NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Permintaan yang dilontarkan Ye Xuan terdengar sangat datar, tanpa intonasi amarah yang menggebu-gebu, namun kata-kata itu sukses membuat suhu di Alun-Alun Pusat Kota Awan Merah anjlok hingga ke titik beku.

​Potong lidah Lin Xue'er?

​Gadis itu bukan sekadar putri Kepala Keluarga Lin, melainkan murid kesayangan Penatua Mei dari Sekte Teratai Es. Menyakitinya di depan umum sama saja dengan mendeklarasikan perang terbuka antara dua sekte raksasa!

​Wajah Penatua Lu Zifeng langsung menegang. Keringat dingin merembes dari pelipisnya. Di satu sisi, pemuda di hadapannya adalah monster dengan bakat yang bisa mengguncang seluruh Benua Bawah. Di sisi lain, Sekte Teratai Es adalah sekutu penting yang selama ratusan tahun sering melakukan pernikahan antar-murid dengan Sekte Pedang Azure.

​"T-Tuan Muda Ye," Lu Zifeng memaksakan senyum kaku, suaranya kehilangan arogansi Inti Emas-nya. "Bakat Anda memang tak tertandingi, dan Patriark pasti akan menyetujui semua syarat fasilitas yang Anda minta. Tapi... Nona Lin Xue'er adalah murid langsung Sekte Teratai Es. Jika kita memotong lidahnya di sini, itu akan memicu perang sekte. Mungkinkah... Anda bisa memberikan sedikit kelonggaran demi keharmonisan—"

​"Kelonggaran?"

​Mata Ye Xuan yang sedingin jurang es menatap Lu Zifeng, memotong kata-kata pria itu seperti bilah pisau. "Seorang kultivator pedang seharusnya memiliki ketajaman yang menembus rintangan, tapi kau justru gemetar mendengar nama sekte wanita yang hanya tahu cara bermain es. Jika pedang sektemu sudah setumpul ini, maka Sekte Pedang Azure tidak layak menjadi tempatku berpijak."

​Ye Xuan berbalik perlahan, mengangkat Pedang Besi Bintang ke bahunya, berniat pergi meninggalkan alun-alun begitu saja.

​Melihat aset paling berharga dalam sejarah hendak pergi meninggalkannya, jantung Lu Zifeng nyaris meledak karena panik. Jika ia pulang dengan tangan kosong setelah melihat bakat Tingkat Sembilan Emas, Patriark pasti akan mengulitinya hidup-hidup!

​Di saat Lu Zifeng bimbang, sebuah raungan penuh kebencian meledak dari barisan Keluarga Lin.

​"Binatang kecil yang sombong! Kau pikir kau siapa berani menghina putriku?!"

​Lin Zhentian, yang sedari tadi menahan penghinaan, akhirnya kehilangan kewarasannya. Matanya merah menyala bak iblis. Ia adalah ahli bela diri tingkat Alam Pembentukan Fondasi Bintang Dua, salah satu dari tiga orang terkuat di Kota Awan Merah. Melihat utusan sekte ragu-ragu, ia memutuskan untuk mengambil inisiatif dan membunuh Ye Xuan sebelum pemuda itu benar-benar mendapatkan perlindungan.

​BZZZT!

​Fluktuasi Qi berbentuk cairan kental meledak dari tubuh Lin Zhentian. Ia melesat ke udara layaknya burung pemangsa. Sepasang tangannya membentuk cakar elang yang diselimuti oleh aura elemen angin beracun yang berwarna kehijauan.

​"Cakar Angin Penghancur Sukma! Mati kau, Ye Xuan!"

​Kecepatannya sangat mengerikan. Jarak belasan meter dipangkas hanya dalam satu kedipan mata. Angin beracun itu mengunci setiap titik vital di tubuh Ye Xuan. Para penonton menjerit, sementara wajah Lin Xue'er memancarkan kilatan harapan yang kejam.

​Namun, reaksi Ye Xuan membuat semua orang menahan napas.

​Ia tidak berbalik. Ia bahkan tidak melihat ke arah Lin Zhentian yang menerjang dari belakang.

​Tepat saat cakar beracun itu tinggal setengah meter dari punggungnya, Ye Xuan memutar pergelangan tangannya. Pedang Besi Bintang di bahunya ditarik dan diayunkan ke belakang dengan gerakan backhand yang sangat santai, seolah ia hanya sedang mengusir lalat yang mengganggu.

​DUARRR!

