Seorang gadis cupu bernama Kiara dibully habis -habisan disekolah,tapi siapa sangka dibalik diamnya dia menyimpan sisi gelap yang mengerikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Camp
...Pagi-pagi sekali halaman sekolah sudah penuh dengan anak kelas tiga yang sedang sibuk dengan bawaan nya masing-masing....
...Terlihat, Kiara sedang duduk sendiri di bawah pohon jambu di depan sekolah, Vanes mendatangi Kiara dan duduk di sampingnya....
..."Aku pikir kamu gak ikut Kia," ucap Vanes sambil duduk di samping Kiara....
..."Kenapa emang?" Tanya Kiara heran....
..."Keluarga kamu kan kurang mampu Kia, kamu jangan nyusahin orang tua kamu ya. Kalo gak gini aja, nanti disana kamu pake punya aku aja alat-alat nya, jadi kamu gak perlu beli lagi, kita sharing aja ya," ujar Vanes menawarkan diri....
...Kiara hanya tersenyum geli sambil mengangguk....
..."Eh, ngomong-ngomong kok kamu mau sih temenan sama orang miskin?" Tanya Kiara....
..."Ya emang kenapa, aku gak peduli temen aku kaya atau miskin, selama kelakuan nya baik, dan dia juga orang nya baik, aku akan temenin," jawab Vanes, dia mengambil sebungkus coklat dari tas nya dan mematahkan nya menjadi dua, dia lalu memberikan sepotong coklat untuk Kiara....
...Thanks," ucap Kiara sambil menerima sepotong coklat itu lalu memakannya, Vanes hanya mengangguk sambil memakan coklat miliknya juga....
..."Jadi, menurut kamu aku baik?" Tanya Kiara....
..."Dulunya aku pikir kamu jahat, karna banyak orang yang bilang gitu, makanya aku gak pernah nanya kamu duluan. Tapi, setelah lama kita sebangku, aku liat kamu gak pernah neko-neko, makanya aku gak percaya waktu Monica bilang kamu dorong Angel, dan pas pula waktu itu aku liat sendiri gimana sebenarnya sifat Angel. Maaf ya Kia, harus nya aku gak dengerin kata orang," ujar Vanes, wajah nya tampak merasa bersalah dan sedih....
..."Kamu gak perlu minta maaf, kamu gak salah kok," sahut Kiara....
..."Kalo gitu mulai sekarang, kamu adalah teman aku, dan aku adalah teman kamu, gimana?" Tanya Vanes...
..."Okee, deal," jawab Kiara, mereka berjabat tangan sambil tertawa....
...Tanpa mereka sadari, dua orang sedang memperhatikan mereka dari jauh, itu adalah Angel dan Aldi....
..."Lo lihat itu kan, gue mau tawa itu tidak akan pernah ada lagi di wajahnya," ucap Angel penuh amarah, tangan nya mengepal dengan kuat....
..."Lo kenapa dendam banget sama dia, yang gue liat dia gak pernah ganggu Lo, dan juga dia anaknya gak neko-neko." Aldi bertanya dengan bingung....
..."Lo itu tau apa? Lo gak perlu tau yang bukan urusan Lo, yang harus Lo lakuin adalah, Lo buat dia menderita, gue gak mau tau gimana caranya," ucap Angel, matanya terus saja melotot memandang Kiara yang sedang tertawa dengan Vanes....
..."Yaudah kalo Lo keras kepala, tapi kalo boleh gue kasih saran, sebaiknya Lo jangan macem-macem deh sama dia, menurut penglihatan gue, dia bukan orang sembarangan, gue takut Lo nyesel nanti nya," ucap Aldi memberikan nasehat....
..."Gak usah banyak bacot deh Lo, lakuin aja apa yang gue minta, kalo Lo masih mau duit," ucap Angel sinis....
...Aldi hanya bisa membuang nafas nya kasar, dia berlalu begitu saja meninggalkan Angel yang sangat sulit untuk di nasehati....
...***...
..."Woy cupu! Gue duduk di sebelah Lo ya." tiba-tiba saja Roy datang dan duduk di sebelah Kiara....
..."Aku duduk bareng Vanes," ucap Kiara cuek sambil terus membaca bukunya...
..."Alah, si Vanes doang mah gampang, lagian kan dia gak ada," jawab Roy santai sambil menyender kan badannya pada senderan bus yang empuk dan nyaman itu....
