin mencintai pria brengsek sepertimu?!"

"Kalau tau kau memperlakukannya seperti ini apa kau fikir aku akan diam saja?!"

BUGHH!

Darah segar mengalir kecil di sudut bibir Fajar. Pria itu seka darah itu cepat, menatap Dean tajam.

Ia bangkit perlahan sedikit tertatih, berbantu pada pembatas tangga samping.

Ingin melawan.

Namun apa yang diucapkannya benar.

Ia bahkan tidak tau celah mana yang harus ia pilih untuk melawannya.

Dean seka ujung blazer kasar, melewati Fajar ke atas.

Fajar tatap tajam punggung yang mendahuluinya itu, tangannya mengepal di samping tubuh.

"Sebenarnya kau siapa? Kenapa aku seperti tidak asing denganmu?"

Langkah Dean terhenti, pria itu berbalik tenang.

"Tebak."

Kening Fajar mengerut serius.

"Aku tidak yakin, tapi samar-samar wajahmu mirip bajingan tengik masa-masa kuliah dulu."

Rahang Dean spontan mengetat, menyeringai sinis.

Ia kembali melangkah ke bawah dengan pergerakan tenang, menatap Fajar tajam.

"Tebak saja."

Kening Fajar mengerut serius. Menelisik setiap inci pria di depannya tanpa cela. Sebelum akhirnya mendelik tajam.

Tidak mungkin.

Fajar tatap Dean dari atas sampai bawah.

"Apa kau Dean gendut yang—!" Fajar tiba-tiba tak bisa melanjutkan kata-katanya.

Pria itu tutup mulut cepat, menatap pria di depannya tegang.

Dean mendekat, mencondongkan wajahnya sejajar dengan Fajar.

"Ya....apa kau baru sadar?" ia tepuk pipi Fajar pelan beberapa kali.

Dean tegakkan kembali punggungnya, memasukkan tangan ke dalam saku celana.

"Apa kau masih ingat bajingan yang selalu kau bully ini?"

Fajar melotot.

Ia ingat dulu Dean gendut dan jelek. Bagaimana bisa berubah jadi seperti ini, bahkan tubuhnya lebih tinggi darinya, juga wajahnya, jauh lebih menawan darinya.

apa kali ini dirinya kalah?

Apa perjuangannya menemukan Azarin harus berhenti disini?

Sial.

Dia bahkan sudah menyiapkan kartu identitas Azarin yang baru jika wanita itu mau kembali lagi padanya.

"Sepertinya begitu." Dean menyeringai sinis.

Ia kembali menyesap rokok baru miliknya, menyemburkan asap tepat di wajah Fajar hingga pria itu terbatuk hebat.

"Berhenti merokok sialan! Dasar kau babi buruk!"

Iris mata Dean menyipit, menyesap lebih banyak asap, lalu menghembuskannya kembali ke wajah Fajar.

Fajar hempaskan asap di wajahnya dengan tangan, menutup setengah wajahnya dengan kerah baju.

"Yashh brengsek aku bilang berhenti!"

Fajar layangkan bogeman mentah tepat di pipi Dean.

Fajar membeliak.

Dean tak membalas.

Mendapat kesempatan ia pun menjotos wajah Dean beberapa kali hingga membiru ia buat.

Dean menyeringai, "Sepertinya cukup."

Fajar mendelik, "Apa maksud—"

BUGHH!

Kini gantian Fajar yang di hajar habis-habisan oleh Dean.

Ia mencampurkan dendam dan benci pada pukulan telaknya, hingga yang di dapat Fajar 10 kali lipat lebih sakit daripada yang Dean terima dulu.

Dean baru berhenti memukul saat Fajar tak bisa lagi melawan. Jatuh tersungkur bersandar pada dinding.

"Mulai sekarang, berhenti mengganggu Azarin lagi." sinis pria itu.

Kembali melangkah menaiki tangga, meninggalkan Fajar yang terkapar sendirian disana.

Sesampainya di dalam ruangan Azarin kembali, semua orang melotot.

"Dean, kamu kenapa?!" seru Naya khawatir.

Sementara Azarin, entah naluriah darimana, ia langsung menarik tangan Dean mendekat. Mengecek setiap inci wajahnya, meringis kecil.

"Ya ampun, kok bisa seperti ini?" lirih Azarin meringis ngilu.

Dean tersenyum.

"Ternyata kau masih sama seperti dulu."

Dean merasa tak menyesal membiarkan Fajar memukulnya.

"Kamu kok bisa kaya gini sih? Ya ampun kamu berantem?"

Dean tersenyum menggeleng, mendekatkan wajahnya sejajar pada Azarin.