​Tidak ada teknik bela diri yang rumit, hanya benturan antara lempengan besi seberat seribu kati yang dialiri Qi Naga Primordial melawan cakar angin pembentukan fondasi.

​Suara tulang yang hancur berkeping-keping bergema memekakkan telinga.

​"ARGGGGHHHH!"

​Lin Zhentian menjerit melengking dengan suara yang tidak terdengar seperti manusia. Kedua lengannya hancur total, tulang-tulangnya menembus kulit dan jubahnya. Tubuh pria paruh baya itu terpental ke udara seperti boneka kain yang putus talinya, terbang sejauh dua puluh meter sebelum menghantam pilar batu di ujung alun-alun hingga pilar itu runtuh menimpanya.

​Kepala Keluarga Lin itu memuntahkan darah hitam yang bercampur dengan serpihan organ dalam, lalu jatuh ke tanah dan tak bergerak lagi, napasnya hanya tersisa kurang dari seutas benang.

​Satu ayunan santai tanpa menoleh. Seorang ahli Alam Pembentukan Fondasi Bintang Dua... dilumpuhkan total!

​"AYAH!" Lin Xue'er menjerit histeris. Wajahnya yang arogan kini sepenuhnya hancur, digantikan oleh teror absolut. Kakinya lemas, membuatnya jatuh terduduk di atas ubin batu.

​Di seberangnya, Lu Zifeng menelan ludah dengan tenggorokan yang terasa kering seperti diisi pasir. Ia telah melihat jenius yang bisa bertarung melintasi tingkat, tapi menghancurkan ahli Pembentukan Fondasi saat sang jenius baru berada di Alam Kondensasi Qi? Ini melanggar semua hukum kultivasi!

​Ye Xuan perlahan menoleh ke belakang, menatap Lin Xue'er yang kini gemetar hebat.

​Merasakan tatapan tanpa emosi dari Ye Xuan, insting bertahan hidup Lin Xue'er meledak. Ia tahu, tidak ada seorang pun di kota ini yang bisa menyelamatkannya. Bahkan Lu Zifeng tidak akan berani ikut campur demi membelanya sekarang.

​Dengan tangan bergetar, Lin Xue'er merogoh dadanya dan mengeluarkan sebuah jimat batu giok berwarna biru es. Itu adalah Jimat Pemindah Ruang, artefak pelindung nyawa yang sangat langka, diberikan langsung oleh gurunya untuk melarikan diri dari bahaya maut.

​Ia meremukkan jimat itu seketika.

​Wush!

​Sebuah pilar cahaya biru es menyelimuti tubuh Lin Xue'er. Ruang di sekitarnya mulai terdistorsi. Bersamaan dengan itu, proyeksi ilusi seorang wanita tua berwajah keriput dengan aura yang sangat dingin muncul di atas cahaya tersebut.

​"Siapa yang berani menyentuh murid kesayanganku?!" proyeksi wanita tua itu membentak, memancarkan sisa-sisa tekanan Inti Emas. Itu adalah proyeksi spiritual dari Penatua Mei!

​"Bahkan wujud aslimu hanyalah debu di mataku, beraninya sebuah ilusi berbicara padaku?"

​Ye Xuan mendengus dingin. Ia tidak menggunakan pedangnya. Ia hanya mengangkat jari telunjuk kanannya dan mengetuk udara kosong ke arah pilar es tersebut.

​Seni Sembilan Reinkarnasi Naga: Jari Penghancur Bintang!

​Sebuah riak energi keemasan melesat dari ujung jarinya, menembus udara dan menghantam proyeksi wanita tua itu tepat di keningnya.

​Prang!

​Proyeksi Penatua Mei hancur berantakan seperti cermin yang dipukul godam baja. Jeritan wanita tua itu terputus sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya. Namun, karena sedikit gangguan itu, formasi pemindah ruang telah selesai aktif. Tubuh Lin Xue'er tersedot ke dalam pusaran dimensi dan menghilang dari alun-alun, melarikan diri kembali ke Sekte Teratai Es.

​Melihat buruannya kabur, Ye Xuan tidak mengejar dan tidak juga marah. Ia hanya menarik kembali tangannya dengan tenang.

​"Dia memiliki jimat tingkat menengah, cukup beruntung," gumam Ye Xuan santai. "Biarlah. Menyisakan satu atau dua babi untuk digemukkan sebelum disembelih di sektenya sendiri tidak akan terlalu membosankan."

