Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.
"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.
Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Menginap di rumah ratu ular
Tangan Gun begitu lincah membalut garam kasar yang ada di tangan dia menggunakan akar beringin dari pohon yang ada di sungai wadal, garam kasar ini juga bukan garam biasa Karena warna garam itu saja berwarna hitam pekat sehingga tidak mungkin sama seperti garam yang biasa dipakai memasak oleh rombongan para manusia.
Memang kemampuan tabib yang ada di agensi milik Purnama ini sudah Tidak diragukan lagi karena dia telah bekerja keras dan selama ini selalu saja mencari tahu penawar untuk dari segala penyakit, jadi ketika tadi Purnama Mengatakan agar dia mengambil garam beserta dengan akar pohon yang ada di sungai wadal, Gun sudah menyadari bahwa itu adalah untuk penangkal tuyul.
''Kasihan juga Gadis itu karena menderita akibat pesugihan yang diambil oleh keluarga dia sendiri.'' Gun Berkata sambil menjalin Akar.
''Ini jatuhnya hampir sama dengan keluarga Zora yang mengambil pesugihan itu.'' Sukma menjawab ucapan Gun.
''Itu lah kadang keluarga ini bukan hanya mewariskan harta tapi juga barang tidak jelas seperti itu.'' keluh tabib tampan tersebut.
Meski kadang dia terlihat ngondek dan tidak bisa apa-apa, namun dibalik itu semua Gun memiliki kepandaian begitu luar biasa dan tidak banyak arwah yang memiliki kepandaian tersebut, jadi meski dia tidak pernah bertempur di luar sana maka Purnama tetap mempertahankan dengan berbagai macam cara.
Bila tidak ada Gun dalam agensi mereka Maka dapat dipastikan para member akan celaka dan tidak akan mendapat obat ketika usai bertempur, Oleh sebab itu Purnama membiarkan saja ketika Gun memutuskan tidak pernah keluar dari agensi untuk menemui lawan atau bahkan membantu pertarungan.
''Nah sudah jadi kalung yang akan dia pakai.'' Gun berseri senang karena dia telah berhasil.
''Harus dia pakai terus ini ya?'' Sukma bertanya kepada sang kekasih.
''Iya, Sebab Dia itu sudah di incar oleh Tuyul dan malam hari adalah hal yang paling berbahaya untuk Rania.'' Gun menjelaskan dengan lemah lembut.
''Jadi kalau tuyul itu menyusu pada dia maka Gadis itu juga akan mengalami nasib seperti saudara dia itu juga?'' Sukma yang tidak paham masih banyak bertanya.
''Iya dong, semua manusia dia yang menyusui tuyul maka pasti akan meninggal dalam keadaan payudara membusuk.'' Gun Berkata sambil mencubit pipi sang kekasih.
Sukma mengangguk paham dan dia segera mengikuti Gun untuk menuju ruang tamu karena Gun akan memberikan kepada Purnama garam yang telah dia ikat menggunakan Akar tersebut, nanti akar itu akan Rani Apakah seterusnya dan tidak lepas agar dia terbebas dari gangguan tuyul yang sedang berusaha mencari Ibu susu kembali.
''Ini.'' Gun mengulurkan kepada Purnama.
''Berikan pada dia agar langsung dipakai saja.'' perintah Purnama.
''Nah pakai lah, Jangan pernah lepas karena nanti bila lepas maka tuyul itu akan datang dan menghisap ASI di dalam tubuh kau lagi.'' Gun masih sempat memberikan pesan.
''Soal dia yang sudah sempat menghisap Apa itu nanti akan ada efek yang mendatangi aku?'' Rania sudah cemas dengan penjelasan Purnama sebelumnya.
''Aku akan secepatnya datang ke sana untuk memperhatikan pergerakan tuyul itu, Jadi kau tidak usah cemas lagi.'' ucap Purnama.
''Nah Ayo bilang terima kasih dulu sama Mbak Purnama Karena dia sudah mau membantu.'' Mbok Inem menyentuh tangan Rania.
