Linggar Angkasa adalah seorang pria yang sudah memiliki istri, menjalin cinta terlarang dengan seorang wanita yang tidak lain adalah karyawannya sendiri, istrinya seorang model majalah yang sering berada di luar kota.
Tania... wanita berusia 25 tahun yang menjabat sebagai sekretaris perusahaan retail,, atas dasar cinta, dia rela menjadi simpanan dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
3 tahun menjalin asmara tanpa kepastian kemana arah hubungan akan berlabuh, tiada hari tanpa desahan, kepuasan dan... cinta bertepuk sebelah tangan.
Jalinan cinta terlarang keduanya membuahkan hasil... tanpa ikatan... tanpa tuntutan... yang ada hanya sebuah kesadaran dari kesalahan...
Apakah Tania dan Linggar akan tetap bertahan? ataukah Tania mundur dan memutuskan hidup tanpa perlindungan...
Selamat membaca ya guys... semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Sebagian pendapat mengatakan... Air mata laki laki adalah kejujuran, air mata laki laki adalah ketulusan. Tetapi... Tidak bagi pria yang kecewa pada dua wanita sekaligus, meskipun dia bersalah.
" Dengar Yuka, perempuan yang kucintai telah menghianatiku, wanita simpananku pergi meninggalkanku tanpa pesan. Cintaku sudah terkikis dan habis, yang tersisa hanya kekecewaan dan hampa. Apakah kamu masih ingin menjalin hubungan dengan pria sepertiku yang bahkan belum selesai dengan masa.lalu?" panjang lebar Linggar menjelaskan.
Yuka tersenyum menanggapi semua ucapan Linggar. Dia sengaja datang ke kantor Linggar sekedar untuk bertemu dengan alasan memperkuat pengenalan.
" Aku berada di sini saat ini, dengan keyakinan penuh... Bahwa kita bisa belajar saling mencintai." balas Yuka.
Yuka mendekati Linggar yang masih bertahan di kursinya.
" Apa yang membuatmu ragu mas..?" tanya Yuka.
Linggar berdiri mendekati jendela, tatapannya lurus kedepan....sekilas... Bayangan Tania melintas membuat dadanya berdetak.
" Aku membutuhkanmu Tania..." ucap Linggar tanpa sadar.
" Mas... Kamu bicara apa? " tanya Yuka.
" Tidak apa apa" jawab Linggar singkat.
Linggar bernafas panjang sebelum akhirnya memutuskan sesuatu yang bahkan mungkin bisa merubah segala hidupnya.
" Aku terima perjodohan ini, tetapi jangan berharap banyak dan jangan menuntut lebih. Hatiku adalah milikku bukan milikmu, hidupku adalah hak ku! Tidak bisa di kendalikan oleh siapapun termasuk kamu, aku berdiri dengan keputusanku dan aku tidak memiliki kewajiban mengikuti atau mewujudkan keinginanmu." ucapan tegas keluar dari mulut Linggar tanpa keraguan.
Setiap kata yang terucap... bagai ujung pisau yang menyayat jantung. Tetapi itu justru menambah rasa penasaran di hati Yuka, untuk menaklukkan pewaris PT Angkasa.
" Aku siap dan sanggup." jawab Yuka.
Linggar sempat terdiam mendengar jawaban Yuka, tiba tiba... yuka menggenggam telapak tangan Linggar, Linggar tersentak dan reflek menarik tangannya.
" jaga batasanmu Yuka." hardik Linggar.
" Maaf Mas... Aku hanya ingin memulai hubungan dengan baik" balas Yuka yang memang sudah jatuh hati saat pertama mereka bertemu.
Tok tok...
" Masuk"
" Maaf pak Linggar, Perwakilan Adidaya sudah berada di ruang meeting" Angga datang memecah kecanggungan.
" Temui mereka dulu, aku akan segera kesana." jawab Linggar.
Angga menganggukkan kepala dan berbalik menjalankan perintah.
" Pulanglah Yuka, aku masih banyak pekerjaan. " Ucap Linggar yang langsung di iyakan oleh Yuka.
" Aku pulang, aku harap tanggal pertunangan kita bisa di percepat. " jawab Yuka.
Linggar mengusap kasar wajahnya, hatinya berkata tidak, tegapi kenyataan menamparnya bahwa dia harus melanjutkan hidup.
" Sialan kamu Tania. Kamu pergi menghilangkan jejak! Aku membencimu! Sangat membencimu. Aku bersumpah, jika takdir mempertemukan kita, aku anggap aku tak pernah mengenalmu!!!" Linggar mengumpat dalam hati.
Ya! Linggar tidak benar benar bisa melupakan Tania, wanita yang dia anggap simpanan itu, nyatanya masih terus bertahta di hatinya. Bahkan telah menggeser posisi Maya.
Tanpa sadar... Linggar telah terikat oleh perasaannya sendiri. Wanita yang menjadi simpanannya nyatanya mampu memporak porandakan kekuatan cintanya pada Maya.
