Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 3.
Olivia yang masih merenung, kenapa ia masih merasakan sakit, dan tempat ini begitu familiar, karena ia ingat apa yang terjadi padanya di acara ulang tahun Lydia.
Aku tidak mati! aku ternyata kembali ke lima tahun yang lalu! bisik hatinya.
Waktu itu aku masih kuliah semester enam! pikirnya mengedarkan pandangan matanya melihat sekelilingnya.
Ini pesta ulang tahun Lydia! mata Olivia nanar melihat orang-orang di sekitarnya.
Lydia yang sedari tadi memperlihatkan wajah seperti korban, memegang kalung liontin yang menggantung di lehernya.
Ternyata aku hidup kembali, ini waktu Lydia menuduhku memecahkan vas bunga itu! bisik hati Olivia semakin yakin, kalau ia memang benar-benar telah kembali lagi ke lima tahun yang lalu.
David Smith, kakak lelaki Olivia semakin emosi melihat Olivia, karena Olivia masih saja tidak menjawab apa yang ia katakan.
Dengan kasar ia meraih tangan Olivia, dengan sorot mata membulat dengan tajam memandang Olivia, "Aku bicara padamu! apa kau sudah tuli, Hah?! berdiri!!!"
"Akhhhh!!" Olivia kesakitan dengan mata membulat memandang David, "Lepaskan aku!!!" teriaknya kencang.
Dengan kuat ia menarik tangannya dari cengkraman tangan David.
Mata David semakin membulat dengan lebar dan begitu tajam memandang Olivia, "Ehh! berani sekali kau melawan, ya?!!"
Olivia berdiri menantang pandangan mata David.
Dulu diruangan pesta ini, laki-laki di depanku ini adalah kakak kandungku, tapi dia lebih mendengarkan apa yang dikatakan Lydia! bisik hati Olivia dengan lekat memandang wajah David.
Aku dipukul sampai tulangku patah! bisiknya mengingat kejadian itu dengan jelas.
Tatapan mata David terlihat begitu tajam memandangnya, seakan ingin membunuhnya dengan sorot matanya yang tajam.
Lydia yang sedari tadi berdiri di samping Ibu Olivia, memperlihatkan raut wajah takut memandang ke arah Olivia.
"Kau sedari dulu selalu melawan ku!!!" jari telunjuk David mengacung tepat ke wajah Olivia, "Berani sekali kau melotot memandang ku! ku pukul sampai mampus kau nanti baru tahu rasa!!!"
David melangkah ke meja tidak jauh dari tempat mereka berdiri, untuk mengambil botol anggur dari atas meja.
Belum sempat tangan David meraih botol anggur itu, Olivia reflek berlari dengan cepat, dan lebih dahulu tangannya menyambar botol tersebut.
Prang!!!
Dengan kuat Olivia menghantamkan botol itu ke kepala David, hingga botol pecah begitu menghantam tepat ke kepala David.
"Akhhhh!!!"
"Aduh, aaa... !!!" Mariana, Ibu Olivia terkejut melihat botol anggur itu di pukul kan Olivia ke kepala David.
Albert Smith, Ayah Olivia juga terkejut sampai berlari menghampiri David, untuk melihat keadaan David.
"Akhhhh, berdarah!!!" Mariana histeris melihat kepala David terluka.
David menyentuh kepalanya yang terasa begitu sakit, lalu kemudian melihat tangannya yang berdarah.
Olivia mundur ke belakang melihat David yang berdarah.
Mata David semakin nyalang memandang Olivia, dengan aura penuh kebencian memandang Olivia.
"Olivia! kau sudah gila, ya?!!!" teriak Albert dengan kencang, lalu ia mengayunkan tangannya untuk menampar Olivia.
Melihat apa yang akan Ayahnya lakukan padanya, Olivia dengan cepat mengacungkan potongan botol, yang tadi menghantam kepala David tepat ke leher Ayahnya.
"Apa kepalamu juga mau bocor? Hah?!!"
Olivia melangkah maju, dan Albert sontak mundur merasakan ujung pecahan botol tepat mengarah pada lehernya.
Memang mereka ini sudah buta, tidak bisa membedakan mana yang benar, dan mana yang salah! sorot mata Olivia begitu tajam memandang Ayahnya.
Aku tidak menyangka bisa kembali lagi ke lima tahun lalu untuk membalas perlakuan mereka ini kepadaku!
Olivia memandang Ibunya yang masih merangkul tangan Lydia memandangnya dengan tatapan mata penuh kebencian.
Lalu kemudian beralih memandang David, yang semakin memperlihatkan rasa geram memandangnya.
Di hidupku kali ini! tidak akan kubiarkan mereka menindas ku lagi!
Tatapan penuh dendam Olivia lemparkan memandang satu persatu keluarganya itu.
Bersambung........
..