Terlahir dari rahim seorang wanita yang mendapat julukan sebagai pelakor atau orang ketiga bukan kemauan Kanza Qiara Mecca. Gadis cantik yang kini sudah menjadi piatu sejak usia nya tiga bulan itu harus menanggung keras nya hidup di keluarga orang yang telah ibu hancurkan. Setiap hari dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari ibu dan kakak tiri nya. Sosok ayah yang selama ini diaharapkan pun tidak bisa melakukan apa pun melihat hal itu.
Penderitaan Kanza tidak berhenti di situ saja, sebulan sebelum pernikahan sang kakak justru dia mendapati dirinya berada dalam satu kamar dengan calon kakak ipar nya dan hal itu membuat dia harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa cinta dengan sosok pria angkuh, dingin dan arogan Kenan Diyaksa.
Bagaimanakah kehidupan Kanza setelah mendapat gelar seorang istri dari calon kakak ipar nya? Apakah kebahagiaan yang selama ini dia harapkan akan dia raih?
Yuk….kepoin karya baru author “ Ikatan Tanpa Cinta “happy reading gaes😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ny.Irawana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 9 Teguran papa Kenan
Kantor Kenan Diyaksa,
"Papa bener - bener tidak mengerti dengan jalan pikiran mu Ken, bisa - bisa nya kamu membawa istri mu untuk tinggal di rumah seperti itu. Padahal kamu sangat lah mampu untuk memberikan tempat tinggal yang sangat layak dari itu untuk istri kamu", kata Mahendra papa Kenan penuh kekecewaan.
Sepulang nya dari perjalanan dinas luar negeri Mahendra langsung menemui sang anak di kantornya setelah mendapatkan laporan dari beberapa orang kepercayaan nya yang di tugaskan untuk memantau sang putra setelah pernikahan dadakan kemarin.
"Rumah itu juga sangat layak untuk ukuran wanita licik seperti Kanza Pa ".
Mahendra menghembuskan nafas nya dengan kasar ", jangan pernah menyebut Kanza dengan sebutan seperti itu Ken, papa tidak pernah mengajarkan kamu tidak sopan dengan orang lain, apalagi dia sekarang ini adalah istri mu !"
"Ck...sebutan apa yang paling pantas untuk wanita yang dengan sengaja menjebak calon kakak ipar nya sendiri jika bukan wanita licik Pa".
"Cukup Kenan Diyaksa! Wanita yang kamu bilang licik itu sekarang sudah sah menjadi istri mu di mata agama dan negara, jadi tolong perlakukan dia dengan baik. Kamu harus jadi suami yang bertanggung jawab sekarang, cukupi kebutuhan nya dan jangan biarkan dia terlunta - lunta kepanasan di pinggir jalan ke sana - sini mencari pekerjaan. Dan satu lagi, bilang pada mantan kekasih mu itu , stop bikin berita yang tidak baik tentang menantu ku. Jangan salahkan papa jika papa melakukan sesuatu yang akan membuat dia menyesal !" ancam Mahendra.
Kenan mengepalkan kedua tangan nya dengan keras ", kamu benar - benar licik Kanza, kamu sengaja mengadukan segala apa yang aku lakukan pada mu ke papa. Oke lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mu nanti !" batin Kenan sambil menahan amarah.
"Ajak istri mu untuk makan malam di rumah hari ini ", ucap Mahendra sebelum meninggalkan ruangan sang anak.
"Baik Pah..."
Jalan Senopati,
Sambil membawa sepasang sepatu yang sudah rusak, Kanza berjalan tidak beralaskan apa pun menelusuri jalanan. Sepanjang jalan dia melirik ke sana sini berharap ada warung atau toko yang menjual sandal atau sepatu yang bisa dia gunakan. Namun sayang nya, sepanjang jalan yang dia lewati hanya ada pepohonan. Sekalipun ada warung tapi hanya menjual minuman dan makanan ringan saja.
"Duh...kenapa ngga ada warung yang jual sandal jepit gitu. Masak iya aku harus jalan kaki sampai rumah tidak menggunakan apa pun. Mana dari tadi pesan ojol ngga ada driver yang ngambil orderan ku lagi. Taksi atau angkot yang lewat pun ngga ada. Apes bener aku hari ini, niat nolongin orang malah kena omel. Aneh banget emang orang itu, udah di tolongin bukan nya terimakasih malah ngomel - ngomel tidak jelas kayak gitu", gerutu Kanza sepanjang jalan.
Setelah dia menolong pria misterius yang ponsel nya di jambret tadi, Kanza justru kena omelan dari orang yang di tolong nya hanya karena Kanza tanpa sengaja menjatuhkan ponsel itu ke aspal karena dia panik melihat sepatu kesayangan nya heels nya patah. Akibatnya ponsel itu pun mati dan rusak, hal itu lah yang membuat pria aneh itu marah - marah tidak jelas ke Kanza.
