NovelToon NovelToon
Petualangan Raja Dunia

Petualangan Raja Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:178k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengakhiri dengan Cepat

Mo Shi memandang pemuda misterius yang berdiri dengan tenang di hadapannya. Tatapannya kemudian perlahan beralih ke sekeliling.

Ke mana pun ia melihat, hanya ada hamparan es putih yang menutupi seluruh kawasan Sekte Darah Bulan Hitam. Ribuan murid dan para tetua yang sebelumnya masih hidup dan bergerak kini telah berubah menjadi patung-patung es. Bangunan-bangunan megah yang menjadi kebanggaan sekte juga tertutup kristal es yang berkilauan di bawah sinar matahari.

Mo Shi mengepalkan tangannya. Apa yang baru saja dilakukan pemuda itu benar-benar di luar pemahamannya.

Sebagai seorang pendekar bumi awal, Mo Shi merasa dirinya sudah cukup kuat untuk disebut sebagai salah satu ahli terkuat di wilayah ini. Namun, bahkan dengan seluruh kekuatannya, ia yakin dirinya tidak akan mampu melakukan hal seperti ini.

Es tersebut tidak hanya kuat. Dinginnya begitu mengerikan.

Yang lebih menakutkan adalah kecepatannya ketika menjalar. Dalam waktu yang begitu singkat, energi es telah menyelimuti seluruh sekte tanpa memberikan kesempatan sedikit pun kepada ribuan orang untuk melarikan diri.

Mo Shi menarik napas dalam-dalam.

"Mustahil..."

Suaranya terdengar lirih.

Ia kembali menatap Boqin Changing. Orang ini pasti berada di tingkatan yang jauh lebih tinggi darinya.

Namun, seberapa tinggi? Pendekar bumi menengah? Pendekar bumi puncak? Atau bahkan...

Mo Shi tidak berani melanjutkan pikirannya. Ia sudah cukup lama hidup di dunia persilatan untuk memahami bahwa semakin tinggi seseorang berdiri, semakin besar pula jarak kekuatan di antara setiap tingkatan.

Jika pemuda ini benar-benar berada jauh di atas dirinya, maka seluruh kekuatan Sekte Darah Bulan Hitam tidak lebih dari sekumpulan semut di hadapannya.

Mo Shi menelan ludah.

"Siapakah sebenarnya dirimu?"

Kali ini suaranya benar-benar berbeda. Tidak ada lagi kesombongan seperti sebelumnya. Tidak ada lagi keyakinan bahwa dirinya dapat mengandalkan jumlah murid dan para tetua. Yang tersisa hanya kewaspadaan dan ketakutan.

Boqin Changing hanya tertawa kecil. Ia kemudian melirik ke arah sebuah bukit yang tidak terlalu jauh dari kawasan sekte. Bukit tersebut tampak tenang, berdiri di antara pepohonan yang sebagian besar telah tertutup embun beku akibat pengaruh energi es.

Setelah beberapa saat, Boqin Changing kembali melirik ke arah Mo Shi.

"Namaku..."

Ia berhenti sejenak.

"Boqin Changing."

Mata Mo Shi seketika membelalak. Tubuhnya bahkan tanpa sadar menegang.

"Boqin... Changing?"

Nama itu terasa begitu familiar.

Mo Shi pernah mendengarnya sebelum memasuki pelatihan tertutup. Pada saat itu, beberapa pendekar yang datang dari luar Kekaisaran Houran pernah membicarakan seorang pemuda yang sangat mengerikan.

Seorang pendekar yang telah mengalahkan banyak ahli. Seorang pria yang memiliki reputasi mengerikan di dunia persilatan. Seorang Kaisar Wilayah yang memiliki julukan...

"Dewa Kematian..."

Ia menatap Boqin Changing dengan wajah penuh keterkejutan.

"Dewa Kematian Boqin Changing?"

Boqin Changing tidak menjawab. Namun senyum tipis di wajahnya sudah cukup menjadi jawaban.

Jantung Mo Shi berdegup semakin keras. Sekarang ia akhirnya mengerti. Aura tenang yang dirasakannya ketika masih berada di tempat pelatihan tertutup ternyata berasal dari orang ini.

Orang yang selama ini hanya ia dengar dari cerita para pendekar. Orang yang namanya telah membuat banyak kekuatan besar berhati-hati, Dewa Kematian, Boqin Changing. Mo Shi tidak pernah menyangka bahwa orang yang berdiri di hadapannya sekarang adalah sosok tersebut.

