NovelToon NovelToon
Manuver Nine

Manuver Nine

Status: sedang berlangsung
Genre:Drama / Musik / Light Novel
Popularitas:127
Nilai: 5
Nama Author: Awazaki Chiru

Daniel, Minami dan Latifa. Tiga sahabat yang bermimpi membangun sebuah roket bersama. Impian besar ini mereka rancang sedari mereka masih berada di sekolah dasar. mereka berambisius untuk membangun roket bersama.

Namun kondisi Latifa begitu kritis, disaat-saat terakhirnya, Latifa ingin impian mereka tetap berjalan meski tanpa dirinya.

Daniel dan Minami berjanji untuk menuntaskan misi besar yang diberikan Latifa sebelum dirinya tiada.

ini adalah kisah tiga sahabat yang bermimpi membawa umat manusia selangkah lebih maju.

ManuverNine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awazaki Chiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Symphony

Setelah menyelesaikan semua tugas yang diberikan Pak Mil. Tugas terakhir Daniel adalah mengganti sign menjadi open. dan pekerjaan pagi dirinya telah selesai.

"Baiklah, Tugas pagi ku sudah selesai, saatnya aku menyambut tamu yang nantinya akan makan di sini" Daniel bergati pakaian dan mulai melayani beberapa pelanggan yang akan makan di tempat.

Daniel mencatat dan mengantarkan makanan ke para costumer. Restoran semakin ramai kunjungan, baru saja jam 7.30 sudah banyak orang yang mengerumuni Restoran untuk sarapan. Menu sarapan di restoran Pak Mil adalah Roti kukus dan salad, beserta teh hangat. Ini menu khusus yang disediakan setiap pagi hari. dan menu ini jugalah yang dimakan karyawan termasuk Daniel setiap pagi.

...

Jam menunjukan pukul 8, Sesuai janji, Daniel hanya bekerja sampai jam 8 pagi, setelahnya ia harus berangkat sekolah. namun karna sekolah masih akan dimulai 2 hari lagi, Daniel memutuskan untuk tetap membantu Pak Mil hingga selesai.

...

Sorenya Minami datang dengan membawa barang yang dibutuhkan Daniel termasuk alat sekolah.

"Daniel. Nih barang yang kamu minta" Minami menyerahkan plastik yang diminta Daniel.

"Wah, Minami. Terimakasih!" Ucap Daniel.

perlahan Minami menyerahkan plastik itu dan akan segera kabur. namun Daniel langsung menariknya masuk.

"Da-Daniel.. hehe" Minami mulai berkeringat.

"i-iya.., Daniel. Kenapa..." Minami perlahan menatap Daniel yang akan marah.

"Aku ada sedikit urusan denganmu" Daniel menarik Minami. Minami hanya bisa pasrah karna ia tau kalau Daniel tidak bisa diajak bercanda.

...

Daniel memojokkan Minami di belakang Restoran.

"Da-Daniel. kamu terlalu dekat." Minami memerah.

"Agar kau gak kabur." ...

"Ba-baiklah.. Aku menurut" Minami pasrah.

Daniel mulai melepaskan Minami dan Minami sedikit lega karna dirinya tidak dipojokkan lagi.

"Kau marah, ya? Daniel.." Minami bertanya.

"Kau masih bertanya?" Jawab Daniel.

"Maaf, kemaren aku cuman bercanda, kupikir kamu bisa membayarnya. ternyata tidak!" Minami meminta maaf kepada Daniel. Untungnya Daniel tidak marah. Ia tertawa dan malah berterima kasih dengan Minami, berkat prank yang Minami buat, Ia bisa bekerja dan menghasilkan uang sendiri.

"Sudah-sudah.. Aku gak akan marah hanya karna hal ini" Daniel tersenyum dan memaafkan kebodohan Minami.

"Kau benar tidak marah padaku, kan?" Minami mengusap air matanya dan tersenyum.

"Ngapain aku marah denganmu? kita kan teman, lagian berkatmu aku bisa seperti ini" Daniel memukul bahu Minami dan berkata bahwa ini bukanlah masalah yang besar.

Minami tersenyum, Daniel kemudian menyuruh Minami untuk kembali ke dalam restoran. Daniel terdiam sejenak. Jantungnya berdegup kencang. ia memerah lantaran berani memojokkan Minami di tempat sepi.

"Astagaa, Aku bodohhhh" Gumamnya sembari menutup wajahnya.

Daniel selama ini sudah memendam perasaannya dengan Minami. Ia sebenarnya suka dengan Minami semenjak pertama bertemu, saat Minami sengaja memojokannya dulu.

"Niatnya aku mau balas dendam karna kejadian dahulu, kenapa malah aku yang terbawa suasana" Gumam Daniel lagi.

Dengan menahan malu, ia kembali ke dalam restoran. Di sisi lain Minami juga sedikit malu dengan tindakan yang dilakukan Daniel kepadanya.

"Apa sih yang dipikirkan Daniel, Bodoh!" Minami berjalan pelan.

