Pantas saja dia tak diharapkan dan dibenci oleh keluarganya. Ternyata dia adalah anak yang lahir dari rahim orang ketiga.
Mutiara Anjani, Seorang gadis yang selalu terlihat kuat dihadapan orang lain. Tiada yang tahu bahwa gadis itu menyimpan rasa sakitnya seorang diri. Semua tertutup oleh sikapnya yang ceria dan terkadang angkuh itu.
Semua orang yang pernah dekat dengannya menjauh perlahan karena hadirnya orang baru termasuk sahabatnya sendiri. Dia menjadi sendiri, Hingga seorang pria hadir menjadi pendukungnya serta satu-satunya pria yang berjanji akan selalu menjaganya sampai nanti.
••••••
"Aku selalu merasa sendiri, Aku ingin melupakan segalanya dan tidak ingin mengingat rasa sakit ini lagi.." Mutiara Anjani.
"Tapi perlu diketahui, Bahwa akulah yang akan menjagamu sampai nanti.." Muhammad Al Ghazi Maulana...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kegelisahan Ghazi
Kepulangan Ghazi kali ini memang sangat mendadak sekali. Bagaimana tidak mendadak, Usai sholat tahajud dia mendapatkan kabar dari saudara kembarnya kalau Ummanya jatuh dari tangga.
Mau tidak mau Ghazi harus pulang detik itu juga. Wanita cinta pertamanya itu harus dirawat dirumah sakit dengan kondisi yang cukup parah.
Saking paniknya, Ghazi sampai izin pulang pada Galih lewat telepon. Sementara Mutiara sampai sekarang tidak dapat dihubungi sama sekali.
Pesan yang ia kirimkan pada tunangannya itu tidak mendapatkan balasan apapun. Jangankan dibalas, Dibaca saja pun tidak.
Tiga hari ia berada dikota kelahirannya, Tiga hari pula ia tak mendengar kabar sama sekali dari sang pujaan hati membuat Ghazi gelisah. Selain menelfon Mutiara berkali-kali, Ghazi juga sudah mengirim pesan berulang kali sayangnya tetap tidak dapat balasan apapun.
"Sebenarnya kamu kenapa? Apa kamu sakit, Sampai tidak bisa membalas pesan dan telepon ku?
Entah siapa lagi yang harus Ghazi hubungi. Ingin menghubungi Bibi, Ghazi tidak punya nomor wanita itu. Ingin menghubungi Galih, Ghazi merasa sungkan.
Tapi kalau dia tidak menghubungi calon ayah mertuanya itu, Dia tidak akan tahu kabar Mutiara sama sekali.
Tidak ada jalan lain dan tidak ada pilihan lain lagi. Terpaksa lah, Ghazi menghubungi Galih demi bisa mendengar kabar sang pujaan hati.
"Halo....
"Halo, Assalamualaikum...
"Waalaikum salam, Ghazi?
"Iya, Ini saya.. Maaf, Sebelumnya. Saya hanya bisa pamit lewat telepon.." Ucap Ghazi yang meminta maaf lebih dulu tentang kepergiannya yang tanpa pamit itu.
"Tidak apa-apa.. Kamu disana saja dulu. Rawat ibumu dengan baik. Ohya, Bagaimana kondisi ibumu? Apakah sudah mendingan?" Tanya Galih dari seberang sana. Ghazi adalah pria yang baik, Ghazi juga termasuk calon menantunya. Wajar-wajar saja kan, Kalau pria itu bertanya tentang kondisi Umma Zakia?
"Alhamdulillah.. Umma udah merasa baikan..
"Syukurlah, Kalau begitu...
"Eum, Mutiara.. Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Ghazi. Dia harus tahu seperti apa kabar calon istrinya itu. Karena setelah Umma nya sembuh. Ghazi berniat datang ke ibu kota dengan membawa kedua orangtuanya. Tentu saja untuk melamar kembali Mutiara.
"Ghazi.. Saya tidak tahu apa yang terjadi selama ini pada Tiara. Sikapnya seakan berubah, Dia suka mengurung diri dikamarnya.. Pergi pun tidak mau diantar siapapun.. " Penjelasan Galih jelas membuat Ghazi tidak dapat berpikir dengan jernih. Apa yang terjadi dengan gadis itu?
"Saya akan kembali secepatnya.." Ucap Ghazi sebelum mengakhiri panggilan tersebut. Pria itu semakin gelisah saja, Pasalnya dia meninggalkan Mutiara disaat keadaan gadis itu sedang tidak baik-baik saja.
"Ghazi..." Pria itu menoleh, Ghazi tersenyum melihat Umma nya yang ternyata telah terbangun dari tidurnya.
"Umma..." Ghazi mendekati wanita cinta pertamanya itu. Pria itu duduk disamping sang Umma lalu meraih tangannya.
"Umma udah bangun?
"Udah dari tadi malahan.. Sebelum kamu menelfon seseorang.." Ghazi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia ketahuan sedang khawatir pada seseorang oleh Umma, Nya.
"Maafkan Ghazi ya, Umma..
"Gapapa.. Hanya saja, Umma cuma mau bilang. Jangan berpikir negatif ya, Dia pasti baik-baik saja.. " Ghazi mengangguk. Umma nya memang selalu punya tutur kata yang lemah dan lembut.
