NovelToon NovelToon
Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Sadhana Abhiseva, seorang Jenderal muda yang mendapat misi atau tugas besar Negara yang sangat berbahaya begitu selesai melaksanakan proses pelantikannya. Hampir 4 tahun lamanya, ia menyamar sebagai salah satu anggota klan mafia tersebut. Akan tetapi, ia tidak pernah menggapai inti klan mafia tersebut.

Hingga akhirnya ia terpilih menjadi salah satu orang kepercayaan yang akan selalu berada di sisi Revaldo Arsenalio, sang pemimpin atau ketua klan mafia Black Gold. Namun, rupanya harga kepercayaan itu begitu mahal untuk ia bayar.

"Untuk menjadi salah satu tanganku. Aku ingin kau melaksanakan sebuah tugas khusus untukku."

"Saya siap."

"Aku ingin kau menghamili istriku."

“….”

Ya, ia diperintahkan untuk menghamili istri sah Reval, Jenara Elendria. Saat itulah, untuk pertama kalinya Dhana ragu untuk melanjutkan misinya atau memilih berhenti.

Akankah Dhana melaksanakan perintah Reval dan menyelesaikan misi Negaranya? Atau mungkin sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Struktur Organisasi Yang Besar

Mereka tertawa bersama seperti biasanya. Untuk sesaat, Dhana merasa seperti kembali ke masa lalu. Namun perasaan itu hanya bertahan beberapa detik. Ia sadar bahwa mereka semua telah berubah. Mereka bukan lagi anak-anak muda yang dulu berusaha bertahan hidup di dalam organisasi kriminal. Mereka sekarang adalah bagian dari sistem yang menggerakkan Black Gold.

“Sudah lama,” ujar Fikri.

“Lumayan.”

“Kau mau lihat markas utama?” Fikri tersenyum.

“Bukankah kau belum pernah melihat seluruh bagian tempat ini.”

Dhana mengangguk. “Boleh.”

“Kalau begitu ikut kami.”

Mereka mulai berjalan menyusuri lorong. Markas utama Black Gold ternyata jauh lebih besar daripada yang selama ini dibayangkan Dhana. Di satu sisi terdapat ruang pemantauan dengan puluhan layar. Di sisi lain, para anggota Black Gold bergerak membawa dokumen, kotak-kotak bersegel, dan berbagai barang yang tidak pernah akan ditemukan dalam kantor perusahaan biasa.

“Ini pusat komunikasi,” jelas Fikri.

Dhana memperhatikan layar-layar besar yang memenuhi dinding. Seolah mengingat dengan baik setiap sudut ruangan itu digunakan untuk apa agar ia bisa melaporkan kepada atasannya di BIN begitu mendapat kesempatan.

“Semua wilayah terhubung ke sini?”

“Sebagian besar.”

“Sebagian?”

Reno tersenyum tipis. “Kalau semuanya terhubung di sini, berarti kita terlalu mudah diserang.”

Mereka melanjutkan perjalanan. Fikri memperkenalkan orang-orang yang mereka lewati. Ada kepala keamanan, Ada pengatur keuangan, Ada orang yang bertugas mengawasi jalur distribusi. Ada pula beberapa anggota senior yang hanya disebut dengan nama panggilan.

Dhana menyimpan semuanya dalam ingatan. Bukan hanya wajah mereka. Tetapi juga posisi, kebiasaan, cara mereka berbicara, dan siapa yang memberi hormat kepada siapa. Insting seorang jenderal bekerja tanpa ia sadari.

Semakin jauh mereka berjalan, semakin jelas sesuatu yang mengganggunya. Black Gold bukan sekadar klan mafia. Organisasi ini memiliki struktur yang menyerupai sebuah pemerintahan kecil. Ada wilayah, ada pengawas, ada jalur perdagangan, ada sistem keamanan. Ada orang-orang yang bertanggung jawab terhadap setiap bagian dan semuanya berpusat pada satu nama… Reval.

