NovelToon NovelToon
SISTEM GACHA RAJA KULINER

SISTEM GACHA RAJA KULINER

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Galang Kurniawan, seorang pedagang makanan kecil bernasib sial yang hidupnya selalu jalan di tempat. Di malam terburuk dalam hidupnya ketika gerobaknya dihancurkan dan ia hampir menyerah, Galang tiba-tiba membangkitkan Sistem Kuliner Acak yang memaksanya berjualan di lokasi-lokasi aneh dengan hadiah gacha yang fantastis. Dimulai dari berjualan di rumah sakit, Galang harus menghadapi berbagai macam pelanggan baru, persaingan bisnis yang kotor, koki arogan yang meremehkannya, hingga tantangan memasak bahan-bahan langka dari sistem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Cklek.

Galang mengunci pintu kamar kosnya rapat-rapat dan langsung duduk bersila di atas kasur lipat.

"Keluarkan koper hitam legendaris," ucap Galang memberi perintah pada sistem di kepalanya.

Sring.

Sebuah koper kulit berwarna hitam legam dengan ukiran naga berwarna emas tiba-tiba muncul di atas kasurnya.

Galang menelan ludah melihat betapa mewahnya koper tersebut dibandingkan dengan barang-barang di kamarnya.

Klak klak.

Ia membuka dua pengait besi koper itu perlahan dengan tangan sedikit bergetar karena penasaran.

Di dalam koper berlapis beludru merah itu, tersusun rapi lima buah pisau masak dengan berbagai ukuran.

"Pisau daging, pisau sayur, pisau ukir, pisau fillet, dan satu pisau serbaguna," gumam Galang menyebutkan jenisnya.

[Set Pisau Masak Naga Emas berhasil dibuka.]

[Efek Pasif: Meningkatkan kecepatan memotong Host sebesar tiga ratus persen dan menjaga kesegaran bahan makanan yang dipotong.]

"Tiga ratus persen? Ini tidak masuk akal," batin Galang sambil mengambil pisau serbaguna berukuran sedang.

Gagang pisau itu terbuat dari kayu hitam yang sangat kokoh dan terasa sangat pas di genggaman tangannya.

Bilah pisaunya berkilau perak tajam dengan corak sisik naga yang sangat indah di bagian pangkalnya.

Galang segera mengambil sisa satu buah wortel mentah dan talenan kayu dari sudut kamarnya untuk melakukan uji coba.

Trak.

Galang meletakkan wortel itu dan mulai mengirisnya dengan pisau naga emas tersebut.

Trak trak trak trak trak.

Tangan Galang bergerak dengan kecepatan bayangan yang bahkan matanya sendiri sulit untuk mengikutinya.

Hanya dalam waktu dua detik, satu buah wortel utuh itu sudah berubah menjadi irisan korek api yang ketebalannya sangat presisi.

"Gila, pisaunya seolah bergerak sendiri memandu tanganku memotong," ucap Galang dengan mata terbelalak takjub.

Tidak ada suara gesekan kasar, bilah pisau itu membelah wortel semudah memotong agar-agar lembut.

"Dengan alat ini, aku bisa memasak ratusan porsi tanpa perlu takut kehabisan waktu memotong bahan lagi," puji Galang kegirangan.

Ia membersihkan pisau itu dengan hati-hati lalu menyimpannya kembali ke dalam dimensi sistem agar aman dari pencuri.

Keesokan paginya, Galang sudah mandi dan berpakaian sangat rapi menggunakan kemeja hitam andalannya.

Uang tiga puluh juta lebih di rekeningnya membuat langkah kakinya terasa sangat ringan hari ini.

Brum.

Ia memacu motor gerobaknya menyusuri jalanan protokol kota untuk mencari ruko kosong yang disewakan.

Galang berhenti di depan sebuah ruko dua lantai berdinding kaca yang letaknya sangat strategis di dekat area perkantoran.

Ada spanduk kuning besar bertuliskan disewakan beserta nomor telepon agen propertinya.

