NovelToon NovelToon
JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

JANJI ULAR PUTIH (IKRAR ABADI)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:222
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Lian Yue terbangun tanpa ingatan dan segera menyadari dirinya bukan manusia biasa. Di sisi lain, Shen Rui adalah pemburu siluman yang sejak kecil diajarkan untuk membunuh Ular Putih.

Namun saat mereka bertemu, keduanya justru merasa seolah pernah saling mengenal.

Sedikit demi sedikit, terungkap bahwa selama seribu tahun mereka selalu dipertemukan, jatuh cinta, lalu dipisahkan oleh kematian.

Kini Lian Yue dan Shen Rui harus memilih: tunduk pada kutukan lama, atau melawan takdir demi satu kehidupan bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: RACUN HATI SERIBU TAHUN

Keheningan yang mematikan seketika melingkupi kedai teh di tepi kanal Kota Fengling. Pendar ribuan lentera di luar jendela yang tadinya memancarkan warna-warni hangat mendadak berubah meredup, terbias oleh kabut tipis berwarna hijau keabu-abuan yang merayap cepat menyusuri permukaan air. Nyala lilin di atas meja-meja pengunjung bergoyang liar sebelum akhirnya padam serentak.

Warga dan pengunjung kedai perlahan terkulai lemas di atas meja, tertidur lelap akibat serbuk bius mistis yang disebarkan melalui udara.

Shen Rui berdiri tegap di depan Lian Yue, meletakkan tangan kanannya pada gagang Pedang Zhaoyang yang terbungkus kain. Matanya yang tajam menyapu setiap sudut ruangan, mendeteksi gelombang energi spiritual yang amat familier sekaligus liar.

Srrr...

Dari balik bayang-bayang pilar kayu kedai, sebuah sosok bergaun hijau lumut melangkah keluar dengan anggun. Rambut hitamnya terurai bebas, sementara sepasang mata berwarna hijau zamrud memancarkan hawa dingin yang mengancam.

"Qing Luo!" seru Lian Yue seraya berdiri dari kursinya. Ada nada lega sekaligus kecemasan yang mendalam pada suaranya. "Kau selamat... Di mana kau selama ini?"

Qing Luo tidak menjawab Lian Yue. Matanya terkunci rapat pada Shen Rui, menyerap setiap perubahan pada raut wajah sang pemburu siluman. Sebuah senyuman dingin dan pahit terukir di bibirnya.

"Selamat?" Qing Luo mendesis pelan, suaranya sarat akan sindiran yang merindingkan bulu kuduk. "Aku menghabiskan hari-hari melintasi wilayah barat, menyusuri makam-makam tua dan markas rahasia Paviliun Tianjian hanya untuk menemukan kebenaran di balik racun pembusuk darah... sementara kalian berdua sibuk menikmati malam perayaan lentera seperti sepasang kekasih manusia?"

"Qing Luo, apa yang kau dapatkan?" tanyanya Shen Rui dingin, mengabaikan sindiran itu dan memilih langsung membedah inti masalah.

Qing Luo melangkah tiga tindak lebih dekat. Tangannya yang terangkat ke udara menghempaskan sebotol pualam kecil berdinding hitam ke atas meja kayu. Botol itu retak seketika, menguarkan aroma amis tengik yang persis sama dengan sisa racun di tubuh tiga mayat pencari kayu Desa Wuxi.

"Racun ini..." mata Lian Yue melebar penuh keheranan. "Ini adalah racun pembusuk darah yang digunakan untuk menjebakku!"

"Benar," kata Qing Luo seraya beralih menatap Lian Yue dengan raut wajah penuh duka dan kemarahan yang meletup-letup. "Dan tahukah kau siapa yang memproduksi racun keji ini, Lian Yue? Siapa yang merancang jebakan di Desa Wuxi agar seluruh pemburu benua mengejarmu?"

Shen Rui menegang, dadanya bergolak hebat. "Siapa?"

Qing Luo menunjuk lurus ke arah dada Shen Rui dengan jarinya yang berkuku tajam.

"Pria yang berdiri di sampingmu itu!" bentak Qing Luo dengan nada melengking penuh kebuasan. "Racun ini dibuat menggunakan ekstrak esensi darah dari murid-murid tingkat atas Paviliun Tianjian—resep rahasia terlarang yang hanya dimiliki oleh satu orang: Gurumu sendiri, Guru Xuan He!"

Dua kata itu jatuh bagaikan sambaran petir di tengah ruangan temaram.

Lian Yue terpana, mundur satu langkah seraya memegangi dadanya yang mendadak sesak. Shen Rui mematung di tempatnya, rahangnya terkatup begitu rapat hingga buku-buku jarinya memutih di atas gagang pedang.

"Tidak mungkin..." bisik Shen Rui dengan suara rendah yang bergetar keras. "Guru Xuan He adalah Pemimpin Paviliun suci. Beliau yang mengajariku jalan pedang dan keadilan..."

"Keadilan?" Qing Luo tertawa histeris, tawa yang bergema kepahitan di antara pilar kedai. "Xuan He tua itu telah memanfaatkanmu selama tiga kehidupan, Shen Rui! Pembantaian di Desa Wuxi bukan dilakukan oleh siluman liar, melainkan oleh Pasukan Bayangan Tianjian atas perintah Gurumu! Mereka sengaja memfitnah Lian Yue agar kau terdesak dan dipaksa membunuhnya sebelum hari ke-49!"

Qing Luo melangkah rapat di hadapan Lian Yue, menatap mata perak Lian Yue yang berkaca-kaca.

"Kutukan seribu tahun ini bukan hukuman atas cinta kalian," lanjut Qing Luo, suaranya merendah menjadi bisikan yang sangat kejam. "Kebohongan langit dan pembantaian berulang ini sengaja diciptakan oleh Paviliun Tianjian. Setiap kali Shen Rui membunuhmu dengan Pedang Zhaoyang, esensi inti jiwamu yang terpotong akan diserap untuk memperkuat Segel Kuno di bawah markas Paviliun Tianjian demi menjaga keabadian kekuatan perguruan mereka!"

Rahasia kelam seribu tahun akhirnya terkuak penuh di bawah redupnya malam perayaan Kota Fengling.

Shen Rui memandang Pedang Zhaoyang di genggamannya—senjata yang selama ini dianggabnya suci kini terasa tak ubahnya kail pembantai yang dirancang untuk menguras darah jiwa perempuan yang dicintainya. Keputusasaan dan amarah yang belum pernah dirasakan sebelumnya meledak hebat di dalam sanubari sang pemburu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!