Namun ada satu hal yang sama sekali tidak diketahui Mo Shi. Informasi yang ia dengar sebelum menjalani pelatihan tertutup sudah tidak lagi sesuai dengan keadaan Boqin Changing saat ini.

Dalam beberapa bulan terakhir, dunia persilatan telah mengalami perubahan besar. Boqin Changing bukan lagi sekadar seorang Kaisar Wilayah. Ia telah melangkah lebih jauh.  

Kini ia telah menjadi salah satu dari Lima Raja Dunia. Sebuah posisi yang bahkan berada di atas Kaisar Wilayah.

Namun Mo Shi tidak mengetahui hal tersebut. Ia masih mengira bahwa pemuda di hadapannya hanyalah Kaisar Wilayah yang pernah ia dengar beberapa waktu lalu. Walaupun begitu, posisi itu tetap berada di luar jangkauannya.

Sementara Boqin Changing berdiri dengan tenang di tengah lautan es. Tatapannya perlahan menjadi dingin.

"Aku datang ke sini bukan untuk berbicara panjang denganmu."

Boqin Changing melirik ke arah ribuan patung es di sekelilingnya.

"Setelah mengetahui semua kejahatan yang dilakukan sektemu, aku tidak melihat alasan untuk membiarkan Sekte Darah Bulan Hitam tetap berdiri."

Mo Shi mengepalkan kedua tangannya. Wajahnya menjadi semakin pucat.

Kini, ia benar-benar menyadari bahwa keputusan Boqin Changing untuk datang ke sektenya bukanlah ancaman kosong. Pemuda ini benar-benar datang untuk menghancurkan mereka. Berdasarkan kekuatan yang baru saja ditunjukkannya, tidak ada seorang pun di Sekte Darah Bulan Hitam yang mampu menghentikannya. Bahkan termasuk dirinya.

Mo Shi terdiam. Ia tahu dirinya tidak mungkin mengalahkan Boqin Changing dalam pertarungan biasa. Kekuatan yang baru saja ditunjukkan pemuda itu sudah cukup untuk membuat seluruh keberanian yang sebelumnya ia miliki runtuh.

Namun, jika menyerah, kematian tetap menantinya. Mo Shi menarik napas panjang.

"Tunggu..."

Boqin Changing mengangkat alisnya. Mo Shi menatapnya dengan wajah serius.

"Kita masih bisa membicarakan masalah ini."

Ia berusaha menjaga suaranya tetap tenang meskipun hatinya dipenuhi ketakutan.

"Aku bisa memberikan apa pun yang kau inginkan."

Boqin Changing tidak menjawab.

"Emas? Harta? Teknik bela diri? Pil? Bahkan seluruh kekayaan Sekte Darah Bulan Hitam..."

Mo Shi terus berbicara.

"Aku bisa memberikannya kepadamu. Selama kau bersedia membiarkanku hidup."

Untuk menyelamatkan nyawanya, Mo Shi bahkan rela menyerahkan seluruh harta yang telah dikumpulkannya selama bertahun-tahun.

Namun Boqin Changing hanya memandangnya dengan tatapan dingin.

"Menurutmu, aku datang ke sini demi harta?"

Mo Shi terdiam.

Boqin Changing melangkah perlahan ke arahnya.

"Aku datang karena kalian telah melakukan kejahatan yang tidak bisa dimaafkan."

Tatapan Boqin Changing semakin tajam.

"Dan kau adalah orang yang memimpin sekte ini."

Wajah Mo Shi menjadi pucat.

"Jadi..."

Boqin Changing berhenti beberapa langkah di depannya.

"Kau tidak bisa diampuni."

Mendengar perkataan itu, Mo Shi terdiam.

Ia akhirnya mengerti. Tidak ada ruang untuk negosiasi. Tidak ada jalan untuk menyelamatkan dirinya. Boqin Changing sudah membuat keputusan.

Mo Shi menggertakkan giginya.

"Kalau begitu..."

Tangannya perlahan menggenggam pedangnya.

"Aku tidak akan tumbang tanpa perlawanan!"

Boom!

Aura seorang pendekar bumi langsung meledak dari tubuh Mo Shi. Retakan-retakan kecil menjalar ke segala arah, sementara lapisan es di sekitarnya bergetar akibat tekanan energi yang dilepaskannya.

Api merah mulai muncul dari tubuh Mo Shi. Dalam sekejap, seluruh tubuhnya seolah terbakar. Rambutnya berkibar diterpa gelombang panas. Bahkan pedang di tangannya mulai diselimuti kobaran api.

