NovelToon NovelToon
SISTEM MATA SAKTI RAJA GIOK

SISTEM MATA SAKTI RAJA GIOK

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anak Genius / Fantasi
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Gibran Dirgantara, seorang pemuda desa yang berniat mengadu nasib di ibu kota, harus menelan kenyataan pahit saat dicampakkan dan dihina habis-habisan oleh mantan pacarnya, Siska, bersama kekasih konglomeratnya yang arogan. Namun, saat harga dirinya diinjak-injak di tengah kerasnya persaingan pusat pelelangan batu giok, Gibran secara ajaib membangkitkan entitas misterius bernama "Sistem Mata Sakti Raja Giok" yang menyatu langsung dengan saraf penglihatannya. Berbekal mata dewa yang kini mampu menembus lapisan batu kotor untuk melihat energi murni di dalamnya, Gibran memulai jalan balas dendam yang elegan untuk meremukkan kesombongan mereka yang meremehkannya, memborong batu-batu bernilai triliunan dari tumpukan sampah, dan merangsek naik menjadi master giok nomor satu yang paling ditakuti di dunia modern.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Ruang bawah tanah Gedung Dirgantara Larasati Group telah disulap menjadi bunker dengan keamanan tingkat militer.

Pintu baja setebal sepuluh sentimeter mengunci rapat ruangan itu dari dunia luar.

Di tengah ruangan, sebuah mesin pemoles berlian presisi tinggi berdengung pelan menembus keheningan.

Gibran duduk di depan mesin tersebut dengan kemeja putih yang lengannya digulung hingga ke siku.

Keringat membasahi pelipisnya saat tangannya dengan sangat hati-hati menggesekkan permukaan batu hitam kecil itu ke mata pisau pemoles.

Bzzzt.

Debu hitam pekat berjatuhan perlahan ke atas nampan air di bawah mesin.

"Fokuskan pandanganmu ke titik pusat energi, jangan sampai meleset satu milimeter pun," batin Gibran mengingatkan dirinya sendiri.

[Peringatan sistem. Suhu material meningkat drastis akibat gesekan fisik tingkat tinggi.]

[Kepadatan energi Giok Ungu Bintang Jatuh mulai menembus lapisan pelindung luarnya.]

Gibran menahan napasnya dan menekan batu itu sedikit lebih dalam ke arah mata pisau pemoles yang berputar sangat cepat.

Ngiiiiing.

Sebuah kilatan cahaya ungu yang sangat pekat tiba-tiba memancar dari celah sayatan terkecil di permukaan batu hitam tersebut.

Cahaya itu tidak seperti pancaran giok biasa, melainkan seperti pusaran galaksi yang menyedot semua cahaya lampu di dalam ruangan.

Klak klak klak.

Lampu neon di langit-langit ruang bawah tanah itu mulai berkedip liar seolah kehilangan daya listriknya.

Suhu di dalam ruangan mendadak turun drastis menembus titik beku membuat napas Gibran mengeluarkan uap putih.

"Energi dewa yang sangat luar biasa, pantas saja batu ini disebut sebagai rajanya segala batu giok," gumam Gibran dengan senyum penuh kekaguman.

Gibran tidak berhenti dan terus memoles batu tersebut selama tiga hari tiga malam tanpa keluar dari ruangan bajanya.

Ia hanya bertahan hidup dengan meminum air putih dan memakan roti lapis yang disiapkan Bima di meja samping.

Sementara itu di ibu kota negara, sebuah pertemuan rahasia tingkat tinggi sedang berlangsung di markas Asosiasi Giok Nasional.

Ketua Asosiasi yang bernama Tuan Besar Surya Kusuma duduk di ujung meja bundar raksasa yang terbuat dari kayu mahoni.

Di sekeliling meja itu, duduk sembilan orang pria dan wanita dengan pakaian tradisional dari berbagai negara di benua Asia.

Mereka adalah Sembilan Naga, sembilan master giok tingkat internasional yang disewa dengan harga triliunan rupiah oleh Asosiasi Nasional.

"Pemuda udik bernama Gibran itu benar-benar akan datang ke Turnamen Kematian membawa dua pusaka legendaris," ucap Tuan Besar Surya dengan suara serak.

"Aku ingin kalian bersembilan mengurungnya di arena lelang dan memastikannya kalah sampai tidak tersisa pakaian di tubuhnya."

Seorang wanita cantik asal Tiongkok yang memegang kipas sutra tertawa meremehkan memecah ketegangan rapat tersebut.

"Tuan Surya terlalu melebih-lebihkan pemuda kemarin sore yang hanya kebetulan menemukan giok bagus di jalanan."

"Mata dewa milikku ini sudah melihat jutaan batu di seluruh dunia, pemuda itu hanya akan menjadi batu loncatan bagiku," sombong master dari Tiongkok tersebut.

Seorang pria berbadan besar penuh tato dari Thailand ikut menggebrak meja mengaminkan ucapan wanita itu.

Brak.