Rania segera bangkit berdiri dan menyalami tangan Purnama sebagai bentuk hormat dan rasa Terima kasih dia, ini adalah pertolongan yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidup, bila bukan Purnama maka tidak akan ada lagi orang yang memberikan pertolongan seperti ini terhadap mereka berdua.
''Malam ini jangan pulang dulu karena lebih baik kalian menginap di sini dan besok pagi baru pulang.'' ujar Purnama sambil bangkit berdiri.
''Apa tidak masalah kami menginap di rumah kamu, nduk?'' Mbok Inem menatap wanita cantik itu.
''Bila menjadi masalah maka aku tidak akan menawarkan seperti tadi.'' jawab Purnama sehingga membuat Mbok Inem kembali terdiam.
''Istirahat saja dulu di kamar ini karena nanti saat makan malam kami akan memanggil keluar.'' Dinda berkata dengan sangat ramah karena dia memang ikut menyambut.
''Terima kasih banyak ya, Nak.'' Mbok Inem kata dengan lemah lembut kepada Dinda.
Dinda hanya tersenyum dan membukakan pintu kamar tersebut agar Rania dan juga wanita tua ini masuk ke dalam sana dan beristirahat dengan tenang, sesuai dengan perintah Purnama bahwa mereka malam ini tidak perlu pulang ke rumah dan lebih baik untuk menginap di rumah dia saja sampai esok pagi datang, setelah itu baru mereka bisa pulang ke rumah masing-masing dan Purnama juga akan menelusuri masalah ini sampai selesai.
...****************...
"Ini kasus malah tentang Tuyul dan pasti arwahnya bocah kecil yang begitu jelek.'' Purnama berkata dengan kesal karena dia tidak suka anak-anak.
''Lah Emang Kakak sudah setuju mau mengambil kasus ini?" Arya bertanya pelan.
"Aku kasihan pula kalau tidak menerima kasus ini karena Gadis itu terancam bahaya yang begitu besar." ujar Purnama sambil menghisap rokok.
"Lagi ulah Kenapa saudara dia setuju Kalau tuyul itu akan menghisap ASI di tubuh Rania?" Arya juga bingung dengan hal tersebut.
"Betul, seolah dia sama sekali tidak ingin melindungi sang adik dari segala macam marabahaya." Julia juga ikut merasa heran dengan sikap Rina.
Purnama sendiri sudah menebak bahwa Rina setuju ketika tuyul itu akan menjatuhkan pilihan kepada Rina sebagai ibu susu dia kembali, padahal Andai kata Rina mau melindungi Rania maka dia akan berusaha keras agar tuyul itu tidak mendatangi sang adik dan Rania juga tidak akan mengalami nasib yang sama seperti dia.
Ini Purnama saja sudah melihat sendiri bahwa arwah Rina setuju saja untuk memberikan Rania kepada tuyul itu, jadi Purnama sedikit tertarik dan Dia memutuskan untuk menerima kasus ini, Sebenarnya dia ingin berangkat malam ini juga untuk mengecek keadaan yang ada di desa paling ujung itu namun dia membatalkan karena perlu berunding dulu dengan Arya dan juga para member.
"Kami sempat bertemu dengan arwah seseorang yang mengalami nasib sama namun dia sudah kami musnahkan.'' Julia menceritakan apa yang terjadi.
''Kok musnah, Bukannya dia bilang Kalau tidak akan pernah datang lagi saja bukan karena?" Airin menatap Julia dengan bingung.
"Lah kan ya sama saja Berarti dia tidak akan pernah datang untuk menemui kita.'' Julia agak malu karena salah berbicara.
Arya menghelai nafas sambil menggelengkan kepala berulang kali karena para member ini ada saja gebrakannya setiap saat, bila bukan member yang bertingkah gila Maka nanti Ratu itu sendiri yang akan mengambil tingkah seperti anak-anak.
Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook ya.
maaf baru sempat baca lg ,,, badan baru pulang istirahat di RS slma bbrpa hari 🥺