​Alun-alun masih dicekam kesunyian. Ribuan orang menatap Ye Xuan seperti menatap dewa perang yang baru saja turun dari langit. Di barisan Keluarga Ye, Tetua Pertama Ye Cang merosot ke tanah, seluruh tubuhnya bermandikan keringat dingin. Ia akhirnya sadar betapa beruntungnya ia masih bisa bernapas saat turnamen hari itu.

​Ye Xuan memutar tubuhnya, menatap Lu Zifeng yang masih mematung.

​"Meskipun lidahnya gagal kupotong, syaratku yang lain tetap berlaku. Paviliun Pusaka, dan sebuah gunung pribadi."

​"B-baik! Tentu saja, Tuan Muda Ye! Semuanya akan diatur sesuai keinginan Anda!" Lu Zifeng mengangguk cepat seperti ayam mematuk beras. Memotong lidah Lin Xue'er adalah bencana politik, tapi dengan kaburnya gadis itu, Lu Zifeng merasa lega dari beban tersebut. Mendapatkan monster ini adalah prioritas mutlaknya saat ini.

​Ye Xuan mengangguk tipis. Ia melirik sekilas ke arah tubuh Lin Zhentian yang sekarat, lalu menatap Tetua Ketiga Keluarga Ye, Ye Kuang, yang berdiri terpaku di barisan depan penonton.

​"Tetua Ketiga," suara Ye Xuan tidak keras, namun terdengar jelas oleh semua orang. "Aku meninggalkan Qing'er di Halaman Barat. Mulai hari ini, seluruh kendali klan dan sumber dayanya adalah miliknya. Jika ada satu helai saja rambutnya yang rontok... saat aku kembali nanti, aku akan memastikan tidak ada satu pun nama bermarga Ye yang tersisa di kota ini."

​Tubuh Ye Cang bergetar hebat mendengar ancaman tak langsung itu. Ye Kuang segera menangkupkan kedua tangannya dan membungkuk dalam-dalam. "Tuan Muda Ye tidak perlu khawatir. Selama aku masih hidup, Nona Qing'er akan diperlakukan sebagai Penguasa Keluarga Ye!"

​Setelah menyelesaikan urusan fananya di kota kecil itu, Ye Xuan melangkah santai menuju tengah alun-alun. Tanpa perlu aba-aba, Elang Bersayap Azure—monster tingkat empat yang biasanya sangat arogan—justru merendahkan sayapnya hingga menyentuh tanah, mempersilakan Ye Xuan naik dengan patuh. Monster memiliki insting yang jauh lebih tajam dari manusia, dan elang ini tahu bahwa pemuda di hadapannya memiliki aura kaisar predator yang bisa merobek jiwanya kapan saja.

​Penatua Lu Zifeng bergegas menyusul naik ke punggung elang, berdiri di belakang Ye Xuan dengan sikap setengah menunduk layaknya seorang pelayan.

​"Berangkat," perintah Ye Xuan singkat.

​KWAAAK!

​Elang raksasa itu mengepakkan sayapnya, menciptakan badai angin kecil di alun-alun, lalu melesat ke langit biru, meninggalkan Kota Awan Merah menuju wilayah pusat sekte.

​Ye Xuan berdiri dengan tangan di belakang punggung, membiarkan angin kencang menerpa jubahnya. Pandangannya menembus awan tebal di hadapannya.

1
Marthen
kebanggaan fana artinya kebanggaan dunia bawah bila baik ke dunia atas hanya dijadikan pengawal penjaga pintu gerbang
preeeeeetttttttt
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan hancurkan kultivasi jianwuji bikin jianwuji jadi sampah
Marthen
up thor
sibaweh abduh
bagus sekali ceritanya thor
Marthen
up thor
Visitor8053
Ye Xuan mantap mendapatkan ilmu hebat
Marthen
sudah tgl 4....uo lagi thor 👍
Marthen
asyiiiik panggung dominasi.....
Marthen
hutan binatang buas bagi masyarakat awan ini adalah hutan kematian tetapi bagi mantan kaisar dewa ini adalah kebun binatang yg berisi hewan2 jinak preeeetttt
Marthen
jozzzzz
Marthen
kelinci percobaan beryjung tumbaL
Marthen
assl yg betul ye xuan...kata2mu ini kami tunggu di alam semesta atas sebagai inti cerita pembalasan dendam kepada mo yuan
ARay
nekat boleh, oon jangan coy... ngotak dikit dah
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao ying beserta keluarganya dan klan zhao pajang mayat mereka di sekte itu
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan zhao sampai ke akar akarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!