Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.
Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.
Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.
Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membersihkan Kaki Tangan Mo Yan
Mo Yan telah menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Li Huanran, termasuk pertanyaan tentang hubungan Mo Yan dengan pergerakan pasukan Xue Long.
Nyatanya Mo Yan bekerjasama dengan Jenderal musuh demi bisa melenyapkan seluruh pria di keluarga Qin, dan ada banyak kaki tangan Mo Yan berasa diantara prajurit dan pelayan keluarga Qin.
Satu demi satu nama disebutkan oleh Mo Yan, dan satu demi satu orang-orang itu di tangkap.
Setelah tangan dan kaki mereka dipatahkan, orang-orang itu dimasukkan ke penjara yang dikelola keluarga Qin, sebuah tempat yang biasanya digunakan untuk mengorek informasi dari musuh yang tertangkap.
Tetapi ada satu sosok yang belum disentuh oleh keluarga Qin, yang mana sosok itu adalah rekan, bukan bagian dari kelompok kaki tangan Mo Yan.
Mo Yuyan, Penguasa Kota Beixuan, dan ternyata dia adalah kakak kandung Mo Yan.
Li Huanran yang sudah cukup mendapatkan informasi dari Mo Yan, dengan tangannya sendiri dia membuat cacat kedua tangan dan kaki pria itu.
"Seret dia ke penjara bawah tanah dan jangan berikan makanan atau minuman apapun padanya!"
Prajurit yang mendengar perintah, mereka langsung menyeret Mo Yan yang pingsan menuju penjara, meninggalkan Li Huanran yang hanya didampingi oleh Song Jiao.
"Nenek, sepertinya Raja Beiliang, Song Yanzhe, dia juga terlibat dalam kasus fitnah kejam yang menimpa keluargaku!"
Suara Song Jiao jelas terdengar oleh Li Huanran, membuat wanita tua itu tidak lama setelahnya menganggukkan kepala pela.
"Dia memang terlibat, dan bukti itu sudah cukup dikumpulkan oleh Kakek dan juga Pamanmu selama belasan tahun ini, tapi sayangnya kami belum bisa meninggalkan tempat ini untuk mengantarkan langsung barang bukti ke tangan Yang Mulia Kaisar."
Perang belum ada tanda-tanda akan berakhir, membuat keluarga Qin terus saja tertahan di Kota Beixuan.
"Sepertinya perang ini harus segera dimenangkan supaya kita bisa kembali ke ibukota dan bertemu dengan Yang Mulia Kaisar!"
Song Jiao berencana membuatkan senjata mematikan untuk digunakan pasukan keluarga Qin, dan dengan senjata itu besar kemungkinan pasukan keluarga Qin bukan sekedar membuat lawan mundur, tapi bisa saja membuat pasukan keluarga Qin maju merangsek ke wilayah musuh, kalau perlu sekalian saja jatuhkan Kekaisaran Xue Long.
Tetapi untuk bisa memulai rencananya, Song Jiao terlebih dahulu harus mendapatkan kepercayaan para pria di keluarga Qin, baru setelahnya dia akan menunjukkan sebuah keahlian luar biasa pada mereka, kalau perlu dia nanti akan bergabung dalam perang, bahu-membahu bersama dengan pasukan keluarga Qin dalam upaya mengalahkan musuh.
"Saat ini sekitar empat puluh ribu prajurit keluarga Qin, mereka memang masih memiliki semangat berperang, tapi karena perang yang terus-terusan terjadi, kami mulai kekurangan persediaan persenjataan, dan jika situasi ini terus berlanjut, semakin kecil perang ini dapat dimenangkan dalam waktu secepat mungkin!"
Li Huanran tau seburuk apa situasi pasukan keluarga Qin, dan dia yakin semua itu tidak lepas dari apa yang dilakukan oleh Raja Beiliang, Song Yanzhe di ibukota.
"Nenek tenang saja! Begitu Kakek, Paman dan saudara laki-laki setuju dengan rencanaku, aku akan membantu menyediakan persenjataan untuk pasukan keluarga Qin, dan aku yakin senjata kali ini cukup untuk membuat situasi saat ini berbalik arah, menguntungkan prajurit keluarga Qin dan merugikan siapapun yang menjadi musuh kita!"
