NovelToon NovelToon
Si Bodoh Desa Ternyata Tabib Dewa

Si Bodoh Desa Ternyata Tabib Dewa

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:81k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Bima selalu dianggap sebagai pemuda idiot desa yang hanya bisa tersenyum saat dihina dan dilempari batu oleh warga, padahal di balik kepolosannya ia adalah pewaris tunggal ilmu pengobatan tingkat dewa dari seorang pertapa sakti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Hujan deras mengguyur ibukota, membasahi kaca-kaca jendela tinggi kediaman keluarga Herman.

​Di dalam ruang kerja Pak Herman, suasana terasa sangat sunyi. Pak Herman duduk di belakang meja kerjanya dengan raut wajah cemas. Di hadapannya, Bima berdiri tegap. Pakaian mewahnya yang baru dibelikan Clara telah berganti kembali dengan pakaian serba hitam yang ringkas dan nyaman untuk bergerak.

​"Nak Bima, apakah kamu benar-benar harus pergi sendirian malam ini?" tanya Pak Herman dengan nada khawatir yang mendalam. "Aku bisa mengerahkan seluruh pengawal elit keluarga Herman dan menghubungi kepolisian untuk menggerebek pelabuhan itu."

​Bima menggelengkan kepalanya dengan tenang.

​"Pengawal biasa dan polisi hanya akan memicu pertumpahan darah yang meluas, Pak Herman. Serigala Malam adalah jaringan pembunuh bayaran yang bertindak di balik bayangan. Jika mereka merasa terdesak, mereka akan bersembunyi dan kembali menyerang saat kita lengah."

​Bima melangkah menuju pintu. "Cara terbaik untuk menghentikan serigala adalah dengan langsung memotong kepala pemimpinnya."

​Pak Herman menghela napas panjang. Ia menyadari kebenaran dari ucapan Bima. Dengan penuh rasa hormat, sang miliarder berdiri dan membungkukkan badannya sedikit kepada pemuda di hadapannya.

​"Tolong kembali dengan selamat, Nak Bima. Rumah ini memutuhkanmu... dan Clara sangat membutuhkanmu."

​Bima mengangguk pelan. Saat ia keluar dari ruangan dan melangkah menyusuri koridor, sebuah tangan halus mendadak menarik ujung bajunya.

​Itu Clara. Gadis itu berdiri dengan mata yang sedikit sembab. Ia telah mendengar seluruh rencana Bima dari balik pintu.

​"Bima..." suara Clara terdengar bergetar.

​Ia tidak mencoba menahan Bima, karena ia tahu Bima melakukan ini demi melindunginya. Sebaliknya, Clara meraih jemari Bima lalu menyelipkan sebuah gelang benang merah berbatu giok kecil ke pergelangan tangan pemuda itu.

​"Ini jimat keberuntungan milik ibuku," bisik Clara sambil menatap lurus ke dalam mata Bima dengan kepasrahan dan rasa cinta yang mendalam. "Janji padaku... kamu harus kembali tanpa luka sedikit pun. Jika kamu tidak kembali, aku tidak akan pernah memaafkanmu."

​Bima menatap gelang di tangannya, lalu mengelus pelan puncak kepala Clara dengan kehangatan yang jarang ia perlihatkan.

​"Aku berjanji, Clara. Tunggu aku sebelum sarapan esok pagi."

​Tanpa menunggu balasan lagi, Bima berbalik dan menghilang di balik kegelapan malam yang dingin dan dibasahi hujan.

​Kawasan Pelabuhan Tua Tanjung Priok, pukul sebelas malam.

​Angin malam bertiup kencang membawa aroma garam dan besi berkarat. Di dalam sebuah gudang kontainer tua yang remang-remang, puluhan pria bersenjata api dan tajam berdiri bersiaga.

​Di tengah ruangan, Bos Besar Serigala Malam sedang duduk mengelus sebilah pedang katana Jepang bernoda darah. Wajahnya yang penuh bekas luka memancarkan amarah yang belum padam akibat kegagalan anak buahnya di pusat perbelanjaan tadi siang.

​"Bagaimana situasi di luar?" tanya sang bos dengan suara beratnya.

​"Aman, Bos. Seluruh area pelabuhan sudah dijaga ketat oleh tiga puluh orang kita. Jika pengawal keluarga Herman datang, kita pasti..."

​Brak!

​Sebelum anak buahnya sempat menyelesaikan kalimatnya, pintu besi tebal gudang tersebut mendadak jebol dan terlempar belasan meter ke dalam ruangan!