"Tolong obati aku."

Untuk sesaat Azarin tertegun. Menatap lekat manik mata yang menatapnya penuh binar itu.

"Ahh...ohh...Ba-baiklah."

Ia palingkan wajah cepat. Bertatapan lama dengan Dean tidak aman untuk jantungnya.

Ia rogoh nakas, mengambil beberapa obat merah dan cotton bud yang tersedia di setiap kamar.

"Duduklah." pinta Azarin gugup.

"Om, wajah om beldalah. Mama pintel ngobatin loh om." oceh Mia tersenyum lembut.

Dean balik tatap Mia penuh senyum, ia usap pucuk kepala Mia lembut.

"Iyakah? Om jadi ga sabar di obati mamamu lagi."

Membulat Azarin disitu, ia palingkan wajah cepat, menutupi semburat merah di pipi.

"Bi-biar aku obati."

Dengan sedikit tegang Azarin teteskan obat merah pada cotton bud, lalu mengulurkan ke wajah Dean.

Dengan senang hati Dean dekatkan wajahnya, memejam tipis.

"Kumohon lembutlah."

Azarin refleks telan ludah, "Ba-baiklah."

Ia benar-benar melakukannya dengan lembut. Dean jadi merasakan sensasi pertama kali bertemu Azarin.

Juga sama, seperti sekarang.

Bedanya dulu mengobati luka akibat di bully, sekarang mengobati luka yang sengaja ia biarkan di bully.

"Mulai sekarang, tak akan aku biarkan bajingan tengik itu menyakitimu, baby peony."

1
Kapten Rajo Devi
nah.. ini baru keren, bukan novel cewe menye2 mewek2...
Maria Magdalena
Palingan ntar si Fajar menyesal dan Azarin dan sang putri sudah pergi menjauh
Rahma Inaya
dan akhrmya tau azizah klu azarin mantan istri fajar
Rahma Inaya
azizah mana tau klu yg bantu beres2 rumhnya adlah mantan istti fajar wanita yg dia sia2 kan dan pria yg azizah.cintai dlm diam
Rahma Inaya
jodh nya fajar mkn
Rahma Inaya
buruan rujuk klu msh sama2 cnt ..
Rahma Inaya
kena freng ternyata azarin ..🤭🤭.kicep fajar dan gani bak tikus yg kecebour got 🤭🤭
Rahma Inaya
reuni membawa musibah ..nmanya thor ..🤭🤭 apa jd nya klu mama dean tau klu 2 pria yg dia kenal teman baik anaknya adlh pria masalalu calon mantu nya salh satunya ..sekrg blm tau tp klu taua mkn mama dean ilfeel dgn fajar yg mn rela menghianti istri hbs lahiran dab ank mash merah mau di titip di panti asuhan demi pekakor
Rahma Inaya
lnjyt thor .bnr nay klu mmg jodoh gk kmn
Rahma Inaya
setidknya klu gk bs beli rumh or bp rumh sederhana sesuai bajak nya.bisa pelan2 renovasi sendiri yg pentg menjauh dr ortu dan mertua mu ..
Rahma Inaya
good azarin..keluar kn semua unek2 mu biar fajar merasa tmbh bersalh mmg gampang bilg maaf tp yg meraskn berthun thun kamu azarin gk semudah membalik telapak tangam utk melupakn semua nya fajr ..
Rahma Inaya
azrin ngajk silaturhmi bibir gk knl tempt jgn sekli kli km bangunkn macan tdr krn kku dia tebangun siap memangsa mu.tnp knl tempat .skrg br ngakui ank km fajar kmnr2 kmn qjq darg dging sendru mau di buqng
Rahma Inaya
semoga mia bs meluluhkn hati bu dean dab merestui nya
Rahma Inaya
azrin jgn lagi km menoleh keblkng ttp kedepan masa.depn menantimu .biarkn fajr mau masuk rumh sakit mau depresi krn tu mmg pantas utk dia
Rahma Inaya
karma mu di bayr kontan fajar ..
Rahma Inaya
malu sendri fajr dpt istri sdh speak bidadari di lepas malah milih yg mirip ondel2
Rahma Inaya
ank kecil aja tau riasan mirip ondel2 .sekrg km menyesal fajar klu azrin bs bahgia tnp mu dan mendptkn calon suami lebih kaya dr km fajr
Rahma Inaya
hahaha ank kecil aja tau klu riasan mirip ondel2
Rahma Inaya
papa baru bs membahagikan mia melebihi papa kandung nyq
Rahma Inaya
semoga ibu nya dean merestui hub dean dan azrin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!