NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

03

Arabelle berdiri canggung di depan mobil mewah itu.

"Aku benar-benar tidak sengaja."

Salah satu pengawal tidak menjawab.

Nathan berhenti tepat di depan Arabelle. Tatapan mereka bertemu, Arabelle menelan ludah.

'Oke! Pria ini jauh lebih menyeramkan dari yang terlihat dari jauh.' Ara menelan ludahnya sendiri.

Nathan melirik warung kecil di belakang gadis itu. Lalu kembali menatap Arabelle.

"Kamu pemilik warung itu?"

"Iya." Sahut Ara segera.

"Kamu tinggal sendiri?"

Pertanyaan itu membuat Arabelle mengernyit. "Kenapa?"

Nathan tidak menjawab. "Kamu kuliah?"

"Tidak!"

"Keluarga?"

"Ada, banyak!" Spontan Ara membuat Mohan mengerutkan kening.

Nathan mengangguk pelan. Jawabannya singkat dan tidak bertele-tele.

Sementara Arabelle mulai curiga.

"Maaf..."

Nathan menatapnya.

"Yang pecah kaca mobil Bapak atau biodata saya?"

Kedua pengawal langsung menunduk menahan tawa. Nathan sendiri hanya mengangkat sebelah alis. Wanita ini cukup berani pikirnya.

"Keduanya berkaitan."

"Nggak juga..." Sela Ara.

Nathan hampir tersenyum. Tatapannya kembali mengamati Arabelle. Cara gadis itu berdiri, cara dia mengaku bersalah tanpa kabur. Cara dia menghadapi dua pengawalnya tanpa takut. Ia juga sempat melihat gadis ini memarahi sekelompok anak motor. Tidak banyak wanita yang memiliki keberanian seperti itu.

Tiba-tiba Nathan teringat sesuatu. Tiga sumber migrain dalam hidupnya. Tiga anak yang membutuhkan seseorang yang cukup tegas untuk menghadapi mereka. Dan entah kenapa, saat melihat Arabelle. Satu pikiran aneh muncul di kepala Nathan.

Nathan langsung mengernyit.

'Kenapa aku berpikir begitu?'

Namun, semakin diperhatikan semakin masuk akal. Gadis ini berani, tidak mudah takut dan terlihat cukup keras kepala.

Arabelle yang tidak tahu isi pikiran Nathan mulai gelisah.

"Jadi..."

Nathan menatapnya.

"Berapa biaya ganti ruginya?"

"Apa?"

"Kacanya..." Ujar Ara sembari menunjuk ke arah mobil Nathan.

Arabelle mengeluarkan ponsel.

"Aku bisa mencicil."

Nathan terdiam.

"Aku punya tabungan."

Nathan tetap diam.

"Mungkin nggak cukup ... tapi aku bisa kerja keras."

Nathan akhirnya membuka suara.

"Saya tidak mau uangmu."

Arabelle berkedip. "Hah?"

"Saya tidak butuh uang."

Kening Arabelle berkerut, kalau tidak mau uang lalu maunya apa.

Nathan menyilangkan tangan.

"Saya ingin menawarkan sebuah pekerjaan."

Arabelle semakin bingung.

"Pekerjaan?"

"Ya."

"Pekerjaan apa?" Bingung Ara.

Nathan menatapnya beberapa detik. Kemudian berkata dengan tenang.

"Menjadi ibu."

Angin yang lewat seolah ikut berhenti, Arabelle berkedip. Lalu menunjuk dirinya sendiri.

"Aku?!"

Nathan mengangguk.

"Iya."

Arabelle tertawa kecil.

"Oh."

Lalu tertawa lagi. "Hahaha."

Kemudian tertawa semakin keras. "Hahahahaha!"

Nathan tetap diam, Arabelle akhirnya berhenti tertawa. Melihat wajah Nathan yang terlalu serius. Senyumnya perlahan menghilang.

"Tunggu!"

Nathan tetap diam.

