Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Sisi gelap Raja Basilio
Splash !!!
Splash !!!
Splash !!!
“Akh !! Sialan !! Kau.. Biadap !!”
Seorang lelaki dengan pakaian yang sudah robek di sana-sini menatap tajam ke arah sosok yang membawa cambuk di depannya.
Dia menatap penuh kebencian pada sosok yang telah memberikannya hukuman mati, meskipun semua itu salahnya, karena memberontak pada sang raja. Tapi dia merasa ini tidak adil, hukuman yang dia terima begitu berat, di jadikan budak (secara rahasia) di dalam istana, kemudian di cambuk dan terakhir akan di bunuh.
Sosok lelaki dengan mahkota di kepalanya, menyeringai licik.
“Bukankah aku sudah katakan, ini hukuman bagi para pemberontak. Jadi, terima saja nasibmu.”
“Tapi ini tidak adil !! Ratu Becca benar-benar mengalami kesialan karena menikah denganmu !!”
Sosok itu, Raja Basilio tertawa licik, mendengarkan perkataan salah satu tahanannya.
“Tidak adil ?? Saat kau memberontak kepadaku, kau membunuh banyak wargaku, dan bahkan anak-anak, dan kau menyebutku tidak adil ?? Jika kau hanya demo dan tidak melakukan tindak kekerasan pada wargaku, maka aku hanya akan memenjarakanmu.” Ujar Raja Basilio dengan santainya, menatap tahanan lelaki di depannya yang sudah penuh dengan darah.
Disini, di ruang bawah tanah tersembunyi, Raja Basilio menyimpan rahasia kejam yang tidak pernah di ketahui oleh siapapun. Dan biasanya, dia datang di tengah malam, saat semua sudah tertidur, termasuk istrinya sendiri.
“Dan ya, istriku beruntung~ karena dia tidak akan menerima hukuman sepertimu. Ah, sepertinya kau sudah sangat tersiksa, bagaimana jika aku akhiri penderitaanmu ??” Raja Basilio menggantikan cambuk di tangannya dengan sebuah pedang yang panjang, menggunakan kekuatan sihirnya.
Raja Basilio tersenyum miring, dan mempersiapkan posisi pedangnya ke arah tahanan lelaki di depannya.
“Aku membutuhkan kekuatan lebih, jadi.. Terimalah nasibmu.”
Raja Basilio mengayunkan pedangnya, dan membuat tubuh lelaki di depannya langsung terputus menjadi dua, tepat di bagian pinggangnya. Darah muncrat mengenai wajahnya, tapi sang raja tidak peduli, yang dia rasakan justru sebaliknya..
Kekuatannya mulai bertambah, dan dia merasa semakin lebih kuat.
“Aku harus mempersiapkan kekuatanku, untuk bertarung besok.” Ujar Raja Basilio kembali menyimpan pedangnya, dan kemudian berbalik arah keluar untuk kembali ke kamar tidurnya, sebelum ada yang mencurigainya.
...
Keesokan harinya..
Setelah sarapan, sang raja, ratu, dan kedua pangeran duduk di singgasana mereka, karena ada sebuah pesan yang harus di terima oleh mereka.
Tidak lama, pintu utama terbuka, menampilkan sosok lelaki mendatangi mereka dan berjalan sopan, dia, Raja Gilbert. Ayah dari Becca datang, tapi bukan karena ingin menjenguk putrinya, melainkan ada pesan yang harus dia sampaikan.
Meskipun, dirinya di posisi ini menjadi ayah mertua dari Raja Basilio, tapi Raja Gilbert tetap mengingat statusnya, dan melaksanakan tugasnya dengan sopan.
Raja Gilbert tetap menundukkan tubuh, memberikan hormat pada raja besarnya.
“Salam, Yang Mulia Raja Basilio, Permaisuri Ratu Becca, Pangeran Mahkota Ebert dan Pangeran Aldert. Kedatangan saya kemari, ingin menyampaikan sebuah pesan, dari daerah Rosivilia.”
Rosivilia adalah daerah yang dipimpin oleh Raja Gilbert, tempat kelahiran Becca. Wilayah itu adalah perkebunan bunga mawar terbesar dan terluas, di wilayah Varilia. Dan bunga mawar mereka, bukan hanya sekedar bunga biasa. Melainkan bunga mawar khusus yang bisa di jadikan bahan ramuan obat, atau bahkan racun sekalipun.
Jadilah wilayah itu sangat di lindungi oleh Kerajaan Varilia, karena sebagai komoditas utama untuk di jual ke kerajaan lainnya, sekaligus melindungi beberapa bunga mawar berbahaya yang dapat di gunakan sebagai racun.
“Katakan ada apa, Raja Gilbert ??” Ujar Raja Basilio dengan tegas.