..."Itu dia udah datang," ucap Kiara sambil menunjuk Vanes yang menenteng berbagai makanan ringan di tangan nya....
..."Hai cantik, gue duduk disini ya, Lo duduk bareng Rifki aja ya di belakang," ujar Roy dengan pedenya....
..."Apaan sih, aku mau duduk disini, ini tempat ku, kamu aja yang duduk sama Rifki, kan itu emang tempat dudukmu. Udah, sana. Ganjen banget sih," ucap Vanes jutek mengusir Roy....
...Saking kagetnya, Roy pun berdiri dan mengikuti kata-kata Vanes dan duduk di sebelah Rifki, yang posisinya tepat di belakang tempat duduknya Kiara dan Vanes....
...Setelah beberapa saat duduk, ia tersadar dengan apa yang terjadi....
...Vanes ngusir gue? Beneran?' Batin Roy tidak percaya....
..."Baiklah semuanya, kalian siap kan? kita akan berangkat sekarang." Pak Ridwan bertanya dengan semangat memastikan....
..."Siap Pak!!!" Teriak anak-anak dengan semangat....
...Bus berwarna biru itu melaju dengan kecepatan sedang, melewati pepohonan yang rindang. Melewati sungai-sungai jernih yang mengalir deras, melewati banyak ladang warga yang nampak subur, melewati kebun jagung, kebun cabai, melewati padang rumput yang banyak terdapat lembu dan kambing yang sedang asik menyantap rumput hijau yang cantik, di tambah lagi langit biru yang cerah serta awan yang putih, menambah elok nya pemandangan itu....
...Semua orang bahagia dan tertawa, banyak di antara mereka yang sibuk mengambil foto, video, ada yang saling bercerita, ada yang ribut dan bernyanyi dengan gembira nya, bahkan Kiara yang sangat sulit tertawa bersama temannya kini tertawa lebar sambil terus bercerita bersama Vanes....
...Hanya Angel saja lah yang wajahnya di tekuk, tak ada senyum sedikitpun di wajahnya, dia merasa kesepian, kedua temannya tidak ada yang ikut, hingga dia harus diam sendirian tanpa ada yang mengajaknya berbicara....
...Angel sangat pemilih dalam berteman, banyak orang yang ingin berteman dengannya, namun dia tetap tak mau menggubrisnya, sehingga akhirnya disaat kedua bestie nya tidak ada, tidak ada pula seorang pun yang mau ngobrol dengan nya....
...***...
...Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di sebuah puncak yang cukup terkenal. Mereka berhenti di dekat masjid di sekitar pemukiman warga, desa ini tidak terlalu ramai dan juga tidak terlalu sepi....
...Tempat kemah mereka ada di ujung puncak, yang harus di tempuh dengan berjalan kaki....
...Setelah istirahat sebentar, mereka pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menaiki puncak yang jauh nya sekitar satu kilo, tidak terlalu jauh, namun tidak dekat juga....
...Capek tidak mereka rasakan, karena berjalan bersama sama....
...Mereka bernyanyi sepanjang jalan dengan riangnya....
...Tanpa terasa mereka sudah berada di atas puncak, pemandangan yang sangat indah terpampang di depan mata....
..."Anak-anak, karena hari sudah mulai sore, kita langsung saja pasang tenda ya, kalian bawa semua kan?" Tanya pak Ridwan...
..."Bawa Pak!" Sahut anak-anak serempak....
...Mereka langsung saja memasang dome masing-masing, karena banyak yang tidak bawa, maka di putuskan satu some berisi dua orang....
...Kebetulan dome milik Kiara lumayan luas, dia mengajak Vanes yang tidak membawa dome nya untuk satu dome dengan nya, tentu saja Vanes dengan senang hati mengikuti nya....
..."Wah luas banget, punya mu lebih bagus dan luas dari temen-temen lainnya, ini pasti mahal ya?" Tanya Vanes...
..."Enggak kok, enggak mahal. Yaudah, ayo kita siap-siap, nanti malam ada acara perkumpulan, kalo kita terlambat Pak Ridwan bisa marah besar," ucap Kiara mengalihkan pembicaraan Vanes....
..."Oh iya, yaudah ayo, ntar pasti di suruh cepet-cepet," ucap Vanes sewot....
...Mereka menyusun barang barang di dalam dome itu, lalu setelah selesai, mereka keluar dan bergabung bersama yang lain....
...Bersambung.......