"Bapak serius?"

"Sangat serius." Jawab Nathan.

Arabelle menatap pria itu seperti sedang melihat alien turun dari langit.

"Bapak baru kenal aku lima menit."

"Kurang lebih."

"Bapak bahkan nggak tahu nama aku, kan?"

"Benar..."

"Lalu Bapak minta aku jadi ibu?"

"Ibu tiri."

Arabelle hampir tersedak ludahnya sendiri.

"Ibu tiri?!" teriak Ara tidak percaya.

Nathan mengangguk tenang.

"Untuk tiga anak saya."

Mata Arabelle langsung membulat.

'Tiga anak? Yang benar saja. Aku bahkan belum menikah, belum punya pacar. Dan sekarang seorang pria asing tiba-tiba meminta ku menjadi ibu tiri tiga anaknya?

Ini jelas lebih gila daripada preman pasar.' Gerutu Ara dalam hatinya.

"Ibu tiri tiga anak?" Arabelle menunjuk dirinya sendiri.

Lalu menunjuk Nathan, kemudian kembali menunjuk dirinya sendiri. Beberapa detik kemudian,

"Oh, jadi..." Arabelle menepuk tangannya.

"Wah, penawaran menarik."

Nathan menatap datar.

Arabelle lalu berkata dalam bahasa Inggris dengan wajah polos, "Buy one get three free."

Mohan langsung menundukkan kepala. Kedua pengawal memalingkan wajah.

Sementara Arabelle tertawa sendiri.

"Hahahaha!" Semakin lama semakin keras.

"Hahahahaha!"

Nathan berdehem pelan.

"Ehem!"

Arabelle langsung berhenti seketika, seolah tombol on dan off miliknya baru saja ditekan.

"Maaf..." Ujar Ara.

Nathan mengusap pelipisnya. Ini pertama kalinya dalam hidupnya, ada orang yang menganggap proposal pernikahannya sebagai bahan bercanda.

Mohan segera mendekat. Sebuah tablet berada di tangannya.

"Tuan..."

Nathan menerima tablet itu. Layar menampilkan data yang baru saja dikumpulkan anak buahnya.

Nathan membaca sekilas. Lalu mengembalikan tablet tersebut. Tatapannya kembali tertuju kepada Arabelle.

"Kamu harus menjadi ibu dari ketiga anak saya."

Arabelle membuka mulut.

Namun Nathan belum selesai. "Tenang saja."

Nathan menyilangkan tangan. "Mereka bukan bayi."

"Syukurlah..." Lega Ara.

"Mereka sudah dewasa."

Arabelle mengangguk. "Itu lebih baik."

"Anak pertama semester akhir kuliah."

Arabelle mengangguk lagi. "Bagus..."

"Anak kedua kelas tiga SMA."

"Masih aman..."

"Anak ketiga kelas tiga SMP."

Arabelle mulai merasa tidak aman.

Nathan melanjutkan. "Kalau kamu menolak."

Arabelle langsung punya firasat buruk. Nathan menunjuk warung kecil di belakangnya.

"Warungmu akan digusur."

Senyum Arabelle menghilang. Nathan tetap berbicara dengan nada tenang.

"Tempat ini akan dibeli."

"Apa?!"

"Lalu dibangun swalayan keluarga kami."

Mata Arabelle membulat.

"Apa?!"

Nathan tetap tenang.

"Kamu tidak akan bisa berjualan di sini lagi."

Arabelle menatap warungnya. Kemudian menatap Nathan. Lalu menatap warungnya lagi. Dalam hati, ia langsung memikirkan berbagai kemungkinan. Kalau dia menelepon Kenzo, mungkin masalah akan selesai. Kalau dia menelepon Kenzi, masalah juga selesai. Kalau dia menelepon Daddy nya, Nathan mungkin yang akan mendapat masalah.

Namun, ada satu konsekuensi besar. Dia pasti akan diseret pulang, dan itu berarti kalah. Perjanjiannya satu tahun akan berakhir hanya dalam satu bulan.