“Yang Mulia, beberapa hari yang lalu Raja Besar Thorne mengirimkan pesan ancaman kepada saya dan juga kepada anda, karena sebuah kesalahpahaman.”
Raja Basilio mengangkat alisnya, “Kesalahpahaman apa ??”
“Beberapa warga dari Kerajaan Darkness, mengalami keracunan dan saat mereka menyelidiki.. Racun itu berasal dari salah satu mawar yang kita miliki, Blue Rose. Jadi, mereka mengira kita telah meracuni warga dari Kerajaan Darkness.”
Raja Basilio hanya terkekeh pelan mendengarkan ancaman dan fitnah itu, “Mereka tidak memfitnah, mereka sedang mengibarkan bendera perang kepada kita.” Ujar Raja Basilio dengan acuhnya.
Ratu Becca, Pangeran Aldert dan Pangeran Ebert menoleh memberikan tatapan datar ke arah sang raja, membuat sosok yang menjadi arah tatapan bingung.
“Ada apa ?? Berhenti menatapku seperti itu.”
“Ini semua salah ayah, lihat ?? Mereka sudah menantang kita.” Ujar Pangeran Aldert dengan cemberut.
“Anggap saja seperti olahraga yang akan membuat kekuatan kita semakin berkembang. Istriku, kau juga akan ikut, aku akan mengajarimu cara membunuh musuh menggunakan kekuatan sihir.” Ujar Raja Basilio dengan santainya, membuat ekspresi istri dan kedua putranya semakin cemberut dan kesal.
“Aku baru bisa kekuatan membekukan musuh, dan kau mengajakku ke medan perang ??” Ujar Ratu Becca menunjuk ke arah dirinya sendiri, sembari menunjukkan ekspresi cemberut, sang raja malah tertawa geli di sana.
Pemandangan itu membuat Raja Gilbert tertegun sejenak, tapi kemudian dia merasa bersyukur, karena putrinya di terima dengan baik, dan bahkan mendapatkan perlakuan baik dari keluarga kerajaan, dan lihat.. Raja Basilio tampak senang dengan kehadiran putrinya, membuat Raja Gilbert sedikit bangga, karena berhasil mendidik putrinya.
Tapi Raja Gilbert tidak mengatakan apapun, dan hanya tersenyum kecil melihat pemandangan itu.
Raja Basilio kemudian melirik ke arah Raja Gilbert dan juga ikut tersenyum kecil, lalu berbicara dengan nada jenaka.
“Aku harap, Raja Gilbert tidak marah padaku setelah aku mengajarinya cara berperang dan menjadi ratu yang tangguh.”
“Sama sekali tidak, Yang Mulia.. Saya justru senang dan bersyukur karena putri saya di terima dengan baik disini.” Ujar Raja Gilbert dengan sopan.
Perkataan itu, membuat sang pangeran mahkota sedikit tertusuk. Dia ingat, bagaimana dirinya menentang keras pernikahan, dan bahkan mengijinkan Selina memasukkan pria untuk memfitnah Becca.
Tapi kini.. Bahkan Raja Gilbert terlihat begitu senang, hanya karena sang raja menerima putrinya, membuat sang pangeran mahkota merasa bersalah karena perbuatannya di masa lalu. Bahkan Becca sendiri kini juga mau menerima dan memaafkannya begitu saja, tanpa mempermasalahkan perbuatannya di masa lalu.
“Tentu saja, putrimu benar-benar sangat cantik dan luar biasa, bahkan di awal latihan, dia sudah bisa mengangkat batu dengan kekuatannya.” Ujar Raja Basilio memuji istrinya, membuat Ratu Becca tersenyum kecil, sedikit merasa malu di sana.
“Begitu ??? Aku harap, pernikahan kalian di penuhi berkat, juga kebahagiaan selamanya.” Ujar Raja Gilbert dengan tulus di sana, mendoakan pernikahan putrinya.
“Tenang saja, Raja Gilbert.. Aku bahkan sudah meminta adik tambahan pada ayah dan Bibi Becca.” Ujar Pangeran Aldert dengan frontalnya membuat wajah Ratu Becca semakin memerah, dan Raja Basilio tertawa kecil di sana.
“Eh ?! Astaga !!” Ratu Becca menutupi wajahnya yang memerah, membuat kedua pangeran itu kini ikut tertawa.
❤️👑❤️👑❤️👑❤️👑❤️
Sudah agak spoiler dikit tentang Raja Basilio disini 😌😌
Btw kasihan Becca, udah di tagih adik mulu sama dua anak tirinya 🤣🤣 sabar ya Becca, nanti juga hamil kok, ehh 🤭🤭
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣
latar kerajaaan bgini makin seru thor, berasa ky di novel2 terjemahaan. 😄
semangat thor😄