“Kalau yang tadi pusat komunikasi,” ujar Fikri, “di depan ada ruang koordinasi wilayah.”

Mereka melewati sebuah pintu besar. Dhana melihat sebuah peta raksasa terpampang di dinding. Peta negara, namun bukan peta biasa. Ada tanda-tanda berwarna merah, hitam, dan emas yang tersebar hampir di seluruh bagian.

Dhana berhenti. “Ini…”

Reno memasukkan kedua tangannya ke saku. “Wilayah kita.”

Dhana menatap peta itu lebih lama. “Wilayah Black Gold?”

“Ya.”

Bian menunjuk bagian timur. “Timur ada orangnya Reval.” Kemudian jarinya berpindah ke barat. “Barat juga.”

Argan menunjuk bagian selatan. “Selatan.”

Dhana memperhatikan bagian utara. “Lalu utara?”

“Di sana ada jaringan lain,” jawab Fikri. “Tapi tetap berada di bawah kendali Black Gold.”

Jantung Dhana berdetak sedikit lebih cepat. Ia kembali menatap peta. Selama ini ia mengira Black Gold adalah organisasi besar yang bergerak di balik layar. Tetapi ini berbeda, mereka bukan hanya bergerak di balik layar. Mereka mengendalikan panggungnya.

“Siapa yang mengawasi wilayah-wilayah itu?” tanya Dhana, berusaha membuat suaranya terdengar biasa.

Keempatnya saling pandang, seolah menunjuk siapa diantara mereka yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Hingga Fikri kemudian tersenyum. “Kalau kau ingin benar-benar mengenal markas ini, kau harus mengenal lima orang ini.”

Dhana mengangkat alis. “Siapa?”

“Devin Vernando.”

Nama itu membuat darah Dhana seperti berhenti mengalir. Namun ekspresinya tidak berubah. Fikri melanjutkan. “Pengawas wilayah timur.”

Devin… atasan mereka dulu. Orang yang pertama kali merekrutnya masuk ke Black Gold. Orang yang pertama mempercayai identitas palsu Dhana menjadi seorang anggota organisasi. Orang yang dahulu memberinya kesempatan untuk masuk lebih dalam ke jantung organisasi ini.

“Yang kedua Jiandra Renandy,” lanjut Reno. “Pengawas wilayah barat.”

“Dan yang terakhir Fero Anggara,” sambung Bian.

“Pengawas wilayah Utara.”

“Lalu bagaimana dengan dua orang lainnya. Bukankah kalian tadi mengatakan bahwa aku harus mengenal lima orang utama dalam klan ini?”

Dhana memandang kembali peta di hadapannya. Devin di timur, Jiandra di barat dan Fero di Utara. Tiga nama, tiga orang, tiga wilayah besar dan semuanya berada di bawah satu perintah Reval. Namun, masih tersisa dua orang yang belum mereka sebutkan nama dan identitasnya.

“Kau benar.” Bian yang menjawab, “Wilayah Selatan diawasi oleh Reon Gaviano, orang yang dikenal paling misterius di dalam Klan ini. Lalu yang memimpin wilayah pusat adalah Loreana Caelis, wanita yang menjadi tangan kanan Tuan Reval dan bertanggung jawab atas masalah seluruh klan sebelum Tuan Reval turun tangan langsung.”

“Jadi…” Dhana akhirnya bersuara. “Mereka bertanggung jawab langsung kepada Reval?”

“Benar,” jawab Argan.

“Berarti hampir seluruh wilayah negara ini…”

“Berada di bawah pengawasan mereka.”

Kalimat itu membuat Dhana terdiam. Ia kembali menatap peta. Tiba-tiba potongan-potongan informasi yang selama ini ia kumpulkan selama penyamaran mulai tersusun. Jaringan distribusi, transaksi illegal dan perdagangan senjata. Orang-orang yang muncul di berbagai kota. Nama-nama yang selama ini dianggap berdiri sendiri. Semuanya ternyata memiliki satu benang merah yaitu Klan Mafia Black Gold.

