NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:479
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Rahasia di Balik Mawar

"Duduklah, Natali," ucap Jacob sambil meletakkan dokumen Barnaby yang sudah sedikit kusut di atas meja kayu.

Natali mendekat dengan ragu. Dia melihat namanya tertulis dengan tinta merah di salah satu halaman rahasia yang berisi daftar aset mata-mata Barnaby.

"Barnaby menyebutkan bahwa kau adalah kunci utama untuk melemahkan moral pasukan Black Knight jika George berhasil disingkirkan," lanjut Jacob dengan nada yang menuntut penjelasan jujur.

Natali menelan ludah dengan susah payah. Wajahnya terlihat sedikit pucat di bawah cahaya lilin yang temaram di dalam ruangan tersebut.

{Sistem, perhatikan setiap detak jantungnya. Aku ingin tahu apakah dia sedang mencoba mengarang cerita untuk menyelamatkan dirinya sendiri.}

[Analisa Panca Indra: Denyut nadi target meningkat secara signifikan. Ada getaran kecil pada ujung jemari tangannya yang menunjukkan tekanan emosional tingkat tinggi. Target tidak menunjukkan tanda-tanda kebohongan yang disengaja.]

||||||||||||||

"Barnaby adalah orang yang menjual saya ke organisasi mawar merah saat saya masih sangat kecil," bisik Natali dengan suara yang sangat bergetar.

Jacob tertegun sejenak mendengarnya. Dia tidak menyangka hubungan pengkhianat itu dengan Natali sudah terjalin sejak lama.

"Dia yang memerintahkan pemasangan segel mawar di leher saya agar dia bisa mengendalikan saya sebagai pembunuh pribadinya di dalam istana Helios," sambung Natali dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh kebencian yang mendalam.

Jacob menyandarkan punggungnya ke kursi kayu yang keras. Dia mulai memahami pola permainan kotor Barnaby yang ingin menghancurkan kerajaan Helios dari dalam dengan memanfaatkan trauma masa kecil seseorang.

{Orang tua itu benar-benar iblis yang bersembunyi di balik jubah penasihat. Dia menggunakan Natali sebagai senjata cadangan jika rencana utamanya gagal.}

||||||||||||||

"Berarti kau tahu siapa sebenarnya majikan tertinggi Barnaby di kerajaan Scolar?" tanya Jacob dengan tatapan yang sangat tajam dan menusuk.

Natali menggelengkan kepalanya perlahan. Dia hanya bertugas menerima perintah eksekusi tanpa pernah diberi tahu siapa orang yang memberikan dana besar bagi organisasi mereka.

"Namun, saya sering melihat Barnaby mengirimkan burung pesan dengan segel naga hitam milik keluarga inti kerajaan Scolar," tambah Natali sebagai petunjuk yang sangat berharga.

Jacob mengepalkan tangannya di atas meja hingga terdengar suara derit kayu yang tertekan kuat. Informasi ini sudah lebih dari cukup untuk menyeret seluruh jaringan pengkhianat di istana menuju tiang gantungan.

{Raja Cerick Scolar pasti sedang merayakan luka yang dialami Kak George saat ini. Dia tidak tahu bahwa aku sudah memegang kunci kehancurannya.}

||||||||||||||

Jacob berdiri dari kursinya dan berjalan perlahan mendekati Natali yang masih menundukkan kepala. Dia bisa merasakan aura kesetiaan yang sangat pekat terpancar dari tubuh wanita yang sebelumnya adalah mesin pembunuh berdarah dingin itu.

{Sistem, matikan semua fungsi analisa panca indra sekarang juga. Aku ingin menghabiskan waktu ini tanpa gangguan suara mekanismu.}

[Perintah Diterima. Menonaktifkan Modul Analisa dan Mode Auto Pilot dalam hitungan tiga... dua... satu... Sistem dalam mode tidur.]

Kesunyian mendadak menyelimuti ruangan tersebut saat suara dingin sistem menghilang dari kepala Jacob. Dia merasa beban di pundaknya sedikit terangkat, menyisakan dirinya yang asli sebagai seorang pria, bukan sebagai alat tempur kerajaan.