'Tidak boleh!' Arabelle langsung menggeleng kuat-kuat.

Nathan mengangkat alis.

"Itu berarti setuju?"

"Tidak!"

"Lalu?" Tanya Nathan bingung.

"Aku punya syarat."

Nathan terdiam, Mohan juga ikut terdiam. Entah kenapa mereka merasa syarat ini tidak akan normal.

Nathan mengangguk. "Sebutkan..."

Arabelle mengangkat satu jari.

"Pertama,"

Nathan menunggu.

"Aku tetap jualan."

Kening Nathan berkerut. "Oke."

Arabelle mengangkat jari kedua.

"Kedua,"

Nathan menghela napas.

"Aku tetap jualan..."

Mohan berkedip, Nathan menatapnya.

"Itu sama."

"Belum selesai..."

Arabelle mengangkat jari ketiga.

"Ketiga,"

Nathan mulai kehilangan kesabaran.

"Aku harus tetap jualan!"

Mohan menatap Arabelle. Lalu menatap Nathan. Kemudian menatap langit. Ia merasa pekerjaannya semakin sulit setiap hari.

Nathan memijat pelipis.

"Tiga syarat mu sebenarnya satu syarat."

"Tidak."

"Itu satu."

"Itu tiga."

"Itu satu."

"Itu tiga."

Nathan menatapnya tanpa ekspresi. Arabelle balas menatap tanpa takut. Beberapa detik berlalu. Sampai akhirnya Nathan menghela napas panjang.

Wanita ini keras kepala dan sangat keras kepala. Dan anehnya, semakin lama ia berbicara dengan Arabelle, semakin yakin Nathan bahwa gadis ini memang cocok menghadapi Elang, Theo, dan Alya. Karena untuk menghadapi tiga anaknya, dibutuhkan seseorang yang sama keras kepalanya.

Nathan akhirnya membuka suara.

"Kamu benar-benar suka berjualan?"

"Aku suka menghasilkan uang sendiri."

Jawaban itu keluar tanpa ragu. Nathan memperhatikannya beberapa saat. Kemudian mengangguk pelan.

"Baik."

Mata Arabelle langsung berbinar.

"Serius?"

"Kamu boleh tetap berjualan."

"Yes!"

"Tapi setelah menikah."

Senyum Arabelle membeku. Nathan melanjutkan dengan tenang.

"Dan mulai besok kamu ikut saya pulang."

"Apa?!" Suara Arabelle menggema di seluruh jalan.

Sementara Nathan berbalik menuju mobilnya. Bagi Nathan, keputusan sudah dibuat. Sedangkan bagi Arabelle, kehidupannya baru saja berubah total hanya karena sebuah batu yang salah sasaran.