Wanita itu tidak pernah marah pada siapapun, Meski kadang Ghazi sendiri membuat ulah. Ketika adiknya disakiti pun, Umma nya hanya memilih diam saja.
"Kalau kamu mau kembali, Juga gapapa.. Masih banyak kok, Yang mau jaga Umma disini.." Ghazi menggelengkan kepalanya.
"Enggak, Ghazi masih mau disini.." Umma Zakia tersenyum, Sebelah tangannya terangkat mengusap pipi sang putra.
"Kamu tampan sekali..
"Iya lah.. Titisan Abi rafa.." Kata Ghazi dengan bangga. Hingga, pintu kamar rawat itu terbuka. Abi Rafa datang dengan membawa makanan.
"Assalamualaikum...
"Waalaikum salam...
"Abi, Itu apa?" Tanya Ghazi, Abi Rafa hanya menatap putranya itu dengan dingin.
"Ngapain kamu disini?
"Temani Umma lah. Emang mau ngapain?"
"Yaudah sana.. Abi mau berduaan sama Umma.." Ghazi berdecak kesal. Abi nya ini memang selalu posesif kalau sudah bersangkutan dengan Umma nya. Definisi dicintai oleh pria yang cintanya lebib besar itu, Masha Allah sekali...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, Gadis yang kini tengah dikhawatirkan oleh Ghazi sedang berada didalam mobil.
Benar apa kata Galih, Akhir-akhir ini Mutiara lebih suka pergi seorang diri. Apalagi sejak satu persatu fakta ia ketahui, Mutiara sampai tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
Otaknya full dengan berbagai pikiran yang seolah tak mampu ia jangkau. Mutiara memang banyak diam, Namun ia diam bukan karena sombong atau apa? Mutiara masih butuh waktu untuk mencerna semuanya.
Menanggung beban seorang diri, Serta berusaha kuat dihadapan orang lain itu sangat lelah sekali. Baik itu fisik dan batinnya.
Mutiara menghentikan kendaraan roda empatnya didepan cafe. Mungkin dengan datang ke cafe ini, Mutiara merasa lebih baik.
Gadis itu turun kemudian berlalu masuk. Namun, Langkahnya terhenti ketika matanya tak sengaja melihat sebuah mobil yang sangat ia kenal.
"Rio? Sedang apa dia disini?" Mutiara berlalu masuk. Mobil yang ia kenal itu adalah mobil yang biasa dipakai Rio.
Sedang apa pria itu disini? Sedang makan kah? Atau sedang nongkrong?
Begitu sampai didalam, Mutiara tidak melihat mantan Bodyguardnya itu. Kalau Rio tidak makan disini, Lalu kemana pria itu? Sementara mobilnya ada disini..
Mutiara menggelengkan kepalanya, Gadis itu tak peduli. Dia kembali melangkah hendak masuk keruangan pribadinya bersama Kendra dan Fathan..
"Jadi kau merasa bersalah?" Mutiara yang hendak membuka pintu itu menghentikan pergerakannya. Telinganya mendengar Kendra sedang bicara dengan seseorang.
"Iya.. Bahkan saya berniat ingin menyerahkan diri ke polisi saja, Tuan.."
"Rio? Dia ada disini? Sedang apa dia didalam?
"Lagipula, Tiga orang itu sudah ditangkap, Tuan. Akan lebih baik, Kan? Kalau saya ikut menyerahkan diri sebelum ditangkap oleh polisi. Anda tenang saja, Tuan Kendra. Saya tidak akan melibatkan anda dalam dalang penculikan Non Tiara..
Deg!!
Mutiara langsung kehilangan keseimbangan tubuhnya. Apa katanya tadi? Mutiara tidak salah dengar kan?
Rio? Jadi benar, Pria bertopeng itu adalah Rio. Dan dalang dibalik penculikan serta pelecehan yang hampir terjadi padanya itu semua adalah ulah Kendra?
Pria itu adalah dalangnya..
"Aku tidak menyangka kalau Om Galih dan Bodyguard itu lebih cerdik.. Polisi bergerak setelah kejadian ini cukup lama..
"Ya, Agar para pelakunya santai. Dengan begitu polisi dengan mudah menangkap mereka..
"Padahal aku melakukan semua itu hanya ingin membuat Tiara jera, Itu saja. Dia menampar Hazel, Makanya aku kasih pelajaran...
"Jadi kamu melakukan semua ini padaku, Semuanya karena Hazel? Tega kamu, Ken ..
"Anda terlihat begitu sayang pada Nona Hazel, Tuan..
"Aku hanya ingin membuatnya bahagia, Itu saja.. Sejak kecil dia itu sudah menderita. Bahkan setelah ini, Aku akan mengajaknya bergabung di cafe.." Kata Kendra, Sepertinya video Hazel beberapa waktu yang lalu belum membuat Kendra sadar sepenuhnya.
Mutiara mundur. Gadis itu lebih memilih untuk pergi usai kembali mendengar sebuah fakta.
"Mungkin sudah saatnya aku segera pergi...
•
•
•
TBC
😏😏😏 ,,
semoga ghazi bisa cepat menemukan mutiara ,
lanjut thor ditunggu kelanjutannya, semangattttt💪💪