Jacob mengulurkan tangannya dan menyentuh dagu Natali, memaksa wanita itu untuk menatap langsung ke dalam matanya yang kini terlihat sangat teduh.

"Kau telah memberikan seluruh hidupmu untuk orang-orang yang hanya ingin menghancurkanmu, Natali. Sekarang, biarkan aku menunjukkan padamu bahwa kau bukan sekadar alat atau bayangan," bisik Jacob dengan nada suara yang sangat lembut.

Natali merasa jantungnya berdegup sangat kencang, sebuah sensasi yang belum pernah dia rasakan bahkan saat dia sedang berada di tengah pertempuran maut sekalipun. Dia hanya bisa diam saat Jacob perlahan menarik tubuhnya agar berdiri lebih dekat.

||||||||||||||

Hening mulai merayap di antara mereka berdua saat Jacob menarik Natali menuju ranjang besar di sudut ruangan yang tertutup kelambu tipis. Tidak ada kata-kata yang terucap, hanya ada pemahaman tanpa suara tentang pengabdian dan perlindungan yang mutlak.

Jacob menarik perlahan jubah yang menutupi tubuh Natali, membiarkan kain sutra itu jatuh ke lantai tanpa suara sedikit pun. Dia menatap tato mawar merah di leher Natali yang kini bersinar redup seolah sedang menyambut kehadiran tuannya yang baru.

Cahaya lilin di atas meja mulai meredup dan akhirnya padam karena hembusan angin malam dari celah jendela, meninggalkan ruangan itu dalam kegelapan yang hangat. Di balik pintu kayu ek yang dijaga ketat, tidak ada satu pun pengawal yang berani bersuara atau mendekat.

Malam itu, di dalam kamar yang tersembunyi di jantung benteng yang baru mereka taklukkan, Jacob mengambil apa yang telah dijanjikan Natali sebagai bentuk penyerahan diri yang paling murni. Sebuah ikatan yang jauh lebih kuat daripada sekadar kontrak militer atau segel sihir mawar merah.

||||||||||||||

Berita mengenai kejatuhan benteng perbatasan akhirnya sampai ke ibu kota kerajaan Scolar dengan kecepatan yang sangat mengejutkan.

Ruangan takhta yang megah itu mendadak menjadi sangat sunyi saat seorang kurir militer masuk dengan tubuh yang dipenuhi oleh debu perjalanan jauh.

Raja Cerick Scolar berdiri dari kursi emasnya dengan wajah yang memerah karena rasa tidak percaya yang sangat besar.

"Bagaimana mungkin benteng perbatasan kita yang sangat kokoh itu jatuh hanya dalam satu malam?" tanya Cerick dengan suara yang menggelegar hingga memenuhi seluruh aula.

Kurir itu berlutut dengan gemetar hebat di atas lantai marmer yang dingin. Dia tidak berani menatap mata rajanya yang terkenal sangat bengis dalam memberikan hukuman bagi kegagalan.

"Ampun, Baginda Raja. Pangeran kedua Helios, Jacob, memimpin serangan itu dengan strategi yang tidak masuk akal," lapor kurir itu dengan suara yang terbata-bata karena ketakutan.

Cerick Scolar menghantam sandaran takhtanya dengan sangat kuat hingga hiasan emas di sana sedikit retak.

"Bocah lemah itu? Bagaimana mungkin dia bisa menjebol pertahanan Jendral Barkas dengan begitu mudahnya!" teriak Cerick dengan kemarahan yang meluap-luap.

Dia benar-benar tidak menyangka benteng kebanggaan mereka akan mudah dijebol oleh pasukan Helios yang sebelumnya dia anggap sudah berada di ambang kehancuran total.

"Siapkan pasukan bayangan sekarang juga. Jika Helios ingin bermain kotor, aku akan menunjukkan apa artinya neraka yang sesungguhnya," geram Cerick dengan mata yang berkilat dendam.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!