Li Huanran bisa merasakan ketulusan dan kesungguhan dari ucapan Song Jiao, dan begitu saja dia menganggukkan kepala, seolah yakin jika apa yang diucapkan Song Jiao benar-benar akan terjadi.
"Sebaiknya kita kembali untuk melihat keadaan pria tua yang beruntung karena hari ini dia terluka bertepatan dengan kembalinya kamu ke keluarga Qin!"
Sudah terluka dan hampir mati tapi masih dianggap beruntung. Song Jiao hanya bisa menggelengkan kepala dengan sikap neneknya yang tampak begitu santai, tapi meski samar, dia bisa melihat sorot mata penuh kekhawatiran di mata Li Huanran.
Tidak lama mereka tiba kembali di ruangan tempat Qin Haoran terbaring di atas tempat tidur, tapi bedanya saat ini pria itu sudah membuka matanya, dan dia tersenyum lebar begitu melihat Song Jiao, putri Qin Shiyun, putrinya yang ternyata sudah lebih dulu pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.
Meski saat ini ada keinginan besar memberikan pelukan kasih sayang pada cucunya, dengan luka di tubuhnya, Qin Haoran tidak bisa melakukannya, dan setelah melihat cucunya ternyata sudah menjadi seorang gadis yang cantik, dia semakin urung memberikan pelukan karena kini Song Jiao bukan lagi seorang anak kecil.
"Jiao'er, maafkan Kakek yang menyambut kedatanganmu dengan luka ini! Kalau saja Kakek tidak terluka, sekarang juga Kakek akan mengajakmu pergi ke atas benteng, menunjukkan padamu betapa mudahnya orang tua ini mengalahkan pasukan kavaleri Xue Long!"
Qin Haoran berbicara sesuai dengan gayanya yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di medan perang.
"Sudah tua bahkan hampir lagi tapi masih berani pamer di hadapan cucumu. Kalau saja hari ini Jiao'er tidak datang, saat ini kami pasti sudah mengadakan upacara pemakaman untukmu!"
Suara Li Huanran begitu pedas, membuat Qin Haoran hanya bisa nyengir, efek sudah terbiasa dengan sifat istrinya, satu-satunya wanita yang berhasil membuatnya jatuh cinta.
"Kakek, lagipula saudari Jiao sangat hebat, bahkan dengan tubuh kecilnya dia bisa mengalahkan puluhan prajurit kavaleri berat Xue Long tanpa berkeringat!"
Qin Zixuan akhirnya kembali, dan dari keringat yang deras membasahi tubuhnya, tampak dia buru-buru kembali, yang mana besar kemungkinan itu berkaitan dengan kabar lukanya Qin Haoran.
"Jiao'er, apa benar yang diucapkan bocah itu tentangmu? Tetapi, kalau benar, bagaimana mungkin kamu bisa melakukannya? Bagaimanapun juga prajurit kavaleri berat Xue Long sangat kuat, bahkan bocah itu perlu latihan keras berbulan-bulan lamanya untuk akhirnya bisa mengalahkan prajurit kavaleri berat Xue Long, itu juga dalam pertarungan satu lawan satu!"
Qin Haoran tidak langsung percaya pada apa yang didengarnya, meski sebenarnya dia yakin kalau Qin Zixuan tidak mungkin membohonginya.
"Kakek, asalkan kita lebih kuat dari musuh, tidak akan sulit bagi kita untuk mengalahkannya. Jadi karena aku lebih kuat, puluhan atau ratusan prajurit kavaleri berat Xue Long, mereka tetap akan bernasib sama jika berhadapan denganku, mati!"
Bukan omong kosong, tapi Song Jiao lebih dari mampu melakukan semua itu.
Bagaimanapun juga tadi dia masih cukup banyak menahan diri, sama sekali belum menggunakan kekuatan penuhnya, dan lagi dia masih belum mengeluarkan satupun kartu truf yang dimilikinya, terutama sebuah senjata yang bisa memusnahkan banyak musuh hanya dengan sedikit percikan api.
Oleh karena itu bukan hal mustahil jika Song Jiao bisa mengalahkan ratusan prajurit kavaleri berat Xue Long seorang diri.
Itu pasti terjadi, tinggal menunggu kapan waktunya menyaksikan sendiri terjadinya hal itu.