Galang mengambil ponselnya dan langsung menghubungi nomor tersebut dengan penuh percaya diri.

Tuut tuut.

"Halo, selamat pagi, dengan agen properti maju jaya ada yang bisa dibantu?" sapa suara pria dari seberang telepon.

"Pagi Pak, saya Galang, saya kebetulan sedang berdiri di depan ruko Jalan Merdeka nomor delapan," jawab Galang sopan.

"Saya berniat menyewa ruko tersebut, apakah saya bisa lihat bagian dalamnya hari ini?" tanya Galang langsung ke inti.

"Oh tentu saja Mas Galang, kebetulan saya sedang di dekat sana, tunggu lima menit saya segera meluncur," jawab agen itu ramah.

Galang tersenyum puas dan bersandar pada gerobaknya menunggu agen properti tersebut datang.

Tidak lama kemudian, seorang pria berkemeja biru rapi datang menggunakan sepeda motor matic.

"Mas Galang ya? Mari Mas masuk saya bukakan pintunya," sapa agen bernama Pak Yono itu sambil mengeluarkan kunci.

Cklek.

Pintu kaca ruko terbuka menampilkan ruangan kosong yang sangat luas, bersih, dan terang.

"Ini cocok sekali untuk buka kedai makan Pak, harga sewa per tahunnya berapa ya?" tanya Galang sambil melihat-lihat.

"Untuk area strategis ini harga sewanya dua puluh lima juta per tahun Mas, sudah bersih semuanya," jelas Pak Yono sambil tersenyum.

"Wah pas sekali dengan anggaran saya, saya berani bayar lunas hari ini juga kalau suratnya siap," tawar Galang tanpa ragu.

Pak Yono langsung tertawa gembira mendengar Galang ingin membayar tunai hari itu juga.

"Mantap Mas Galang, mari kita duduk sebentar saya siapkan kuitansi dan surat perjanjiannya sekarang," balas Pak Yono cepat.

Trrrt trrrt.

Ponsel di saku celana Pak Yono tiba-tiba bergetar nyaring saat ia sedang mengeluarkan pulpen dari tasnya.

"Sebentar ya Mas Galang, ada telepon masuk dari kantor pusat," izin Pak Yono sambil menempelkan ponsel ke telinganya.

Galang mengangguk pelan dan terus melihat-lihat area yang akan ia jadikan dapur nantinya.

"Iya Pak bos? Apa? Ruko Jalan Merdeka?" suara Pak Yono terdengar terkejut dari sudut ruangan.

Galang menoleh dan melihat wajah agen properti itu tiba-tiba berubah menjadi sangat pucat pasi.

"Tapi Pak, ini kliennya sudah mau bayar tunai sekarang juga," protes Pak Yono dengan suara memelas.

"Baik Pak, saya mengerti, akan saya sampaikan sekarang juga," pungkas Pak Yono akhirnya menutup telepon.

Pak Yono berjalan menghampiri Galang dengan langkah gontai dan senyum yang sangat dipaksakan.

"Maaf sekali Mas Galang, sepertinya transaksi kita hari ini terpaksa dibatalkan," ucap Pak Yono sambil menundukkan kepala.

"Loh kenapa Pak? Kan saya berani bayar lunas tanpa menawar," tanya Galang dengan kening berkerut dalam.

"Kantor pusat baru saja menelepon, ruko ini ternyata sudah dibayar lunas oleh pihak lain lima menit yang lalu," alasan Pak Yono terdengar gugup.

1
Dhewa Shaied
lanjut thor
Khalita Aazahra
lanjut
Wega Luna
perlu dicoba tuh ,,,aku suka daging bekicot yg disalah itu waktu hamil dulu bisa habis 10 tusuk langsung makan , berarti nasi goreng ala seafood yh
Nissa Safira: Bener juga sih... ayam lebih mahal dari bekicot 🤣 Oke deal, nanti kalau Galang bagi resep Nasi Goreng Bekicot aku share di sini. Mbak yang pertama cobain di rumah ya, kabarin kalau bocil-bocil pada ketagihan🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!