NovelToon NovelToon
Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:311
Nilai: 5
Nama Author: shkira

Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.


pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.

SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 7

Hansen mengehentikan mobil nya ketika Ana berhenti di boots aksesoris. Ia memperhatikan ,Ana. dari kejauhan sedang melihat-lihat lalu mengambil sebuah gantungan kunci berbentuk kelinci yang terbuat dari giok kaca. Ia terlihat sangat suka dengan gantungan itu tapi setelah nya ia meletakan kembali gantungan itu lalu pergi.

Hansen keluar dari mobil nya, bejalan menuju boots asesoris yang tadi Ana datangi . Ia melihat gantungan kelinci yang saat itu Ana sentuh.

"Aku ambil yang ini!" Ucap nya datar.

"Yang itu 100 ribu, Tuan!"

Hansen memberikan beberpa lembar uang pada penjual itu " Ambil sisa nya!"

Sang penjual sangat senang mendapat uang lebih yang cukup banyak dari Hansen. Bagi nya hari ini hari keberuntungan untuk nya.

Hansen segera kembali ke mobil.

ia memandang gantungan kelinci di tangan nya sambil tersenyum saat mengingat Ana begitu suka dengan gantungan itu.

Mata nya tertuju pada Ana yang sudah berjalan cukup jauh. Ia kembali mengikuti Ana pelan di belakang nya hingga sampai di gedung Apartemen.

Ana yang baru sampai di lantai 10. Berhenti di depan pintu apartemen milik Hansen. Ia ingin mengetuk namun ragu. Ia berdiri cukup lama di sana tidak berani mengetuk. Lalu tiba-tiba Ana mendekatkan telinga nya ke pintu. Ia berusaha mencari suara di dalam.

Tanpa sadar tingkah nya di perhatikan oleh Hansen yang baru saja sampai.

Langkah nya pelan mendekat pada Ana yang masih tidak sadar kalau saat ini Hansen sudah berdiri di belakang nya.

"Apa kamu mendengar sesuatu di dalam!" Ucap nya mengejutkan.

Ana tersentak kaget mendengar suara Hansen. "A..aku, aku sedang.. ah iya, aku sedang membersihkan kotoran di pintu mu haha..." Jawab nya konyol.

Hansen hanya tersenyum gemas melihat tingkah Ana yang konyol, ia berniat menggoda nya. "Benarkah ada kotoran!" tanya Hansen, menakan Ana ke pintu hingga membuat nya panik

" tidak Ada, sudah tidak Ada!" balas nya menggeser pelan tubuh nya namun tangan hansen melintang menghalangi langkah nya.

Jantung Ana sampai berdegup sangat cepat. Saat ini posisi nya sangat dekat dengan Hansen. Bahkan ia bisa merasakan nafas nya yang hangat.

ia memalingkan wajah karna gugup.

Hansen tersenyum kecil ketika melihat Ana tersipu malu, Ia mencubit dagu Ana memalingkan kembali ke arah nya. Lalu ia mencium bibirnya dengan lembut.

Ana tertegun kaget. Saat Hansen melumat bibir nya ia memejamkan matanya merasakan gerakan bibir Hansen yang tidak berhenti melumat nya.

Ini adalah ciuman pertama nya sehingga ia tidak tau harus bagaimana membalas nya sehingga ia hanya diam seperti patung.

Hansen melepaskan ciuman nya saat melihat Ana tidak membalas atau bergerak saat ia mencium nya. Ia menatap lurus ke arah Ana "Apa kamu tidak mengerti cara berciuman!" ucap nya, lembut menyeka bibir Ana dengan jari.

Ana menggeleng malu "I..ini pertama kali nya aku di cium!" Balas nya polos.

Hansen tertegun kaget, ia tidak menyangka gadis di hadapan nya masih sangat bersih dan polos, "Tidak papa, aku akan mengajari mu cara nya berciuman yang benar, Samapi kamu mengerti!" ucap nya. menggoda.

Ia kembali melumat bibir Ana yang kaku "buka mulut mu!" perintah nya, ana mengikuti aba-aba yang di berikan Hansen.

Mereka berciuman beberpa detik sebelum Ana mendorong Hansen melepaskan ciuman nya.

Nafas nya tersengal "Ada apa?"

Ana tertunduk malu " Aku takut ada yang melihat!" ucap nya tertunduk malu.

Hansen tersadar kalau mereka masih berada di luar. Ia tersenyum tipis melihat Ana yang tidak berani menatap mata nya.

Hansen mengecup bibir nya "Kita lanjutkan besok!" kecup nya, agresif.

Wajah Ana langsung merah padam. "Kalau begitu aku masuk dulu!" ia Berlari masuk ke apartemen nya. Meninggalkan Hansen yang terus tersenyum senang saat menggoda nya.