Minami masuk ke dalam Restoran dan duduk di samping Latifa.

Duduk di samping Latifa...

"Lah Latifa.. Kamu kenapa ada di sini" Minami terkejut melihat Latifa berada di restoran Pak Mil.

"Kejam, Kan kamu yang menyuruh aku ke restoran ini" Latifa kecewa dengan Minami yang melupakan janjinya.

"Ahhhh... Aku baru ingat, maaf Latifa" Minami meminta maaf kepada Daniel karna sudah melupakan janjinya tersebut.

"Haha, aku bercanda. aku memang ingin ke sini juga." Latifa tertawa.

"Kamu ih.. kenapa mempermainkanku. Aku panik tadi?" Minami sedikit kesal.

"Lagian, kamu tadi masuk ke dalam restoran ini kayak orang bingung gitu" Ucap Latifa yang membuat Minami mengingat kembali apa yang telah dilakukan Daniel di belakang restoran.

"ITU BUKAN APA-APA!!!" Minami berteriak yang membuat seisi restoran memperhatikan mereka berdua.

"Shuuttt.... Kenapa kamu teriak, sih?" Latifa membungkam mulut Minami karna malu dilihat banyak orang.

"Ma-maaf, Aku spontan.." Ucap Minami malu.

"Aku yakin, pasti tejadi sesuatu dengan Minami" Gumam Latifa curiga.

"Ah. yasudah, Kamu mending pulang saja, atau mau aku pesankan makanan? atau minuman?" Latifa menawarkan sesuatu untuk menenangkan Minami.

"Tidak usah, Aku sepertinya harus segera pulang, karena PR liburan kita belum aku kerjakan sama sekali" Minami perlahan bangkit dari kursinya untuk segera keluar dari restoran.

Minami berjalan perlahan ke depan pintu restoran. Di depan pintu Minami tak sengaja berpapasan dengan Daniel.

"Hei, mau ke mana? Minami?" Tanya Daniel.

"Tidak.." Minami hanya mengatakan satu kata dan pergi lari tanpa menatap Daniel sedikitpun.

"Kenapa dengan Minami?" Gumam Daniel.

Daniel heran mengapa Minami lari.

"Mungkin kebelet pengen buang air besar, kayaknya." Gumamnya lagi. Daniel berlalu masuk ke dalam Restoran dan di dalam sana sudah ada Latifa yang sedang meminum jus alpukat special.

"Eh, ada Latifa. Itu tadi Minami kenapa, ya?" Tanya Daniel

"Gak tau, tadi dia tiba-tiba aja pengen keluar" Jawab Latifa.

"Mungkin lagi sakit perut, ya?" Daniel sedikit bercanda dengan Latifa.

"Yasudah, Aku mau lanjut kerja dlu, ya!" Ucap Daniel.

"Eh.. kamu kerja di sini?" Latifa terkejut saat mengetahui Daniel bekerja di restoran yang sering ia kunjungi itu.

"Ini gara-gara Minami juga sebenarnya" Ucap Daniel yang sedikit memalingkan wajahnya.

"Cerita? " Ucap Latifa penasaran

"Nanti aku ceritakan." Daniel berlari ke dapur karna mendapat panggilan dari Pak Mil untuk mengantarkan pesanan di meja 12.

Latifa sedikit kesal karna ia ditinggal begitu saja oleh Daniel.

"Padahal aku kan penasaran, Apa yang sebenarnya terjadi, sih?" Latifa menyendok satu per satu jus alpukat nya sembari kesal dengan Daniel.

di dapur Daniel mengambil nampan yang berisi makanan dari meja no 12.

"Pisang goreng coklat, Jus Mangga. Pesanan Meja nomor 12.". Daniel membaca struk pesanan itu dan membawanya ke meja nomor 12 dengan rapi.

setelah selesai mengantarkan, ia kembali ke dapur karna harus mengantarkan pesanan lain yang sedang ditunggu oleh costumer.

"Duh, ini banyak banget sih pesananya" Daniel sedikit mengeluh.

"Tapi aku harus mengantarkannya agar bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi antra aku dan Minami kemaren." Gumamnya. Daniel mulai mengantarkan lagi. disusul dengan mengambil nampan berisi piring kotor. ia menaruhnya di belakang untuk nanti ia cuci.

...

Setelah selesai, Daniel bergegas menemui Latifa yang sedari tadi menunggunya. kebetulan pesanan sedang kosong, ia menyempatkan diri untuk menjelaskan apa yang sebenanya terjadi antaranya dan Minami

"Maaf latifa, aku sedikit lama, ya. Jadi begini, aku akan ceritakan, kamu dengerin, ya!"

Daniel memulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

1
miilieaa
kenapa latifa lari ke hutan? mending di mall aja gaes 🤭🤣
miilieaa
ayo Daniel ceritakan padaku jugaaa🤭
AkuNulis: Daniel blak blakan, nanti cerita hal ga penting 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!