Maya.... bagaimana wanita itu sekarang...
" Bu... Setelah ini ikut aku periksa kandungan ya..." kata maya pada Bi Asih.
" Baiklah nak... Ibu akan menutup toko dulu.." jawab Bi Asih.
Maya, beberapa bulan dokter kandungan memberi tahunya bahwa dia tengah mengandung 2 bulan. Sungguh anugerah baginya, ketika semia orang membuangnya... Tuhan menitipkan benih padanya.
Bu Asih.... Pembantu terakhirnya, memutuskan untuk tetap bersamanya. Sungguh... dia bertaubat atas semua yang pernah dia lakukan, dan Tuhan masih sayang padanya dengan menitipkan benih sehat di rahimnya.
Setelah mengetahui dirinya hamil, maya menjual rumah dan isinya lalu membeli rumah kecil yang cukup untuk dirinya, Bu Asih dan anaknya kelak saat lahir.
Maya sengaja tidak meminta pertanggung jawaban atas kehamilannya, sebab dia juga tidak mengetahui bayi siapa yang ada di rahimnya... Tetapi yang pasti... Bukan milik Linggar, sebab beberapa kali haidnya datang, Linggar tidak pernah menyentuhnya.
Bu Asih tetap ikut kemanapun Maya pergi meskipun tidak di gaji, dia menganggap Maya sebagai anaknya sendiri.
Tanah yang di beli Maya letaknya strategis, terletak di sebelah sekolah TK, dan ada juga beberapa kantor pemerintah, lalu dia bangun Rumah bertingkat, bawah untuk garasi dan toko, atas untuk tempat tinggalnya. Cukup minimalis untuk 2 orang dan calon anaknya nanti.
Bersyukur setelah toko di buka, sambutan orang sekitar sangat baik, toko yang berjualan perlengkapan sekolah, mesin foto kopi dan tarik tunai uang serta makanan makanan kesukaan anak anak. Jika hari minggu.... Maya menyibukkan diri dengan berjualan makanan di alun alun kota.
Menikah??, setelah kandas pernikahannya dengan Linggar akibat penghianatannya, maya tak lagi berpikir soal pernikahan, dia hanya ingin mencari uang untuk masa depan anaknya nanti.
" Kandungannya sehat bu, tetap jaga makan dan cukup air putih ya bu" ucap bidan tempat dia periksa.
Maya mengangguk dan menerima vitamin tersebut.
" Ya Allah... Sungguh aku bersyukur... Aku perempuan berlumur dosa, tetapi Kau tetap melindungiku. Ampuni semua salahku ya Allah..." Maya berucap dalam hati
Semua orang pernah salah dan berbuat dosa, tidak ada kesempurnaan dalam diri manusia. Tetapi yang terpenting adalah... Bagaimana cara manusia itu memperbaiki diri dan tidak mengulang dosa yang pernah di lakukan.
Maya mengusap air matanya, dia tahu kedepan sesulit apa nanti saat dia merawat anak tanpa suami, tetapi itu tidak masalah baginya. Dia tetap berusaha mempertahankan dan memberikan yang terbaik untuk anaknya nanti.
" Allah tempat kita meminta ampunan nduk... Selama kita mau bertaubat, sebesar apapun dosa pasti di ampuni." kata Bu asih dengan mengusap punggung wanita muda itu.
" Aku wanita murahan yang hina bu... Aku tidak ingin muluk muluk... Hanya ingin merawat dan membesarkan anakku." jawab Maya.
Bu asih memeluk dengan sayang wanita yang dulu pernah menjadi majikannya itu, lalu mereka pulang untuk memulai kisah baru bersama anak yang masih tenang berada dalam kandungan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selamat membaca manteman... Cerita tentang Maya cukup ya... Author memang tidak memberikan alur hukuman hukuman atas kesalahan dan dosa, sebab author mengambil kisah yang mirip mirip dunia nyata.
Kisah yang author tulis ini bukan tentang karma, melainkan pertanggung jawaban dari segala perbuatan.
Mohon maaf... Semoga kalian tidak bosan.
krna km berulang kali mngatakn tak menginginkn ank dri rahim tania.... bhkn klo smpe tania hamil... km dgn enteng mgatakn untuk digugurkn...🙄🙄
eeee istri yg di bela"in.... taunya mndua😂😂😂😂
yg hncur km ato tania.....
tania saat ini sedih dan trluka.... tpi kelak saat anknya lahir.... dia punya pngobat luka....
sdangkn kamu linggar..... bhagia nggk ... tpi kecewa... trnyata perempuan yg km prioritaskn... km cintai ugal"an... nyatanya sm berhiantnya sprtimu di belakangmu....
ap lgi kelak saat tak sengaja km brtemu tania dgn anknya ..... ank yg nyata" tak prnah km inginkn trlahir dri rahim tania....