Ternyata Mo Shi bukan hanya seorang pendekar bumi. Ia juga menguasai elemen api.

"Boqin Changing!"

Mo Shi berteriak.

"Aku akan mempertaruhkan seluruh kekuatanku!"

Boom!

Tubuh Mo Shi melesat. Kecepatannya sangat tinggi.

Ia bergerak ke arah Boqin Changing. Pedang yang terbakar api di tangannya menebas lurus dengan kekuatan penuh.

Suhu di sekeliling mereka melonjak. Namun Boqin Changing sama sekali tidak menunjukkan kepanikan. Ia bahkan tidak mencabut senjatanya.

Boqin Changing hanya mengangkat satu tangan. Kemudian mengibaskannya ke depan.

“Angin Es Utara...”

Wusss!

Angin kencang langsung meledak. Serpihan-serpihan es muncul dari udara dan berputar bersama hembusan angin yang sangat kuat. Dalam sekejap, gelombang es tersebut bertabrakan dengan tubuh Mo Shi yang diselimuti api.

Krak!

Api yang membakar tubuh Mo Shi langsung meredup.

"Apa?!"

Mata Mo Shi membelalak.

Energi dingin yang mengerikan menembus pertahanannya. Dalam waktu kurang dari satu tarikan napas, seluruh tubuhnya mulai membeku.

Krak... Krak...!

Es menjalar dari pedangnya menuju lengannya, kemudian menyelimuti dada, leher, hingga kepalanya. Api yang sebelumnya berkobar hebat kini menghilang sepenuhnya. Seluruh tubuhnya telah berubah menjadi patung es.

Mata Mo Shi masih terbuka lebar. Ia tidak percaya. Ia telah mengeluarkan seluruh kekuatannya namun serangannya bahkan tidak mampu menyentuh Boqin Changing.

Hanya satu kibasan tangan. Hanya satu serangan sederhana. Dirinya langsung membeku.

Boqin Changing memandang patung es tersebut dengan tenang. Ia kemudian melangkah maju.

Wusss!

Tubuhnya bergerak sangat cepat. Dalam sekejap, Boqin Changing telah berada tepat di depan Mo Shi.

Tangannya terangkat.

Tanpa memberikan kesempatan sedikit pun kepada Mo Shi untuk melakukan apa pun, Boqin Changing menghantam tubuh patung es tersebut.

Boom!

Suara ledakan keras menggema di seluruh kawasan Sekte Darah Bulan Hitam. Tubuh Mo Shi yang telah membeku langsung pecah.

Krak! Krak! Krak!

Patung es itu hancur menjadi ribuan keping es yang berhamburan ke segala arah. Patriak Sekte Darah Bulan Hitam, Mo Shi, tewas seketika.

Di tengah hamparan es yang menutupi seluruh sekte, Boqin Changing berdiri sendirian. Ia melirik pecahan-pecahan es yang sebelumnya merupakan tubuh Mo Shi. Kemudian pandangannya beralih ke seluruh kawasan Sekte Darah Bulan Hitam.

Boqin Changing menarik napas pelan.

"Sudah berakhir."

Suaranya terdengar tenang.

Namun bagi Sekte Darah Bulan Hitam, hari ini adalah akhir dari segalanya.

1
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
budiman
satu mawar 🌹 lagi
budiman
satu mawar 🌹
tariii
keluargamu lah yang akan binasa, Feng Zhuang.../Tongue//Tongue//Tongue/
tariii
/Good//Good//Good//Good//Good//Good/
tariii
kereeeeeeennnn buangettttt....❤️❤️❤️❤️❤️❤️👍👍👍👍👍👍
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
tariii
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
iyuz
salah satu cara mendekatkan diri kepada YAMA
Markinyo
sha nuo & lan suya thor, pst seru & kocak
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
Nanik S
Rombongan Keluarga Fei bergerak menyongsong maut.... andai mereka tau yang dihadapi Dewa kematian apakah masih bisa tertawa😇😇😇
Nanik S
Akhirnya keluarga Fei tau dipermainkan orang seperti apa rasanya... dan yakin mau membinasakan Keluarga Hang🤣🤣🤣
Nanik S
Sehat selalu untuk Autor dan terus berkarya Tor🙏🙏
Nanik S
Rencana dan strategi apa yang diberikan Chang"er
Ipung Umam
lanjutkan
Surianto Tiwoel
tiga tiganya thor,, semangat 💪💪💪
Rinaldi Sigar
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!