Dhana mengepalkan tangannya di dalam saku. Selama ini ia masuk ke dalam klan mafia Black Gold untuk mencari bukti. Ia mengira dirinya sedang menyusup ke sebuah organisasi kriminal besar. Tetapi kenyataannya jauh lebih mengerikan. Ia tidak sedang berada di dalam sebuah organisasi. Ia sedang berdiri di dalam sebuah kerajaan bayangan. Dan Reval adalah rajanya.

“Dhana?”

Ia tersadar. “Hm?”

Fikri menunjuk lorong berikutnya. “Masih mau melihat-lihat?”

Dhana menoleh kepada keempat sahabat lamanya. Kemudian ia kembali melihat peta besar di belakang mereka. Ada sesuatu yang dingin menjalar di dalam dadanya. Jika setiap sudut negeri ini memiliki tangan Black Gold… maka tugas yang baru saja diberikan Reval kepadanya ternyata masih tugas biasa.

Jadi, Dhana harus segera memastikan Jenara mengandung benihnya. Agar ia cepat berada disisi Reval. Karena itu mungkin adalah salah satu langkah yang akan menentukan masa depan seluruh negeri.

Dhana tersenyum tipis. “Ya.” Ia melangkah mengikuti mereka. “Bawa aku melihat semuanya.”

Di dalam hati, ia menambahkan satu kalimat yang tidak boleh terdengar oleh siapa pun. “Aku harus tahu seberapa luas kerajaanmu, Reval. Karena setelah mengetahui seluruh wilayah kekuasaanmu, aku akan tahu dari mana kerajaan ini harus dijatuhkan.”

Fikri dan yang lainnya benar-benar membawa Dhana memperkenalkan markas itu. Namun, mereka tidak mengetahui bahwa Reval tengah memperhatikan setiap gerak-gerik mereka melalui layar cctv yang terhubung langsung ke ruangannya.

“Kau sepertinya sudah menjalankan rencana untuk mendapatkan keturunan itu,” ujar Rea yang rupanya berada di ruangan yang sama dengan Reval.

“Mmm, pilihanmu cukup bagus! Dia sangat patuh dan kerjanya sangat sempurna. Aku rasa tidak butuh waktu lama wanita itu akan mengandung anaknya,” balas Reval tanpa mengalihkan pandangannya dari layar cctv.

Bersambung….

1
InaraAp 09
Lanjut Thor semakin seru ceritanya
InaraAp 09
bagus dhana
InaraAp 09
hati2 dhana, jangan sampai kebongkat
InaraAp 09
lanjut thor
InaraAp 09
jujur pengin nampol Elena dan anaknya
InaraAp 09
gak bisa bayangkan di posisi jenara
InaraAp 09
benar dhana harus tepati janjimu
InaraAp 09
Jadi dhana pasti serba bingung🤔
Sri Yatun
apa sudah tau ke 4 orang itu tentang penyamaran dhana
Fahmi Ardiansyah
iya mungkin jenara gak ada yang bisa di katakan LG.krn dhanagak mau bekerja sama dgn dirinya.
Fahmi Ardiansyah
semoga Reval gak berbuat curang sama dhana.
Fahmi Ardiansyah
setelah tau markasnya kmu harus menyusun rencana sebaik mungkin dhana.biar Reval hancur sampai akarnya.
InaraAp 09
besok up yang banyak kak
InaraAp 09
pantas saja
InaraAp 09
semakin penasaran
InaraAp 09
semakin seru....
InaraAp 09
🤔
InaraAp 09
berharap beneran padahal
InaraAp 09
semangat lanjut up... seruuu
InaraAp 09
up lagi dong kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!