​Buum!

​Debu dan uap air hujan merebak memasuki gudang. Suara jeritan dan dentuman keras dari luar seketika hening, digantikan oleh suara langkah kaki yang santai namun berat.

​Tap. Tap. Tap.

​Dari balik kepulan debu, sesosok pemuda berjalan masuk dengan tenang. Bima berdiri di tengah kepungan puluhan pembunuh bertato naga, tanpa membawa satu pun senjata api atau pedang di tangannya. Bajunya basah oleh air hujan, namun pandangan matanya sedingin es di puncak gunung.

​Di luar gudang, puluhan pengawal pelabuhan sudah tergeletak kaku di tanah tanpa sempat melepaskan satu tembakan pun.

​Seluruh anggota Serigala Malam di dalam ruangan seketika menelan ludah dengan wajah pucat pasi.

​Bos Besar Serigala Malam berdiri perlahan, matanya membelalak tak percaya melihat seorang pemuda tunggal meluluhlantakkan garis pertahanannya dalam hitungan menit.

​"Siapa kau, bajingan?!" raung sang bos sambil mengangkat katananya.

​Bima menatap sang bos dengan raut wajah tanpa ekspresi, lalu merogoh saku bajunya untuk mengeluarkan sekantong jarum perak yang berkilau di bawah lampu remang gudang.

​"Aku adalah orang yang akan membubarkan Organisasi Serigala Malam malam ini."

1
Musa Lamovic
uhh lanjut💪
Musa Lamovic
ha ha ha modifikasi novel Tiongkok pindah ke Jakarta, bagus semoga tambah seru
DI Syahida
cc,zxxc xxaw3
Mama Gezkara
Bim...Dateng dong ke Medan.. Ntar kita minta pak Rico buatin acara berobat gratis....🤭🤭
kiyoe: heheh 🤣
total 1 replies
Mama Gezkara
waaahhh... luar biasa banget Bima
Mama Gezkara
hahaha... kau yang berbuat maka kau yg harus tanya jawab...
Mama Gezkara
good job thoorr
Mama Gezkara
waahh... sang pembunuh serigala malam yang bertato naga akhirnya musnaahh
Mama Gezkara
waahh keren lu Bim
Mama Gezkara
semangat thorrr
Mama Gezkara: sama2 kak Othor...
total 2 replies
Mama Gezkara
kak Othor... jangan banyak2 musuhnya Bima yaa...kasiaaann dia
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Mama Gezkara
waahh.. bima hebat banget
Mama Gezkara
Thoorr... dapet ide dari mana sih tentang pengobatan tradisional gini... suka deehh
Mama Gezkara
Aku suka cerita seperti ini Thor.... semangat yaaaa
Mama Gezkara: sama2 Othor kerenn
total 2 replies
Ria Gazali Dapson
tabib ya sama dg dokter, emng dr bisa periksa tanpa buka baju , kn di liat x , pake testokop , begitu juga bima , masa orang kota g ngerti berobat tuh keq apa , udh d obatin masih j marah² tuh c clara, g da tx nya , lagian c bima mo ja, ngobatin clara dn kel nya , yg angkuh²
kiyoe: wkwk emg begitu sifat nya Clara kak apalagi kan baru kenal sama si bima 🤭
total 1 replies
Night Watcher
secara umum bagus, cuma sedikit membingungkan yaitu kemunculan sistem dan kemunculan tuan besar wirawan yg tak ada spil ceritanya sedikitpun tau2 jadi tawanan sekte.
mudah2an utk cerita selanjutnya bisa lebih teliti dan singkron antar bab satu dan bab lainnya.
semangat terus, koreksi terus, sukses menanti.
aamiin. 🤲💪🙏
kiyoe: terimakasih kak watcher udah mau membaca novel saya yang berjudul Si Bodoh Desa Ternyata Tabib Dewa dari awal sampai akhir maaf kalau ada kekurangan nya 🙏
total 1 replies
Night Watcher
kok tau2 tn besar wirawan ada disini?😇😇😇🤦
Night Watcher
di episode2 awal bima bisa mencari dgn konsentrasi/ memindai keberadaan sesuatu/ musuh.
kok sekarang lupa dgn keahlian itu?🤦
Night Watcher
kok tiba2 ujug2 ada sms sistem???
terkejutlah diriku ini...🤦
Night Watcher
kurang cocoknya bima sering ninggalin musuhnya yg masih mungkin bangkit & menyerang lagi.
kurang gregeddd🤦
kiyoe: heheh kan biar tambah banyak musuh nya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!