1
Sri Wulandari
jangan² cucu sahabat omanya Alya itu Ken 🤔
Sri Wulandari
Ken sprtinya suka qm makanya dia suka ngusilin qm
Sri Wulandari
harus resepsionis itu menghubungi Mohan asisten Nathan buat konfirmasi klu ada Ara yg mengaku istrinya Nathan nah klu sdh gini siap² qm kehilangan pekerjaan mu mbk 😔
Sri Wulandari
pasti itu pelayanan yg sm pas dulu suka ngomporin Alya waktu msh blm menerima Ara jd ibu tirinya 🤔
Sri Wulandari
beruntung Nathan menjadikan Ara sbgai istrinya bagitu pula dg anak²nya memiliki ibu sambung yg peka dg kondisi & keadaan mereka yg sllu mengkhawatirkan mereka setiap saat
Sri Wulandari
ya ampun Alya Theo jahilnya g hilang² orangtua sendiri d jaili malu kan mereka 😅
knp Alya g jd dokter sj drpd jd perawat thour 🤔
atulyaas
nyonya ga sih ka harusnyaa, kan udaa nikah dokternya tau juga itu mama nya elang
Sri Wulandari
baru unboxing ayah Nathan selama 3th kerinduan yg terpendam akhirnya tersalurkan....selamat smoga segera launcing apalagi klu smpai jd 2
Sri Wulandari
klrg Vasilo sangat menyayangi anak² tiri Ara.... mereka sdh menganggap anak² itu menjadi bagian klrg Vasilo
Alya qm pasti BT ya...smua orang mengerjain mu.... tunggu sbntr lg akan ada kejutan luar biasa utk mu qm pasti d buat syok dg hadiah yg qm terima nti....
Happy Birthday Alya bahagia sllu 😍🥰🥰🤗🤗🤗🎂🍭🍭🍦🎉🎆
Sri Wulandari
walaupun tinggal d luar negeri & menjadi bagian klrg kaya tp Alya ttp menjadi pribadi yg sederhana & g sombong begitu pun dg kakaknya yg lain ayah Nathan & Ara sdh berhasil mendidik anak²nya dg sangat baik 🤗
Sri Wulandari
Theo mmng suka buat mslh tp dia sllu bertanggungjawab dg setiap pilihan & mimpinya yg g pernah hilang adalah menjadi pembalap profesional senyum sllu mengembang matanya sllu berbinar karna balapan adalah sebagian dr jiwanya yg g pernah bs dia lepas smpai kpn pun 🤗
Sri Wulandari
mm Ara mmng polos ayah Nathan.... benar² kena mental itu mantan ayah mmng ulat bulu g tau malu salah cari dia mm Ara koq d lawan🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Wulandari
Nathan ayah yg hebat demi demi keutuhan klrgnya & kebahagiaan ketiga anaknya dia akhirnya mendapatkan kesempatan utk bersama Ara walaupun mereka smua hrs berpisah selama 3th... waktu yg tdk sebentar tetapi ada kepastian klu mereka suatu hari bs bersama selama membangun klrg bahagia impian Nathan & anak²nya bersama Ara sbgai mama pilihan mereka 🥰🥰🤗

😍😍😍😍😍
Sri Wulandari
Elang mulai PDKT😄
mars
mafioso ga tuh punya ibu tiri😄
Sri Wulandari
Theo lebih gercep dr ayah Nathan utk membawakan Ara kembali pulang semangat Theo qm pasti bs membawa mm Ara pulang
Sri Wulandari
Theo berusaha menjadi kakak yg baik buat Alya apapun akan dia lakukan utk adiknya demi membawa mm Ara pulang.... semangat Theo bkn kemenangan yg hrs d raih tp sebuah proses & usaha yg gigih utk membuktikan klu kalian menginginkan mm Ara kembali pulang 💪💪💪🤗🤗
Sri Wulandari
Theo si pembuat onar akhirnya berpikiran dewasa & berusaha bertanggungjawab dg smua keputusannya
Sri Wulandari
terharu dech bacanya...
akhirnya Theo bs mengungkapkan perasaannya .....Theo, Alya, & Elang mereka sebenarnya anak² yg baik hamya sj karna kehilangan seorang mama membuat mereka merasa kesepian tanpa perhatian & kasih sayang karna ayah Nathan yg sllu sibuk sehingga mereka benar² kehilangan sosok seorang ibu tp kehadiran Ara membuat mereka sadar bahwa hidup mereka menjadi lebih hangat stlh k hadiran Ara walaupun awalnya mereka menolak karna mereka mengira ibu tiri itu seorang yg kejam & suka melakukan kekerasan & hanya mencintai ayah mereka sj....
tp nyatanya tdk dg Ara....dia bs membuat mereka merasa terlindungi d sayangi... Theo yg suka membuat membantah & membuat mslh pun jg merasakan kasih sayang itu
Sri Wulandari
ternyata anak² ayah Nathan smua polos sllu menganggap ibu tiri itu jahat & suka menganiaya....buktinya ibu ara d bilang pkai ilmu sihir k banyakan halunya itu 😂😂🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!