"Benar kata orang jika melakukan hal baik belum tentu di terima baik juga oleh orang itu seperti mas Kenan tadi pagi ", ucap Kanza pada diri nya sendiri.
Seketika Kanza jadi teringat pada suami nya itu, coba kalau hubungan pernikahan nya dengan Kenan normal seperti layak nya pernikahan pada umum nya, saat ini dia pasti sudah menghubungi sang suami untuk minta di jemput dan mencurahkan segala keluh kesah nya tentang apa yang menimpa nya hari ini.
"Huft...kenapa malah di saat seperti ini jadi kepikiran tiba - tiba di jemput mas Kenan sih, astaga...aku rasa otak ku udah mulai eror ini gara - gara kepanasan dan omelan laki - laki aneh itu. Aku sumpahin tu orang HP nya rusak dan ngga bisa di benerin semua data di HP itu ilang semua, biar tahu rasa ! Bisa - bisa nya udah di tolong malah marah - marah, tahu gitu mending ngga usah aku tolong aja tu orang !"
Setelah beberapa jam melewati drama yang tidak ada habis nya sepanjang perjalanan pulang. Akhir nya Kanza pun sampai juga di rumah.
"Terimakasih ya Pak, hati - hati di jalan ", ucap Kanza pada seorang supir mobil sayuran yang dia tumpangi.
Karena tidak driver ojek yang ngambil orderan Kanza dan tidak ada taksi maupun angkot yang lewat mau ngga mau Kanza pun menghadang mobil pick up terbuka yang memuat sayuran. Kebetulan sekali mobil itu mau mengantar sayuran di daerah tempat tinggal Kanza dan Kenan sekarang. Tidak ada rasa malu sama sekali bagi Kanza naik mobil seperti itu, yang terpenting dia saat ini bisa sampai di rumah dengan selamat.
"Huft....akhir nya sampai juga ".
Tiiinnnn....
Kanza terlonjak kaget mendengar suara klakson mobil di belakang nya. Karena saking kaget nya sepasang sepatu yang Kanza pegang sampai terlepas begitu saja. Setelah Kanza perhatikan ternyata mobil itu milik Kenan suami nya.
"Astagfirullah...bisa ngga sih mas biasa aja bunyiin klakson nya, bikin jantungan aja ", protes Kanza pada Kenan yang baru saja turun dari mobil.
"Kenapa kamu pulang naik mobil kayak gitu, bikin malu saja !" alih - alih menanggapi protes dari sang istri, Kenan justru melayang kan pertanyaan yang buat Kanza kesal.
"Suka - suka aku lah mau naik apa mas, mau naik mobil pick up,truk atau naik tronton sekalipun itu bukan urusan kamu !" jawab Kanza sambil memunguti kedua sepatu nya dan berjalan meninggalkan Kenan yang berdiri sambil mengepalkan kedua tangan nya.
Kenan berjalan dengan cepat mensejajarkan diri di samping Kanza, salah satu tangan nya menarik lengan Kanza supaya gadis itu berhenti.
"Kalau suami lagi ngomong itu jangan di tinggal pergi begitu saja, ngga sopan !"
Kanza menghentikan langkah nya," mas untuk kali ini saja, bisa tidak untuk ngga ngomel atau marah - marah dulu please! aku capek dan lelah banget hari ini mas, lelah banget ", ucap Kanza sambil menghempaskan tangan Kenan yang berada di lengan nya.
Setelah mengatakan hal itu Kanza langsung masuk ke dalam rumah dengan langkah yang gontai.
"Ada apa dengan tu anak, tumben banget seperti itu ", gumam Kenan merasa ada yang aneh dengan istri nya.
Kanza keluar dari kamar setelah membersihkan diri. Gadis itu berniat mengisi tangki perutnya yang sudah kosong karena sejak siang tadi tidak terisi sama sekali. Saat dia sampai di meja makan ada hal yang aneh menurut nya.
"Perasaan tadi pagi aku ninggalin piring mas Kenan yang masih ada nasi goreng nya dan se cangkir kopi deh, kok ini udah ngga ada piring nasi goreng ma cangkir nya. Siapa yang beresin coba. Apa mungkin Mas Kenan ? Tapi ngga mungkin, secara dia menolak mentah - mentah nasi goreng dan kopi buatan ku tadi. Tapi kalau bukan dia terus siapa ? Di rumah ini kan cuma ada aku dan mas Kenan aja, ah..bodo amat lah tu nasi goreng ma kopi kemana. Lebih baik aku makan saja, kalau orang lagi lapar mana bisa berpikir jernih ", kata Kanza pada diri nya sendiri sambil mengambil se centong nasi di Magicom.
Baru saja Kanza mau menyuapkan nasi ke dalam mulut nya tiba - tiba Kenan datang menghampiri, " kita di undang makan malam di rumah papa sekarang !"
"Hah....!"