"Aku akan membuat mentalnya hancur sebelum dia sempat menyentuh batu pertama di arena nanti," ancam master Thailand dengan suara menggelegar.

Tuan Besar Surya tersenyum puas melihat rasa percaya diri yang meluap-luap dari sembilan pembunuh bayaran di dunia giok tersebut.

"Bagus, persiapkan diri kalian dengan baik karena turnamen akan dilaksanakan di pulau pribadi milikku minggu depan."

Kembali ke ruang bawah tanah Gedung Dirgantara, pintu baja tebal itu akhirnya terbuka dengan suara hidrolik yang berdesis pelan.

Ssshh.

Gibran melangkah keluar dengan wajah pucat, mata cekung, dan kemeja putih yang sudah kotor oleh debu batu.

Napas pemuda itu tersengal-sengal menahan kelelahan ekstrem setelah tidak tidur selama tujuh puluh dua jam penuh.

Namun di tangan kanannya, ia menggenggam sebuah kotak kayu kecil yang memancarkan aura ungu sangat magis dari celahnya.

Aurel yang sudah menunggu di depan pintu selama berjam-jam langsung berlari menghampiri Gibran dengan raut wajah panik.

"Gibran kau terlihat seperti mayat hidup, apa yang sebenarnya kau lakukan di dalam sana selama tiga hari!" omel Aurel dengan suara bergetar menahan tangis.

Gibran tersenyum lemah dan tiba-tiba kehilangan keseimbangan hingga tubuhnya limbung ke depan.

Bruk.

Aurel dengan sigap menangkap tubuh tegap Gibran dan membiarkan kepala pria itu bersandar nyaman di bahunya.

Wangi parfum mawar hitam Aurel langsung menenangkan pikiran Gibran yang tadinya sangat tegang dan panas.

"Aku berhasil Nona Aurel, senjata pamungkas kita sudah lahir dan siap memenggal kepala Tuan Besar Surya," bisik Gibran tepat di telinga wanita itu.

Aurel tidak mempedulikan omongan soal batu pusaka karena ia lebih mengkhawatirkan kondisi fisik pria di pelukannya ini.

Ia mengeluarkan saputangan sutra putih dari tasnya dan mengusap keringat serta debu di dahi Gibran dengan gerakan yang sangat lembut.

"Jangan banyak bicara dulu orang bodoh, kau harus istirahat total sekarang juga."

"Bima, bantu aku memapah Gibran ke kamar istirahat direktur di lantai atas sekarang juga!" perintah Aurel dengan nada manja namun tegas.

Bima yang sedari tadi berdiri mematung di sudut lorong buru-buru berlari menghampiri mereka berdua.

"B-baik Nona Aurel, mari Bos Gibran saya bantu jalan," ucap Bima dengan wajah panik.

Gibran menggelengkan kepalanya pelan dan menepis tangan Bima dengan sisa tenaga yang ia miliki.

"Tidak perlu Bima, aku hanya butuh tidur sebentar saja di sini."

Tanpa diduga, Gibran justru mempererat pelukannya di pinggang Aurel dan membenamkan wajahnya di ceruk leher wanita cantik tersebut.

"Biarkan aku bersandar padamu lima menit saja Nona Aurel, aromamu jauh lebih menenangkan daripada kasur mahal mana pun di dunia ini," gumam Gibran setengah tertidur.

Wajah Aurel langsung memerah sempurna hingga ke telinga menahan rasa malu dan debaran jantung yang nyaris meledak.

Bima yang melihat adegan romantis dadakan itu langsung memutar bola matanya dan berjalan mundur perlahan meninggalkan lorong.

"Saya permisi mengecek laporan keuangan di luar saja Nona, silakan lanjutkan," pamit Bima buru-buru kabur agar tidak mengganggu bos besarnya.

Aurel tidak menolak pelukan Gibran dan justru mengusap punggung lebar pria itu dengan sangat penuh kasih sayang.

Tembok es di hati Aurel benar-benar telah runtuh sepenuhnya oleh pesona dan kehebatan pemuda desa yang kini menjadi rajanya tersebut.

"Tidurlah Gibran, aku akan menjaga mimpimu malam ini sebelum kita pergi ke medan perang yang sesungguhnya minggu depan," bisik Aurel mengecup pelan puncak kepala Gibran.

Kini kedua pusaka dewa telah siap digunakan, dan cinta di antara dua penguasa ini telah tumbuh menjadi tameng terkuat mereka.

Turnamen Giok Kematian tidak akan pernah menduga badai sedahsyat apa yang akan menghancurkan pulau pribadi mereka kelak.

1
nadymaddy
💚💟
setiawan
🤩🥳
nurul khusna
🌹🥳
fitri
semangat gibran🥰
pricilia
seru banget🥰
gofur
sangat menarik ingin cepat di lanjutkan crita nya
sasa
💕💋
yani
🥳🥳
samuel df
mantap kaka 😘
clara
mantap
DD
bab ini diulang ya Thor 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!