Saat ia melihat Ana sudah masuk kedalam apartemen nya. Ia yang tidak pernah tinggal di sana memutuskan untuk kembali ke mansion. Namun langkah nya kembali karena teringat gantungan kunci yang tadi ia beli belum ia berikan pada Ana.

Langkah nya kembali. ia mengetuk pintu apartemen Ana beberpa kali namun tidak Ada jawaban sebab Ana sedang berada di kamar mandi.

Hansen mencoba menghubungi ponsel nya. Ana yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat ponsel nya berdering, ia segera mengambil ponsel nya yang di letakan di atas ranjang. Ia menjawab panggilan dari Hansen.

"Apa kamu bisa keluar sebentar? Ada sesuatu yang mau aku berikan!" Ucap nya dari balik telepon.

Ana yang masih pakai handuk panik kebingungan "baiklah tunggu sebentar!"

Ia melempar ponsel nya ke atas ranjang lupa untuk mematikan. Ia berlari kecil ke lemari untuk mengambil baju. Namun kaki nya terhantuk ujung meja hingga ia jatuh tersungkur. Sampai lutut nya berdarah.

Suara benturan nya sampai terdengar oleh Hansen dari sambungan telfon yang belum ia matikan.

Hansen mengetuk pintu "Ana!"

"Apa Kamu baik-baik saja?" Panggil nya.

Ana bergegas bangun "Aku baik-baik saja!" Seru nya. Ia berjalan pincang ke arah pintu. tidak sempat mengganti baju. Ia tidak ingin Membuat Hansen menunggu.

Ana membuka sedikit pintu untuk menutupi tubuh nya yang masih memakai handuk.

Hansen terlihat berdiri di depan pintu dengan wajah datar. " Apa kamu baik-baik saja!"

"Aku baik-baik saja," sambil melihat lutut yang berdarah " Hanya terluka sedikit di lutut!"

"Biar aku lihat!" tiba-tiba Hansen mendorong pintu sampai Ana terdorong ke belakang.

Ana panik menutupi tubuh nya dengan tangan.

Hansen terpaku menatap tubuh Ana yang hanya di lilit oleh Handuk. Mata nya tidak bisa lepas dari Ana. Jantung nya berdesir tenggorokan nya naik turun menelan ludah. Tatapan nya sangat liar.

Ana panik saat melihat Sikap Hansen seakan ingin menerkam diri nya. Langkah nya mundur saat Hansen mencoba mendekat.

Ia kaget ketika langkah nya mentok di depan meja hias.

"Ha..Hansen kamu mau apa?"

Ana terkejut saat Hansen mengangkat tubuh nya duduk di atas meja hias.

Hansen mengangkat kaki nya yang terluka.

"Apa ini sakit!" Menyentuh lutut Ana.

Ana benar-benar di buat kaget dengan sikap Hansen, ia pikir Hansen akan melakukan sesuatu pada nya "Ti..tidak sakit!"

Hansen menekan luka di lutut Ana"Benar tidak sakit,"

"Ahh.. sakit!" Keluh nya

Suara Ana membuat Hansen tergila-gila ingin langsung menerkam nya. Namun ia mencoba menahan. mengalihkan pikiran nya.

"Apa kamu punya kotak obat!"

"Aku taruh di dalam lemari kecil itu!" Tunjuk nya ke sudut dekat lemari pakaian.

Hansen segera mengambil kotak obat yang tadi ana tunjuk.

Ia menempelkan plaster di lutut Ana.

"Lain kali berjalan yang benar agar tidak terluka lagi!" Omel nya.

Lalau Hansen mengeluarkan gantungan kunci dari saku nya "hadiah Untuk mu!" Ucap nya datar.

Ana terkejut senang, mata nya berbinar melihat gantungan kunci yang ia suka " Giok kelinci! Untuk ku?"

"Ya, aku membeli nya.. aku rasa itu cocok dengan mu!" Memberikan "Apa kamu suka?"

Ana mengangguk cepat "Aku suka, Suka sekali!" Ia reflek mencium pipi Hansen, hingga membuat nya tertegun menelan ludah.

Sejak tadi ia terus menahan diri tapi Ana malah membuat diri nya semakin gelisah.

"aku akan pergi, istirahat lah!" Langkah nya cepat keluar Menutup pintu.

Ana terdiam bingung melihat Hansen yang buru-buru pergi. Ia belum sempat mengucapkan terimakasih.

Ia segera turun dari meja hias, berputar senang memandang gantungan kelinci yang ia suka dan ia semakin suka karena itu pemberian dari Hansen.

Tanpa sadar kalau dirinya telah membuat Hansen berada di kamar mandi cukup lama untuk menenangkan diri. Karena tidak kuat Manahan diri ia terpaksa tinggal di apartemen milik nya dan berada di kamar mandi hampir satu jam.

.

.

.

.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!